Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

TARI PANJI MASUTASOMA: MERAWAT KEBHINEKAAN, MEMUPUK TOLERANSI Ida Ayu Wayan Arya Satyani; I Wayan Diana Putra; I Wayan Adi Gunarta
Prosiding Bali Dwipantara Waskita: Seminar Nasional Republik Seni Nusantara Vol. 2 (2022): Prosiding Bali Dwipantara Waskita: Seminar Nasionar Republik Seni Nusantara
Publisher : UPT Pusat Penerbitan LP2MPP ISI Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Praktik intoleransi di Indonesia, berdasarkan data BPIB (Badan Pembinaan Ideologi Pancasila) cenderung menguat. Tari Panji Masutasoma diciptakan sebagai respon terhadap realitas tersebut. Bagaimana proses kreatifnya? Bagaimana tarian ini mengaktualisasikan nilai toleransi? akan menjadi pokok bahasan. Tujuan diciptakannya karya ini untuk merealisasikan proses kreatif yang mencerminkan sikap ber-Bhinneka Tunggal Ika, serta mampu menggelorakan semangat toleransi. Proses penciptaannya merujuk pada metoda penciptaan angripta sasolahan: ngrencana (persiapan), nuasen (ritual awal), makalin (pemilihan, persiapan materi, dan improvisasi), nelesin (merapikan, menata secara utuh), dan ngebah (pementasan perdana). Proses kreatifnya menggabungkan unsur tari Panji Gambuh gaya Budakeling dengan Burdah dan Rudat Saren Jawa. Tujuh penarinya wajib mapaguruan (berguru) kepada pinisepuh Gambuh dan saudara muslim di Desa Saren Jawa, Desa Budakeling, Karangasem. Mereka juga dituntut memiliki kemampuan multitalenta (ngraweg): menari, bermusik, dan berolah vokal. Dengan menempatkan Kakawin Sutasoma sebagai sumber teks, karya ini diharapkan berkontribusi dalam upaya memupuk toleransi dan merawat kebhinekaan bangsa Indonesia.
"Gamelan dan Energi" Karya Musik Baru Untuk Gamelan dan Perangkat Elektronik I Kadek Janurangga; I Wayan Diana Putra
Jurnal Riset dan Pengabdian Masyarakat Vol 2 No 1 (2022): Jurnal Riset dan Pengabdian Masyarakat
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/jrpm.v2i1.1257

Abstract

The existence of Gamelan which assisted by today’s digital media is attract the enthusiasm of many people from all generations. With the presence of digital media as a tool that makes it easier to work in the creation of art, the music industry is expanding. Apart from that, the electronic music presented by an idealist person has purpose and intent of sound that is outside the industrial habits that occur. Gamelan and Energy is an art work designed on the basis of the creator's awareness that the presence and advancement of technology must coexist with the traditions inherent in society. Movement and development became a strong foundation for designing and creating this work. The elaboration of traditional Balinese creation methods and music creation methods by Roger Session became the basis for the process of forming this work. Electronic devices and acoustic instruments in the form of gamelan are used as the medium of expression in this work. Gamelan as an object of the sound reality is the basis of footing and Energy as power or strength in carrying out a form of development that refers to the existence of the subject in this work. In addition, energy as power or strength is also presented in electronic devices as a medium for manipulating sound. Each part of the compositional structure in this work implements a process of creating music based on movement and development.
EKSISTENSI KESENIAN DRAMATARI GAMBUH DI DESA ADAT PEDUNGAN, KOTA DENPASAR SELAMA PANDEMI COVID-19 Komang Ayu Tri Paramitha; I Wayan Diana Putra
PENSI : Jurnal Ilmiah Pendidikan Seni Vol 1 No 2 (2021): PENSI Jurnal Ilmiah Pendidikan Seni - Oktober 2021
Publisher : UPT Pusat Penerbitan LP2MPP ISI Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59997/pensi.v1i2.876

Abstract

Penelitian ini mengangkat topik tentang perkembangan kesenian Dramatari Gambuh di Desa Adat Pedungan selama pandemi Covid-19 bersama anak dari pakar kesenian Dramatari Gambuh dan kontribusinya terhadap kesenian Dramatari Gambuh di Desa Adat Pedungan, Kecamatan Denpasar Selatan, Kota Denpasar. Keterlibatan I Gede Geruh dalam Dramatari Gambuh di Pedungan tidak hanya sebagai seorang penari, melainkan sebagai seorang guru atau pelatih Dramatari Gambuh dan juga sebagai pengurus dalam sekaa Gambuh di Pedungan. Semua ini menunjukkan kebesaran peran dan totalnya keterlibatan I Gede Geruh dalam Dramatari Gambuh di Pedungan sebagai pengukuh dan pengokoh. Kata pengukuh digunakan untuk memposisikan I Gede Geruh sebagai seorang tokoh yang mempunyai peran penting agar nilai-nilai estetik Gambuh Pedungan tidak sampai berubah. Pengokoh digunakan untuk memposisikan Geruh sebagai seorang figur yang ibarat pilar yang mampu membuat kesenian Dramatari Gambuh Pedungan tetap eksis ditengah-tengah perubahan nilai sosial dan budaya Bali. Kata pengokoh dimaknai sebagai seorang tokoh yang ibarat tiyang penyangga untuk menjaga “bangunan” sekaa Gambuh ini jangan sampai roboh. Kehadiran seniman ini memiliki dampak yang cukup luas terhadap kehidupan kesenian, aktivitas upacara agama dan pembangunan sosial dan budaya di Desa Adat Pedungan. Namun, di situasi pandemi Covid-19 saat ini, perkembangan Gambuh di Desa Adat Pedungan mulai jarang dipentaskan atau melakukan ngayah. Walaupun akan melakukan ngayah yang biasanya dilakukan pada pujawali nutug ketelun tumpek wayang, diharapkan para penari tetap untuk menetapkan protokol kesehatan.
PEMBELAJARAN GAMELAN GONG KEBYAR BERBASIS METODE INOVATIF NOTASI DINGDONG PADA SEKAA GONG MREDHU KUMARA I Putu Budi Satya Kusuma; I Komang Sudirga; I Wayan Diana Putra
PENSI : Jurnal Ilmiah Pendidikan Seni Vol 3 No 2 (2023): Jurnal Ilmiah Pendidikan Seni
Publisher : UPT Pusat Penerbitan LP2MPP ISI Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59997/pensi.v3i2.1111

Abstract

Gamelan Gong Kebyar adalah salah satu barungan gamelan yang familiar di Bali. Perkembangannya begitu pesat dari kuantitas barungan hingga bentuk kekaryaannya. Namun dalam pembelajarannya masih perlu diberikan sentuhan inovasi salah satunya dengan menggunakan notasi. Tujuan dari penelitian ini yaitu mendeskripsikan pembelajaran gamelan Gong Kebyar berbasis metode pembelajaran inovatif dengan penggunaan media notasi ding-dong pada sekaa gong anak-anak Mredhu Kumara Banjar Oongan. Masalah yang akan dibahas dalam penelitian ini adalah penerapan metode inovatif, proses dan hasil pembelajaran inovatif, dan faktor pendukung dan faktor penghambat proses pembelajaran. Penelitian ini dirancang dengan menggunakan pendekatan kualitatif yang berhubungan dengan hasil data yang lebih menekankan pada data yang bersifat deskriptif. Teori yang digunakan dalam penelitian ini yaitu teori estetika, teori pembelajaran yang didalamnya terdapat tiga metode inovatif yang digunakan dalam penelitian ini yaitu, metode ceramah, metode demonstrasi, dan metode drill, dan teori yang terakir ada teori media pembelajaran. Sumber data penelitian ini diperoleh dari data yang ada dilapangan yaitu berupa data primer dan data skunder, dari buku-buku atau studi kepustakaan lainya. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan observasi, wawancara, dokumentasi, dan studi kepustakaan. Hasil penelitian menunjukan penerapan metode inovatif dalam pembelajaran notasi karawitam Bali. Pada penelitian ini menggunakan empat tahapan yaitu: tahap persiapan (preparation), tahap penyampaian (presentation), tahap latihan (practice), dan tahap penampilan (perfomance). Hasil pembelajaran dalam penelitian ini yang mendapatkan nilai A (sangat baik) sebanyak 5 siswa dan yang mendapatkan nilai B (baik) sebanyak 11 siswa. faktor pendukung dan penghambat dalam penelitian terdiri atas faktor internal dan eksternal.
PENGEMBANGAN VIDEO PEMBELAJARAN TEKNIK DASAR BERMAIN SULING PENGARJAN GAYA I MADE RANA Indri Rachma; I Gusti Ngurah Seramasara; I Wayan Diana Putra
PENSI : Jurnal Ilmiah Pendidikan Seni Vol 3 No 1 (2023): Pensi: Jurnal Ilmiah Pendidikan Seni - Juni 2023
Publisher : UPT Pusat Penerbitan LP2MPP ISI Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59997/pensi.v3i1.2154

Abstract

Penelitian ini membahas tentang video pembelajaran teknik dasar bermain suling pengarjan gaya I Made Rana. Dalam materi ini dikemas dalam bentuk DVD yang terdiri dari (1) deskripsi suling pengarjan; (2) bentuk fisik suling pengarjan; (3) fungsi suling pengarjan; (4) teknik dasar bermain suling pengarjan yang mencakup sikap duduk, cara memegang suling, teknik ngunjal angkihan, dan teknik dasar tetekep suling. Tujuan penelitian ini yaitu (1) mendeskripsikan proses pembuatan video pembelajaran teknik dasar bermain suling pengarjan gaya I Made Rana; (2) mendeskripsikan hasil validasi ahli materi (seni karawitan), ahli media, dan guru seni karawitan terhadap video pembelajaran teknik dasar bermain suling pengarjan; (3) mendeskripsikan hasil uji coba perorangan terhadap video pembelajaran teknik dasar bermain suling pengarjan; (4) mendeskripsikan hasil uji coba kelompok kecil terhadap video pembelajaran teknik dasar bermain suling pengarjan. Penelitian ini menggunakan jenis pengembangan R&D (research and development). Metode pengumpulan data yang digunakan berupa angket dan wawancara. Data kuantitatif dianalisis dengan penskoran, sedangkan data kualitatif dianalisis dengan komentar dan saran. Penelitian ini menghasilkan (1) video pembelajaran teknik dasar bermain suling pengarjan gaya I Made Rana; (2) hasil validasi dari uji ahli terhadap video pembelajaran teknik dasar bermain suling pengarjan Gaya I Made Rana masuk dalam kategori sangat layak; (3) hasil tanggapan peserta didik melalui uji coba perorangan terhadap video pembelajaran teknik dasar bermain suling pengarjan Gaya I Made Rana masuk kategori sangat layak; (4) hasil uji coba kelompok kecil terhadap video pembelajaran teknik dasar bermain suling pengarjan gaya I Made Rana masuk dalam kategori sangat layak.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PROJECT BASED LEARNING BERORIENTASI TRI HITA KARANA UNTUK MENINGKATKAN KREATIVITAS SISWA PADA PELAJARAN SENI RUPA KELAS XI I Putu Wahyu Widiana; I Gede Mawan; I Wayan Diana Putra
PENSI : Jurnal Ilmiah Pendidikan Seni Vol 3 No 1 (2023): Pensi: Jurnal Ilmiah Pendidikan Seni - Juni 2023
Publisher : UPT Pusat Penerbitan LP2MPP ISI Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59997/pensi.v3i1.2166

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kurangnya kreativitas dan inovasi dalam pelaksanaan pembelajaran khususnya pada mata pelajaran seni budaya materi seni rupa. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk dapat menerapkan model pembelajaran yang inovatif guna meningkatkan kreativitas siswa. Salah satu solusi yang dapat ditawarkan adalah Penerapan Model Pembelajaran Project Based Learning yang berorintasi pada salah satu kearifan lokal bali yakni Tri Hita Karana. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kreativitas siswa dalam pelajaran seni rupa serta memberikan pembelajaran yang lebih bermakna.Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dan kualitatif. Pendekatan yang digunakan selama dilaksanakannya penelitian ini adalah pendekatan saintifik. Kajian sumber penelitian ini dengan menggunakan beberapa buku dan jurnal, sedangkan teori yang digunakan adalah teori belajar, dan teori estetika. Penelitian ini menggunakan model pembelajaran Project Based Learmning Berorientasi Tri Hita Karana yaitu model pembelajaran yang memberikan kesempatan kepada siswa untuk berperan aktif dalam proses belajar mengajar serta memberikan pengalaman belajar yang lebih menarik karna siswa belajar menciptakan karya atau produknya sendiri sesuai dengan ide-ide yang dimiliki sehingga nantinya berpengaruh pada peningkatan kreativitas siswa. Subjek pada penelitian ini adalah siswa kelas XI SMA Negeri 1 Pekutatan. Metode yang digunakan dalam pelaksanaan pembelajaran selama kegiatan penelitian ini adalah metode diskusi kelompok, penugasan serta demonstrasi. Sedangkan metode pengumpulan data yang digunakan adalah angket/kuesioner kreativitas siswa. Berdasarkan hasil angket/kuesioner yang diisi oleh siswa menunjukkan hasil bahwa nilai rata-rata sebesar 4.6 disesuikan dengan kategori Penilaian Acuan Ideal Teoritik (PAIT) berada pada kategori “sangat tinggi” sehingga model pembelajaran Project Based Learning berorientasi Tri Hita Karana dapat meningkatkan kreativitas siswa.
Tabuh Kutus Lelambatan “Abdi Budaya” I Gede Mawan; I Putu Tiodore Adi Bawa; I Wayan Diana Putra
Journal of Music Science, Technology, and Industry Vol. 6 No. 2 (2023)
Publisher : Institut Seni Indonesia Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Purpose: This art research and creation aims to produce a tabuh for Kutus Lelambatan with the title “Abdi Budaya” which was presented at the Seke Gong Abdi Budaya, Banjar Anyar Perean Kangin, Baturiti, Tabanan. Methods: The method of creation or steps in the creation of the “Abdi Budaya” uses the art creation method used by two (2) gamelan composers, namely Pande Made Sukerta who composed the Content Ideas, Arranged the Arrangement Ideas and Determined the Arrangements, and I Wayan Beratha consisting of from nguping, menahin, ngalusin dan ngungkab rasa. Aesthetically, the “Abdi Budaya” refers to the style of the papayasang pegongan of Pangkung Village and the ubit-ubitan kekebyaran of Banjar Anyar Perean. Results and discussion: Lelambatan is a form of tabuh from gending pegongan which functions as an instrumental tabuh the context of ceremonies or performing arts. Conventionally there are several types according to the colotomic structure, namely tabuh pisan, tabuh telu, tabuh pat, tabuh nem and tabuh kutus. However, the Tabuh Kutus Lelambatan is very rarely found in Bali considering that its melody cycle is quite long. Long melodies from the tabuh docusus can be accomplished with the "priring" technique, namely condensing the beat divisions. Implication: The “Abdi Budaya” consists of eight parts, namely: kawitan, gineman, gegenderan, pengawak, pengisep, bebaturan, gegilakan and penyewud. Gending Tabuh Kutus Lelambatan “Abdi Budaya” is presented with the medium of Gamelan Gong Kebyar. The presentation of the Tabuh Kutus Lelambatan “Abdi Budaya” was held offline and online.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN TERPADU TIPE CONNECTED TERHADAP HASIL BELAJAR IPS PADA SISWA KELAS V SD ., I Wayan Diana Putra; ., Drs. Syahruddin,S.Pd,M.Pd.; ., I Wayan Widiana, S.Pd., M.Pd
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 2 No. 1 (2014): Vol. 2 No. 1 (2014)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v2i1.2534

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan yang signifikan hasil belajar IPS antara kelompok siswa yang mengikuti model pembelajaran Terpadu Tipe Connected dengan kelompok siswa yang mengikuti model pengajaran Konvensional pada siswa kelas V tahun pelajaran 2013/2014 di SD Gugus IV Kecamatan Buleleng Kabupaten Buleleng. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu (quasi experiment) dengan rancangan non-equivalent post test only control group design dengan melibatkan sampel sebanyak 50 siswa SD di Gugus IV Kecamatan Buleleng Kabupaten Buleleng. Sampel penelitian diambil dengan teknik random sampling. Instrumen penelitian yang digunakan untuk mengumpulkan data hasil belajar IPS adalah tes pilihan ganda. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan statistik deskriptif dan statistik inferensial. Statistik inferensial menggunakan uji-t. Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar IPS antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran Terpadu Tipe Connected dengan kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran konvensional (thitung = 3,69 > ttabel = 2,00). Dengan demikian, model pembelajaran Terpadu Tipe Connected berpengaruh terhadap hasil belajar IPS.Kata Kunci : Model Pembelajaran Terpadu Tipe Connected, hasil belajar IPS This research aimed to investigating significant difference of stundent’s learning outcomes of social science between fifth grade students taught by Integrated learning model Connected Type map and fifth grade students taught Conventional teaching model at elementary schools in Penglatan Village Buleleng Subdistrict Buleleng Regency. This study was quasi-experiment using the non-equivalent post-test only control group design involving 50 elementary school students in Penglatan Village altogether selected using simple random sampling technique. The data about student’s learning outcomes of social science were obtained using expanded multiple choice test. The data were analyzed statistically using descriptive and inferential analysis. Inferential statistics used t-test. The result of the research there was a significant difference of stundent’s learning outcomes of social science between fifth grade students taught by Integrated learning model Connected Type with learning outcomes and fifth grade students taught Conventional teaching model (tobserve = 3,69> ttable = 2,00). Based on the research result, Integrated learning model Connected Type assisted affected significantly stundent’s learning outcomes of social science. keyword : Integrated learning model Connected Type, learning outcomes of social science
PEMBELAJARAN TEKNIK DASAR KENDANG KRUMPUNGAN GAYA PELIATAN DENGAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF DI SANGGAR GAMELAN SULING GITA SEMARA Purwanto, Made Windu Agung; Mawan, I Gede; Putra, I Wayan Diana
PENSI : Jurnal Ilmiah Pendidikan Seni Vol 2 No 1 (2022): Pensi: Jurnal Ilmiah Pendidikan Seni - Juni 2022
Publisher : UPT Pusat Penerbitan LP2MPP ISI Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59997/pensi.v2i1.1716

Abstract

Penelitian ini membahas Pembelajaran Teknik Dasar Kendang Krumpungan Gaya Peliatan Dengan Model Pembelajaran Kooperatif di Sanggar Gamelan Suling Gita Semara. Kendang krumpungan gaya Peliatan merupakan salah satu kesenian klasik yang memiliki ciri khas atau karakteristik. Rumusan masalah dalam penelitian mengenai karakteristik permainan kendang krumpungan gaya Peliatan, proses dan hasil pembelajaran teknik dasar kendang krumpungan gaya Peliatan serta faktor-faktor pendukung dan penghambat selama proses pembelajaran. Tujuan dari penelitian ini untuk mendeskripsikan karakteristik kendang krumpungan gaya Peliatan, untuk mengetahui dan mendeskripsikan proses pembelajaran teknik dasar kendang krumpungan gaya Peliatan, serta untuk mengatahui dan mendeskripsikan faktor pendukung dan penghambat pembelajaran teknik dasar kendang krumpungan gaya Peliatan dengan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw di Sanggar Gamelan Suling Gita Semara. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan tahapan penelitian yang dilakukan yaitu menentukan rancangan penelitian, lokasi penelitian, instrumen penelitian, serta jenis dan sumber data. Selanjutnya pada teknik pengumpulan data yang dilakukan yaitu teknik observasi, wawancara, studi kepustakaan dan dokumentasi. Teknik analisis data disajikan dengan teknik analisis data kualitatif dan hasil analisis data disajikan dalam bentuk naratif berupa skripsi. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa kendang krumpungan gaya Peliatan memiliki karakteristik yang dapat dikaji melalui bentuk permainan, cara kerja pola permainan, dan sifat permainannya. Proses pembelajaran pada teknik dasar kendang krumpungan gaya Peliatan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw. Adapun 4 tahapan pembelajarannya yaitu: tahap persiapan (preparation), tahap penyampaian (presentation), tahap latihan (practice), dan tahap penampilan hasil (performance). Faktor pendukung dan penghambat berasal dari dari faktor internal dan faktor eksternal peserta didik dan lingkungan.
LITERASI PROGRAM TALKSHOW MECANDETAN DAN SARASASTRA DI YAYASAN JANAHITA MANDALA UBUD Gita, Ida Ayu Kiran Sandra; Putra, I Wayan Diana; Haryati, Ni Made
PENSI : Jurnal Ilmiah Pendidikan Seni Vol 4 No 1 (2024): Jurnal Ilmiah Pendidikan Seni
Publisher : UPT Pusat Penerbitan LP2MPP ISI Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59997/pensi.v4i1.3144

Abstract

Yayasan Janahita Mandala Ubud sebagai sebuah “Yayasan” didirikan oleh Bapak Drs. Tjokorda Gde Putra Sukawati dan Bapak Prof. Dr. Ir. Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati, M.Si pada penghujung Tahun 2020. Dalam usaha melestarikan, memajukan serta menguatkan  dan mengaktualisasi nilai-nilai kearifan lokal yang bernafaskan Kebudayaan Bali. Yayasan Janahita Mandala Ubud memiliki enam program acara  yaitu Mecandetan (acara talkshow bertema gamelan/karawitan Bali),Wadhu Wakya (acara talkshow bertema perempuan), Reka Jana (acara mesatua anak-anak), Masolah (acara talkshow tentang tarian Bali), Sarasastra (diskusi kesusastraan Bali) dan Bincang Santai. Acara Mecandetan dan Sarasastra rutin dilakukan setiap bulannya. Output dari program ini berupa buku hasil dari pemikiran para seniman dan budayawan. Rumusan masalah yang terdapat dalam magang/praktik kerja ini adalah mengenai Bagaimana penerapan Literasi Program Talkshow Mecandetan dan Sarasastra di Yayasan Janahita Mandala Ubud, Tahapan apa saja yang dilakukan dalam proses pelaksanaan Literasi Program Talkshow Mecandetan dan Sarasastra, Apa tujuan pelaksanaan Aktivitas Literasi Literasi Program Talkshow Mecandetan dan Sarasastra. Metode yang digunakan dalam pelaksanaan program magang/prakrik kerja di Yayasan Janahita Mandala ubud yaitu metode observasi, dokumentasi dan kepustakaan. Hasil dari program magang/praktik kerja di Yayasan Janahita Mandala Ubud memberikan pengalaman baru bagi mahasiswa prodi pendidikan seni pertunjukan, selain menjadi tenaga pendidik yang profesional juga mampu membuat modul sumber literasi bahan ajar disekolah.