Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

KADARZI (KELUARGA SADAR GIZI) SEBAGAI SARANA MENINGKATKAN STATUS GIZI IBU DAN ANAK Dewi Ambarwati; Inggar Ratna Kusuma; Wilis Dwi Pangesti
PROSIDING SEMINAR NASIONAL LPPM UMP Vol 1 (2019): PROSIDING SEMINAR NASIONAL LPPM UMP 2019
Publisher : Lembaga Publikasi Ilmiah dan Penerbitan (LPIP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (776.901 KB)

Abstract

Pendahuluan permasalahan gizi diindonesia hingga saat ini masih tinggi. Keluarga Sadar Gizi (KADARZI) merupakan program pemerintah yang diterapkan untuk mengatasi masalah gizi. Keluarga diharapkan dapat secara mandiri mewujudkan keadaan gizi baik untuk meningkatkan kesehatan ibu dan anak Tujuan melakukan kemitraan dengan Kader ‘Aisyiyah desa Kawungcarang meningkatkan status gizi ibu dan balita. Pelaksanaan Kegiatan pemecahan masalah menggunakan metode: tahap pertama, memberikan pengetahuan dan pemahaman dengan metode ceramah/tanyajawab menggunakan LCD proyektor, PPT dan leaflet; tahap kedua, mengubah sikap kader ‘Aisyiyah mengenai KADARZI, menggunakan metode FGD (focus group discussion); tahap ketiga, melakukan praktek/simulasi dengan melatih melakukan pengukuran status gizi. Hasil adanya peningkatan pengetahuan dan ketrampilan pada kader “aisyiyah desa Kawungcarang tentang KADARZI. Kesimpulan KADARZI merupakan keluarga yang semua anggota keluarganya mampu mengenal, mencegah dan mengatasi masalah kesehatan dan gizi bagi setiap anggota keluarganya. Penilaian status gizi untuk orang dewasa dilakukan dengan pengukuran IMT sedangkan pada bayi dan anak balita menggunakan KMS. Adanya penyuluhan meningkatkan pengetahuan kader yang diharapkan mampu meningkatkan partisipasi aktif dalam melakukan pemantauan kesehatan keluarga terkait permasalahan gizi guna meningkatkan kesehatan ibu dan balita.
DETEKSI DINI KANKER PAYUDARA SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN KUALITAS HIDUP PEREMPUAN Evicenna Naftuchah Riani; Wilis Dwi Pangesti
PROSIDING SEMINAR NASIONAL LPPM UMP PROSIDING SEMINAR NASIONAL LPPM UMP 2019
Publisher : Lembaga Publikasi Ilmiah dan Penerbitan (LPIP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (720.13 KB)

Abstract

Penyakit kanker merupakan salah satu penyebab kematian utama diseluruh dunia. Pada tahun 2012, kanker menjadi penyebab kematian sekitar 8,2 juta jiwa. Angka kejadian kanker tertinggi pada perempuan di indonesia adalah kanker payudara. Tingginya kasus baru dan sekitar 40% kematian akibat kanker berkaitan erat dengan factor risiko kanker payudara yang terdiri dari perilaku, pola makan dan terpapar bahan karsinogen. Sampai dengan tahun 2013 estimasi jumlah kanker payudara sebanyak 61.682 kasus di Indonesia. Sedangkan di Jawa Tengah terdapat 11.511 kasus kanker payudara. Kasus tertingi penderita kanker payudara terdapat pada perempuan usia lebih dari 20 tahun, sedangkan pada usia kurang dari 20 tahun jarang ditemukan. Kabupaten Banyumas terdapat 38.925 jumlah penduduk perempuan dan terdapat beberapa kasus kanker payudara. Tujuan dilakukan kegiatan ibm untuk meningkatkan pengetahuan deteksi dini kanker payudara sehingga dapat meningkatkan kualitas hidup perempuan. Metode yang digunakan dengan ceramah, diskusi, tanya jawab, demonstrasi sadari dan evaluasi kegiatan. Terdapat peningkatan pengetahuan dan ketrampilan dalam deteksi dini kanker payudara sebagai upaya dalam ragak peningkatan kualitas hidup perempuan.
EDUKASI P4K PADA KELOMPOK IBU HAMIL DESA LEDUG SEBAGAI UPAYAPENINGKATAN PENGETAHUAN KEHAMILAN YANG AMAN Wilis Dwi Pangesti; Inggar Ratna Kusuma
PROSIDING SEMINAR NASIONAL LPPM UMP PROSIDING SEMINAR NASIONAL LPPM UMP 2019
Publisher : Lembaga Publikasi Ilmiah dan Penerbitan (LPIP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (766.443 KB)

Abstract

Pendahuluan: Keterlambatan ibu hamil mengenal tanda bahaya dan mengambil keputusan pelayanan kesehatan serta masalah 4 terlalu sampai dengan saat ini masih menjadi penyebab tidak langsung pada kematian ibu, bayi dan balita. Keadaan ini dilatarbelakangi oleh rendahnya pengetahuan ibu hamil. Tujuan: Melalui edukasi P4K, ibu hamil dapat meningkatkan pengetahuan dan mengetahui cara yang aman untuk menyelamatkan kehamilan sampai dengan proses persalinan dan nifas yang aman. Metode: Kegiatan ini dilaksanakan melalui edukasi P4K dalam kegiatan kelas ibu hamil yang terjadwal oleh bidan desa di Desa Ledug. Peserta kegiatan berjumlah 42 ibu hamil dan kepala pemerintahan desa Ledug. Edukasi dilakukan dengan beberapa metode, meliputi ceramah, penayangan video, diskusi dan praktek dengan media leaflet. Hasil: Terdapat peningkatan pengetahuan dan ketrampilan ibu hamil tentang cara kehamilan yang aman sampai proses persalinan dan nifas berdasarkan P4K.Kesimpulan: Peningkatan pengetahuan ibu hamil tentang cara kehamilan yang aman sampai dengan proses persalinan dan nifas merupakan salah satu faktor yang mampu mengoptimalkan upaya penurunan kejadian komplikasi dan kematian ibu, bayi dan balita. Dengan edukasi P4K ini, masyarakat dapat mengenal kesehatan secara mandiri sebagai upaya menurunkan keterlambatan mengenal komplikasi dan mencari pelayanan kesehatan yang tepat.
Pengalaman Perempuan dengan Kehamilan Risiko Tinggi Preeklamsi Studi Fenomenologi di Kabupaten Banyumas Della Ayu Sri Mulyanti; Wilis Dwi Pangesti
Proceedings Series on Health & Medical Sciences Vol. 4 (2023): Proceedings of the Midwifery Conference on Collaborative Maternity Care (DYNAMIC)
Publisher : UM Purwokerto Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/pshms.v4i.562

Abstract

Kompetensi tenaga kesehatan di komunitas dalam mengidentifikasi faktor risiko preeklamsi merupakan kunci utama keberhasilan pengelolaan preventif kasus preeklamsi. Kemitraan tenaga kesehatan, terutama bidan dengan ibu hamil dan keluarga dalam kasus preeklamsi menjadi pondasi dalam melakukan asuhan ibu untuk mendukung kondisi biologis, psikologis dan sosial yang sejahtera. Tujuan penelitian adalah untuk mengekplorasi pengalaman biologis, psikologis dan sosial pada perempuan dengan risiko tinggi preeklamsi. Penelitian ini menggunakan desain kualitatif dengan studi fenomenologi. Sampel diambil dengan tehnik purposive sampling pada 5 informan primer. Pengumpulan data melalui indepth interview dengan pedoman wawancara. Triangulasi data dilakukan pada suami/keluarga dan bidan desa. Analisis data menggunakan teknik analisis Milles dan Huberman yaitu : Pengumpulan data; reduksi data; penyajian data; dan kesimpulan. Hasil penelitian ditemukan 3 tema sebagai berikut: 1) Asuhan bidan dan pendampingan rujukan pada kehamilan dengan faktor risiko preeklamsia; 2) Kecemasan ibu hamil dengan faktor risiko preeklamsi; dan 3) Dukungan suami, keluarga dan bidan selama kehamilan dengan faktor risiko preeklamsi.
Indeks Masa Tubuh (IMT) dan Riwayat Hipertensi sebagai Faktor Risiko Preeklamsi di Kabupaten Banyumas Junia Rahmani Fauzia; Wilis Dwi Pangesti
Proceedings Series on Health & Medical Sciences Vol. 4 (2023): Proceedings of the Midwifery Conference on Collaborative Maternity Care (DYNAMIC)
Publisher : UM Purwokerto Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/pshms.v4i.570

Abstract

Penyebab kematian ibu di Indonesia masih didominasi oleh tiga faktor utama yaitu hipertensi dalam kehamilan termasuk preeklamsi, perdarahan dan infeksi. Preeklamsi menjadi salah satu penyebab utama di Indonesia pada umumnya dan Kabupaten Banyumas pada khususnya. Kejadian preeklamsi di Kabupaten Banyumas mengalami peningkatan dari 556 kasus pada tahun 2019 menjadi 599 kasus pada tahun 2020. Preeklamsi merupakan penyakit kehamilan yang dipengaruhi oleh banyak faktor, namun preeklamsi dapat dideteksi melalui faktor-faktor risiko pada umur kehamilan <20 minggu.Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan indeks masa tubuh dan riwayat hipertensi dengan kejadian preeklamsi di Kabupaten Banyumas. Penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan desain kasus kontrol. Sampling diambil secara purposive pada 210 data rekam medis puskesmas. Data dianalisis menggunakan uji McNemar, untuk mengetahui proporsi dan nilai p. Hasil penelitian menunjukan hubungan IMT dengan kejadian preeklamsi dengan nilai p <0,001, perbedaan proporsi sebesar 23,8%, dan tidak terdapat hubungan antara riwayat hipertensi dengan kejadian preeklamsi dengan nilai p 0,180 dan selisih proporsi 4,8%.
IMPLEMENTASI MODEL EDUKASI BIMBINGAN PADA IBU HAMIL UNTUK PENCEGAHAN RESIKO STUNTING DIKABUPATEN BANYUMAS : STUDI KUALITATIF Inggar Ratna Kusuma; Wilis Dwi Pangesti
JURNAL KESEHATAN REPRODUKSI Vol 13 No 2 (2022): JURNAL KESEHATAN REPRODUKSI VOLUME 13 NOMOR 2 TAHUN 2022
Publisher : IAKMI South Tangerang Branch

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58185/jkr.v13i2.48

Abstract

Abstract Background: Based on the 2021 Indonesian Toddler Nutrition Status Survey (SSGBI), the prevalence of stunting in Indonesia is still high, namely 24.4 percent or 5.33 million toddlers (1). One of the causes of stunting is malnutrition when the baby is in the womb and in the early stages of the baby's birth. The problem of malnutrition in pregnant women can cause low birth weight babies (LBW), malnutrition in toddlers and predispose to edit(2). One of the efforts to prevent stunting during pregnancy is through nutrition education and coaching for pregnant women. The coaching method improves the healthy lifestyle of pregnant women. improve the ability of pregnant women to regulate their nutritional patterns and nutrition during pregnancy Objective To explore coaching methods for pregnant women to increase knowledge about stunting prevention. Method: This research method is a qualitative research using a phenomenological design. The research was conducted in Banyumas Regency. Selection of purposive sampling informants. Data collection through in-depth interviews and analyzed using the Miles and Huberman method Result: The results of this study explored the nutritional coaching educational model for pregnant women, which is an educational model that combines education through pregnant women classes, home visits and the use of WhatsApp groups as an educational tool. Material development includes the concept of self-management, setting goals, planning, actions related to the nutritional status of pregnant women towards balanced nutrition, and explaining healthy eating patterns in pregnant women. Information about healthy sanitation. the importance of exclusive breastfeeding and healthy parenting for toddlers Conclusion: The conclusion of the nutritional coaching educational model for pregnant women requires a joint commitment from midwives as coaches and pregnant women so that the main goal of increasing stunting prevention knowledge on healthy nutritional status during pregnancy can be achieved. Keywords: Coaching Education Model, pregnant women, prevention of stunting.   Abstrak Latar belakang: Berdasarkan Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2021, prevalensi stunting di Indonesia masih tinggi yaitu 24,4 persen atau 5,33 juta balita. Penyebab stunting salah satunya  kekurangan gizi ketika janin dalam kandungan dan pada masa awal bayi lahir. Masalah kekurangan gizi ibu hamil dapat menyebabkan Berat Badan Bayi Lahir Rendah (BBLR). Upaya untuk mencegah stunting selama hamil salah satunya melalui edukasi dan bimbingan gizi pada ibu hamil. Metode bimbingan diharapkan dapat meningkatkan gaya hidup sehat ibu hamil. Meningkatkan kemampuan ibu hamil mengatur pola gizi dan nutrisinya selama hamil Tujuan: Mengeksplorasi bagaimana implementasi keberlanjutan metode bimbingan ibu hamil untuk meningkatkan pengetahuan mengenai pencegahan stunting setelah pemberian intervensi Metode Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif menggunakan desain case study. Penelitian dilakukan di Kabupaten Banyumas. Pemilihan informan purposive sampling. Informan primer meliputi Ibu hamil dan bidan sebanyak 25 orang. Validasi data hasil wawancara mendalam dilakukan dengan melakukan triangulasi melalui informan sekunder yakni Ahli gizi Puskesmas, Dosen Gizi di Universitas, Dokter Umum sebanyak 5 orang. Pengambilan data melalui wawancara mendalam dan dianalisis dengan menggunakan Miles and Huberman method Hasil: Penelitian ini implementasi metode edukasi bimbingan gizi pada ibu hamil setelah pemberian intervensi masih kurang optimal karena bidan selaku coach/pembimbing masih terfokus pada pelayanan kebidanan yang tidak holistik. Faktor pendorong implementasi meliputi pelayanan yang diberikan oleh bidan, motivasi ibu hamil untuk berubah, dukungan sosial, respon positif terhadap topik bimbingan manajemen diri dan pola asuh. Faktor penghambat meliputi faktor internal individu (tidak konsisten) dan respon negative terhadap topik sanitasi sehatn Kesimpulan: Keberlanjutan implementasi model edukasi bimbingan gizi pada ibu hamil memerlukan komitmen bersama dari bidan selaku pembimbing dan ibu hamil agar tujuan utama perubahan perilaku peningkatan pengetahuan pencegahan stunting status gizi sehat selama hamil dapat tercapai.
Pengaruh Penggunaan Aplikasi “Bumil Bahagia” Berbasis Android terhadap Tingkat Pengetahuan Faktor Risiko PEAD pada Ibu Hamil di Kabupaten Banyumas Mulhamatus Latifatus Suri; Wilis Dwi Pangesti
Jurnal Kebidanan Harapan Ibu Pekalongan Vol 11 No 1 (2024): Jurnal Kebidanan Harapan Ibu Pekalongan
Publisher : LPPM Akademi Kebidanan Harapan Ibu Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37402/jurbidhip.vol11.iss1.288

Abstract

Preeclampsia is one of the biggest problems in pregnancy and is a cause of infant and maternal death every year in the world. The low knowledge of pregnant women is one of the factors in recognizing the condition of their pregnancy. The use of digital health brings a lot of medical information exchange between patients and health workers, health services in the context of differential diagnosis, access to health is more efficient and cost effective. This study aims to determine the effect of using the android-based "pregnant mother happy" application on the level of knowledge of PEAD risk factors in pregnant women in Banyumas district. Pre-experimental design research. Sempel used the cluster sampling approach for pregnant women aged 20-34 weeks' gestation. The results of the Wilcoxon test with a p value <0.001, before being given the intervention the knowledge of pregnant women was in the good category (51.9%), after being given the intervention it increased (66.7%). There is an effect of the use of the Android-based “happy pregnant woman” application on the level of knowledge of PEAD risk factors in pregnant women in Banyumas district in 2023.
Faktor-faktor yang Mempengarui Perilaku Seksual Anak Jalanan Perempuan di Kabupaten Banyumas Surono, Dwi Cahyaningtiyas; Riani, Evicenna Naftuchah; Pangesti, Wilis Dwi; Mu'minah, Ikhwah
Jurnal Kesehatan Komunitas Vol 10 No 1 (2024): Jurnal Kesehatan Komunitas
Publisher : LPPM Hang Tuah Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25311/keskom.Vol10.Iss1.1313

Abstract

Sexual behavior is an attitude driven by sexual desire, both to the opposite or the same sex. In Indonesia, 1.2% of adolescents fall into free sex or sex before marriage. The most significant percentage was male adolescents or 1.9%. The same condition also occurred in the province of Central Java, with a percentage more significant than the national or 1.3% who had sexual intercourse, and the majority were male adolescents 1.1%. The study aimed to explore the factors affecting sexual behavior in female street children in Banyumas Regency. This qualitative study used a case study design that selected informants from street children in Banyumas Regency. In-depth interviews and observations were conducted in this research. The findings prove that the factors affecting the sexual behavior of street children in Banyumas Regency were knowledge, religious norms, socio-economics, the effect of friends, information media, and opportunities. In addition, other factors that affected the sexual behavior of female street children were parents, environment with friends, libido, and education. One factor did not affect sexual behavior, namely the consumption of alcohol and illegal drugs. So knowledge, religious norms, socio-economics, friends, media information, opportunities, parents, environment with friends, libido, and education affected sexual behavior.  
Pengaruh Pola Makan terhadap Kejadian Dismenore pada Remaja Azzahra, Florin; Ambarwati, Dewi; Pangesti, Wilis Dwi
Jurnal Riset Kesehatan Masyarakat Vol 3, No 2 (2023): April 2023
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jrkm.2023.18722

Abstract

Adolescence is a stage or phase between childhood and adulthood. Growth and development in adolescence is very fast both physically and psychologically. The reproductive organs in women begin to function with one of the characteristics, namely the start of menstruation. In general, women experience menstruation accompanied by pain or dysmenorrhea. Dysmenorrhea is a gynecological complaint caused by an imbalance of the hormone progesterone which causes pain. There are many causes of dysmenorrhea, one of which is diet. Adolescents who have poor nutritional status can cause disruption of the function of the reproductive organs. One way to prevent menstruation from causing pain is by consuming a balanced nutritional diet. This literature review aims to determine the relationship between diet and the incidence of dysmenorrhea in adolescents. The type of research used is a literature review with a descriptive method. This literature review uses articles or journals that can be accessed in full text. These results were obtained in 5 journals which stated that diet and the incidence of dysmenorrhea had a significant relationship. 4 journals stated that diet had no significant relationship with the incidence of dysmenorrhea and 6 journals mentioned other factors that cause dysmenorrhea and the impact of dysmenorrhea itself. The relationship between diet and the incidence of dysmenorrhea depends on a person's nutritional status.
Pengaruh Penyuluhan kepada Keluarga dalam Pemberian Dukungan Ibu Nifas yang Mengalami Depresi Postpartum Salsabila, Shafa; Ambarwati, Dewi; Pangesti, Wilis Dwi
Jurnal Riset Kesehatan Masyarakat Vol 3, No 3 (2023): Juli 2023
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jrkm.2023.18723

Abstract

Postpartum depression makes women who experience it less able to care for themselves, their families and their babies, while at the same time it can have a negative impact on quality of life. Family support is one of the influences on the mother's recovery. This study aims to determine the effect of counseling to families in providing support for postpartum mothers who experience psychological disorders in the postpartum depression stage. This research is a literature review using two databases: PubMed and Google Scholar. The keywords used are “assistance to the family of postpartum mothers in providing support for postpartum mothers” OR “assistance to the families of postpartum mothers in providing postpartum mother support” AND “Psychological disorders in the stage of postpartum OR depression”. After being selected with inclusion and exclusion criteria, a critical appraisal was carried out, 25 literatures were obtained consisting of 3 cross-sectional studies, 3 meta-analyses, 3 cohorts, 16 randomized controlled trials, 2 quasi-experimental studies, and 1 qualitative study. This study found 31 literatures that examined postpartum depression: risk factors, history of childbirth, early detection, signs and symptoms, prevention, treatment using herbal ingredients or the latest technology. To conclude, the effect of providing family support to postpartum mothers must be seen from the symptoms and risk factors for mothers experiencing postpartum depression.