Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

STRATEGI KOMUNIKASI PEMERINTAH DAERAH KARAWANG DALAM MELAYANI PENGADUAN MASYARAKAT MELALUI WEBSITE LAPOR Ajeng Maryuani Kusmayadi; Wahyu Utamidewi; Rastri Kusumaningrum
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 9, No 4 (2022): NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v9i4.2022.1184-1194

Abstract

Penelitian ini membahas mengenai strategi Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Karawang dalam pelayanan pengaduan masyarakat melalui website LAPOR. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui bagaimana strategi komunikasi yang dilakukan oleh Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Karawang dalam memberikan pelayanan terhadap masyarakat terkait pengaduan yang disampaikan melalui website LAPOR. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif dan didukung dengan kajian teori perencanaan Charles Berger. Pemilihan informan dilakukan dengan menggunakan teknik purposive sampling. Informan dalam penelitian ini berjumlah lima orang, dengan dua orang merupakan informan utama, dan tiga orang merupakan informan pendukung. Perolehan data dalam penelitian ini dilakukan dengan beberapa cara yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan reduksi data, penyajian data, dan, verifikasi dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa strategi komunikasi yang dilakukan oleh Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Karawang meliputi tiga tahapan, diantaranya yaitu tahap perencanaa, tahap pelaksanaan, dan tahap evaluasi.
PELAKSANAAN PERATURAN PEMERINTAH NOMOR 18 TAHUN 2016 DI RSUD KARAWANG Siti Nursanti; Yanti Tayo; Wahyu Utamidewi
Metacommunication Journal of Communication Studies
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (789.481 KB) | DOI: 10.20527/mc.v4i2.6781

Abstract

Government regulations related to regional apparatus number 18 of 2016 changed the status of regional public hospitals from regional technical institutions to limited regional service units under the Karawang District Health Office. Decentralization of the health sector entered a new era, Government Regulation number 18 of 2016 made the Health Service the only government agency that deals with the health sector from starting to Promotive, preventive, curative and rehabilitative efforts. The purpose of this study was to determine the communication activities of the Karawang District Health Office in the application of Government Regulation number 18 of 2016. This study used a qualitative research method with a case study approach. Karawang Regency, and Chairperson of the Karawang Regency Hospital Supervisory Board. The results of this study are internal communication from the top down or the bottom up is easier to do both directly, and indirectly, direct communication is done by superiors by telephone and then followed up using official letters.
MOTIF DAN MAKNA PROFESI BIKE MESSENGER BAGI ANGGOTA WESTBIKE MESSENGER SERVICE JAKARTA Maulana Naseem Alwi; Siti Nursanti; Wahyu Utamidewi
Metacommunication Journal of Communication Studies
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (465.647 KB) | DOI: 10.20527/mc.v6i2.10122

Abstract

The increasing congestion in the capital city of Jakarta demands new solutions and innovations in the delivery of goods or documents. From this problem, the company Westbike Messenger Service emerged as a service provider for goods delivery using bicycles. Making the birth of a new profession, namely bike messenger, is a unique profession because usually courier services for delivery of goods use motorized vehicles. The researcher aims to determine the motives and meaning of the bicycle courier profession for members of the Westbike Messenger Service in Jakarta. This research method uses a qualitative method with a phenomenological approach, because the researcher tries to find out the phenomena from the direct experience of the informants, as well as the motives and meanings of the informants living their profession. The data obtained by the researcher were obtained through in-depth interviews, observation, and document study. The results of the study show first, the motive for choosing the bike messenger profession due to economic factors, the hobby of cycling, just experimenting, and suggested by friends. Second, the motive for (in-order-to motive), namely for career advancement, own income, producing hobbies, and wanting to be like a foreign courier. Third, the meaning of the bike messenger profession as his love for bicycles and a productive hobby.
STUDI FENOMENOLOGI IBU THALLER DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH KARAWANG Siti Nursanti; Vinny Putri Frissilya; Yanti Tayo; Wahyu Utamidewi
Metacommunication Journal of Communication Studies
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (248.96 KB) | DOI: 10.20527/mc.v5i1.6782

Abstract

Thalassemia is a blood disorder or acute anemia that cannot be cured. The role of a mother in caring for a child is the most important role, especially for a mother of a term Thaller used for thalassemia patients. In caring for a Thaller the mother will have its meaning about Thalassemia and has a business looking for treatment with certain reasons to keep her child healthy. This study relates to how the mother interpreted Thalassemia and how the mother's communication experience in carrying out her profession as a mother Thaller. The researcher used a qualitative method with a phenomenological approach to a study that wanted to gain knowledge about a mother Thaller in interpreting her profession from the results of her conscious experience. The theory used in this study is the Phenomenology theory Alferd Schutz and the Symbolic Interaction theory. With 3 informants. The results of the research on the meaning of Thalassemia according to the informants' point of view are that Thalassemia is not an obstacle in getting along and facing the general public and is not a differentiator that makes their children different from other children and makes Thalassemia a test of life that must be faced in any form. Their motive for continuing treatment for their children is that they want their children to be healthy and heal, even though in reality they cannot be cured and must continue to undergo treatment without any complaints.
IMPLEMENTASI CYBER PUBLIC RELATIONS UNIVERSITAS SINGAPERBANGSA KARAWANG PADA PERSAINGAN ERA DIGITAL Tri Susanto; Wahyu Utamidewi; Reka Prakarsa Nur Muhamad; Satria Ali Syamsuri
Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol 3, No 1 (2019): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmishumsen.v3i1.3454

Abstract

Penggunaan teknologi dalam kegiatan public relations sangat dibutuhkan dalam membangun network kepada baik konsumen ataupun relations yang dibutuhkan dalam sebuah institusi/perusahaan, dalam hal ini dikenal dengan istilah cyber Public Relations, yaitu suatu usaha seorang public relations yang menggunakan media internet sebagai sarana publikasinya dalam meningkatkan reputasi baik tingkat nasional maupun internasional. Persaingan yang ketat pada era digital menuntut perguruan tinggi terus bersaing dalam pemenuhan informasi pada khalayak, dalam proses ini Humas Unsika merupakan bagian terpenting dalam kegiatan cyber public relations. Penelitian ini dilakukan dengan metode penelitian kualitatif dengan sifat deskriptif. Dengan tujuan penelitian untuk mengetahui dan menganalisis serta mengevaluasi kegiatan cyber public relations yang telah dilakukan oleh Universitas Singaperbangsa Karawang selama ini semenjak beralih status dari swasta menjadi Negeri. Dalam hal ini kegiatan cyber public relations terkait dengan publikasi online berupa press release, kerjasama, jurnal online, siakad, video maupun penyedia informasi pada situs resmi Universitas Singaperbangsa Karawang. Selain itu faktor pendukung lainnya adalah penggunaan media sosial karena kekuatan media sosial dalam menggalang opini di dunia maya mulai diperhitungkan banyak pihak, tidak mengherankan jika suatu merek institusi dapat dicitrakan secara baik tetapi juga dihancurkan melalui penggalangan opini melalui media sosial. Tetapi, kurang maksimalnya aktifitas cyber PR Unsika membuat Institusi ini cukup sulit bersaing di media internet. Peneliti berharap dengan adanya penelitian ini menjadi tinjauan serta masukan agar humas dapat meningkatkan aktivitas cyber public relations di Universitas Singaperbangsa Karawang dengan baik ke depannya sehingga dapat bersaing dalam tingkat nasional maupun internasional.  The use of technology in public relations is needed for building networks toward consumers or important relations in an institution / company, in this case known as cyber Public Relations, an effort by public relations to utilize internet media as a mean of publicity in improving good reputation both nationally and internationally. Intense competition in the digital era requires universities to compete in sharing information to the public. In this process the Unsika Public Relations is the most important part in cyber public relations. This research was conducted using qualitative research method with descriptive nature. The aim of this research is to find out, analyze, and evaluate cyber public relations activities carried out by the University of Singaperbangsa Karawang so far after having its status changed from a private university to public university. In this case, cyber public relations activities related to online publications are in the form of press releases, cooperation, online journals, news, videos, and information provision on the official site of the University of Singaperbangsa Karawang. Meanwhile, another supporting factor is the use of social media for its capability to rally a certain opinion has begun to be taken into account by many parties. It is not surprising that an institutional brand can either be well-perceived, or ill-perceived through the gathering of opinions on social media. However, the lack of Unsika cyber PR activities hinders this university from competing on the internet media. The researchers hope that this research serves as a review and a suggestion for public relations to increase cyber public relations activities at the University of Singaperbangsa Karawang in the future to allow it to compete on national and international levels.
Pola Interaksi Pengguna Twitter Pada Akun Menfess @Areajulid Linda Silviana; Yanti Tayo; Wahyu Utamidewi
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 8 No 8 (2022): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (224.527 KB) | DOI: 10.5281/zenodo.6622323

Abstract

The emergence of the internet is a means of communication that makes it easier for us to communicate and interact with other users. The rise of the internet has led to the emergence of a form of communication in a medium with technology (Computer Mediated Communication). The purpose of this study is to describe how the interaction patterns carried out by twitter users who follow the menfess @areajulid account. This research is a qualitative research using Virtual Ethnography method. The results of the study found that the type of twitter user interaction pattern is a dissociative interaction pattern where this interaction pattern is an interaction process that leads to disputes between individuals and groups to achieve certain goals. In this study, dissociative interaction patterns are included in the type of social conflict where conflict is a tension that occurs between individuals or groups to cause a conflict.
The Meaning of The Romantic Relationship for Husband and Wife Couples Mevi Yulinda; Yanti Tayo; Wahyu Utamidewi
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 8 No 10 (2022): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (119.583 KB) | DOI: 10.5281/zenodo.6791724

Abstract

Romantic relationships are voluntary interactions compared to other types of relationships with groups, these relationships differ in intensity, usually characterized by expressions of affection and expectations of sexual behavior. This study discusses the meaning of romantic relationships in married couples who are still students. The purpose of this study is to understand the meaning and motives of romantic relationships and the communication experience of married couples who are still students. This study uses a qualitative methodology with a phenomenological study. The results of this study found that (1) The motive of romantic relationships for married couples who are still students is a noble thing and must be maintained as well as possible because involves interest, commitment, and intimacy in the form of verbal and nonverbal communication carried out in everyday life. (2) The meaning of the romantic relationship of a married couple who is still a student is also found in involvement, control, sharing of time and activities as well as the presence of attention and trust. (3) The experience of communication between husband and wife carried out by married couples who are still students is a form of interpersonal communication in the form of verbal and nonverbal communication, with the aim of sharing stories, feelings and giving attention.
KONSTRUKSI MAKNA ISTRI TENTANG PERAN SUAMI (Studi Fenomenologi Tentang Istri Sebagai Wanita Karir dan Memiliki Pendapatan yang lebih Besar dari Suami di Kota Jakarta) Wahyu Utamidewi
Jurnal Politikom Indonesiana Vol 2 No 2 (2017): Jurnal Politikom Indonesiana
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Singaperbangsa Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (373.672 KB) | DOI: 10.35706/jpi.v2i2.966

Abstract

ABSTRAK Kondisi perempuan disektor industri atau sektor di luar rumah (publik) kini jauh lebih baik. Sehingga kianbanyak perempuan yang terdorong untuk memasuki sektor ini. Realitasnya mereka yang bekerja sebagai wanitakarir atau disektor publik memiliki penghasilan lebih besar dibanding suami. Mengenai istri disektor publik, makaakan muncul sebuah konstruksi istri tentang peran suami dan relasi suami istri dalam rumah tangga. Peran danpembagian tugas perempuan dan laki-laki sangat ditentukan oleh budaya. Di Indonesia perempuan diposisikansebagai ibu rumah tangga yang harus melakukan peran domestik. Bahkan perempuan yang bekerja di luar rumahpun harus melakukan peran ganda yaitu tetap melakukan urusan domestik disamping aktifitas di luar rumah. Priayang diposisikan sebagai pemimpin rumah tangga cendrung lebih dibebas tugaskan dalam pengurusan rumahtangga. Pergeseran budaya saat ini memiliki pengaruh terhadap pergeseran peran dan pembagian tugas perempuandan laki-laki. Sejumlah orang kini sudah tidak tabu lagi memandang laki-laki yang melakukan urusan domestik.Walau masih sejumlah kecil masyarakat ada beberapa keluarga yang secara sukarela melakukan pembagian perandimana perempuan yang mencari nafkah dan pria yang melakukan urusan domestik. Penelitian ini menggunakanteori-teori tentang gender dan komunikasi diantaranya adalah teori tentang komunikasi keluarga, konstruksi sosialPeter L.Berger, teori feminisme liberal, dan teori nature. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif denganstudi fenomenologi. Data diperoleh dengan melakukan observasi. Penelitian juga melakukan wawancara mendalamkepada perempuan yang memiliki karier di luar rumah serta berperan menjadi kepala keluarga. Kesimpulan padapenelitian ini mampu memberikan gambaran kepada masyarakat tentang perempuan di ranah publik. Dengan tujuanuntuk memberikan gambaran mengenai pentingnya kesetaraan gender antara laki-laki dan perempuan di ranahpublik. Namun, pada kenyataannya kesuksesan dari perempuan di sektor publik tidak dapat lepas dari peran pria.Perempuan dapat sukses di ranah publik karena ada peran pria yang mendukungnya. Bahkan ketika seorangperempuan yang sudah sukses di ranah publik, perempuan harus membagi waktunya untuk mengurus rumah tanggadan kenyataannya mereka membutuhkan figur lain untuk membantunya menyelesaikan urusan rumah tangga. Kata Kunci : Keluarga, Wanita Karir, Peran Suami, Budaya Patriarki
REPRESENTASI GAYA HIDUP MODERN DALAM VLOG GEN HALILINTAR DI YOUTUBE Hasna Khairunnisa; Siti Nursanti; Muhamad Ramdhani; Wahyu Utamidewi
Jurnal Politikom Indonesiana Vol 4 No 1 (2019): Jurnal Politikom Indonesiana
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Singaperbangsa Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (677.94 KB) | DOI: 10.35706/jpi.v4i1.1991

Abstract

Vlog gen halilintar yang berjudul “Borong mini market Korea rusuh” ini adalah vlog tentang kegiatan mereka di negara Korea. Pendekatan penelitian ini adalah pendekatan kualitatif, memusatkan perhatian pada prinsip-prinsip umum yang mendasari perwujudan sebuah makna dari gejala-gejala sosial di dalam masyarakat. Tujuan dari penelitian ini adalahuntuk mengetahui makna yang terdapat dalam vlog dengan menelaah aspek denotasi, konotasi, dan mitos dari tanda di dalamnya. Pada penelitian ini, digunakan analisis semiotika Roland Barthes, yaitu teori pemaknaan tanda secara dua tahap. Hasil dari penelitian ini menjelaskan bahwa terdapat 4 scene yang Makna denotasi dan konotasi menggambarkanjelas Gaya hidup modern, dan Mitos yang terkandung pun benar dengan realitas yang ada di kehidupan kita sehari-hari. Scene tersebut diantaranya yaitu: terbiasa menggunakan Bahasa Inggris, trend menggunakan Bahasa gaul, kebiasan berfoto atau swafoto, dan memilih minuman sehat.  
Apresiasi Mahasiswa Ilmu Komunikasi Terhadap Kinerja Pelayanan Tata Usaha Fakultas Muhamad Ramdhani; Wahyu Utamidewi; Siti Nursanti
Jurnal Politikom Indonesiana Vol 4 No 2 (2019): Jurnal Politikom Indonesiana
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Singaperbangsa Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35706/jpi.v4i2.3241

Abstract

Secara sederhana komunikasi pendidikan dapat diartikan sebagai komunikasi yang terjadi dalam suasana pendidikan. Di sini komunikasi tidak lagi bebas atau netra, tetapi dikendalikan dan dikondisikan untuk tujuan-tujuan pendidikan, proses pembelajaran pada hakekatnya adalah proses komunikasi, penyampaian pesan dari pengantar ke penerima. Komponen pendidikan adalah semua hal yang berkaitan dengan jalanya proses pendidikan jika salah satu komponen pendidikan tidak ada, maka proses pendidikan tidak akan bisa dilaksanakan. Tata usaha merupakan salah satu komponen dalam komunikasi pendidikan yang berhubungan langsung dalam pelayanan kepada mahasiswa, dalam penelitian ini akan dilakukan survey kepada mahasiswa Ilmu Komunikasi terkait apresiasi mahasiswa terhadap kinerja pelayanan tata usaha. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan pendekatan survey. Adapun hasil dari penelitian ini adalah mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Singaperbangsa Karawang menyatakan apresiasi nya terhadap pelayanan yang diberikan oleh pelayanan tata usaha Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Singaperbangsa, mahasiswa merasa puas dengan pelayanan yang diberikan dan informasi terkait jam pelayanan, petugas yang melayani serta fasilitas yang diberikan oleh tata usaha dapat diterima dengan baik oleh mahasiswa.Kata Kunci: Apresiasi, Pelayanan, Kepuasan, Komunikasi Pendidikan