Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Rejang Lebong District Students' Perception of Islamic Communication and Broadcasting Program IAIN Curup Yansah, Savri; Anrial, Anrial; Cholis, Nur
Jurnal Ilmiah Syi'ar Vol 23, No 1 (2023): June 2023
Publisher : UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/syiar.v23i1.8772

Abstract

As the oldest study program, the Islamic Communication and Broadcasting Study Program as the oldest study program at IAIN is quite curvy, it must also improve the quality of both the facilities that support the activities of lecturers and students, including seeking to establish a broadcasting laboratory equipped with supporting tools, such as broadcasting for student practice, there is also Pesona FM radio where the broadcast is dominated by active KPI students. Other supporting elements are facilities that really help lecturers and students in broadcasting. However, in the last three years the number of KPI students has decreased, in 2019 there were (89) eighty-nine students, in 2020 (79) seventy-nine students and entering 2021 the number of KPI students has decreased, namely (50) fifty only students. In the last three years there has been a decrease in the number of students, so in-depth information is needed on this matter, so that it will be tested in the field on the perceptions of high school students on the same level about the IAIN Curup KPI study program. The method used in this research is qualitative research with an exploratory approach. The goal of exploratory research is to produce generalizations derived from inductive processes about the group, process, activity, or situation being studied. From the results of the study it can be described that the perceptions of high school students about the KPI study program are that they are generally not familiar with this study program and only a few students do, such as vocational students who do internships in the KPI study program, this is due to a lack of promotion and no KPI student activities like preaching to school before the previous Covid-19 pandemic.
PENINGKATAN PENGETAHUAN TENTANG POLA MAKAN DAN MINUM SEHAT UNTUK KESEHATAN GENITALIA DI MI DARUNNAJAH KOTA TEGAL Didi Hermawan; Agus Mulyadi; Cholis, Nur
Jurnal Inovasi Masyarakat Terupdate Vol. 3 No. 1 (2026): JIMAT
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jimat.v3i1.14831

Abstract

Kesehatan genitalia pada anak merupakan aspek penting dalam mendukung pertumbuhan, perkembangan, dan kualitas hidup yang optimal. Faktor gaya hidup, terutama pola makan dan minum, memiliki peran signifikan dalam pencegahan gangguan genitalia serta infeksi yang dapat memengaruhi kesehatan reproduksi di masa depan. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan anak Madrasah Ibtidaiyah (MI) Darunnajah Kota Tegal mengenai pola makan dan minum sehat serta pentingnya menjaga kebersihan genitalia secara rutin. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan interaktif dengan materi yang disesuaikan dengan usia, permainan edukatif yang melibatkan aktivitas fisik dan mental, serta demonstrasi praktik kebersihan genitalia yang benar, sehingga siswa dapat memahami dan mempraktikkan langsung kebiasaan sehat tersebut. Ada sebanyak 40 Siswa dan kegiatan ini dilakukan dengan pendekatan partisipatif agar siswa aktif terlibat dan materi lebih mudah diserap. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test untuk menilai perubahan pengetahuan siswa sebelum dan sesudah intervensi. Hasil menunjukkan peningkatan yang signifikan, dengan rata-rata skor pengetahuan siswa meningkat dari 45% pada pre-test menjadi 85% pada post-test. Peningkatan ini menandakan efektivitas metode penyuluhan dan kegiatan edukatif yang diterapkan. Dengan adanya pemahaman yang lebih baik mengenai pola makan, minum sehat, dan perawatan kebersihan genitalia, diharapkan anak-anak dapat membentuk kebiasaan hidup sehat sejak dini. Kegiatan ini tidak hanya memberikan pengetahuan tetapi juga membangun kesadaran praktis untuk menjaga kesehatan diri, sehingga dapat mencegah berbagai masalah kesehatan reproduksi di masa depan. Hasil pengabdian ini dapat menjadi model bagi sekolah dan masyarakat dalam upaya promosi kesehatan anak secara berkelanjutan.