Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

Analisis Video Watu Gong sebagai Assesmen Diagnostik Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila Larasati Dwi Syukuria Mahrifah; Eko Wahyuni Rahayu; Setyo Yanuartuti
EDUKATIF : JURNAL ILMU PENDIDIKAN Vol 6, No 3 (2024)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/edukatif.v6i3.6119

Abstract

Penelitian ini membahas Assesmen diagnostic konten pada materi Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila sebagai implementasi kurikulum merdeka tema kearifan Lokal di SMAN Rambipuji kabupaten Jember. Assemen diagnostic dilakukan dengan dua cara yaitu assesmen non - kognitif dan assesmen kognitif. Tujuan Assesmen diagnostic untuk mendapatkan bukti atau informasi yang lengkap sebagai umpan balik guru, murid dan orang tua. Peneliti melakukan assesmen diagnostic materi atau konten video cagar budaya prasasti watu gong sebagai tugas Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila. Metode penelitian yang diguanakan yaitu kualitatif deskriptif teknik analisis konten video cagar budaya watu gong untuk mendapatkan informasi secara mendalam mengenai isi materi sebagai pembentukan karakter Profil Pelajar Pancasila. Hasil penelitian ini menjabarkan assesmen diagnostic non – kognitif dan kognitif pada konten video cagar budaya Prasasti watu gong dalam membangun karakter Profil Pelajar Pancasila. Menemukan evaluasi pembelajaran dan tindak lanjut materi pada tema kearifan lokal yang perlu dikakukan pada Projek Peguatan Profil Pelajar Pancasila di SMAN Rambipuji kabupaten Jember
FORM OF PERFORMANCE OF THE FINAL SCENE IN THE BARONGAN DRAMATARY IN BLORA DISTRICT Fifi Ester Galuh Cahyani; Eko Wahyuni Rahayu
JISOSEPOL: Jurnal Ilmu Sosial Ekonomi dan Politik Vol. 2 No. 2 (2024): JISOSEPOL : Jurnal Ilmu Sosial Ekonomi dan Politik, Edisi Juli-Desember 2024
Publisher : Samudra Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61787/6ryv4p87

Abstract

This research aims to describe the form of performance the Pentulan scene in the Barongan dance drama in Blora Regency. The form theory use by Schechner (2002)  dance drama theory used by Soedarsono and Narwati (2014) and Rusliana (2014) and function theory by Soedarsono (2001). The research method used is descriptive qualitative. Research data sources were obtained from person, place and paper data sources. Personal data: Adi Wibowo, Jaka Adi Kartika, Sofyan Said Maulana and Subur Widodo. Place data sources were obtained from observations at Sanggar Risang Guntur Seto (RGS) and performances in the Tempurejo village field. The paper data source was obtained from documentation in the form of photos and videos of performances. Data collection techniques use observation, interviews, documentation studies and literature studies. Data analysis techniques use data reduction, data presentation and drawing conclusions. Data validity uses method triangulation, source triangulation and method triangulation. The results of this research show that the performance form of the Pentulan scene consists of three parts, namely beginning, middle and end, whereas in the Barongan dance drama the Pentulan scene is in the middle part which uses the masked dance drama genre with a protagonist character.
PRESENTATION FORM OF MAYANG RONTEK DANCE BY SETU AS A GUEST WELCOMING DANCE (CEREMONIAL) IN MOJOKERTO DISTRICT Kinanti Dwi Safitri; Eko Wahyuni Rahayu
JISOSEPOL: Jurnal Ilmu Sosial Ekonomi dan Politik Vol. 3 No. 1 (2025): JISOSEPOL : Jurnal Ilmu Sosial Ekonomi dan Politik, Edisi Januari-Juni 2025
Publisher : Samudra Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61787/zcmtcf07

Abstract

Penelitian ini berfokus pada bagaimana bentuk penyajian dan fungsi Tari Mayang Rontek sebagai tari penyambutan tamu (Seremonial) di Kabupaten Mojokerto. Tujuan penelitian ini untuk mengkaji bentuk penyajian dan fungsi Tari Mayang Rontek sebagai tari penyambutan tamu yang difokuskan pada rangkaian Upacara Penyambutan Kapolres Baru Kabupaten Mojokerto Tahun 2024. Pengkajian penelitian ini dilakukan menggunakan landasan teori bentuk tari yang diungkap oleh Sumandiyo Hadi (2012untuk mengkaji rumusan masalah tentang bentuk penyajian Tari Mayang Rontek sebagai tari penyambutan Kapolres baru tahun 2024. Sumber data pada penelitian ini dibagi menjadi tiga yaitu place (tempat), person (narasumber), paper (data tertulis), dan dokumentasi. Penelitian ini menggunakan teknik triangulasi untuk memastikan data yang diperloeh adalah data yang benar dan akurat. Prosess analisis menggunakan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dan verifikasi. Berdasarkan hasil yang diperoleh di lapangan, peneliti mendapatkan data yagn berkaitan dengan bentuk penyajian dan fungsi Tari Mayang Rontek sebagai tari penyambutan tamu (Seremonial) di Kabupaten Mojokerto.
Strengthening Regional Arts Competitions in Banyuwangi: Enhancing Creativity and Local Arts Development through Event Management Workshops Arif Hidajad; Anik Juwariyah; Retnayu Prasetyanti Sekti; Eko Wahyuni Rahayu; I Nengah Mariasa
Maneggio Vol. 2 No. 6 (2025): DECEMBER-MJ
Publisher : PT. Anagata Sembagi Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62872/qqw07759

Abstract

Regional art competitions have strategic potential as instruments for developing local art ecosystems, yet in practice they are often reduced to ceremonial, event-oriented agendas. This condition limits their contribution to strengthening artistic creativity and the sustainability of local arts. This study aims to analyze the role of event management workshops in improving the quality of regional art competition management and its impact on artists’ creativity and sustainable local art development in Banyuwangi. The study employs a qualitative descriptive-analytical method with a contextual and interpretative approach. Data were collected through in-depth interviews with art competition organizers, local artists, and workshop facilitators, as well as document analysis of cultural policies and art programs. The findings indicate that event management workshops function as a capacity-building intervention that transforms management paradigms, strengthens strategic planning, curation systems, and stakeholder networking. Professionally managed art competitions create conducive environments for creative experimentation, reflective learning, and the sustainability of local artistic practices. This study concludes that strengthening managerial capacity through event management workshops is a key strategy for transforming regional art competitions into sustainable instruments for local art ecosystem development.
PENGUATAN KOMPETISI SENI DAERAH BANYUWANGI: MENINGKATKAN KREATIVITAS DAN PENGEMBANGAN SENI LOKAL MELALUI WORKSHOP MANAJEMEN EVENT Arif Hidajad; Eko Wahyuni Rahayu; Trisakti Trisakti; Anik Juwariyah; I Nengah Mariasa; Retnayu Prasetyanti Sekti
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 5 (2025): Vol.6 No. 5 Tahun 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v6i5.52002

Abstract

Program Penguatan Kompetisi Seni Daerah Banyuwangi merupakan upaya strategis untuk meningkatkan kreativitas dan kapasitas pelaku seni lokal melalui penyelenggaraan workshop manajemen event. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bentuk pendampingan dan pemberdayaan komunitas seni di daerah agar mampu mengelola kegiatan seni secara profesional, inovatif, dan berkelanjutan. Melalui pendekatan partisipatif, peserta memperoleh pengetahuan mengenai konsep dasar manajemen event, strategi promosi, hingga evaluasi kegiatan. Hasil pelaksanaan menunjukkan adanya peningkatan kemampuan peserta dalam merancang dan mengimplementasikan kegiatan seni yang bernilai ekonomis serta berdaya saing. Selain itu, program ini juga mendorong terciptanya jejaring kolaboratif antarpelaku seni, pemerintah daerah, dan masyarakat. Dengan demikian, kegiatan ini berkontribusi terhadap penguatan ekosistem seni dan pelestarian budaya lokal di Banyuwangi.
KEPRIBADIAN BIG FIVE DALAM CERMIN SELERA SENI: STUDI KUALITATIF PREFERENSI MUSIK DAN SENI RUPA PADA GURU DAN SISWA SMK PERGURUAN CIKINI Fitri Nurmala Sari; Indar Sabri; Eko Wahyuni Rahayu
JS (JURNAL SEKOLAH) Vol. 10 No. 3 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/ybpgcf98

Abstract

Abstract: This study explores the relationship between Big Five personality dimensions and aesthetic preferences specifically in music and visual arts among teachers and students at SMK Perguruan Cikini. Using a qualitative approach with semi-structured interviews involving 18 participants (8 teachers, 10 students) and thematic analysis Braun & Clarke, three main themes emerged: art as emotional regulation, personality expression through aesthetic preference, and the role of aesthetic taste in shaping aesthetic self. Openness to experience was the strongest predictor of aesthetic exploration in late adolescents, while conscientiousness governed art's functional role in adults. These findings contribute to the limited body of qualitative research on personality and aesthetic preference in Indonesian vocational education contexts. Keyword: Big Five Personality, artistic taste, music preference, visual arts Abstrak: Penelitian ini mengeksplorasi relasi antara kepribadian Big Five dan preferensi estetik dalam musik dan seni rupa pada guru dan siswa SMK Perguruan Cikini. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan wawancara semi-terstruktur terhadap 18 informan (8 guru, 10 siswa) dan analisis tematik Braun & Clarke, ditemukan tiga tema utama: seni sebagai regulasi emosi, ekspresi kepribadian melalui preferensi estetik, dan peran selera seni dalam pembentukan aesthetic self. Dimensi openness to experience menjadi prediktor terkuat eksplorasi estetik pada remaja akhir, sementara conscientiousness mendominasi fungsi seni pada kelompok dewasa. Temuan berkontribusi pada minimnya kajian kualitatif tentang kepribadian dan preferensi estetik dalam konteks pendidikan kejuruan di Indonesia. Kata Kunci: Big Five Personality, selera seni, preferensi musik, seni rupa  
TARI PALANG YUDHO SEBAGAI REPRESENTASI TRANSFORMASI BUDAYA KABUPATEN MADIUN Rahma Raffi Aristawati; Arif Hidajad; Eko Wahyuni Rahayu
Greget: Jurnal Kreativitas dan Studi Tari Vol. 24 No. 2 (2025): KEBERAGAMAN KARYA TARI SEBAGAI EKSPRESI SIMBOLIK
Publisher : Institut Seni Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33153/grt.v24i2.7897

Abstract

This article examines the process transformation of local cultural traditions into a modern dance work titled Tari Palang Yudho, a choreography inspired by two major cultural identities of Madiun: the Dongkrek performance tradition and pencak silat. The study aims to analyze how these cultural sources are transformed into new artistic expressions through the processes of reinterpretation, stylization, and symbolic reconstruction. Using a qualitative descriptive approach, data were collected through observation, interviews with the choreographer Pipin Dwi Pangesti and cultural practitioners in Madiun, as well as documentation studies. The findings indicate that the creation of Palang Yudho demonstrates a multidimensional cultural transformation, including the transformation of form, function, and meaning. Dongkrek, traditionally functioning as a ritual to ward off calamity, is reconstructed into a theatrical dance form, while pencak silat is adapted into stylized movement vocabulary to strengthen the identity of Madiun as Indonesia’s Village of Fighters. The transformation also occurs in musical composition, costume, and narrative structure to produce a contemporary aesthetic that remains rooted in local cultural values. This study highlights that Palang Yudho serves not only as a creative work but also as a cultural strategy for preservation, revitalization, and cultural representation in the modern performing arts landscape.
PENGUATAN KOMPETISI SENI DAERAH BANYUWANGI: MENINGKATKAN KREATIVITAS DAN PENGEMBANGAN SENI LOKAL MELALUI WORKSHOP MANAJEMEN EVENT Arif Hidajad; Eko Wahyuni Rahayu; Trisakti Trisakti; Anik Juwariyah; I Nengah Mariasa; Retnayu Prasetyanti Sekti
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 7 No. 3 (2026): Vol. 7 No. 3 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v7i3.51998

Abstract

Program Penguatan Kompetisi Seni Daerah Banyuwangi merupakan upaya strategis untuk meningkatkan kreativitas dan kapasitas pelaku seni lokal melalui penyelenggaraan workshop manajemen event. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bentuk pendampingan dan pemberdayaan komunitas seni di daerah agar mampu mengelola kegiatan seni secara profesional, inovatif, dan berkelanjutan. Melalui pendekatan partisipatif, peserta memperoleh pengetahuan mengenai konsep dasar manajemen event, strategi promosi, hingga evaluasi kegiatan. Hasil pelaksanaan menunjukkan adanya peningkatan kemampuan peserta dalam merancang dan mengimplementasikan kegiatan seni yang bernilai ekonomis serta berdaya saing. Selain itu, program ini juga mendorong terciptanya jejaring kolaboratif antarpelaku seni, pemerintah daerah, dan masyarakat. Dengan demikian, kegiatan ini berkontribusi terhadap penguatan ekosistem seni dan pelestarian budaya lokal di Banyuwangi.