Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Fungsi Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Dalam Pemenuhan Kebutuhan Sosial Ekonomi Keluarga di Desa Tondowatu Kecamatan Morosi Kabupaten Konawe Firdayanti Firdayanti; Juhaepa Juhaepa; Syaifudin Suhri Kasim
SOCIETAL Vol 10, No 2 (2023): Edisi Oktober
Publisher : SOCIETAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah (1) Untuk mengetahui fungsi gabungan kelompok tani (GAPOKTAN) dalam pemenuhan kebutuhan sosial ekonomi keluarga di desa tondowatu kecamatan morosi kabupaten konawe (2) Untuk mengetahui faktor pendukung dan penghambat gabungan kelompok tani dalam pemenuhan kebutuhan sosial ekonomi keluarga di desa tondowatu Kecamatan morosi Kabupaten Konawe. penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data dilakukan melalui dengan cara observasi (pengamatan langsung) dan wawancara dengan responden dengan menggunakan daftar pertanyaan (kuesioner) dan dukumentasi. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa gabungan kelompok tani di Desa Tondowatu Kecamatan Morosi kabupaten konawe yang terdiri dari(1) merencanakan kegiatan,(2)pengadaan fasilitas sarana;(3)penerapan teknologi usaha tani; (4) menyebarluaskan informasi; (5)koordinasi pada pihak pemerintah.Faktor pendukung yaitu; partisipasi anggota gapoktan, adanya teknologi yang memadai, adanya motivasi.Faktor penghambat yaitu; kurangnya modal dan rendahnya sumber daya manusia.
WhatsApp as a Learning Tool: Investigating Gender Perspectives in English Education Juhaepa Juhaepa; Hanna Hanna; Aderlaepe Aderlaepe
Journal of Language Education and Educational Technology (JLEET) Vol 8, No 2 (2023):
Publisher : Halu Oleo University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jleet.v8i2.19590

Abstract

This research aims to assess students’ perceptions of WhatsApp as a learning tool in English education, explore gender differences in these perceptions, and analyze the challenges students face in utilizing WhatsApp for English learning. The study population consisted of tenth and twelfth-grade students from SMK Negeri 5 Kendari, totaling 112 students, with a sample size of 87 students. Data were collected through a questionnaire on students’ perceptions of WhatsApp and open-ended questions. The research design employed a mixed methods approach. The findings indicate a generally positive attitude among students at SMK Negeri 5 Kendari towards WhatsApp as a learning tool for English education. Moreover, a significant gender difference was observed, with male students showing a higher mean perception score compared to female students (p < 0.05). Male students tend to perceive WhatsApp more favorably as a learning tool for English. Additionally, the research identified two main challenges faced by students during online learning via WhatsApp: limited access to materials due to poor internet connection and difficulties in understanding teacher explanations delivered through WhatsApp. These findings underscore the potential of WhatsApp to enhance the English learning environment and outcomes. It is hoped that English teachers will take these findings into account to optimize the use of WhatsApp for English education.
DEGRADASI SPIRIT KEBERAGAMAAN PADA KALANGAN REMAJA DI DESA ULUNAMBO KECAMATAN KULISUSU UTARA KABUPATEN BUTON UTARA Juhaepa Juhaepa; Sarmadan; Feri Afrian
Jurnal Neo Societal Vol. 9 No. 4 (2024): Edisi Oktober
Publisher : Universitas Halu Oleo (UHO)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah (1) untuk mengetahui bentuk-bentuk degradasi spirit keberagamaan pada kalangan remaja di Desa Ulunambo Kecamatan Kulisusu Utara Kabupaten Buton Utara. (2) untuk mengetahui faktor-faktor yang menyebabkan degradasi spirit keberagamaan pada kalangan remaja di Desa Ulunambo Kecamatan Kulisusu Utara Kabupaten Buton Utara. (3) untuk mengetahui upaya mengatasi degradasi spirit keberagamaan pada kalangan remaja di Desa Ulunambo Kecamatan Kulisusu Utara Kabupaten Buton Utara. Jenis Penelitian adalah deskriptif kualitatif, dengan teknik purposive sampling. Jenis data kualitatif dengan sumber data primer dan data sekunder. hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian kalangan remaja muslim mengalami penurunan semangat beragama dalam hal melaksanakan sholat, membaca Al Qur'an, dan mengikuti kegiatan-kegiatan keagamaan lainnya yang terjadi selama beberapa tahun terakhir, sejak tahun 2020 sampai saat ini. Menurunnya spirit keberagamaan disebabkan oleh beberapa faktor, yakni lingkungan pergaulan, penyalahgunaan gadget, kurangnya motivasi keberagamaan dari orangtua dan kurangnya keasadaran dalam diri remaja untuk selalu taat beragama. Adapun upaya yang dilakukan orang tua dan tokoh agama untuk mengatasi degradasi spirit keberagamaan pada remaja adalah dengan cara menyekolahkan anak-anak mereka disekolah agama dan memberikan motivasi keberagamaan untuk para remaja
Peran Orang Tua Dalam Mencegah Terjadinya Kekerasan Seksual Pada Anak: Studi Kasus di Kecamatan Gu Kabupaten Buton Tengah Provinsi Sulawesi Tenggara Juhaepa Juhaepa; Dena Parwati; Suharty Roslan
Jurnal Neo Societal Vol. 10 No. 3 (2025): Edisi Juli 2025
Publisher : Universitas Halu Oleo (UHO)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52423/jns.v10i3.109

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui peran orang tua dalam mencegah kekerasan seksual pada anak di Kecamatan Gu, Kabupaten Buton Tengah, Sulawesi Tenggara. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis deskripsi. Metode purposive sampling digunakan untuk memilih informan penelitian ini. Hasil studi menunjukkan bahwa orang tua di Kecamatan Gu melakukan banyak hal, seperti: 1. Berkomunikasi dengan anak-anak dengan bebas. Membangun jalur komunikasi yang efektif dengan anak-anak sangat penting untuk menumbuhkan kepercayaan dan meningkatkan hubungan, 2. Mengajarkan anak-anak tentang kekerasan seksual sesuai usia mereka. Orang tua harus memberi tahu anak-anak mereka secara menyeluruh tentang pelecehan seksual, 3. Memerhatikan anak-anak di lingkungan sekitar mereka Orang tua harus selalu melihat dan mengawasi bagaimana anak-anak mereka berinteraksi dengan orang dewasa dan teman sebaya, 4. Mendengarkan anak-anak dan percaya pada mereka Orang tua harus menyadari bahwa anak-anak mereka berharga sebagai individu yang mandiri yang memiliki pendapat dan perasaan mereka sendiri. Namun demikian, ada beberapa tantangan yang dihadapi oleh para orang tua di Kecamatan Gu, yaitu: 1. Latar belakang pendidikan orang tua. Orang tua yang menghargai pendidikan mengetahui bagaimana hal itu berdampak pada anak-anak mereka, 2. Pekerjaan orang tua: Kemampuan orang tua untuk mendidik anak-anak mereka bergantung pada pekerjaan mereka, 3. Ketiadaan pengetahuan dan kesadaran Beberapa orang tua mungkin tidak memiliki pemahaman yang cukup tentang indikasi kekerasan seksual atau cara menghindarinya, 4. Kurangnya komunikasi dengan anak. Akibat dari kurangnya komunikasi ini dapat sangat beragam, termasuk kehilangan kepercayaan diri anak.
DEGRADASI SPIRIT KEBERAGAMAAN PADA KALANGAN REMAJA DI DESA ULUNAMBO KECAMATAN KULISUSU UTARA KABUPATEN BUTON UTARA Juhaepa Juhaepa; Sarmadan; Feri Afrian
Jurnal Neo Societal Vol. 9 No. 4 (2024): Edisi Oktober
Publisher : Universitas Halu Oleo (UHO)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah (1) untuk mengetahui bentuk-bentuk degradasi spirit keberagamaan pada kalangan remaja di Desa Ulunambo Kecamatan Kulisusu Utara Kabupaten Buton Utara. (2) untuk mengetahui faktor-faktor yang menyebabkan degradasi spirit keberagamaan pada kalangan remaja di Desa Ulunambo Kecamatan Kulisusu Utara Kabupaten Buton Utara. (3) untuk mengetahui upaya mengatasi degradasi spirit keberagamaan pada kalangan remaja di Desa Ulunambo Kecamatan Kulisusu Utara Kabupaten Buton Utara. Jenis Penelitian adalah deskriptif kualitatif, dengan teknik purposive sampling. Jenis data kualitatif dengan sumber data primer dan data sekunder. hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian kalangan remaja muslim mengalami penurunan semangat beragama dalam hal melaksanakan sholat, membaca Al Qur'an, dan mengikuti kegiatan-kegiatan keagamaan lainnya yang terjadi selama beberapa tahun terakhir, sejak tahun 2020 sampai saat ini. Menurunnya spirit keberagamaan disebabkan oleh beberapa faktor, yakni lingkungan pergaulan, penyalahgunaan gadget, kurangnya motivasi keberagamaan dari orangtua dan kurangnya keasadaran dalam diri remaja untuk selalu taat beragama. Adapun upaya yang dilakukan orang tua dan tokoh agama untuk mengatasi degradasi spirit keberagamaan pada remaja adalah dengan cara menyekolahkan anak-anak mereka disekolah agama dan memberikan motivasi keberagamaan untuk para remaja
Peran Orang Tua Dalam Mencegah Terjadinya Kekerasan Seksual Pada Anak: Studi Kasus di Kecamatan Gu Kabupaten Buton Tengah Provinsi Sulawesi Tenggara Juhaepa Juhaepa; Dena Parwati; Suharty Roslan
Jurnal Neo Societal Vol. 10 No. 3 (2025): Edisi Juli 2025
Publisher : Universitas Halu Oleo (UHO)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52423/jns.v10i3.109

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui peran orang tua dalam mencegah kekerasan seksual pada anak di Kecamatan Gu, Kabupaten Buton Tengah, Sulawesi Tenggara. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis deskripsi. Metode purposive sampling digunakan untuk memilih informan penelitian ini. Hasil studi menunjukkan bahwa orang tua di Kecamatan Gu melakukan banyak hal, seperti: 1. Berkomunikasi dengan anak-anak dengan bebas. Membangun jalur komunikasi yang efektif dengan anak-anak sangat penting untuk menumbuhkan kepercayaan dan meningkatkan hubungan, 2. Mengajarkan anak-anak tentang kekerasan seksual sesuai usia mereka. Orang tua harus memberi tahu anak-anak mereka secara menyeluruh tentang pelecehan seksual, 3. Memerhatikan anak-anak di lingkungan sekitar mereka Orang tua harus selalu melihat dan mengawasi bagaimana anak-anak mereka berinteraksi dengan orang dewasa dan teman sebaya, 4. Mendengarkan anak-anak dan percaya pada mereka Orang tua harus menyadari bahwa anak-anak mereka berharga sebagai individu yang mandiri yang memiliki pendapat dan perasaan mereka sendiri. Namun demikian, ada beberapa tantangan yang dihadapi oleh para orang tua di Kecamatan Gu, yaitu: 1. Latar belakang pendidikan orang tua. Orang tua yang menghargai pendidikan mengetahui bagaimana hal itu berdampak pada anak-anak mereka, 2. Pekerjaan orang tua: Kemampuan orang tua untuk mendidik anak-anak mereka bergantung pada pekerjaan mereka, 3. Ketiadaan pengetahuan dan kesadaran Beberapa orang tua mungkin tidak memiliki pemahaman yang cukup tentang indikasi kekerasan seksual atau cara menghindarinya, 4. Kurangnya komunikasi dengan anak. Akibat dari kurangnya komunikasi ini dapat sangat beragam, termasuk kehilangan kepercayaan diri anak.
Kebijakan Sosial Adaptif dan Ketahanan Rumah Tangga Miskin: Peran Strategis Perempuan Pencari Nafkah dalam Konteks Kerentanan Struktural Syaifudin Suhri Kasim; Asriani Asriani; Juhaepa Juhaepa; Ratna Supiyah; Asrani Asrani; Nada Kusuma
NeoRespublica : Jurnal Ilmu Pemerintahan Vol. 7 No. 2 (2026): Edisi April
Publisher : Program Studi Ilmu Pemerintahan, FISIP - Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52423/neores.v7i2.1285

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis bagaimana perempuan pencari nafkah memanfaatkan kebijakan sosial adaptif dalam membangun ketahanan rumah tangga miskin, mengidentifikasi faktor struktural yang memengaruhi efektivitas kebijakan tersebut, serta merumuskan arah reorientasi desain kebijakan yang lebih responsif gender dan multidimensional. Studi ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus terhadap 15 perempuan pencari nafkah penerima Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT). Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan analisis tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bantuan sosial berfungsi sebagai penyangga konsumsi (consumption buffer) yang memungkinkan perempuan mengelola risiko ekonomi rumah tangga dan melakukan diversifikasi pendapatan di sektor informal. Perempuan tidak sekadar menjadi penerima manfaat pasif, melainkan aktor strategis yang mengintegrasikan bantuan sosial dengan kerja informal dan jaringan sosial untuk menjaga stabilitas ekonomi keluarga. Namun, efektivitas kebijakan sosial dalam memperkuat ketahanan rumah tangga dipengaruhi oleh faktor struktural, seperti keterbatasan akses terhadap aset produktif, segmentasi pasar kerja informal, norma patriarkal, serta potensi jebakan ketergantungan program.