Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

STRENGTHENING ISLAMIC BEHAVIOR AND ISLAMIC PSYCHOSOCIAL IN DEVELOPING PROFESSIONAL MADRASAH TEACHERS Syahraini Tambak; Desi Sukenti
Jurnal Cakrawala Pendidikan Vol 39, No 1 (2020): CAKRAWALA PENDIDIKAN, VOL. 39, NO. 1, FEBRUARY 2020
Publisher : LPMPP Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (337.654 KB) | DOI: 10.21831/cp.v39i1.26001

Abstract

Studies on professional madrasah teachers have been widely explored, but its development from the religious aspect is still limited, while professional teachers are needed in the development of quality madrasah education. This research focused on developing professional teacher of Madrasah Aliyah by strengthening Islamic behavior and Islamic psychosocial. Using ex post facto research design and involving 397 Madrasah Aliyah teachers in 12 regencies/cities of Riau Province, Indonesia. A questionnaires were made to measure Islamic behavior and Islamic psychosocial and tests to measure professional madrasah teachers. The data were analyzed using inferential statistics. The findings of this research revealed that mastery of Islamic behavior and Islamic psychosocial contributes to developing professional madrasah teachers in carrying out teaching profession. Islamic behavior and Islamic psychosocial, specifically, is predicted to improve professional madrasah teachers. However, Islamic behavior has a higher contribution than Islamic psychosocial. This study concludes that professional madrasah teachers can be developed significantly by strengthening Islamic behavior and Islamic psychosocial in madrasah teachers. This research contributes to the Director General of Islamic Education of the Ministry of Religion of the Republic of Indonesia in taking the policy to develop professional madrasah teachers in Indonesia and design lecture materials for prospective madrasah teachers.
Discussion method accuracy in Islamic higher education: the influence of gender and teaching duration Syahraini Tambak; Hamzah Hamzah; M. Yusuf Ahmad; Erma Linda Siregar; Desi Sukenti; Mashitah Sabdin; Ratu Bai Rohimah
Jurnal Cakrawala Pendidikan Vol 41, No 2 (2022): Cakrawala Pendidikan (June 2022)
Publisher : LPMPP Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/cp.v41i2.40644

Abstract

Discussion method are increasingly popular in the learning, but in terms of its accuracy, mixed results are reported without clear reasons. This research aims to explore the impact of gender and teaching duration on discussion method accuracy in Islamic higher education. To evaluate the accuracy of the use of the discussion method, lecturer's teaching duration and gender, a quantitative study with a correlation approach was used. A research project, which deals with the use of discussion methods in lectures using questionnaires, was carried out in two faculties at two universities. Data were collected from 175 lecturers involved in this research. The analysis is differentiated based on the gender and level of teaching duration of lecturers in the competencies being assessed. The results show that the accuracy of the use of the discussion method is low and is related to the gender of the lecturer, that males perceive themselves to be higher in the use of the discussion method than females, and that even using method analysis with methods and implementation in the classroom. Lecturers who teach more than 30 years tend to have higher accuracy in using the discussion method than those with lesser tenure. The findings of this study have implications for the development of "the use of discussion methods in higher education" and it is necessary to examine the reasons behind this difference and to look for steps to improve the accuracy of the use of the discussion method.
Pelatihan Penyusunan Rubrik Penilaian Keterampilan Menulis Puisi Untuk Tim MGMP Bahasa Indonesia Tingkat SMA Se-Pekanbaru Fatmawati Fatmawati; Rika Ningsih; Noni Andriyani; Desi Sukenti; Sudirman Shomary
Jurnal Pemberdayaan Sosial dan Teknologi Masyarakat Vol 1, No 2 (2021): Desember 2021
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (447.654 KB) | DOI: 10.54314/jpstm.v1i2.759

Abstract

Abstract: The assessment position in the design of learning implementation is part of three main components, namely learning objectives, learning activities, and assessment of learning outcomes. The phenomenon that occurs is that not all teachers make appropriate assessments regarding students' poetry writing skills. Several cases indicated that teachers did not assess students' poetry using appropriate indicators. Therefore, the PkM team assumes that there is a need for training in the creation of a poetry writing skill assessment rubric for the Indonesian Language MGMP team at the high school level in Pekanbaru. This PkM activity aims to provide teachers with an understanding of how to compose a rubric for assessing poetry writing skills. After mentoring, it was concluded that the assessment of poetry writing skills could be done by paying attention to the skills to form two structures that build poetry. The two skills are: (1) the skill to form the physical structure of poetry which includes the ability to use diction, the ability to imagine, the ability to use figure of speech, the ability to use rhyme and the ability to use typography; (2) skills in forming the inner structure of poetry which include skills in expressing themes and skills in expressing messages. The two skills above can be derived in the form of a poetry writing skill assessment rubric that can be used by teachers in assessing poetry written by students. The amount of weight for each indicator varies depending on the level of difficulty of each.         Keywords: poetry writing skills; inner structure; physical structureAbstrak: Kedudukan penilaian dalam desain penyelenggaraan pembelajaran adalah sebagai bagian dari tiga komponen pokok, yaitu tujuan pembelajaran, kegiatan pembelajaran, dan penilaian hasil pembelajaran. Fenomena yang terjadi adalah tidak semua guru melakukan penilaian yang tepat terkait keterampilan menulis puisi siswa. Beberapa kasus mengindikasikan bahwa guru tidak menilai puisi siswa dengan menggunakan indikator yang tepat. Oleh karena itu, tim PkM berasumsi bahwa perlu diadakan pelatihan pembuatan rubrik penilaian keterampilan menulis puisi untuk tim MGMP Bahasa Indonesia tingkat SMA se-Pekanbaru. Kegiatan PkM ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada guru bagaimana cara menyusun rubrik penilaian keterampilan menulis puisi. Setelah dilakukan pendampingan, diperoleh simpulan bahwa penilaian keterampilan menulis puisi dapat dilakukan dengan memperhatikan keterampilan membentuk dua struktur yang membangun puisi. Kedua keterampilan itu adalah: (1) keterampilan membentuk struktur fisik puisi yang meliputi kemampuan menggunakan diksi, kemampuan dalam pengimajian, kemampuan menggunakan majas, kemampuan menggunakan rima dan kemampuan menggunakan tipografi; (2) keterampilan membentuk struktur batin puisi yang meliputi keterampilan mengungkapkan tema dan keterampilan mengungkapkan amanat. Dua keterampilan di atas dapat diturunkan dalam bentuk rubrik penilaian keterampilan menulis puisi yang bisa digunakan oleh para guru dalam menilai puisi yang ditulis oleh siswa. Besaran bobot untuk tiap-tiap indikator bervariasi tergantung pada tingkat kesulitan masing-masing.Kata kunci: keterampilan menulis puisi; struktur batin; struktur fisik
Penilaian Keterampilan Menulis Guru: Melibatkan Pengetahuan Budaya Melayu dalam Pembelajaran di Madrasah Desi Sukenti; Alber Alber; Nope Ramadani
Jurnal Pendidikan Agama Islam Al-Thariqah Vol. 9 No. 1 (2024): Jurnal Pendidikan Agama Islam Al-Thariqah
Publisher : UIR Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25299/althariqah.v9i1.16528

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji dan menganalisis pengaruh pengetahuan budaya terhadap penilaian keterampilan menulis guru di sekolah Madrasah pada mata pelajaran bahasa Indonesia. Jenis penelitian ini adalah adalah kuantitatif dengan pendekatan korelasi. Penelitian ini melibatkan 50 sampel. Teknik pengumpulan data menggunakan angket, dokumentasi dan teknik analisis  data menggunakan uji normalitas, deskriptif, dan regresi  linear sederhana. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tingkat hubungan pemahaman dan penguasaan pengetahuan budaya Melayu yang dimiliki oleh guru Madrasah di Kota Pekanbaru dan penilaian keterampilan menulis guru berada dalam kategori tinggi. Hasil penelitian lainnya juga menunjukkan bahwa terdapat pengaruh pengetahuan budaya terhadap penilaian keterampilan menulis guru di sekolah Madrasah pada mata pelajaran bahasa Indonesia dengan nilai signifikansi 0.000. Selanjutnya, besar pengaruh adalah sedang (0.664 atau 66,4%). Hal ini dapat disampaikan bahwa pengetahuan budaya Melayu berpengaruh terhadap penilaian keterampilan guru dalam pembelajaran bahasa Indonesia. Penelitian ini berimplikasi pada teori pengembangan penilaian keterampilan menulis
Analisis Kelayak Isi Buku Teks Bahasa Indonesia Kurikulum Merdeka Kelas X Terbitan Kemendikbud Tahun 2021 Hartati, Dewi; Desi Sukenti; Nazirun, Nazirun
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 10 No. 3 (2024)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v10i3.4054

Abstract

Pendidikan di Indonesia memiliki beragam kurikulum, kurikulum digunakan sebagai acuan dalam menjalankan suatu program dan perencanaan pembelajaran, beberapa kurikulum di Indonesia telah diimplementasikan seperti halnya kurikulum merdeka yang sedang dianalisis pada bahan ajarnya, bahan ajar tersebut berupa buku teks Bahasa Indonesia kelas X tingkat SMA. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kesesuaian kelayakan isi pada buku teks Bahasa Indonesia Kelas X Kurikulum Merdeka. Metodologi penelitian deskriptif kualitatif digunakan dalam penelitian ini. Sumber data diperoleh dari buku teks bahasa Indonesia Kurikulum Merdeka Kelas X terbitan Kemendikbud Tahun 2021. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan dengan cara mengidentifikasi data, mengklasifikasikan data, menginterpretasikan data, dan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan mempertimbangkan tiga faktor, yaitu kesesuaian materi dengan CP, aktualitas materi, dan kesesuaian materi dengan IPTEK, buku bahasa Indonesia kelas X SMA Kurikulum Merdeka secara umum memenuhi syarat kesesuaian isi. Hasil analisis isi buku menunjukkan bahwa materi yang disampaikan relevan dengan CP yang ditentukan. Buku ini juga memperhatikan keaktualan, dan materi dalam buku ini didukung oleh ilmu pengetahuan dan teknologi.
Analisis Kemampuan Siswa Kelas VIII di SMPN 4 Koto Gasib dalam Pembelajaran Menciptakan Puisi Saryetni, Rahmia; Desi Sukenti
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 10 No. 3 (2024)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v10i3.4122

Abstract

Salah satu cara untuk mengenalkan puisi kepada siswa adalah dengan mengajari mereka menulis puisi di kelas. Siswa diharapkan mampu mengartikulasikan ide, pemikiran, dan perasaannya dalam puisi dengan indah dan bermakna. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan siswa kelas VIII di SMPN 8 Koto Gasib dalam pembelajaran menciptakan puisi. Metode penelitian adalah metode kuantitatif deskriptif. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini adalah total sampling yang berjumlah 29 orang siswa kelas VIII1 di SMPN 4 Koto Gasib. Metode pengumpulan data menggunakan dokumentasi hasil karya siswa dan observasi. Instrument penelitian adalah rubrik keterampilan menulis puisi. Analisis data yang digunakan adalah analisis statistik deskriptif terkait unsur puisi tema, majas, diksi, dan tipografi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata kemampuan siswa dalam menciptakan puisi adalah 70,6 dengan kategori baik, dengan rata-rata unsur tema 68,8% kategori cukup, unsur majas dengan kategori 69,7% dengan kategori cukup, unsur diksi dengan rata-rata 68,0% kategori cukup, dan unsur tipografi dengan rata-rata 75,9% kategori baik. Dapat disimpulkan bahwa siswa sudah mampu menulis puisi sesuai dengan standar
Bentuk dan Fungsi Pantun Atui; Sebuah Kajian Pantun Melayu Klasik Hidayatun Nur; Desi Sukenti; Latif, Latif; Dicky Fahmi; Diah Ayu Lestari
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 11 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v11i1.5349

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk dan fungsi pantun atui yang ada dalam masyarakat Kampar-Riau Indonesia. Pantun atui merupakan warisan budaya masyarakat Kampar Riau yang sudah terancam punah seiring dengan perubahan zaman. Tujuan utama dalam penelitian ini adalah mendeskripsikan dan menjelaskan bentuk dari pantun atui yang dilihat dari segi tipografi, rima, asonansi, aliterasi, diksi, imaji, gaya bahasa serta fungsi atau penggunaan pantun atui dalam kehidupan masyarakat Kampar. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif dengan strategi analisis dokumen dan fenomenologi. Melalui strategi analisis dokumen penelitian ini menganalisis teks pantun atui dari segi bentuk pantun atui dari segi tipografi, rima, asonansi, dan alterasi). Melalui strategi fenomenologi penelitian ini menganalisis penggunaan atau fungsi pantun atui masyarakat Kampar Riau. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pantun atui memiliki keindahan bentuk dan unik yang dapat ditinjau dari tipografi yaitu berdasarkan jumlah baris, rima atau persajakan, asonansi, aliterasi, diksi, imaji dan gaya bahasa. Berdasarkan fungsinya pantui atui sebagai alat ekspresi diri dan sekaligus menjadi sarana edukatif dalam memberika nasihat terutama yang berhubungan dengan ajaran Islam. Penelitian ini memberikan wawasan baru dalam kajian pantun dan pantun Melayu Klasik serta pelestarian warisan budaya takbenda yang berupa pantun sehingga bisa menjadi tetap lestari.
REPRESENTASI PEREMPUAN IDEAL PADA IKLAN KECANTIKAN DI TELEVISI (KAJIAN ANALISIS WACANA KRITIS) Febria, Rhani; Desi Sukenti; Ifah Hanifah
Anafora: Jurnal Penelitian Mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 6 No 1 (2026)
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, UNIKU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/ajpm.v6i1.292

Abstract

ABSTRAK: Iklan kecantikan di televisi tidak hanya berfungsi sebagai sarana promosi produk, tetapi juga berperan dalam membentuk dan mereproduksi standar kecantikan perempuan ideal di masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana representasi perempuan ideal dikonstruksi dalam iklan kecantikan di televisi melalui kajian Analisis Wacana Kritis (AWK) Norman Fairclough. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode analisis isi kualitatif. Data penelitian berupa tuturan, narasi, slogan, dan visualisasi perempuan dalam sebelas iklan produk kecantikan yang ditayangkan di televisi nasional dan kanal resmi digital. Analisis dilakukan melalui tiga dimensi AWK, yaitu teks, praktik wacana, dan praktik sosial budaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa iklan kecantikan secara konsisten merepresentasikan perempuan ideal sebagai sosok berkulit putih atau cerah, wajah mulus tanpa cela, glowing, awet muda, dan percaya diri setelah menggunakan produk. Representasi tersebut dibangun melalui penggunaan diksi instan, saintifik, religius, dan afektif yang berfungsi menaturalisasi standar kecantikan tertentu. Pada tingkat praktik sosial-budaya, wacana ini mereproduksi ideologi kecantikan dominan yang berakar pada kapitalisme dan patriarki, serta berpotensi menimbulkan pengawasan diri dan ketergantungan perempuan terhadap produk kecantikan. KATA KUNCI: analisis wacana kritis; iklan kecantikan; representasi perempuan; televisi         >    REPRESENTATION OF THE IDEAL WOMAN IN BEAUTY ADVERTISING ON TELEVISION (A CRITICAL DISCOURSE ANALYSIS STUDY)   ABSTRACT: Television beauty advertisements function not only as promotional media but also as powerful tools in constructing and reproducing ideal standards of female beauty in society. This study aims to analyze how the representation of the ideal woman is constructed in television beauty advertisements using Norman Fairclough’s Critical Discourse Analysis (CDA). The research employs a qualitative descriptive approach with a qualitative content analysis method. The data consist of utterances, narratives, slogans, and visual representations of women in eleven beauty product advertisements broadcast on national television and official digital channels. The analysis is conducted through three CDA dimensions: text, discursive practice, and socio-cultural practice. The findings reveal that beauty advertisements consistently represent the ideal woman as having white or bright skin, a flawless appearance, a glowing complexion, youthfulness, and increased self-confidence after using beauty products. These representations are constructed through instant, scientific, religious, and affective diction that naturalizes a single dominant beauty standard. At the socio-cultural level, such discourse reproduces dominant beauty ideologies rooted in capitalism and patriarchy, which may lead to self-surveillance and women’s dependence on beauty products. Thus, beauty advertising plays an active role in shaping social perceptions of women’s bodies and identities. KEYWORDS: critical discourse analysis; beauty advertising; representation of women; television