Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search
Journal : Media Akuakultur

PERBAIKAN KUALITAS DAN PENGEMBANGAN IKAN HIAS AIR TAWAR Rudhy Gustiano; Yanti Suryanti; Eni Kusrini
Media Akuakultur Vol 1, No 2 (2006): (Agustus 2006)
Publisher : Pusat Riset Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (729.979 KB) | DOI: 10.15578/ma.1.2.2006.59-63

Abstract

liat di file PDF
ARAH RISET BIOTEK-BREEDING PERIKANAN BUDI DAYA KE DEPAN Rudhy Gustiano; Haryanti Haryanti; Sulaeman Sulaeman
Media Akuakultur Vol 2, No 1 (2007): (Juni 2007)
Publisher : Pusat Riset Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (6967.561 KB) | DOI: 10.15578/ma.2.1.2007.164-168

Abstract

Sektor perikanan sangat diharapkan menjadi salah satu penghasil devisa yang dapat memberikan solusi terhadap perekonomian nasional. Meskipun budi daya kontribusinya kecil, namun dampak sosial yang diberikan cukup besar bagi masyarakat. Produksi perikanan budi daya mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Peningkatan produksi ini hendaknya dapat dimanfaatkan secara optimal untuk peningkatan produktivitas dan nilai tambah yang diperoleh. Efisiensi merupakan faktor yang sangat penting dan membutuhkan dukungan riset dan teknologi yang lebih baik. Makalah ini akan menyampaikan arah riset biotek dan breeding ke depan untuk pembangunan perikanan budi daya.
HIBRIDISASI SEBAGAI ALTERNATIF UNTUK PENYEDIAAN IKAN UNGGUL Titin Kurniasih; Rudhy Gustiano
Media Akuakultur Vol 2, No 1 (2007): (Juni 2007)
Publisher : Pusat Riset Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1477.385 KB) | DOI: 10.15578/ma.2.1.2007.173-176

Abstract

Upaya peningkatan produksi, yang merupakan target utama pembangunan subsektor perikanan dapat dicapai antara lain melalui perbaikan teknik budi daya dan penyediaan benih yang cukup dan berkualitas. Hibridisasi atau teknik kawin silang, yang bertujuan untuk memperbaiki laju pertumbuhan, menunda kematangan gonad, dan meningkatkan ketahanan terhadap penyakit adalah salah satu cara yang dapat dilakukan untuk mendapatkan benih unggul. Di Indonesia, teknik hibridisasi telah berhasil meningkatkan laju pertumbuhan antara lain terhadap ikan-ikan cyprinid, cichlid, clariid, dan pangasiid.
APLIKASI REKAYASA GENETIK PADA BUDIDAYA IKAN DI INDONESIA Otong Zenal Arifin; Muhammad Hunaina Fariddudin Ath-thar; Rudhy Gustiano
Media Akuakultur Vol 4, No 1 (2009): (Desember 2009)
Publisher : Pusat Riset Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (86.473 KB) | DOI: 10.15578/ma.4.1.2009.76-83

Abstract

Perbaikan mutu genetik ikan merupakan suatu langkah lanjut dari kegiatan budidaya ikan yang bertujuan untuk meningkatkan produksi dan produktivitas suatu komoditas apabila teknologi budidaya sudah optimal diterapkan. Strategi perbaikan mutu genetik dapat dilakukan baik secara konvensional melalui seleksi dan hibridisasi atau molekuler melalui rekayasa genetik. Di Indonesia, upaya perbaikan mutu genetik melalui rekayasa genetik telah mulai dilakukan sejak tahun 1980. Rekayasa genetik yang pertama kali diterapkan adalah manipulasi set kromosom untuk menghasilkan klon ginogen yang dapat mempercepat pemurnian galur dan poliploidi untuk menghasilkan populasi ikan yang memiliki set kromosom lebih dari 2N. Aplikasi rekayasa genetik yang kedua adalah manipulasi kelamin untuk memanfaatkan potensi “sexual dimorphisms” pada pertumbuhan ikan konsumsi dan sifat eksotis pada ikan hias. Aplikasi rekayasa genetik yang ketiga adalah transgenik atau DNA rekombinan. Teknologi, aplikasi, perkembangan, potensi, dan  manfaat rekayasa genetik di atas bagi perkembangan budidaya ikan di Indonesia diuraikan dalam makalah ini.
PERBAIKAN PERTUMBUHAN IKAN NILA (Oreochromis niloticus) DENGAN SELEKSI FAMILI Rudhy Gustiano; Otong Zenal Arifin; Estu Nugroho
Media Akuakultur Vol 3, No 2 (2008): (Desember 2008)
Publisher : Pusat Riset Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (814.625 KB) | DOI: 10.15578/ma.3.2.2008.98-106

Abstract

Dewasa ini ikan nila merupakan salah satu ikan ekonomis penting di dunia yang dikenal sebagai freshwater chicken. Di Indonesia ikan nila telah dibudidayakan secara luas. Namun demikian kesediaan benih unggul dengan pertumbuhan cepat yang menguntungkan usaha budidaya nila masih merupakan kendala utama. Berdasarkan latar belakang ini, perbaikan mutu genetik nila untuk meningkatkan produksi dan produktivitas di masa mendatang sangat dibutuhkan. Dalam makalah ini akan diuraikan status, upaya, hasil riset pemuliaan, dan selective breeding yang telah dan sedang dilakukan di Indonesia dalam rangka untuk meningkatkan produksi dan produktivitas ikan nila nasional. Hasil yang diperoleh dari kegiatan selective breeding ikan nila “Balitkanwar” melalui seleksi famili diperoleh jenis unggulan yang baik keragaannya dari berbagai aspek yang diuji. Keragaan ikan nila “Balitkanwar” secara mendetail akan disampaikan dalam makalah ini.
SURVAI POTENSI, DISTRIBUSI SUMBER DAYA, DAN USAHA IKAN HIAS AIR TAWAR DI BEBERAPA SENTRA PRODUKSI Rudhy Gustiano; Tri Heru Prihadi; Eni Kusrini
Media Akuakultur Vol 3, No 1 (2008): (Juni 2008)
Publisher : Pusat Riset Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (36.206 KB) | DOI: 10.15578/ma.3.1.2008.77-80

Abstract

Budidaya ikan hias di Indonesia sampai saat ini masih mengalami kendala baik dalam hal pemeliharaan maupun pemasarannya. Berkaitan dengan hal tersebut, perlu adanya evaluasi secara berkesinambungan dan pemecahan masalahmasalah yang ada. Dengan demikian komoditas ikan hias dapat lebih ikut berperan dalam pemulihan perekonomian nasional. Dalam rangka mendukung langkah-langkah pencapaian sasaran tersebut sangat diperlukan riset yang mendukung untuk potensi, distribusi sampai dengan sentra produksi di berbagai provinsi di Indonesia. Berdasarkan survai yang dilakukan, kegiatan budidaya ikan hias masih terkonsentrasi di kota-kota besar dan didominasi tangkapan dari alam.
ANALISIS KEBIJAKAN USAHA BANDENG AIR TAWAR DI KERAMBA JARING APUNG Rudhy Gustiano; Zahri Nasution; Yanti Suryanti
Media Akuakultur Vol 1, No 1 (2006): (April 2006)
Publisher : Pusat Riset Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (877.028 KB) | DOI: 10.15578/ma.1.1.2006.33-39

Abstract

Dalam perkembangan budidaya ikan sistem KJA di perairan waduk. mulai dekade yang lalu telah berkembang pemeliharaan ikan bandeng air payau
MANAJEMEN INDUK DALAM PEMBENIHAN IKAN Tor soro Jojo Subagja; Sidi Asih; Rudhy Gustiano
Media Akuakultur Vol 1, No 1 (2006): (April 2006)
Publisher : Pusat Riset Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1037.838 KB) | DOI: 10.15578/ma.1.1.2006.7-11

Abstract

Untuk menghasilkan benih ikan Tor soro yang baik, maka penenganan induk sangat penting yang meliputi: cara pemeliharaan, penanganan induk, aplikasi bioteknologi melalui terapi hormon, dan pemeriksaan induk siap pijah.
RISET PENGEMBANGAN PRA-BUDIDAYA IKAN NILA BEST (Oreochromis niloticus) DI MEDIA SALINITAS Muhammad Hunaina Fariduddin Ath-thar; Rudhy Gustiano
Media Akuakultur Vol 5, No 1 (2010): (Juni 2010)
Publisher : Pusat Riset Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (293.109 KB) | DOI: 10.15578/ma.5.1.2010.1-9

Abstract

Peningkatan permintaan ikan nila dan ketersediaan lahan perairan payau yang luas di Indonesia membuka peluang untuk mengembangkan strain baru yang lebih cocok untuk tumbuh dan dibudidayakan di perairan payau. Berkaitan dengan latar belakang tersebut dalam makalah ini akan dibahas beberapa aspek keragaan ikan nila dalam media salinitas. Beberapa hal yang akan dibahas adalah: toleransi ukuran benih ikan nila pada berbagai salinitas berbeda, evaluasi toleransi salinitas pada lima strain ikan nila dan keragaan benih ikan nila (0) BEST pada berbagai salinitas berbeda. Kesimpulan yang dapat diambil adalah bahwa ikan nila BEST ukuran 3-5 dan 5-8 cm dapat hidup dengan baik hingga salinitas 5 ppt. Sedangkan untuk perbandingan antar strain menunjukkan ikan nila BEST lebih baik dalam sintasan dan pertambahan biomassa total dibandingkan dengan strain lainnya. Dari segi keragaan pertumbuhan, peningkatan salinitas dapat meningkatkan keragaan pertumbuhan bobot dan biomassa sebesar 11%-18% ikan nila BEST. Salinitas 2,5 ppt memberikan hasil yang terbaik untuk parameter panjang, bobot badan dan biomassa total dibandingkan dengan 0 ppt (kontrol) dan 5 ppt dengan perbedaan yang nyata hingga sangat nyata.