Claim Missing Document
Check
Articles

Found 80 Documents
Search
Journal : Department of Naval Architecture

ANALISA KESELAMATAN KAPAL FERRY RO-RO DITINJAU DARI DAMAGE STABILITY PROBABILISTIK Lily Muzdalifah; Deddy Chrismianto; Eko Sasmito Hadi
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 4, No 2 (2016): April
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1109.943 KB)

Abstract

Sebagai salah satu moda transportasi yang paling berhasil di dunia kapal, feri ro-ro menunjukkan perkembangan yang sangat pesat, karena moda transportasi ini sangatlah efisien dan efektif. Setiap kapal dapat mengalami kerusakan pada lambung yang disebabkan beberapa fakor antara lain tabrakan, kandas atau terjadi ledakan. Demikian pula kapal feri ro-ro yang sangat rentan terhadap terjadinya kebocoran. Kondisi stabilitas kapal saat terjadi kebocoran pada satu atau beberapa kompartemen disebut damage stability. Untuk mengetahui stabilitas bocor dan peluang kapal tenggelam, analisa dilakukan melalui perhitungan damage stability dengan metode pendekatan probabilistik dengan parameter aturan mengenai konsep probabilitas sesuai ketentuan SOLAS (Safety of Life at Sea) 2009 Chapter II-1 tentang perhitungan indek subdivisi R(required subdivision index) dan A (attained subdivison index)yang mana nilai indeks A harus lebih besar atau sama dengan nilai indeksR (A≥R). Nilai indeks R dipengaruhi oleh jumlah penumpang kapal, sedangkan nilai indeks A dipengaruhi oleh faktor pi dan si.Aturan ini diaplikasikan untuk kapal feri ro-ro berukuran 500,600 dan 750 GT yang umum digunakan pada penyebrangan pulau-pulau di Indonesia. Hasil perhitungan pada ketiga kapal yaitu, kapal pertama dengan panjang 40,15 m (500GT) menghasilkan indek R sebesar 0,693865 dan indek A sebesar 0,968. Kapal kedua dengan panjang 48,70 m (600GT) menghasilkan indek R sebesar 0,695886dan indek A sebesar 0,960. Kapal ketiga dengan panjang 48,82 m (750GT) menghasilkan indek R sebesar 0,694448 dan indek A sebesar 0,816. Maka, dari hasil tersebut disimpulkan bahwa nilai damage stability masing-masing  kapal  telah memenuhi aturan SOLAS Consolidated Edition 2009 Chapter II-I part B-1 tentang subdivision and damage stability.
ANALISA SEAKEEPING DAN PREDIKSI MOTION SICKNESS INCIDENCE ( MSI ) PADA KAPAL PERINTIS 500 DWT DALAM TAHAP DESAIN AWAL ( INITIAL DESIGN ) Dian Purnama Putra; Deddy Chrismianto; Muhammad Iqbal
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 4, No 3 (2016): Juli
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1419.219 KB)

Abstract

Gerakan kapal terombang – ambing atau naik turun di laut lepas yang diakibatkan oleh ombak yang besar dan terus menerus dapat mengakibatkan gejala sakit berupa kepala pusing, mual bahkan muntah yang seringkali diistilahkan sebagai mabuk laut (sea sickness atau motion sickness). Pada kapal penumpang (ferry) kondisi ini menjadi suatu persyaratan penting yang harus dipertimbangkan dalam proses desain. Dalam penelitian ini dilakukan kajian terhadap hasil perhitungan dan simulasi percepatan vertikal gerakan kapal Perintis 500 DWT sehingga bisa dilihat unjuk kerja kapal terhadap kenyamanan penumpang. Kenyamanan pada penumpang dilihat dari indeks jumlah penumpang yang mengalami mabuk laut pada periode tertentu dengan mengacu pada standard ISO-2631/1997. Perhitungan dan simulasi dilakukan pada beberapat titik di kapal untuk melihat percepatan vertikal yang terjadi. Dari hasil simulasi didapatkan pengaruh dari lokasi pengukuran, durasi dan arah ombak terhadap persentase jumlah penumpang yang mengalami gejala mabuk laut atau motion sickness incidence (MSI). Setalah mendapatkan nilai MSI lalu ditampilkan dalam diagram batang sebaran MSI/MSImax di tiap-tiap remote location di tiap deck kapal. Indeks baru yaitu Overall Motion Sickness Incidence (OMSI), juga disajikan sebagai salah satu output pada prediksi tingkat kenyamanan penumpang ini, dimana dalam perhitungan OMSI ini memakai 3 sea-state berbeda dan juga di masing-masing sea-state disimulasi dengan 4 tipe periode (Tz) berbeda, sehingga didapatkan nilai OMSI saat heading angle 180O yang paling kecil berada di sea-state slight saat Tz = 4,439 s, yaitu sebesar 00224 %, dan OMSI saat heading angle 90O  yang paling kecil berada di sea-state slight saat Tz = 12,043 s yaitu sebesar 0,3244 %. Dari hasil analisa seakeeping dan prediksi MSI dan OMSI, maka didapatlah prediksi tempat-tempat operasional Kapal Perintis 500 DWT ini, kapal ini hanya akan aman dan nyaman saat dioperasionalkan di daerah slight water dan moderate water, namun untuk rough water kapal ini tidak direkomendasikan karena tinggi gelombang yang sangat ekstrim. Ini adalah sebagai prediksi dan acuan yang akurat dalam mempertimbangkan tingkat kenyamanan penumpang pada tahap desain awal ini.
Analisa Pengaruh CenterBulb Berbentuk Foil Terhadap Vertical Motion Dan Wake Pada MV. Laganbar Khoirul Ramadhan; Deddy Chrismianto; Eko Sasmito Hadi
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 6, No 4 (2018): Oktober
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kemampuan Olah Gerak kapal akan dipengaruhi oleh faktor dari dalam dan faktor dari luar. Maka dari itu, dalam perancangan suatu kapal dibutuhkan perencanaan dan perhitungan yang terpat untuk menghasilkan  kenyamanan dan performa kapal yang baik. Salah satunya dengan memperhatikan kualias olah gerak yang merupakan respon kapal terhadap pengaruh dari laut seperti gelombang dan wake yang merupakan perbandingan antara kecepatan yang direncanakan terhadap kecepetan aliran fluida pada baling-baling dibawah air. Dalam upaya meningkatkan kualitas olah gerak yang baik, penelitian ini mencoba menambahkan variasi geometri dan posisi pada centerbulb bebenrtuk foil untuk melihat pengaruh vertical motion dan wake. Dalam penelitian ini untuk menyelesaikan permasalahan yang ada yaitu dengan melakukan permodelan kapal meggunakan software rhinoceros. Kemudian, untuk menganalisa olah gerak dibantu dengan software ansys aqwa dan untuk menganalisa wake digunakan software tdyn. Hasil penelitian vertical motion menunjukkan dari keseluruhan sudut datang gelombang dan Fn, model 3 yang paling optimal dalam mengurangi RMS vertical motion sebesar 0,37% - 0,54% dari model original. Adapun hasil analisa wake terlihat pada letak propeller dapat mengurangi nilai pada Fn 0,35 ; 0,49 ; 0,65. Pada Fn 0,35 model 8 mengurangi nilai wake 0,28%. Pada Fn 0,49 model 8 mengurangi 0,05% dan. Pada Fn 0,65 model  8 mengurangi nilai wake 0,39%.
ANALISA KEKUATAN KONSTRUKSI MEMANJANG, STABILITAS DAN OLAH GERAK KAPAL KMP. LEMA Ro-Ro 750 GT UNTUK PELAYARAN SORONG - WAIGEO Resha Buddy Prakoso; Deddy Chrismianto; Wilma Amiruddin
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 3, No 4 (2015): OKTOBER
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1097.946 KB)

Abstract

Hampir 85% distribusi barang dan personal menggunakan sarana angkutan laut, yang paling penting untuk menghubungkan satu pulau dengan pulau lainnya adalah kapal penyebrangan. Kondisi eksisting kapal - kapal penyebrangan di Indonesia, terdiri dari beberapa macam ukuran. Mulai dari yang terkecil (75GT, 100GT, 150GT, 200GT, 300GT, 500GT, 600GT, 750GT, 1000GT, 1500GT, 3000GT, 5000GT). Kapal Ro-Ro Passenger kapal yang bisa memuat kendaraan yang berjalan masuk ke dalam kapal dengan penggeraknya sendiri dan bisa keluar dengan sendiri juga, sehingga disebut sebagai kapal roll on - roll off atau disingkat Ro-Ro. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan mendapatkan hasil analisa kekuatan konstruksi kapal, serta stabilitas dan olah gerak, hal ini dilihat dari daerah pelayaran kapal. Analisa kekuatan menggunakan  metode elemen hingga untuk mengetahui tegangan kekuatan pada lambung kapal, software ANSYS permodelan dan analisa struktur lambung, Rhinoceros untuk pemodelan, dan software Maxsurf untuk analisa stabilitas dan olah gerak. Nilai tegangan paling tinggi berada pada kondisi kapal bermuatan truck dengan hasil tengangan 67 MPa, dengan ketentuan tegangan izin BKI sebesar 181, .Nilai GZ tertinggi 2,65 m pada kondisi I. Nilai GZ terkecil yaitu 2,25 m pada kondisi IV pada criteria Angle max GZ. Kekuatan lambung pada kapal mempunya konstruksi yang kuat sehingga dapat mempunyai daya angkut bermuatan besar, kapal Ro-Ro KMP. LEMA 750 GT mempunyai stabilitas yang baik dalam VIII kondisi yang berbeda. Olah gerak  (seakeeping) pada kapal ini memenuhi syarat kriteria yang ditentukan menurut NORDFORSK (1987).
Studi Perancangan Fish Processing Vessel dengan Bentuk Lambung Monohull untuk Perairan Indonesia Iqbal Habib; Ahmad Fauzan Zakki; Deddy Chrismianto
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 7, No 4 (2019): Oktober
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1146.232 KB)

Abstract

Pelaksanaan kegiatan menangkap ikan di wilayah overfishing, merupakan salah satu faktor penyebab rendahnya pendapatan hasil tangkapan. Nelayan banyak melakukan kegiatan penangkapan pada perairan kurang dari 12 mill laut yang merupakan wilayah perairan overfishing. Hampir 95% nelayan nasional menggunakan kapal ikan yang tidak bermesin ataupun kapal bermesin dibawah 30 gross tonnage (GT) yang dilengkapi dengan alat tangkap tradisional. Selain itu, penanganan hasil tangkapan yang tidak mengikuti prosedur yang benar, karena tidak tersedianya fasilitas cold storage  pada kapal juga memperburuk kualitas tangkapan. Karena permasalahan tersebut maka di rancang Fish Processing Vessel yang memiliki fasilitas untuk bongkar muat dan pengelolaan hasil tangkapan ikan. Fish Processing Vessel dirancang dengan panjang LPP 82,89 m, LWL 90,049 m, lebar 15,544 m, sarat 6,76 m, Cb 0,539 dan kecepatan 17 knot.  Kapal ini dirancang untuk  perairan Indonesia dan juga dianalisa olah geraknya dengan melakukan evaluasi terhadap nilai RMS vertical acceleratioan at FP, pitching, rolling, MSI dan MII pada tinggi gelombang 1,25 m, 1,875 m dn 2,5 m dengan sudut heading 0o, 45o, 90o,135o dan 180o. Pada tinjauan stabilitas dan olah gerak pada model kapal ini telah memenuhi kriteria yang telah ditentukan.
ANALISA PENGARUH PEMASANGAN ANTI-SLAMMING BULBOUS BOW TERHADAP HAMBATAN TOTAL DAN OLAH GERAK KAPAL ANCHOR HANDLING TUG SUPPLY (AHTS) MENGGUNAKAN CFD Fatchul Falah Azmi; Deddy Chrismianto
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 4, No 2 (2016): April
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1118.438 KB)

Abstract

Pemakaian anti-slamming pada kapal Anchor Handling Tug Supply (AHTS) adalah salah satu solusi untuk mengurangi efek slamming sehingga kapal bisa berlayar dengan baik dan tidak membahayakan penumpang, peralatan kapal, muatan dan kapal itu sendiri. Perairan Nusa Teggara Timur adalah perairan yang di anggap tepat untuk penerapan teknologi ini karena mempunyai tinggi gelombang yang beraneka ragam dan adanya beberapa bangunan lepas pantai (offshore) di kawasan tersebut. Pada penelitian ini dilakukan analisa pengaruh pemasangan anti-slamming bulbous bow dengan tiga variasi Bulbous Bow tipe - V (Nabla Type), tipe - 0 (Ellips Type) dan tipe - Δ (Delta Type) serta variasi tinggi  Anti-slamming dengan rasio 25%, 20 % dan 15 % dari sarat kapal. Pemodelan kapal dilakukan dengan software Maxsurf dan kemudian dilakukan analisa gerakan menggunakan software Ansys Aqwa, sedangkan analisa hambatan menggunakan software Tdyn. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa pemasangan Anti-slamming bulbous bow berpengaruh cukup besar  untuk mengurangi terjadinya slamming dan hambatan pada kapal. slamming probability dan hambatan paling baik terdapat pada model C1 dengan menggunakan anti-slamming bulbous bow tipe - Δ (Delta Type) dengan rasio tinggi anti-slamming 25% terhadap sarat dan panjang anti-slamming 20% terhadap Lwl dengan mengurangi  slamming probability sebesar 12,212 % pada  tinggi gelombang 3 meter dan pengurangan hambatan sebesar  3,65 % dari kapal yang tidak menggunakan anti-slamming bulbous bow,  namun terjadinya slamming belum hilang di beberapa model yang masih berada di atas standar kriteria Nordforks 1987 yaitu sebesar 3%.
ANALISA PERBANDINGAN PROPELLER KAPAL SELAM TIPE B-SERIES DAN AU- OUTLINE GAWN SERIES PADA KAPAL SELAM MIDGET TYPE 150M UNTUK MENGOPTIMALKAN KINERJA KAPAL SELAM DENGAN METODE CFD Insanu Abdilla Cendikia Abar; Deddy Chrismianto; Parlindungan Manik
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 3, No 4 (2015): OKTOBER
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (971.346 KB)

Abstract

Baling – baling pada kapal selam membutuhkan beberapa kriteria khusus yaitu baling – baling yang dapat memberikan gaya dorongan besar dengan kebisingan yang rendah. Maka desain baling – baling harus memiliki nilai thrust besar, nilai tekanan rendah, dan aliran baling-baling yang halus. Penelitian ini membandingkan 4 jenis baling -  baling yaitu B-7 series, B - 8 series, Au – 7 Outline Gawn Series dan Au – 8 Outline Gawn series dengan membedakan beberapa aspek yaitu diameter, jumlah daun, sudut skew, dan pitch. Sehingga didapatkan jenis baling – baling yang optimum untuk kapal selam midget type 150m dengan bantuan program Computational Fluid Dynamics (CFD). Dalam proses analisa menggunakan software berbasis CFD,  kami mendapatkan hasil dari semua model baling – baling yaitu  bentuk aliran, nilai thrust dan nilai pressure yang berbeda sesuai dengan RPM yang diberikan. Dari keempat model yang telah dibandingkan didapat model baling – baling yang optimum yaitu B – 8 Series pada Rpm 500 dengan nilai thrust 25481 N, nilai torque 3927 N m, nilai rata-rata pressure 10608,92 Pa dan aliran turbulensi dengan nilai kecepatan aliran rata - rata dibawah 14,33 m/s. 
Analisa Olah Gerak Dan Kekuatan Kapal Ikan PVC 15 GT di Laut Jawa Moh. Hasan Sidiq; Deddy Chrismianto; Imam Pujo Mulyatno
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 7, No 1 (2019): Januari
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (747.374 KB)

Abstract

Pertimbangan dari data penelitian terdahulu didapat kapal model U2 dan V2 kapal ikan berbahan PVC 15 GT memiliki kemampuan stabilitas dan hambatan memenuhi standar IMO. Maka penulis melanjutkan penelitian dengan menganalisa olah gerak, slamming, deckwetness dan kekuatan. Dengan  software olah gerak kapal di dapat model U2 dan V2, pada kapal U2 diperoleh Rolling pada 90o adalah 5,81 deg, velocity 0,113932 rad/s, acceleration, 0,1812 rad/s2, slamming pada 45o adalah  0,3309 slamming/jam, Hasil perhitungan probabilitas dan intensitas slamming menunjukkan bahwa kapal U2 memenuhi standar di sudut 45o probabilitas Nordforsk ’89 karena memiliki probabilitas slamming dibawah 0,003 atau 0,3%, Deckwetness pada 45o adalah 4,16131 deckwetness/jam, dan dihasilkan tegangan terbesar terjadi pada moment saging di bagian alas dengan 1,04 Mpa. Sementara, tegangan paling kecil terjadi pada moment tenang pada bagian struktur sebesar 0.34 MPa.Pada kapal V2, di peroleh Rolling  45o adalah 4,13 deg, velocity 0,03617rad/s, acceleration 0,03167 rad/s2 Slaming pada 45o adalah  4,236 slamming/jam. Hasil perhitungan probabilitas dan intensitas slamming menunjukkan bahwa kapal U2 memenuhi standar sudut 45o probabilitas Nordforsk ’89 karena memiliki probabilitas slamming dibawah 0,003 atau 0,3%, Deckwetness pada 45o adalah 29,436 deckwetness/jam, Kekuatan dapat diketahui tegangan terbesar terjadi pada moment saging di bagian alas dengan 1,42 Mpa. tegangan paling kecil terjadi pada moment tenang pada bagian struktur sebesar 0.26MPa
Analisa Gaya Angkat dan Hambatan pada Dihedral Surface Piercing Hydrofoil Katamaran Menggunakan Metode CFD (Computational Fluid Dynamic) Dama Nisphal Azis; Deddy Chrismianto; Berlian Arswendo Adietya
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 7, No 4 (2019): Oktober
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (861.868 KB)

Abstract

Seiring pertumbuhan industri transportasi laut, semakin banyak pula teknologi yang dikembangkan agar transportasi laut yang dibuat memiliki tingkat kenyamanan yang tinggi dan memenuhi kebutuhan efisiensi waktu. Kapal katamaran memiliki banyak kelebihan dibandingkan dengan monohull yaitu menghasilkan hambatan lebih kecil, stabilitas lebih baik, dan memiliki deck yang luas. Kemudian kapal katamaran dikembangkan lagi menjadi kapal hydrofoil yang bertujuan untuk mengurangi hambatan. Hydrofoil adalah sebuah kapal dengan bagian sayap yang dipasang pada penyangga di bawah lambung kapal yang dapat menghasilkan gaya angkat pada lambung kapal sehingga pada saat kapal mencapai kecepatan tinggi, hambatan akan berkurang. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan konfigurasi sudut dihedral foil yang menghasilkan gaya angkat paling besar serta hambatan yang paling kecil. Penelitian ini menggunakan program komputer berbasis Computational Fluid Dynamic(CFD). Penelitian dilakukan dengan menganalisa dan menghitung hambatan total kapal. Berdasarkan hasil analisa menggunakan software Tdyn 12.2.3.0 didapatkan nilai hambatan untuk berbagai variasi dihedral foil. Nilai hambatan total dapat diperkecil  hingga 38,53% sehingga penggunaan EHP lebih menghemat 61,5% dibandingkan dengan EHP kapal original. Nilai tersebut terjadi pada Froude Number 1,042.
STUDI PERANCANGAN KAPAL POSYANDU KATAMARAN DI WILAYAH PERAIRAN NUSA TENGGARA TIMUR ( NTT ) Wulan Pinkan; Deddy Chrismianto; Parlindungan Manik
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 4, No 1 (2016): JANUARI
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (518.139 KB)

Abstract

Tingkat kematian ibu dan bayi di Provinsi NTT yang jauh lebih tinggi dibandingkan dengan provinsi lain di Indonesia merupakan pertimbangan utama dalam perancangan Kapal Posyandu. Perancangan kapal ini memberikan inovasi dalam pelayanan kesehatan terpadu yang lebih efisien dan efektif di wilayah dengan tingkat kesehatan rendah disertai fasilitas kesehatan yang kurang memadai serta memberikan edukasi kepada masyarakat untuk lebih jauh mengenal dunia kemaritiman. Tujuan penelitian ini adalah untuk merancang kapal Posyandu tipe katamaran senyaman mungkin dan memiliki fasilitas yang lengkap serta sesuai diaplikasikan untuk wilayah perairan pesisir Provinsi Nusa Tenggara Timur, khususnya Pulau Flores. Penelitian ini dilakukan dengan melakukan beberapa langkah desain yaitu perhitungan dimensi utama, pembuatan rencana garis, perencanaan umum, hidrostatik, analisis stabilitas kapal juga olah gerak kapal. Dan peralatan pendukung kapal, pemilihan mesin utama menurut perhitungan tenaga mesin yang dibutuhkan dari resistensi yang dialami oleh kapal. Perancangan kapal menggunakan metode perbandingan dan solver untuk mendapatkan ukuran utama kapal yang optimal, pemodelan dan analisa karakteristik kapal menggunakan software berbasis CAD dan software analisis. Ukuran utama kapal didapatkan yaitu LOA : 14,00 m, LWL : 13,70 m, BOA : 5,00 m, H : 1,60 m, T : 0,9 m, Vs : 20 knot, dengan displacement 24,07 ton dan Cb = 0,6. Kapal posyandu tipe kamaran dirancang berbahan dasar aluminium. Dari analisa didapatkan performa kapal yang stabil dalam 8 kondisi muatan namun dalam hal olah gerak kapal kurang efektif saat kapal berlayar pada kecepatan maksimum 20 knot di gelombang setinggi 1,5 meter.
Co-Authors A.F. Zakki Abi Dimas Alfian, Abi Dimas Ahmad Fauzan Zakki Ainul Fadlilah Airlangga Herbowo Ajib Wahab Purwanto Al Muhshi, Hassan Alam Fajar Ramadhany Aldino Ihsan Alfian Tri Eka Kurniawan Alfian, Wahyu Alfonso Nababan Alvianto, Jodhy Irsyad Ananda Ragil Prakarsa Andi Satriawan Lubis, Andi Satriawan Andi Trimulyono Andreas Parulian Sidabalok Andriyanto, Fajar Angelia, Christine Ari Wibawa Budi Santosa Azhabul Hayatul Fajar Bagus Prasetio Bayu Wisnu Sasongko, Bayu Wisnu Berlian Arswendo Adietya Budi Setyawan Chairul Rizaldy Citra Eka Febrian Dama Nisphal Azis Daviensya Giovancha Anabel Malingkas Dede Nugraha Sentosa HS Dewi, Intan Koamala Dian Purnama Putra Dimas Bagus Darmawan Dirga Nur Agnesa Dwi Satria Fajar Eko Sasmito Hadi Eny Fuskhah Eny Puskhah Fachrurrozi Setiawan Fahmi Fernando Yuliansyah Fajar Aldi Prasetio Fatchul Falah Azmi Febrian Wahyu Wijaya Firdhaus, Ahmad Gagah Prayogo Wibowo Gigih Niagara Gilang Bayu Pangestu Good Rindo Harno, Harno Hasan Mustofa Amirudin, Hasan Mustofa Hendra Gunawan Saputra Hendri Firman Hugo Digitec E. Sembiring I Gede Bayu Pradnya Subagia Iim Tedy Fatwa, Iim Tedy Ilham, Rizaldy Imam Pujo Mulyatno Indro Sumantri Insanu Abdilla Cendikia Abar Iqbal Habib Jefri Harumbinang Jokosiworo, Sarjito Kenna Sani Saefuddin Khoirul Ramadhan Kiryanto Kiryanto Kiryanto Kiryanto Kiryanto Kiryanto Kiryanto Kiryanto Kusuma, Muhammad Rizki Darmawan Adi Lily Muzdalifah M. Nurul Hidayat Maria Fatima Marsaut Maurit Rumapea, Marsaut Maurit Meri Nugraha Michael Enrico Miftah, Muhammad Azizul Moh Nurdin Septiantono R Moh. Hasan Sidiq Mohammad Fiqran Dzikhriansyah Setiawan Mohammad Ganesha Husada Muhammad Fajar Nuralam Muhammad Iqbal Muhammad Iqbal Muhammad Iqbal Muhammad Iqbal Muhammad Iqbal Muhammad Iqbal Muhammad Julnanda Serpa Muhammad Raditya Daniswara Niko Bayu Prasetyo nur khakiki Nurhali Nurhali Parlindungan Manik Parlindungan Manik Parlindungan Manik Parlindungan Manik Praditya Utomo Puskhah, Eny Puskhah, Eny Putra Bangkit Setya Budi, Putra Bangkit Setya Putra Bangkit Setyabudi, Putra Bangkit Putra, Rico Ade Putranda Firman Prayoga Rahmat Nurhadi Rausyan Fikri Regita Berlian Agustian Resha Buddy Prakoso Rizaldo, M. Fikry Rochman Ikhsan Pamuji Roni Prasetyo, Roni Samuel Sarjito Jokosisworo Sarjito Jokosiworo Sheila Ayu Kirana Prabani Sukanto Jatmiko Syahab, Husein Tindaon, Aldy Sabat Tubagus Bintang Ramadhan Tuswan Tuswan Untung Budiarto Wahif Indramana Wahyu Adi Nugraha Wahyu Fajar Gemilang Widyadhana, Bagas Dhira Wilma Amiruddin Wulan Pinkan Yusup Sobirin Zaenal Abidin