Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Factors Related To The Incidence of Cesarean Section Surgical Site Infection (CS SSI) At Harapan Jayakarta Hospital In 2019 Shinta Novelia; Yenny Aulya; Dini Agustini
STRADA : Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 10 No. 1 (2021): May
Publisher : Universitas STRADA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30994/sjik.v10i1.741

Abstract

Chi square test results showed that there was a relationship between age and the incidence of CS SSI (p = 0.011), there was no relationship between parity and the incidence of CS SSI (p = 0.237), there was a relationship between education and the incidence of CS SSI (p = 0,000), there was a relationship between BMI with the incidence of CS SSI (p = 0.006), there was a relationship between DM and the incidence of CS SSI (p = 0,000), there was a relationship between anemia with the incidence of CS SSI (p = 0,000), and there was a relationship between prophylaxis antibiotic and the incidence CS SSI (p = 0.01). There was a relationship between age, education, BMI, DM, anemia and prophylactic antibiotics with the incidence of CS SSI. There was no relationship between parity and CS SSI.
Perbedaan Pengetahuan Ibu Hamil Tentang Skrining Hipotiroid Kongenital Sebelum dan Sesudah Diberikan Penyuluhan Di Puskesmas Tanah Tinggi Kota Tangerang Tahun 2019 Yenny Aulya; Suprihatin Suprihatin; Dianovianti Dianovianti
Journal for Quality in Women's Health Vol. 3 No. 2 (2020): Journal for Quality in Women Health
Publisher : Universitas STRADA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30994/jqwh.v3i2.71

Abstract

Hipotiroid kongenital merupakan penyebab paling umum keterbelakangan mental. Skrining bayi baru lahir dapat mendeteksi adanya gangguan kongenital sedini mungkin, sehingga bila ditemukan dapat segera dilakukan intervensi secepatnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan pengetahuan ibu hamil tentang Skrining Hipotiroid Kongenital sebelum dan sesudah diberikan penyuluhan di Pukesmas Tanah Tinggi Kota Tangerang. Penelitian ini menggunakan metode penelitian yaitu Pra-Eksperimen dengan pendekatan one group pretest-posttest design. Teknik pengambilan sampel menggunakan Purposive sampling dimana didapatkan hasil 58 responden. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan kuesioner. Kuesioner diberikan sebelum dan sesudah responden menerima ceramah. Analisa data dalam penelitian ini menggunakan uji Wilxocon Match Pair Test. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa nilai rata-rata pengetahuan ibu hamil sebelum diberikan penyuluhan 65.774 setelah diberikan penyuluhan pengetahuan ibu hamil meningkat menjadi 82.843. Terdapat perbedaan pengetahuan yang signifikan sebelum dan sesudah diberikan penyuluhan dengan p-value 0,000. Sebaiknya penyuluhan sering dilakukan saat ibu melakukan pemeriksaan untuk meningkatkan pengetahuan ibu
Perbandingan Efektivitas Aromaterapi Lavender dan Mawar Terhadap Kecemasan Ibu Bersalin di Wilayah Kerja Puskesmas Walantaka Serang Yenny Aulya; Retno Widowati; Diana Nur Afni
Journal for Quality in Women's Health Vol. 4 No. 1 (2021): Journal for Quality in Women Health
Publisher : Universitas STRADA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30994/jqwh.v4i1.106

Abstract

Mengetahui pengaruh pemberian aromaterapi lavender dan aromaterapi mawar terhadap tingkat kecemasan ibu bersalin di Wilayah Kerja Puskesmas Walantaka. Data di analisis menggunakan per t test untuk mengetahui perbedaan evektifitas aromaterapi mawar dan lavender terhadap kecemasan pada ibu bersalin, Pengambilan data sampel dibagi 2 yaitu, sampel 10 kelompok ibu bersalin dengan terapi lavender dan 10 kelompok ibu bersalin dengan terapi mawar. Instrument penelitian terdiri dari lembar observasi pemberian aromaterapi, di wilayah kerja puskesmas walantaka serang tahun 2020. Hasil penelitian menunjukan bahwa ada pengaruh yang signifikan sebelum dan sesudah pemberian aromaterapi lavender (p<0,05) dan ada pengaruh sebelum dan sesudah pemberian aromaterapi mawar (p<0,05). Tidak ada perbedaan yang signifikan antara aromaterapi dan mawar (p>0,05). Kesimpulan menunjukkan tidak ada perbedaan yang signifikan antara aromaterapi lavender dan mawar terhadap kecemasan ibu bersalin. Bidan penolong persalinan bisa menggunakan aromaterapi mawar untuk menurunkan tingkat kecemasan terhadap ibu bersalin
Perbedaan Kejadian Infeksi Luka Operasi Antara Elektif SC Dengan Cito Sc Di Rumah Sakit Harapan Jayakarta Tahun 2019 Yenny Aulya; Shinta Novelia; Aristiara Isnaeni
Journal for Quality in Women's Health Vol. 4 No. 1 (2021): Journal for Quality in Women Health
Publisher : Universitas STRADA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30994/jqwh.v4i1.112

Abstract

Survey World Health Organization melaporkan bahwa angka kejadian ILO di dunia berkisar antara 5% sampai 15%. Penelitian ini bertujuan untuk Mengetahui Perbedaan Kejadian Infeksi Luka Operasi Antara Elektif SC dengan Cito SC di Rumah Sakit Harapan Jayakarta Tahun 2019. Desain penelitian yang digunakan adalah metode survey dengan pendekatan cross sectional. Sample dalam penelitian ini berjumlah 229 orang. Teknik pengambilan sample dengan total sampling. Instrument penelitian terdiri dari data sekunder dan lembar observasi. Hasil Uji Chi Square ada Perbedaan Kejadian Infeksi Luka Operasi antara Elektif SC dengan Cito SC dimana r value = 0,001 < dari 0,05. Kesimpulan penelitian Ada Perbedaan Kejadian Infeksi Luka Operasi Antara Elektif SC dengan Cito SC di Rumah Sakit Harapan Jayakarta.
The Effect of Health Education on the Knowledge of Pregnant Women in the Handling of Emesis Gravidarum Yenny Aulya; Jenny Anna Siauta; Siti Amnah
Indonesian Journal of Global Health Research Vol 6 No S6 (2024): Indonesian Journal of Global Health Research
Publisher : GLOBAL HEALTH SCIENCE GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/ijghr.v6iS6.4994

Abstract

Emesis gravidarum is a natural thing and is often found in pregnancy, especially in the first trimester pregnancy usually occurs 6 weeks after the first day of the last menstrual period and lasts approximately 10 weeks due to an increase in the levels of estrogen and progesterone hormones produced by Human Chorionic Gonadotropin (HCG) in the serum from the placenta, but in cases it can continue until the second and third trimester of pregnancy. Objective to determine the influence of health education on the knowledge of pregnant women in the treatment of emesis gravidarum in the Working Area of the Batujaya Health Center, Karawang Regency. Quasi experimental research design one group pre-post test design. The sample in this study was 39 pregnant women in the first trimester who experienced emesis gravidarum. Technique of using Proportional Accidental Sampling. The questionnaire in this study has been tested for validity and reliability. Data analysis using descriptive statistics and paired t-test. Results: Showing the average value of knowledge before and after the intervention was 21.23 to 27.56. The results of the statistical test using the paired t-test obtained a value of p value = 0.000, meaning that there is an influence of health education on the knowledge of pregnant women in the treatment of emesis gravidarum. There is an effect of health education on the knowledge of pregnant women in the treatment of emesis gravidarum in the Working Area of the Batujaya Health Center, Karawang Regency.
Pengaruh Pijat Tui Na terhadap Kenaikan Berat Badan pada Balita Yenny Aulya; Irni Indriani; Putri Azzahroh; Bunga Tiara Carolin
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol. 8 No. 3 (2026): Juni 2026, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v8i3.2476

Abstract

Prevalensi Masalah gizi pada balita di Indonesia masih tinggi. Masalah gizi seperti, stunting, wasting dan underweight masih menjadi masalah kesehatan di Indonesia, termasuk di Desa Sekarwangi Kabupaten Karawang, yang mana 16.5% balita mengalami masalah gizi. Pijat Tui Na, teknik pijat tradisional Tiongkok, merupakan salah satu intervensi nonfarmakologis yang diyakini dapat meningkatkan nafsu makan dan memperlancar pencernaan melalui stimulasi titik meridian sehingga berdampak pada peningkatan berat badan. Mengetahui pengaruh pijat Tui Na terhadap kenaikan berat badan balita dengan masalah gizi di Desa Sekarwangi Kabupaten Karawang tahun 2025. Penelitian ini menggunakan desain one group pre-test post-test. Sampel berjumlah 30 balita berusia 1-5 tahun dengan masalah gizi yang dipilih dengan teknik total sampling. Intervensi pijat Tui Na dilakukan selama 10–15 menit, selama 12 hari berturut-turut. Pengukuran berat badan dilakukan sebelum dan 30 hari setelah intervensi. Analisis data menggunakan uji paired t-test. Rata-rata berat badan balita sebelum intervensi adalah 10,270 kg, meningkat menjadi 10,523 kg dengan rata-rata kenaikan 253 gram setelah intervensi. Hasil uji paired t-test menunjukkan pengaruh yang signifikan dengan nilai p = 0,000 (<0,05). Pijat Tui Na berpengaruh signifikan terhadap peningkatan berat badan pada balita dengan masalah gizi.  
HUBUNGAN BUDAYA DAN PERAN TEMAN SEBAYA DENGAN KEJADIAN PERNIKAHAN USIA DINI PADA REMAJA PUTRI Bunga Tiara Carolin; Yenny Aulya; Dini Novianti Ningrum; Wira Wijaya Kusuma
Menara Medika Vol 9, No 1 (2026): VOL 9 No 1 SEPTEMBER 2026
Publisher : Fakultas Kesehatan Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/mm.v9i1.8373

Abstract

Latar Belakang: Isu pernikahan usia dini di Indonesia telah mencapai tingkat yang mengkhawatirkan. Berdasarkan data UNICEF per akhir tahun 2022, saat ini Indonesia berada di peringkat ke-8 di dunia dan ke-2 di ASEAN, dengan total hampir 1,5 juta kasus. Terdapat beberapa faktor yang dapat berhubungan dengan kejadian pernikahan usia dini pada remaja putri diantaranya faktor budaya dan peran teman sebaya. Tujuan: untuk mengetahui hubungan budaya dan peran teman sebaya dengan kejadian pernikahan usia dini pada remaja putri. Metode: Desain penelitian menggunakan cross sectional. Populasinya seluruh perempuan usia 19-24 tahun di Desa Langensari sejumlah 325 orang. Sampel penelitian terdiri dari 180 responden. Instrumen penelitian menggunakan lembar kuisioner. Analisis data menggunakan uji chi square. Hasil: Hasil univariat dari 180 responden, 46,1% responden melakukan pernikahan usia dini pada remaja. Sebagian besar responden memiliki budaya yang berpengaruh sebanyak 46,7% dan peran teman sebaya positif sebanyak 63,9%. Hasil bivariat menunjukan hubungan antara budaya dan peran teman sebaya dengan kejadian pernikahan usia dini yaitu p-value = 0,001. Kesimpulan: Budaya dan peran teman sebaya merupakan faktor yang berhubungan dengan kejadian pernikahan usia dini. Diskusi: remaja putri dapat meningkatkan pengetahuan tentang dampak pernikahan dini terhadap kesehatan reproduksinya dan memberikan saran bagi responden/ remaja putri yang sudah menikah pada usia dini agar melakukan pemeriksaan kesehatan.