Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Karakteristik Bioplastik Berbasis Pati Talas Belitung (Xanthosoma sagittifolium) dengan Penguat Selulosa Kulit Nanas (Ananas comosus L.) dan Pemlastis Gliserol Yos Andreas Saroinsong; Sukmiyati Agustin
Agroteknika Vol 9 No 2 (2026): Juni 2026
Publisher : Green Engineering Society

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55043/agroteknika.v9i2.651

Abstract

Bioplastik berbahan dasar sumber daya terbarukan semakin banyak dikembangkan sebagai alternatif ramah lingkungan terhadap plastik berbasis petroleum. Pati talas Belitung memiliki potensi sebagai bahan dasar bioplastik, namun diperlukan penguatan melalui penambahan filler dan pemlastis untuk meningkatkan sifat fungsionalnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh selulosa kulit nanas dan gliserol terhadap karakteristik bioplastik, meliputi permeabilitas uap air, opasitas, kelarutan, ketebalan, dan biodegradasi. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap faktorial 3×3 dengan dua faktor, yaitu selulosa (4, 5, 6 g) dan gliserol (3, 4, 5 g). Data dianalisis menggunakan ANOVA pada taraf α 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan selulosa dan gliserol tidak memberikan pengaruh nyata pada seluruh parameter. Nilai permeabilitas uap air berkisar 0,0010–0,0816 g/m²/hari, opasitas 4,63–7,26 abs/mm, kelarutan 0,0020–0,0037%, ketebalan 50,8–78,1 µm, dan biodegradasi 50–78% selama 14 hari. Walaupun tidak berbeda nyata, bioplastik yang dihasilkan memenuhi beberapa standar dan menunjukkan potensi sebagai bahan kemasan ramah lingkungan.
Pengaruh formulasi daging kelinci dan ubi jalar ungu (Ipomea batatas L.) terhadap sifat kimia dan organoleptik bakso Ariyani, Munna; Syahrumsyah, Hudaida; Agustin, Sukmiyati
Journal of Tropical AgriFood Volume 1, Nomor 1, Tahun 2019
Publisher : Department of Agricultural Products Technology, Mulawarman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35941/jtaf.1.1.2019.2410.1-8

Abstract

Bakso merupakan produk hasil ternak yang bergizi tinggi dan banyak disukai atau digemari oleh masyarakat. Penggunaan daging kelinci sebagai bahan baku pembuatan produk bakso sangat perlu dikembangkan dengan tujuan meningkatkan diversifikasi pengolahan daging dan untuk menghasilkan produk pangan olahan daging yang aman dan bergizi tinggi yang disukai oleh masyarakat. Pada penelitian ini dilakukan proses pengolahan daging kelinci dan ubi jalar ungu menjadi bakso yang dapat dijadikan sebagai produk olahan yang kaya akan gizi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui sifat kimia dan organoleptik dari bakso. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap, dengan 6 perlakuan formulasi daging kelinci dan ubi jalar ungu yaitu: 100% daging kelinci; 90%:10%; 80%:20%; 70%:30%; 60%:40%; 50%:50% dengan 3 ulangan. Data dianalisis dengan sidik ragam dan dilakukan uji lanjut menggunakan uji Beda Nyata Jujur dengan taraf α 5%. Hasil penelitian menunjukkan formulasi daging kelinci dan ubi jalar ungu 70%:30% merupakan formulasi dengan respons sensoris hedonik terbaik dengan karakteristik mempunyai kadar protein 17,42%, kadar air 61,68%, kadar abu 1,83%, kadar lemak 10,17%, kadar karbohidrat 6,90%, dan total antosianin 2,40 mg/100 gram. Sifat sensoris mutu hedonik bakso yang dihasilkan mempunyai karakteristik berwarna agak ungu, beraroma daging, berteksturkenyal, dan berasa daging.
Karakteristik fisikokimia dan sensoris boba dari pati singkong Gajah (Manihot esculenta Crantz) dan labu kuning (Cucurbita moschata D.) Pakalla, Jelin Tiku; Agustin, Sukmiyati
Journal of Tropical AgriFood Volume 8 Nomor 2 Tahun 2026
Publisher : Department of Agricultural Products Technology, Mulawarman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35941/jtaf.8.2.2026.22036.137-143

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh formulasi pati singkong gajah dan labu kuning terhadap karakteristik fisikokimia dan sensoris boba. Bahan baku yang digunakan adalah pati singkong gajah, yang memiliki daya serap air tinggi, dan labu kuning, yang kaya nutrisi. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap Faktor Tunggal dengan 6 taraf perlakuan, yaitu perbandingan pati singkong gajah dan labu kuning (100:0, 95:5, 90:10, 85:15, 80:20, 75:25) dengan 3 ulangan. Parameter yang diamati meliputi sifat fisik (warna, tekstur), kimia (kadar air, abu, serat, β-karoten), dan sensoris (uji hedonik dan mutu hedonik). Hasil analisis menunjukkan bahwa formulasi pati singkong gajah dan labu kuning berpengaruh nyata (p<0,05) terhadap karakteristik fisikokimia dan sensoris boba. Penambahan labu kuning secara signifikan meningkatkan nilai warna serta kadar air, abu, serat, dan β-karoten, sementara nilai kekenyalan dan kekerasan boba menurun. Formulasi boba optimal terdapat pada penggunaan 75 g pati singkong gajah dan 25 g labu kuning.
Overrun, kecepatan leleh, kadar vitamin C, dan karakteristik sensoris es krim rosela (Hibiscus sabdariffa L.) dengan variasi jenis penstabil Yuliani, Yuliani; Adhyatma, Adhyatma; Agustin, Sukmiyati
Journal of Tropical AgriFood Volume 2, Nomor 1, Tahun 2020
Publisher : Department of Agricultural Products Technology, Mulawarman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35941/jtaf.2.1.2020.4018.26-33

Abstract

Pengolahan es krim dengan penambahan berbagai macam buah atau sayuran dan bahan penstabil atau pengemulsi bertujuan untuk memperbaiki karakteristik fisika-kimia dan sensoris es krim. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan ekstrak kelopak bunga rosela dan bahan penstabil terhadap overrun, kecepatan leleh, kadar vitamin C, dan karakteristik sensoris es krim yang dihasilkan. Penelitian dirancang menggunakan rancangan acak lengkap 2 faktor, yaitu jumlah ekstrak rosela (0, 20, 40, dan 60 g per 200 mL susu cair) dan jenis penstabil (karboksimetil selulosa/CMC, gelatin, dan karagenan, masing-masing 0,3%). Data dianalisis dengan sidik ragam dan dilanjutkan dengan uji beda nyata terkecil (BNT) taraf alfa 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar ekstrak kelopak bunga rosela berpengaruh nyata terhadap kecepatan leleh, kadar vitamin C, serta sifat hedonik dan mutu hedonik warna, aroma, dan rasa es krim. Sedangkan jenis bahan penstabil berpengaruh nyata terhadap overrun, kecepatan leleh, serta sifat hedonik dan mutu hedonik tekstur es krim. Interaksi antara kadar ekstrak kelopak bunga rosela dan jenis bahan penstabil berpengaruh tidak nyata terhadap semua parameter yang diujikan.