Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Pelatihan Konseling Lanjut Usia Di Panti Sosial Rehabilitasi Lanjut Usia Dan Rehabilitasi Penyandang Disabilitas Mulia Dharma Toni Elmansyah; Hendrik Hendrik; Hendra Sulistiawan; Hastiani Hastiani; Eli Trisnowati; Tri Mega Ralasari S; Kamaruzzaman Kamaruzzaman; Riki Maulana; Galuh Hartinah
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 4 No. 3 (2023): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara (JPkMN)
Publisher : Cv. Utility Project Solution

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari pengabdian ini adalah:1) Memberikan pengetahuan dan pemahaman kepada remaja tentang lansia, 2) Menerapkan konseling pada lansia. Metode kegiatan menggunakan langkah-langkah: 1) Pesiapan, yaitu dengan cara survey di lapangan, 2) Kegiatan, dengan cara penanyangan slide materi dalam bentuk power point, 3) Praktik konseling, 4) Tanya jawab. Hasil kegiatan: 1) Seluruh peserta memahami materi yang diberikan dalam layanan klasikal, 2) Peserta antusias dalam mengikuti kegiatan, kondisi ini dapat dilihat dari ketepatan waktu kehadiran hingga selesai kegiatan, aktif bertanya dan peserta bisa mempraktikkan konseling yang baik kepada lansia, 3) Masing-masing peserta memberikan saran dan menyimpulkan materi yang didapatkan diakhir kegiatan.
LAYANAN BIMBINGAN BELAJAR BAGI SISWA YANG MENGALAMI GANGGUAN BELAJAR PADA SISWA TINGKAT SEKOLAH DASAR Toni Elmansyah; Riki Maulana
Jurnal Mahasiswa BK An-Nur : Berbeda, Bermakna, Mulia Vol 10, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al-Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jmbkan.v10i1.14024

Abstract

Elementary school students' learning disorders are a problem that must be addressed immediately. Bearing in mind that the development of elementary school level students is characterized by the ability to make sense of what they read, being able to rewrite it, and spelling. Children will usually begin to read fluently at the age of 6 to 7 years when they are in elementary school, first and second grade. However, the facts fieldwork shows that there is a small portion of students in first and second grade elementary schools who are not yet able to read fluently and some even do not yet know letters. Of course, this is a question for teachers and parents regarding this method of learning, and it turns out that this condition is Disturbances experienced by children when learning. The aim of this research is to help children who choose dyslexic learning groups, apply the Fernald method to children with dyslexia, and change dyslexic children using the Fernald method. The method used in this research is Single Subject Research (SSR), using the A-B-A research design, there is repetition. base line phase or condition, which describes two conditions, namely before the intervention is given and after the intervention. Based on the research results, the Fernald method is suitable for students who experience dyslexia. Judging from the results before the intervention and after the intervention
LAYANAN BIMBINGAN BELAJAR BAGI SISWA YANG MENGALAMI GANGGUAN BELAJAR PADA SISWA TINGKAT SEKOLAH DASAR Toni Elmansyah; Riki Maulana
Jurnal Mahasiswa BK An-Nur : Berbeda, Bermakna, Mulia Vol 10, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al-Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jmbkan.v10i1.14024

Abstract

Elementary school students' learning disorders are a problem that must be addressed immediately. Bearing in mind that the development of elementary school level students is characterized by the ability to make sense of what they read, being able to rewrite it, and spelling. Children will usually begin to read fluently at the age of 6 to 7 years when they are in elementary school, first and second grade. However, the facts fieldwork shows that there is a small portion of students in first and second grade elementary schools who are not yet able to read fluently and some even do not yet know letters. Of course, this is a question for teachers and parents regarding this method of learning, and it turns out that this condition is Disturbances experienced by children when learning. The aim of this research is to help children who choose dyslexic learning groups, apply the Fernald method to children with dyslexia, and change dyslexic children using the Fernald method. The method used in this research is Single Subject Research (SSR), using the A-B-A research design, there is repetition. base line phase or condition, which describes two conditions, namely before the intervention is given and after the intervention. Based on the research results, the Fernald method is suitable for students who experience dyslexia. Judging from the results before the intervention and after the intervention
Edu Parenting Untuk Penguatan Karakter Profil Pelajar Pancasila di SMK Negeri Kabupaten Kapuas Hulu Herlina, Uray; Rizal, Yenni; Sukmawati, Ema; Elmansyah, Toni; Sulistiawan, Hendra; Maulana, Riki
Journal Of Human And Education (JAHE) Vol. 3 No. 4 (2023): Journal Of Human And Education (JAHE)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jh.v3i4.441

Abstract

Tujuan dari Pengabdian Kepada Masyarakat ini ialah 1) memberikan pengetahuan dan pemahaman tentang imlpementasi kurikulum merdeka di SMK, 2) Edu parenting dalam penguatan karakter profil pelajar Pancasila. Kegiatan PKM melibatkan dua Sekolah Menengah Kejuruan Negeri di kabupaten Kapuas Hulu antara lain SMKN 1 Seberuang dan SMKN 1 Hulu Gurung. Metode yang digunakan dalam kegiatan PKM ini adalah metode Participatory Action Research (PAR) dalam bentuk workshop, dengan langkah-langkah: (1) Persiapan, dengan melakukan wawancara dan need asesmen di daerah yang akan dituju, (2) Kegiatan, dengan memberikan materi dengan bentuk slide power point, (3) Tanya jawab dan diskusi pengayaan modul para guru. Hasil kegiatan (1) seluruh peserta mampu memahami materi yang diberikan dalam kegiatan workshop, (2) Seluruh peserta antusias dalam mengikuti kegiatan, terlihat dari banyaknya peserta (seluruh guru matapelajaran), (3) guru dapat membuat beberapa kesimpulan dalam kegiatan workshop ini.
Sosialisasi Layanan Bimbingan dan Konseling di Sekolah Dasar sebagai Upaya Peningkatan Kompetensi Guru Trisnowati, Eli; Herlina, Uray; Elmansyah, Toni; Rizal, Yenni; Maulana, Riki
Jurnal Pemberdayaan Sosial dan Teknologi Masyarakat Vol 5, No 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jpstm.v5i2.5301

Abstract

AbstrakKegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru sekolah dasar dalam memahami, mengimplementasikan, dan menilai layanan bimbingan dan konseling (BK) di sekolah dasar. Kegiatan dilaksanakan di SDN 09 Segedong, Kabupaten Mempawah, pada tahun 2025 dan didanai oleh Universitas PGRI Pontianak. Metode pelaksanaan meliputi sosialisasi, workshop, dan simulasi penerapan layanan BK dasar di kelas. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman guru terhadap peran dan manfaat BK dengan rata-rata skor persepsi antara 3,92–4,00. Guru menyatakan bahwa BK sangat dibutuhkan untuk mendukung perkembangan sosial-emosional siswa. Kegiatan ini berkontribusi pada peningkatan kesadaran guru terhadap pentingnya layanan BK di sekolah dasar serta menghasilkan panduan praktis yang dapat diterapkan secara berkelanjutan.Kata kunci: bimbingan dan konseling, sekolah dasar, sosialisasi, pengabdian kepada masyarakatAbstractThis community service activity aims to improve elementary school teachers’ competence in understanding and implementing guidance and counseling (GC) services in elementary schools. The activity took place at SDN 09 Segedong, Mempawah Regency, in 2025 and was funded by Universitas PGRI Pontianak. The methods used were socialization, workshops, and classroom simulations of basic GC services. The results showed an increase in teachers’ understanding of the role and benefits of GC, with an average perception score between 3.92–4.00. Teachers agreed that GC is essential to support students’ social-emotional development. The activity also produced a practical guide that can be sustainably applied in schools.Keywords: guidance and counseling, elementary school, socialization, community service