Claim Missing Document
Check
Articles

Benjing Mesti Winggit: Penerapan Dalam Penciptaan Busana Dengan Konsep Metafora Cerita Rakyat Reog Ponorogo Fitriani; Sari, Dewa Ayu Putu Leliana; Sudharsana, Tjok Istri Ratna Cora
BHUMIDEVI: Journal of Fashion Design Vol. 3 No. 2 (2023): Bhumidevi
Publisher : Pusa Penerbitan LP2MPP Institut Seni Indonesia Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Terinspirasi dari salah satu cerita rakyat reog ponorogo yang merupakan alur cerita Ki Ageng Kutu berisi sindiran politik terhadap pemerintahan Raja Brawijaya V yang dinilai lemah karena terlalu disetir oleh permaisurinya. Terkait hal itu penulis mengangkat tugas akhir dari Program Kegiatan MBKM ini dengan judul “BENJING MESTI WINGGIT” sebagai refleksi untuk menumbuhkan rasa percaya diri agar tidak mudah terpengaruh. Tahapan-tahapan Metode penciptaan seni yang digunakan dalam penciptaan karya busana tugas akhir dengan konsep Cerita Rakyat Reog Ponorogo, (couture, deluxe dan ready to wear) menggunakan metodologi “FRANGIPANI, The Secret Steps of Art Fashion” (Frangipani, Tahapan tahapan rahasia dari Seni Fashion) Makna Dhahhak Merak adalah kekuatan, keindahan dan kekuasaan. Penulis menentukan lima keywords, yaitu: Keindahan dalam karya melalui bentuk tubuh yang indah dan juga menambahkan beberapa payet. Benang diterapkan dalam karya melalui makrame yang dijalin menjadi satu. Taring diterapkan melalui bentuk yang meruncing pada busana. Bulu diterapkan dalam karya busana oversize. Kebaikan diartikan teratur, yaitu simetris. Melalui penggarapannya, penulis berpegangan pada lima kata kunci yang didapat melalui hasil riset. Kelima kata kunci tersebut dituangkan pada desain serta diwujudkan melalui tahapan-tahapan penciptaan karya fashion. Penulis menerapkan proses penciptaan karya fashion FRANGIPANI sebagai acuan dalam penggarapan karya Tugas Akhir. Penulis menerapkan 10 tahapan, yakni tahapan ide pemantik, riset, storyboard & mood board, desain, sampel & konstruksi pola, hasil akhir, merek, promosi, produksi dan bisnis fashion.
Priadona Tanah Jawa: Perancangan Street Wear Dalam Peleburan Gender Pada Tarian Lengger Lanang Pakki, Andika Kurniawan; Sukmadewi, Ida Ayu Kade Sri; Sari, Dewa Ayu Putu Leliana
BHUMIDEVI: Journal of Fashion Design Vol. 3 No. 2 (2023): Bhumidevi
Publisher : Pusa Penerbitan LP2MPP Institut Seni Indonesia Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tulisan ini mendeskripsikan busana bergaya street wear dengan neutral gender fashion yang terinspirasi oleh peleburan gender pada tarian lengger lanang. Tari Lengger Lanang merupakan sebuah tarian tradisional yang berasal dari banyumas jawa tengah. Kesenian ini sudah ada sejak ratusan tahun lalu. Lengger Lanang ini bukanlah hanya sebuah tarian biasa , melainkan tarian cross gender yang tumbuh di indonesia . tarian lengger lanang merupakan sebuah tradisi pemujaan terhadap Dewi Kesuburan untuk merayakan panen atau upacara bersih desa yang sudah dilakukan turun temurun dari nenek moyang. Tarian ini dipilih sebagai ide pemantik dalam penciptaan karya busana ready to wear, ready to wear deluxe, dan haute couture yang diimplementasikan dengan gaya ungkap metafora berdasarkan 5 kata kunci terpilih yaitu, sampur, calung, peleburan, saweran, tidak sesuai kodrat. Penggambaran pada busana antara lain, sampur pada detail tali, calung pada ruffle dan kerutan, peleburan padawarna, saweranpada pemecahan pola, dan tida sesuai kodrat padabusana tidak memiliki gender. Proses pembuatan busana ini menggunakan metode dari Dr. Tjok Istri Cora Sudharsana, S.Sn, M.Si yaitu “FRANGIPANI” dengan delapan tahapan penciptaan meliputi Design Brief, Research and Sourcing, Design Development, Sample, Prototype, Dummy, Final Collection Promoting,Branding, Sale, Production Businnes. Ide dari busana ini nantinya diharapkan dapat menambah refrensi kepustakaan mengenai peleburan gender pada Tarian Lengger Lanang terhadap masyarakat agar terus lestari.
Penciptaan Karya Busana Chandra Edha Ramida : Tradisi Dudgeran di Kota Semarang Damayanti, Adinda Triska; Sari, Dewa Ayu Putu Leliana; Ruspawati, Ida Ayu Wimba
BHUMIDEVI: Journal of Fashion Design Vol. 3 No. 2 (2023): Bhumidevi
Publisher : Pusa Penerbitan LP2MPP Institut Seni Indonesia Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia adalah negara kepulauan yang memiliki keragaman budaya. Salah satu budaya nya adalah Tradisi Dugderan asal Semarang. Tradisi ini merupakan tradisi untuk memperingati bulan suci Ramadhan, sehari sebelum menjelang bulan Ramadhan setelah selesai shalat Ashar terdapat pengumuman mengenai ketetapan awal puasa Ramadhan setiap tahunnya yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kota Semarang. Alkisah, masyarakat Semarang waktu itu sering berbeda pendapat mengenai awal permulaan puasa Ramadan. sehingga Kanjeng Bupati berketetapan untuk meminta fatwa para ulama. Tradisi ini menjadi ide pemantik yang penulis pilih dan diwujudkan melalui karya busana. “Chandra Edha Ramida” yang berkolaborasi dengan CV. Terimakasih Banyak. Koleksi ini merupakan jenis busana ready to wear, ready to wear deluxe dan semi couture. Penciptaan karya busana ini menggunakan sepuluh tahapan yang bertajuk “Frangipani”, Tahapan-tahapan Rahasia dari Seni Fashion Art. Ide pemantik ini diimplementasikan melalui gaya ungkap analogi dan kata kunci yang terpilih yaitu : kepala naga diaplikasikan dengan motif, bedug diaplikasin dengan setengah lingkaran, kertas minyak diaplikasikan dengan mengambil warnanya, kembang api diaplikasikan dengan payet, dan sisik diaplikasikan dengan lukis prada dan payet. Karya busana ini mencakup elemen desain dan prinsip desain.
Ngalap Segara Tradisi Petik Laut Muncar Dalam Bentuk Busana Bergaya Feminim Romantic Devi, Ni Wayan Hanisya; Radiawan, I Made; Sari, Dewa Ayu Putu Leliana
BHUMIDEVI: Journal of Fashion Design Vol. 3 No. 2 (2023): Bhumidevi
Publisher : Pusa Penerbitan LP2MPP Institut Seni Indonesia Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tradisi Petik Laut Muncar merupakan sebuah ungkapan rasa syukur masyarakat nelayan Muncar atas rezeki dan keselamatan yang diberikan oleh Tuhan melalui alam, khususnya laut. Penciptaan ini ditujukan untuk mewujudkan transformasi penciptaan karya busana feminim romantik, mengetahui dan memahami proses mewujudkan karya busana feminim romantik, mewujudkan bentuk karya busana feminim romantik dengan tradisi petik laut Muncar sebagai ide dalam penciptaan. Proses kreatif penciptaan menggunakan sepuluh langkah penciptaan desain fashion FRANGIPANI. Proses kreatif meliputi penggalian ide, riset, analisa elemen estetis, pengembangan desain, pembuatan sampel, singularitas produk, promosi, afirmasi branding, hingga bisnis fashion. Karya busana femimim romantic ini menghasilkan tiga karya busana yaitu ready to wear, ready to wear deluxe dan couture. Karya busana ngalap segara dibedah menggunakan mindmapping untuk mendapatkan kata kunci yang akan diaplikasikan dalam bentuk busana, diantaranya adalah, Laut, Bulan, Gitik, Nasi, dan Bunga Mawar, yang divisualisasikan dengan cara analogi. Warna biru yang di dapatkan dari menganalogikan kata kunci laut, ruffles dari analogi bulan, manik-manik berbentuk perahu merupakan visualisasi dari gitik, taburan mutiara penggambaran kata kunci nasi dan lace mawar dari kata kunci bunga mawar.
AESTHETIC FORM OF SEGARA KELANGON ART FASHION WORKS Dewa Ayu Putu Leliana Sari
Proceeding Bali-Bhuwana Waskita: Global Art Creativity Conference Vol. 2 (2022): Proceedings Bali-Bhuwana Waskita: Global Art Creativity Conference
Publisher : UPT Pusat Penerbitan LP2MPP ISI Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Earth is the only planet in space that has an ocean of water on its surface. The world is mostly covered by sea level. The oceans play an essential role in Earth's climate and the world's water cycle. The water cycle never stops from the atmosphere to the Earth, one of which is the ocean. The sea itself is a global water system that connected. The influence of currents in the sea causes waves. The waves crashing and rolling in the sea create inspiration in designing a dress. The method used in analyzing the aesthetics of this art fashion form is a qualitative research method. The qualitative approach aims to describe an object or problem under study. Collecting data is in the form of documentation and a literature study. Sustainable fashion in the form of free styling draping is one of the solutions to responding to the latest fashion trends. This piece of clothing is sewed 100 percent using hand stitches, with the freestyling draping technique (making clothes by draping, pleating, twisting, wrapping, sewn without cutouts, and machine stitching). This technique is one way to respond to sustainability because the work can be unstitched as a sheet of cloth and can do a new job again. Segara kelangon means the beauty of the sea's waves, the endless ocean applied by the freestyling draping technique that is not cut off. The aesthetics of this clothing include a cocktail dress intended for morning or afternoon parties. The light blue or light blue color itself symbolizes honesty and trust.
PUSPA RAKSAKA JAGAD; DESIGN OF ECO-FRIENDLY FASHION INNOVATIONS IN CHILDREN’S KEBAYA Leliana Sari, Dewa Ayu Putu
International Journal of Social Science Vol. 5 No. 3 (2025): October 2025
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53625/ijss.v5i3.11304

Abstract

This research explores the concept of Puspa Raksaka Jagad, which involves creating children's kebaya based on eco-friendly principles by integrating upcycling techniques from thrifted clothing and ecoprinting using natural dyes derived from ylang-ylang, frangipani, and hibiscus flowers. The aim of this research is to produce children's kebaya that are not only aesthetically pleasing and comfortable to wear, but also environmentally friendly and sustainable. The methods employed include exploring recycled materials in the form of thrifted clothing, designing kebayas with unique ecoprint motifs, and creating products through the ecoprint pounding technique, which utilizes natural pigments from local plants. The results of the study show that the use of upcycling and ecoprint pounding techniques can produce children's kebaya with high aesthetic value, while reducing textile waste and the use of synthetic chemicals. This product also makes a positive contribution to cultural and environmental preservation. Puspa Raksaka Jagad is a children's fashion innovation that prioritizes sustainability, creativity, and local wisdom.
Mesra’s Bondinity: Metafora Kebersamaan Tradisi Dewa Mesraman Dalam Busana Romantic Edgy Delia Fitriani Devi, A.A Istri; Pebryani, Nyoman Dewi; Sari, Dewa Ayu Putu Leliana
BHUMIDEVI: Journal of Fashion Design Vol. 1 No. 1 (2021): Bhumidevi
Publisher : Pusa Penerbitan LP2MPP Institut Seni Indonesia Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (257.316 KB) | DOI: 10.59997/bhumidevi.v1i1.283

Abstract

Dewa Mesraman adalah salah satu tradisi yang berasal dari Kabupaten Klungkung dan sudah dilaksanan secara turun-temurun. Tradisi ini memiliki tujuan untuk memupuk rasa kebersamaan antar penduduk di daerah tersebut sedari kecil. Tradisi ini dilaksanakan setiap enam bulan sekali dan bertepatan dengan hari raya Kuningan. Sebelum menuju ke prosesi inti dalam tradisi ini, terdapat beberapa prosesi dan persiapan yang harus dilakukan. Prosesinya antara lain menjor, nunas paica, magibung, masuciang, rejang, dan terkahir adalah mesolah atau mesraman. Tradisi ini juga dianggap sebagai sebagai simbolisasi kemenangan dharma melawan adharma. Tradisi Dewa Mesraman menjadi inspirasi penulis dalam penciptaan karya busana. Penciptaan karya busana ini menggunakan gaya ungkap metafora. Dalam proses penciptaan karya busana ini menggunakan delapan tahapan penciptaan frangipani yang diambil dari disertasi : Tjok Istri Ratna Cora Sudharsana, dengan judul “Wacana Fesyen Global dan Pakaian di Kosmopolitan Kuta”, tahun 2016, yaitu diawali dengan design brief, kemudian research and sourching selanjutnya tahapan ketiga yaitu design development, sehingga menghasilkan final collection, tahap ke lima yaitu prototype, sample and construction lalu didukung dengan promotion, branding and sales dan pada tahapan terakhir adalah business. Karya busana yang terinspirasi dari tradisi Dewa Mesraman ini akan terbagi menjadi tiga busana dengan tingkat kesulitan bertahap yaitu ready to wear, ready to wear deluxe, dan semi couture. Tradisi Dewa Mesraman ini divisualisasikan dengan kata kunci asimetris, simbol kebersihan, memutar berpola lingkaran, bahan alam, dan beradu.
Trend Fashion Busana Kerja Wanita di Masa Pandemi Covid 19 Sari, Dewa Ayu Putu Leliana
BHUMIDEVI: Journal of Fashion Design Vol. 1 No. 1 (2021): Bhumidevi
Publisher : Pusa Penerbitan LP2MPP Institut Seni Indonesia Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (952.995 KB) | DOI: 10.59997/bhumidevi.v1i1.285

Abstract

Tulisan ini bertujuan untuk mengetahui trend fashion busana kerja wanita terkini di masa pandemic covid 19. Bagi seorang wanita, fashion memiliki arti yang sangat penting. Meski trend fashion bergulir dengan sangat cepat (fast fashion), terkadang tidak harus selalu mengikutinya, namun paling tidak mengetahui perkembangannya. Busana kerja pada wanita begitu banyak jenis dan modelnya. Adaptasi gaya hidup dan budaya kerja dikarenakan pandemic covid 19 tak bisa dihindari lagi. Salah satu hal yang tak dielakkan lagi yaitu pemilihan busana dalam bekerja untuk menunjang kebiasaan baru tersebut. Pandemic merubah budaya kerja masyarakat khususnya wanita, yang biasanya dari kantor, di masa lebih menekankan ke work from home (bekerja dari rumah). Dalam pemilihan busana kerja ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, yaitu: modelnya harus menunjang sesuai dengan aktivitas pekerjaan wanita karier tersebut: sopan, tidak mengganggu kebebasan bergerak, warna: lembut dan jangan menggunakan bermacam-macam warna, bahan yaitu: nyaman dikenakan, tidak mudah kusut, tidak tembus pandang, tidak mengkilat, tidak terlalu tebal, tidak kasar dan menyerap keringat. Pemilihan busana kerja wanita yang baik juga mengutamakan etika dan estetika dalam, yaitu meliputi pemilihan busana kerja yang sopan/tidak seksi, sepatu harus rapi, bersih dan nyaman, pakai busana kerja yang sesuai dengan ukuran pas badan, jangan memperlihatkan pakaian dalam, sesuai dengan budaya dan peraturan (norma hukum dan norma agama), kreatif dalam mempadupadankan atasan, bawahan serta aksesoris, serta menjaga penampilan diri. Adapun trend fashion item wajib dalam bekerja di era pandemic yaitu outer (jaket, cardigan dan blazer), sleeve sweater, baju APD stylist dan masker (item paling wajib yang dikenakan pada saat pandemic covid 19).
“Di Balik Muka” Analogi Rupa Film Moammar Emka’s Jakarta Undercover Dalam Busana Sexy Alluring Maheswari, Ni Made Dian; Ratna Cora S., Tjok Istri; Sari, Dewa Ayu Putu Leliana
BHUMIDEVI: Journal of Fashion Design Vol. 1 No. 1 (2021): Bhumidevi
Publisher : Pusa Penerbitan LP2MPP Institut Seni Indonesia Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1806.666 KB) | DOI: 10.59997/bhumidevi.v1i1.301

Abstract

Film Moammar Emka’s Jakarta Undecover menjadi landasan menciptakan karya busana dengan judul “di Balik Muka: Analogi Rupa Film Moammar Emka’s Jakarta Undercover dalam Busana Sexy Alluring”. Film ini bercerita mengenai seseorang yang bercita-cita menjadi wartawan dan merantau ke Jakarta, tetapi terjebak oleh ‘wajah lain’ Jakarta dengan ‘kehidupan’ malam yang diketahui oleh segelintir orang. Gaya hidup dalam film melewati batas norma dan merusak kebudayaan Indonesia, menjadi inspirasi bertujuan memberitahukan akibat dari gaya hidup yang dapat merusak kebudayaan dan norma-norma yang ada di Indonesia. Tujuan diciptakan karya busana adalah untuk mengetahui tahapan peciptaan koleksi busana; strategi, promosi, pemasaran, branding, dan penjualan; serta sistem produksi dan bisnis. Metode penciptaan yang diterapkan adalah metode Delapan Tahapan Penciptaan Frangipani dari Ratna Cora Sudharsana. Yang terdiri dari Design brief; Research and sourcing; Design development; Prototype, sample, and construction; Final collection; Promotion, branding, and sale; Production; he business. Dengan berlandaskan teori analogi milik F.D.K. Ching; teori semiotika milik Ferdinand de Saussure; teori estetika milik Hospers; unsur desain; prinsip desain; teori strategi, branding, dan pemasaran milik Nickles dan Kotler; teori produksi dan bisnis milik Osterwalder dan Pigneur. Hasil penciptaan adalah koleksi busana yang terdiri dari busana ready to wear untuk pria, ready to wear deluxe untuk wanita, dan semi couture untuk wanita. Diciptakan menggunakan tenik menjahit dengan mesin dan tangan, manipulasi (sablon, digital printing, lukis), dan rajut. Serta fashion brand; rancangan pagelaran busana; bisnis model kanvas; cara produksi, promosi, penjualan, pemasaran.
NGELEBUR MALA: ANALOGI TRADISI SIAT SARANG DALAM BUSANA BERGAYA DRAMATIC GLAMOUR Adi, I Gusti Ngurah Krisna; Sujana, I Wayan; Leliana Sari, Dewa Ayu Putu
BHUMIDEVI: Journal of Fashion Design Vol. 1 No. 2 (2021): Bhumidevi
Publisher : Pusa Penerbitan LP2MPP Institut Seni Indonesia Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1836.116 KB) | DOI: 10.59997/bhumidevi.v1i2.736

Abstract

Tulisan ini bertujuan untuk mendeskripsikan busana bergaya dramatic glamour yang terinspirasi dari tradisi siat sarang yang berasal dari desa selat, kecamatan selat, kabupaten Karangasem. Siat sarang adalah sebuah tradisi penolak bala yang dilaksanakan serangkaian dengan upacara ngusaba dimel (dodol) bertujuan untuk meminta kesuburan serta terhindar dari segala kekuatan negatif yang dapat menggangu jalanya upacara. Keunikan tradisi ini menjadikan inspirasi sebagai ide pemantik dalam menciptakan karya busana ready to wear, ready to wear deluxe, dan haute couture . Dengan mengunakan teknik digital printing, manipulation textile, embroidery, beading, dan makrame, sebagai perwujudan dari keyword yang dipilih yaitu sarang, gambar mahluk bhuta kala, sore hari dan tali persaudaraan sesuai dari visual, filosofis serta keunikan lain dari tradisi siat sarang. Selain itu juga menciptakan sebuah brand yang bernama Unique Hand dilengkapi dengan name card, prise tag, paper bag, dan paper boks yang sesuai dengan karakter dari Brand Unique Hand melalui strategi promosi, pemasaran, branding, dan penjualan dengan system bisnis model canvas. Metode penciptaan yang digunkan adalah analogi dan frangipani. Frangipani adalah delapan tahapan penciptaan meliputi Design Brief, Research and Sourcing, Design Development, Sample,Prototype, Dummy, Final Collection Promoting, Branding, Sale, Production, The Business. Hal ini membuktikan bahwa untuk melestarikan dan memperkenalkan budaya lokal yang kita miliki bisa melalui apapun salah satunya melalui desain fashion.