Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Impact Inces Marham pada Anak (Studi Kekekrasan Seksual pada Anak) Hadi Machmud
Murhum : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 4 No. 1 (2023): Juli
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal (PPJ) PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/murhum.v4i1.178

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendalami Kekerasan seksual anak yang dilakukan oleh Muhrim (Ayah, Paman, dan Kakek) atau dikenal dengan inces di Kota Kendari. Penelitian ini meruapakan kualitatif studi kasus. Data penelitian diperoleh melalui wawancara, observasi dengan dukungan dokumentasi, kemudian di olah dan dianalisis dengan proses penyeleksian, mengklasifikasi, penyimpulan serta uji ulang. Hasil penelitian adalah anak mengalami kekerasan seksual dengan pemerkosaan yang dilakukan oleh muhrim yakni ayah, paman dan kakek, dengan latar belakang, penyebab dan motif berbeda yakni, anak sering ditinggal bersama di rumah, diajak bepergian bersama, diancam akan dibunuh, dilukai, diiming-iming sesuatu, diberikan obat tidur dan narkoba. Dampak fisik anak yang korban pemerkosaan oleh muhrin adalah; infeksi pada vagina (bernanah, berdarah dalam waktu yang lama, alat reproduksi bermasalah, hamil dan tidak dinikahkan karena tidak cukup usia dan dilarang dalam agama, sakit-sakitan, pucat, sedangkan dampak psikhis yakni trauma (ketakutan, menyendiri), kesakitan terutama alat vagina dan reproduksi, mengurung diri, orang tua bercerai, keluarga dijauhi dan dikucilkan masyarakat. Pemerintah dalam hal ini Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak telah melakukan berbagai upaya dalam menangani anak yang korban perekosaan oleh muhrimnya bekerjasama dengan dinas terkait, LSM perempuan serta psikolog dengan pendampingan dan pemulihan, memberikan bantuan materi,  melakukan penyuluhan pada masyarakat dilingkungan tempat tinggal korban.
Etika Literasi Digital Buhari; Hadi Machmud; Nurdin; Imelda Wahyuni
Almufi Jurnal Sosial dan Humaniora Vol 3 No 2: Juli (2026)
Publisher : Yayasan Almubarak Fil Ilmi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63821/ash.v3i1.631

Abstract

membentuk perilaku pengguna internet yang bijak dan bertanggung jawab. Metode yang digunakan dalam kajian ini adalah studi literatur dengan menganalisis berbagai pendapat ahli dan lembaga terkait literasi digital. Hasil kajian menunjukkan bahwa etika literasi digital mencakup beberapa aspek utama, yaitu sopan santun dalam komunikasi, cek fakta sebelum menyebarkan informasi, menghargai privasi orang lain, menghormati hak cipta, menghindari perundungan siber, serta bertanggung jawab atas konten yang dibuat. Temuan juga menunjukkan bahwa rendahnya kesadaran etika digital dapat berdampak negatif terhadap individu maupun masyarakat luas. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan literasi digital agar pengguna internet mampu menggunakan teknologi secara kritis, etis, dan bertanggung jawab. Kesimpulannya, etika literasi digital merupakan komponen penting dalam menciptakan ruang digital yang aman, sehat, dan bermanfaat. Penerapan nilai-nilai etika digital diharapkan dapat membentuk masyarakat yang lebih bijak dalam menggunakan teknologi informasi di era modern.
Desain Istruksional dan Pendekatan Transdisipliner dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Halik; Hadi Machmud; Nurdin; Imelda Wahyuni; Rahmat
Kartika: Jurnal Studi Keislaman Vol. 6 No. 3 (2026): Kartika: Jurnal Studi Keislaman (August)
Publisher : Lembaga Pendidikan Tinggi Nahdlatul Ulama (LPT NU) PCNU Kabupaten Nganjuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59240/kjsk.v6i3.1086

Abstract

This study aims to examine and construct an instructional design based on a transdisciplinary approach as a response to the complexity of educational problems in the global era. The transdisciplinary approach emphasizes cross-disciplinary integration to produce holistic and solution-oriented understanding of reality. The method used is a literature study with a conceptual-critical approach. The findings show that conventional instructional design, which is linear and disciplinarily fragmented, has limitations in accommodating the internalization of Islamic values that are reflective and contextual. The transdisciplinary approach offers an integrative framework that positions real-world problems as the starting point of learning and encourages epistemic dialogue between revelation, reason, and social reality. The conceptual model formulated includes analysis of real contexts, identification of transdisciplinary issues, integration of Islamic values, design of problem-based activities, and reflective evaluation. The implementation of this approach faces challenges such as educator readiness, curriculum limitations, and resistance to paradigm change. The contribution of this research is the formulation of an instructional design framework that is integrative, contextual, and adaptive to the development of science and technology, while maintaining the integrity of Islamic values as an ethical and spiritual foundation