Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

Pengaruh Jenis Ikan dan Media Tanam terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Sayuran Buah pada Sistem Akuaponik Suryani Suryani; Reni Nurjasmi
JURNAL PERTANIAN Vol 7, No 2 (2016): Jurnal Ilmiah Respati
Publisher : Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (666.947 KB) | DOI: 10.52643/jir.v7i2.16

Abstract

Dalam sistem budidaya terpadu sayuran dan ikan, pemilihan komoditas memegang peranan penting dalam merencanakan dan mendapatkan hasil sesuai dengan apa yang diinginkan. Komoditas tanaman yang diusahakan dalam sistem tersebut mempunyai nilai ekonomis dan dibutuhkan oleh masyarakat. Akuaponik tidak hanya baik untuk sayuran hijau namun juga dapat diaplikasikan menggunakan beberapa varietas sayuran buah seperti terung, cabai, tomat, wortel, dan bit. Selain komoditas ikan, media tanam merupakan faktor penentu penting dalam mencapai keberhasilan penanaman menggunakan sistem akuaponik. Tujuan penelitian adalah mengetahui pengaruh interaksi jenis ikan dan media tanam terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman sayuran buah pada sistem akuaponik serta interaksi jenis ikan dan media tanam yang terbaik. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok Faktorial (RAKF) yang terdiri atas dua faktor dengan tiga ulangan. Faktor pertama adalah jenis ikan (gurame dan nila) dan Faktor kedua adalah media tanam (batu apung, kerikil dan zeolit). Perlakuan diuji menggunakan tiga jenis tanaman sayuran buah yaitu tomat, terung ungu, dan cabai rawit. Variabel pengamatan meliputi sifat kimia kotoran ikan, tinggi tanaman, jumlah daun, berat segar tanaman, berat kering tanaman, dan bobot buah. Hasil penelitian menunjukkan perlakuan media tanam berpengaruh nyata terhadap berat kering tanaman tomat dan berat segar tanaman terung ungu. Media tanam kerikil menghasilkan berat kering tanaman tomat tertinggi (241,01 gram) namun tidak berbeda dengan media tanam zeolit (121,75 gram) serta menghasilkan berat segar tanaman terung ungu tertinggi (8,34 gram) namun tidak  berbeda  dengan media tanam batu apung (6,22 gram). Kesimpulannya Perlakuan media tanam berpengaruh nyata terhadap berat kering tanaman tomat dan berat segar tanaman terung ungu.
UJI ANTAGONISTIK ACTINOMYCETES ASAL LIMBAH KULIT BAWANG MERAH TERHADAP PATOGEN TANAMAN Reni Nurjasmi; S Suryani
JURNAL PERTANIAN Vol 8, No 2 (2017): Jurnal Ilmiah Respati
Publisher : Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (502.998 KB) | DOI: 10.52643/jir.v8i2.76

Abstract

Pertanian Indonesia yang sangat tergantung pada fungisida kimia, maka  usaha untuk memproduksi pestisida hayati di dalam negeri sangat memungkinkan. Alam Indonesia yang kaya akan keanekaragaman hayati merupakan sumber daya alam potensial untuk dimanfaatkan bagi kesejahteraan rakyat. Actinomycetes merupakan agen pengendali hayati yang disarankan sebagai alternatif dalam meminimalkan penggunaan fungisida kimia karena mengandung senyawa antijamur. Tujuan penelitian adalah memperoleh isolat Actinomycetes yang memiliki daya hambat terhadap jamur patogen tanaman. Target penelitian adalah mendapatkan isolat Acinomycetes yang berpotensi sebagai  pestisida hayati yang mampu mengendalikan F. oxysporum dan S. rolfsii.Untuk mencapai tujuan tersebut, metode penelitian yang digunakan adalah eksploratif dan eksperimental. Tahapan kegiatan yang dilakukan adalah melakukan isolasi Actinomycetes pada limbah kulit bawang merah menggunakan media strach nitrate agar dengan metode pour plate, selanjutnya dilakukan identifikasi morfologi isolat dengan metode slide culture kemudian diamati di bawah mikroskop pembesaran 1000X. Isolat murni Actinomycetes diuji daya antagonisnya terhadap F. oxysporum dan S. rolfsii menggunakan metode peracunan media jamur patogen.Hasilnya diperoleh sebanyak 16 isolat Actinomycetes asal limbah kulit bawang merah. Isolat tersebut didominasi oleh kelompok Streptomyces. Hasil uji antagonis menunjukkan terdapat 2 isolat yang positif mampu menghambat F. oxysporum yaitu isolat A10 (30,77%) dan A1 (15,38%) serta 2 isolat yang positif mampu menghambat S. rolfsii yaitu isolat A3 (34,74%) dan A11 (38,95%). Kata kunci: Actinomycetes, limbah kulit bawang merah, uji antagonistik, jamur patogen tanaman
Pengaruh Penggunaan Pupuk Cair Organik (POC) Bonggol Pisang Terhadap Produksi Tanaman Caisim (Brassica juncea L.) Sistem Wick Zul Fahmi; Suryani Suryani; Siti M. Sholihah
JURNAL PERTANIAN Vol 11, No 2 (2020): Jurnal Ilmiah Respati
Publisher : Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52643/jir.v11i2.1117

Abstract

Caisim (Brassica juncea L.) merupakan salah satu jenis sayuran yang mudah tumbuh di Indonesia dan biasa dimanfaatkan sebagai bahan makanan pokok masyarakat. Pengembangan budidaya caisim mempunyai prospek baik untuk mendukung upaya peningkatan pendapatan petani dan peningkatan gizi masyarakat. Pemanfaatan bonggol pisang dan limbah air beras sebagai pupuk organik cair merupakan alternatif yang dapat dilakukan sebagai pemanfaatan dan pengolahan limbah pertanian agar dapat menciptakan pertanian berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respon pertumbuhan dan perkembangan tanaman Caisim pada berbagai konsentrasi nutrisi ABmix dan Pupuk Organik Cair (POC) Bonggol Pisang dengan sistem wick. Penelitian ini dilaksanakan di kebun percobaan kampus B Fakultas Pertanian Universitas Respati Indonesia pada Juli sampai dengan Agustus 2020. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) non faktorial dengan 4 taraf konsentrasi paket nutrisi ABmix dan Pupuk Organik Cair (POC) Bonggol Pisang yaitu: P1 = ABmix 4,5 ml/L air + POC 100 ml/L air, P2 = ABmix 6,5 ml/L air + POC 70 ml/L air, P3 = ABmix 8,5 ml/L air + POC 40 ml/L air dan P4 = ABmix 10,5 ml/L air. Parameter yang diamati yaitu tinggi tanaman, jumlah daun, luas daun dan bobot segar tanaman. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh berbeda antara perlakuan berbagai konsentrasi nutrisi ABmix dan POC Bonggol Pisang dengan perlakuan yang lainnya terhadap pertumbuhan tanaman Caisim (Brassica juncea L.) dengan sistem wick. Penggunaan konsentrasi nutrisi ABmix dan POC Bonggol Pisang yang paling baik pada umur 35 HST adalah dosis ABmix 8,5 ml/L air + POC 40 ml/L air dengan hasil tinggi tanaman (21,3 cm), jumlah daun (9 helai), luas daun (3,14 cm2), bobot segar tanaman  (22,14 gr).Kata kunci: Hidroponik, Sistem Wick, POC Bonggol Pisang, ABmix, Caisim
Pengaruh Pupuk Kandang Kelinci dan Jumlah Bibit Per Polibag terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Bawang Merah (Allium ascolonicum L.) Agustinus Tamot; Suryani Suryani
JURNAL PERTANIAN Vol 10, No 2 (2019): Jurnal Ilmiah Respati
Publisher : Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52643/jir.v10i2.650

Abstract

Pupuk kandang kelinci merupakan pupuk organik yang dapat digunakan dalam budidaya tanaman bawang merah karena dapat memperbaiki sifat fisik tanah, meningkatkan produktifitas tanaman dan aman dikonsumsi. Selain pupuk, jumlah dan kualitas bibit yang digunakan juga dapat mempengaruhi pertumbuhan dan produksi bawang merah. Tujuan penelitian adalah mengetahui pengaruh interaksi pupuk kotoran kelinci dan jumlah bibit per polibag terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman bawang merah serta  dosis terbaik dari interaksi pupuk kotoran kelinci dan jumlah bibit  per polibag terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman bawang merah. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap Faktorial (RALF) yang terdiri atas dua faktor yaitu faktor pertama  dosis pupuk kandang kelinci sebagai berikut: K0= 0 gram/polibag, K1= 55,53 gram/polibag, K2= 111,06 gram/polibag, K3= 166,59 gram/polibag, dan K4= 222,12 gram/polibag pupuk kandang kelinci. Faktor kedua adalah jumlah bibit tanaman bawang merah terdiri dari 3 taraf sebagai berikut: B1 = 1 bibit, B2 = 2 bibit, dan B3 = 3 bibit. Setiap perlakuan diulang sebanyak 3 kali sehingga terdapat 45 unit percobaan. Parameter yang diamati meliputi tinggi tanaman jumlah daun, berat basah dan berat umbi per tanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi pupuk kandang kelinci dan julmah bibit berpengaruh tidak nyata terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman bawang merah namun aplikasi 3 bibit per polibag menghasilkan jumlah daun tanaman bawang merah paling tinggi dibandingkan aplikasi 1 dan 2 bibit per polibag. Kata Kunci : Pupuk organik , Pupuk kandang kelinci, Bawang merah, Jumlah bibit
Penghambatan Actinomycetes Asal Limbah Kulit Bawang Merah terhadap Sclerotium Rolfsii Secara In Vitro Reni Nurjasmi; Suryani Suryani; Carta Carta
JURNAL PERTANIAN Vol 10, No 1 (2019): Jurnal Ilmiah Respati
Publisher : Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (899.896 KB) | DOI: 10.52643/jir.v10i1.354

Abstract

Sclerotium rolfsii adalah jamur patogen yang merugikan bagi tanaman. Upaya pencegahan jamur masih banyak menggunakan pestisida kimia yang diketahui berdampak negatif bagi lingkungan, sehingga dibutuhkan alternatif pestisida yang lebih ramah lingkungan seperti actinomycetes. Actinomycetes merupakan bakteri yang dapat ditemukan pada berbagai habitat. Lebih dari 80% diketahui sebagai penghasil senyawa bioaktif dengan berbagai peran salah satunya adalah sebagai antijamur patogen tanaman. Tujuan penelitian adalah mengisolasi actinomycetes dari limbah kulit bawang merah dan mengetahui potensinya sebagai penghambat Sclerotium rolfsii. Tahap penelitian diawali dengan pengomposan limbah kulit bawang merah selama 3 hari. Sampel kompos tersebut digunakan sebagai sumber actinomycetes. Actinomycetes diisolasi menggunakan media spesifik yaitu Starch Nitrate Agar (SNA) secara pour plate kemudian dipurifikasi  menggunakan media SNA dengan metode streak plate. Selanjutnya dilakukan pengamatan morfologi koloni dan miselium isolat actinomycetes menggunakan metode slide culture. Semua isolat yang memiliki morfoologi koloni dan miselium berbeda ditumbuhkan menggunakan media cair SNA selama 14 hari untuk memperoleh filtrat zat metabolit kemudian dilakukan uji daya hambat filtrat zat metabolit isolat actinomycetes terhadap S. Rolfsii dengan metode peracunan medium. Berdasarkan hasil isolasi diperoleh sebanyak 16 isolat actinomycetes asal limbah kulit bawang merah. Semua isolat menghasilkan miselium sehingga dapat diduga isolat yang telah diisolasi merupakan kelompok Streptomyces namun berdasarkan pengamatan morfologi koloni dan miselium, semua isolat merupakan jenis yang berbeda. Hasil peracunan medium menunjukkan dari 16 isolat yang diuji hanya 11 isolat yang mampu menghambat S. rolfsii dan 4 isolat tidak mampu menghambat S. rolfsii. Dari 11 isolat, sebanyak 5 isolat mempunyai daya hambat lebih dari 50% yaitu A1.9 (77,78%); A9. 16 (77,78%); A3.14 (72.22%); A12.15 (66.67%); A2.4 (55.56%). Kata kunci: Actinomycetes, Daya hambat, Antijamur, Sclerotium rolfsii 
RESPON PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI BEBERAPA JENIS SAYURAN BUAH TERHADAP DOSIS PUPUK ORGANIK BOKASHI PUPUK KANDANG ARANG SEKAM Deudeu Santi Hotimah; S Suryani; Siti M Sholihah
JURNAL PERTANIAN Vol 9, No 1 (2018): Jurnal Ilmiah RESPATI
Publisher : Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (398.439 KB) | DOI: 10.52643/jir.v9i1.86

Abstract

Beberapa jenis komoditi sayuran buah yang sangat dibutuhkan oleh semua orang dari berbagai lapisan masyarakat adalah tomat, cabai rawit, dan terung ungu. Tujuan penelitian untuk mengetahui respon pertumbuhan dan produksi  jenis tanaman sayuran buah (tomat, cabai rawit dan terung ungu) terhadap dosis pupuk organik bokashi pupuk kandang arang sekam, mengetahui interaksi antara dosis pupuk dan jenis sayuran buah terhadap pertumbuhan dan produksinya dan mengetahui dosis pupuk yang paling tepat dan hasil maksimal untuk pertumbuhan dan produksi jenis sayuran buah. Pelaksanaan kegiatan penelitian dilakukan di green house Fakultas Pertanian Universitas Respati Indonesia, pada bulan Maret sampai Agustus 2017. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok pola faktorial 3x3 dengan 4 ulangan. Faktor yang diteliti adalah dosis pupuk (B) yang terdiri dari 3 taraf yaitu: B1 (1.25kg/polybag), B2 (2.50kg/polybag), B3 (3.75kg/polybag) dan jenis tanaman sayuran buah T1 (tomat), T2 (cabai rawit), T3 (terung ungu). Terdapat interaksi antara dosis pupuk dan jenis sayuran buah terhadap jumlah buah dan berat buah. Interaksi yang memberikan hasil terbesar adalah dosis pupuk 3.75kg/polybag dan jenis sayuran buah tomat. Pemberian dosis pupuk dalam budidaya secara organik maka dianjurkan untuk memilih dosis yang 3.75kg/polybag. Kata kunci: bokashi, sayuran buah, pertumbuhan, produksi
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Keberlanjutan Ruang Terbuka Hijau di DKI Jakarta Suryani Purnomo; Pudji Muljono; Djoko Susanto; Sri Harijati
Jurnal Penyuluhan Vol. 17 No. 2 (2021): Jurnal Penyuluhan
Publisher : Department of Communication and Community Development Sciences and PAPPI (Perhimpunan Ahli Penyuluhan Pembangunan Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25015/17202135452

Abstract

The quantity and quality of green open space (RTH) in big cities in Indonesia has decreased and resulted in environmental damage. The existence of green space is very much needed by the people of DKI Jakarta. However, the availability has not met the standards set by law, it is suspected that the capacity of RTH managers and the role of stakeholders in encouraging land use for RTH sustainability is not maximized. This study aims to analyze the level of sustainability of RTH and analyze the factors that influence the sustainability of RTH in DKI Jakarta. The research method uses quantitative data with survey methods and questionnaires as a data collection tool. The number of samples taken as many as 340 people for sub-districts and villages was selected by purposive sampling with the consideration that there are green alley activities for the sustainability of RTH. Data were collected from December 2019 to February 2020. The data were analyzed descriptively using SPSS 24 and inferential PLS 3. The results showed that the level of sustainability of RTH in DKI Jakarta was in the low category on economic, ecological, socio-cultural aspects and very low category for aesthetics. Stakeholder support has a positive and real impact on the sustainability of RTH which is reflected by the role of the government, community, media and extension workers. Manager capacity also has a positive and significant impact on the sustainability of RTH which is reflected by technical, managerial and social capacities.
Analisis Faktor-Faktor Yang Berkontribusi Terhadap Turnover Intension Di RS Masmitra Indri Widya Suryani; Cicilia Windiyaningsih; Tri Budi W. Rahardjo
Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI) Vol 4, No 1 (2020): Jurnal Manajemen Dan Administrasi Rumah Sakit (MARSI)
Publisher : LPPM Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (837.808 KB) | DOI: 10.52643/marsi.v4i1.796

Abstract

Di Rumah Sakit Masmitra Turn Over karyawan terjadi peningkatan pada Tahun 2019 sejumlah 8.88% dibandingkan Tahun 2018 sejumlah 4.84%, peningkatan ini mengindikasikan tingginya keinginan karyawan untuk keluar dari pekerjaannya karena turnover merupakan akibat dari turnover intension. Upaya Pimpinan Rumah Sakit sudah meningkatkan jaminan dan fasilitas untuk menjaga pekerjanya khususnya perawat tetap bertahan bekerja, namun masih ada karyawanNya yang keluar.  Tujuan penelitian Menganalisis dan mengidentifikasi faktor – faktor yang berhubungan dengan keinginan pindah kerja (turnover intention) dalam sistem pengelolaan Sumber Daya Manusia . Metode penelitian terapan, desain potong lintang dengan jumlah populasi perawat sejumlah 95 orang, semuanya menjadi obyek penelitian di Rumah Sakit Masmitra yang beralamat di Jl.Kelurahan Jatimakmur No.40, Kota Bekasi pada bulan November -Desember 2019. Pengumpulan data dengan kuesioner yang telah diuji validitas dan reabilitasnya.Analisis data melihat gambaran, hubungan dan faktor apa yang paling dominan berkontribusi untuk turn over.Hasil Perempuan 77.8%,umur≥ 32 tahun 77.8%,pendidikan Diploma Tiga Perawa 83.3%t, lama kerja≤1 tahun 66.7%,pengembangan karir baik 77.8%,kompensasi baik 62.2%, komunikasi baik 68.9%, lingkungan kerja baik 55.6% dan lingkungan eksernal baik 57.82%.Faktor yang berhubungan bermakna dengan turnover intension adalah jenis kelamin,pengembangan karir, lingkungan kerja dan lingkungan eksternal. Faktor yang tidak berhubungan bermakna umur, pendidikan,lama kerja, komunikasi, kompensasi. Faktor yang paling berpengaruh adalah jenis kelamin, pengembangan karir, dan lingkungan kerja dan lingkungan eksternal merupakan faktor perancu. Kesimpulan laki-laki kecenderungan pindah karir dan lingkungan kerja dan ekternal baik. Kontribusi keempat faktor tersebut dengan turnover intention 25%. Sarannya perlu mekanisme promosi karyawan terutama dalam penjadwalan promosi, pembuatan jenjang karier karyawan yang berbasis kinerja . memberikan kesempatan kepada pegawai untuk mengikuti pendidikan lanjutan dan training. Dan sistem kompensasi dan benefit lainnya, disesuaikan dengan kebutuhan individu dan organisasi,  diharapkan akan meningkatkan komitmen karyawanKata Kunci: Jenis Kelamin, Karir, Lingkungan Kerja, Eksternal, Turnover Intention
Pelatihan Teknologi Budidaya Tanaman Sayuran Di Lahan Sempit Kepada Anggota Poktan Kelurahan Bampu Apus Kecamatan Cipayung Jakarta Timur Reni Nurjasmi; Siti M. Sholihah; Suryani Suryani; Luluk Syahr Banu; Maria Aditia Wahyuningrum
Jurnal Pelayanan dan Pengabdian Masyarakat (Pamas) Vol 3, No 2 (2019): Jurnal Pelayanan dan Pengabdian Masyarakat (Pamas)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM Universitas Respati Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1206.03 KB) | DOI: 10.52643/pamas.v3i2.523

Abstract

Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat adalah meningkatkan pengetahuan, ketrampilan, dan kesadaran serta memotivasi masyarakat khususnya kelompok ibu-ibu rumah tangga untuk menerapkan teknologi pertanian perkotaan sederhana di lahan sempit. Optimalisasi pemanfaatan lahan sempit dapat meningkatkan ketahanan pangan dan pendapatan keluarga.Kegiatan pengabdian ini dilakukan di RPTRA Bambu Petung Kelurahan Bambu Apus Cipayung Jakarta Timur. Sasaran kegiatan adalah 20 orang anggota Poktan Bambu Apus Cipayung Jakarta Timur. Kegiatan diawali dengan pre-tes dan diakhiri dengan pos-tes. Metode kegiatan yaitu metode ceramah, diskusi dan demonstrasi praktik langsung budidaya tanaman. Metode ceramah berupa presentasi  materi oleh narasumber yang meliputi budidaya tanaman hidroponik dalam baskom, budidaya tanaman bawang dalam polibag dan polikultur tanaman sayuran dalam polibag.  Metode demonstrasi bertujuan memudahkan peserta untuk mengikuti informasi yang disampaikan penyaji.Hasil kegiatan pengabdian masyarakat menunjukkan bahwa secara umum sebelum kegiatan dilaksanakan peserta telah mengetahui pertanian perkotaan bahkan beberapa peserta telah menerapkan teknologi budidaya tanaman dalam polibag di rumah mereka namun aktivitas tersebut hanya dilakukan di waktu luang.  Jenis tanaman yang dibudidayakan adalah tanaman hias, sayuran dan tanaman obat keluarga. Setelah kegiatan selesai dilaksanakan, peserta merasa sangat terbantu karena menambah pengetahuan mereka tentang macam-macam teknologi pertanian perkotaan yang dapat diterapkan termasuk teknologi sederhana. Peserta juga antusias untuk menerapkan teknologi tersebut di rumah masing-masing serta bersedia untuk mensosialisasikan hasil kegiatan kepada masyarakat kepada masyarakat di sekitar tempat tinggal. Kata kunci: Urban Farming, Lahan Sempit, Budidaya Sayuran, Pengabdian Masyarakat
Pelatihan Teknologi Pertanian Perkotaan Suryani Suryani; Reni Nurjasmi; Siti M Sholihah; Ayu Vandira Candra Kusuma
Jurnal Pelayanan dan Pengabdian Masyarakat (Pamas) Vol 1, No 1 (2017): Jurnal Pelayanan dan Pengabdian Masyarakat (Pamas)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM Universitas Respati Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (600.347 KB) | DOI: 10.52643/pamas.v1i1.445

Abstract

Pengabdian Kepada Masyarakat berjudul Penyuluhan/Pelatihan Teknologi  Pertanian Perkotaan. Tujuan pengabdian kegiatan adalah meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya teknologi pertanian perkotaan mengingat semakin sempitnya lahan perkotaan dan bahan pangan yang semakin mahal, mengoptimalkan pemanfaatan pekarangan sempit di perkotaan melalui sosialisasi berbagai teknologi budidaya, memfasilitasi keingintahuan Kelompok Tani di Kelurahan Ceger tentang pengetahuan tentang bercocok tanam dengan penerapan teknologi pertanian perkotaan, serta terbukanya peluang untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat, khususnya generasi muda menuju swasembada pangan. Metode kegiatan meliputi ceramah, diskusi dan konsultasi serta praktek teknologi pertanian perkotaan Kegiatan PKM dihadiri oleh 39 dari dari Anggota Kelompok Tani serta perwakilan dari Kelurahan Ceger,  perwakilan dari Rektorat URINDO, dan dari Fakultas Pertanian URINDO. Program kerja yang dibuat oleh Fakultas Pertanian mendapat sambutan yang positif dari anggota kelompok tani. Antusias dan dukungan dari berbagi pihak tentang pertanian perkotaan memberikan angin segar untuk ketersediaan pangan khususnya di wilayah Kelurahan Ceger.  Kegiatan PKM dengan pelatihan/penyuluhan teknologi pertanian perkotaan memberikan solusi bagi anggota untuk mengisi waktu luang, dan memenuhi ketersediaan pangan keluarga. Apabila usaha bercocok tanam di kembangkan secara sungguh-sungguh, tidak mustahil dapat menciptakan pekerjaan baru, sehingga dapat menekan jumlah pengganguran di Jakarta. Kata kunci: pelatihan, pertanian perkotaan, kelompok tani