Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

Improving Religious Literacy Through Islamic Religious Education Course Based On The Flipped Classroom Suci Nurpratiwi; Muhamad Ridwan Effendi; Amaliyah Amaliyah
ISTAWA Vol 6, No 1 (2021): Istawa: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Postgraduate Program Magister Pendidikan Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24269/ijpi.v6i1.3107

Abstract

Religious literacy is essential because understanding religious doctrine is about the normative principle and how religion applies in a social context. Religious literacy can develop through the learning process. This study analyzes student religious literacy by learning Islamic Religious Education (IRE) based on the flipped classroom. The research method used is classroom action research through two cycles. The research subjects were students who took the general course of Islamic Religious Education. The results showed that applying flipped classrooms in Islamic Religious Education learning could increase student diversity in belief, practice dimensions, knowledge dimensions, and implementation dimensions. The implementation of Islamic learning based on flipped classroom can also improve student learning activities. Students pay attention to learning carefully, actively participate in discussions, actively ask questions, provide opinions, and perform assigned tasks. Besides that, the implementation of a flipped classroom can also improve student learning outcomes.Literasi keberagamaan penting dimiliki karena memahami ajaran agama bukan hanya sebatas pada doktrin normatifnya saja, melainkan juga pada bagaimana agama diterapkan dalam konteks sosial. Literasi keberagamaan dapat dikembangkan melalui proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peningkatan literasi keberagamaan mahasiswa melalui pembelajaran Pendidikan Agama Islam berbasis flipped classroom. Metode penelitian yang digunakan adalah classroom action research dengan melalui dua siklus. Subyek penelitian adalah mahasiswa yang mengambil mata kuliah umum Pendidikan Agama Islam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan flipped classroom dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam dapat meningkatkan literasi keberagamaan mahasiswa pada dimensi keyakinan, dimensi praktik, dimensi pengetahuan, dan dimensi pengamalan. Penerapan pembelajaran Pendidikan Agama Islam berbasis flipped classroom juga dapat meningkatkan aktivitas pembelajaran mahasiswa, mahasiswa memperhatikan pembelajaran secara seksama, aktif berpartisipasi dalam diskusi, aktif mengajukan pertanyaan dan memberikan pendapat, serta mengerjakan tugas-tugas yang telah diberikan. Di samping itu, penerapan flipped classroom juga dapat meningkatkan hasil belajar mahasiswa.
Pembelajaran dengan Proyek: Mengembangkan Kemampuan Refleksi Diri dan Kolaborasi Mahasiswa Melalui Team-Based Project : research Suci Nurpratiwi; Amaliyah Amaliyah; Nada Arina Romli
Hayula: Jurnal Indonesia Studi Islam Multi-disiplin Vol 6 No 2 (2022): Hayula: Indonesian Journal of Multidisciplinary Islamic Studies
Publisher : Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/hayula.006.02.07

Abstract

This study aims to analyze the development of self-reflection and collaboration skills of students through the implementation of a team-based project model in learning for micro-teaching courses. The research was conducted at the State University of Jakarta, with the research subjects were 41 students. Data collection techniques through observation, documentation, interviews, and self-reflection questionnaires. The results showed that 72.1% of students always evaluate their performance and try to do better in teaching practice based on self-reflection results. The aspect that needs to be improved is speaking skills in front of the class (public speaking). Meanwhile, student collaboration skills have shown to be good, as indicated by the synergy in identifying, researching, analyzing, and formulating answers and solutions to the problems found and stated in the project report.
Pemberdayaan Kemampuan ICT Guru untuk Pembelajaran Daring Melalui Pendampingan Penyusunan Bahan Ajar Digital Berbasis Web Suci Nurpratiwi; Amaliyah Amaliyah; Ahmad Hakam; Nada Arina Romli
PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT UNIVERSITAS NAHDLATUL ULAMA SURABAYA Vol. 1 No. 1 (2022): Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat : Perguruan Tinggi Meng
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (807.672 KB) | DOI: 10.33086/snpm.v1i1.803

Abstract

Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberdayakan kemampuan ICT dan mengembangkan profesionalisme guru dalam pembelajaran daring melalui pendampingan penyusunan bahan ajar digital. Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian berupa ceramah interaktif, diskusi, praktik, dan penugasan. Peserta yang terlibat adalah guru Sekolah Dasar sebanyak 11 orang. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat dilaksanakan melalui tahapan proses pembuatan panduan, pelaksanaan pendampingan, pemantauan, dan pemberian tugas, dan evaluasi. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa kegiatan pendampingan berhasil mengembangkan kemampuan dan profesionalitas guru dalam penggunaan teknologi dalam pembelajaran. Peserta telah dapat menyusun bahan ajar digital secara mandiri dan telah mengimplementasikannya kepada peserta didik dalam pembelajaran daring. Adapun sebesar 30,74% peserta menyatakan kegiatan pengabdian memberikan wawasan baru dan dapat meningkatkan kemampuan peserta dalam membuat bahan ajar digital berbasis web, dan 27,98% peserta merasa puas dengan kegiatan yang telah dilaksanakan.
Revitalisasi dan Identifikasi Nilai-Nilai Multikultural Pada Tradisi Lebaran Etnik Betawi di Kelurahan Cakung Barat, Kecamatan Cakung DKI Jakarta Abdul Fadhil; Andy Hadiyanto; Ahmad ` Hakam; Amaliyah Amaliyah; Dewi Anggraeni
Penamas Vol 32 No 2 (2019): Volume 32, Nomor 2, Juli-Desember 2019
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31330/penamas.v32i2.260

Abstract

This research aims to describe multicultural values ​​in the Lebaran tradition of the Betawi community and the process of revitalizing multicultural values. The this time the attitude of empathy, tolerance, social solidarity, equality and justice began to reduce along with the fulfillment of biological needs and egocentric attitudes. Betawi people have a local tradition to be used as a standard for life, religion and community. The local traditions that continues to this day is the lebaran tradition or "celebrating Eid al-Fitr". The term lebaran is an acculturation of Javanese culture, Chinese, and Islam. The multicultural values ​​in the lebaran tradition of the Betawi community include: First accepting differences, is to allow people to visit without considering ethnicity, and religion and social strata. Second generous attitude, is to give food and drink to every guest who comes. Third empathy attitude, is forgive each other for family and neighbors. Conservation of the lebaran tradition is the obligation of the Betawi community and the regional government of DKI Jakarta. Revitalizing multicultural values ​​in the Lebaran tradition of the Betawi people. through: religious ceremonies, and the implementation of religious holidays. The revitalization factor are two: the motive of cause and achieving the goal.
Pendampingan Penguatan Nilai Kesadaran Lingkungan pada Karang Taruna Kelurahan Bukit Duri Jakarta Selatan Suci Nurpratiwi; Amaliyah Amaliyah; Nabiilah Zalfa Renanda
Jurnal Anugerah Vol 5 No 1 (2023): Jurnal Anugerah: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Bidang Keguruan dan Ilmu Pen
Publisher : Universitas Maritim Raja Ali Haji

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31629/anugerah.v5i1.4978

Abstract

Pendampingan penguatan nilai kesadaran lingkungan pada karang taruna merupakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang bertujuan menumbuhkan kesadaran karang taruna dalam menjaga lingkungan. Karang taruna memiliki peran yang cukup vital karena karang taruna sebagai motor penggerak perubahan. Kesadaran terhadap nilai-nilai kesalehan lingkungan menjadi hal penting karena di samping sebagai perintah agama, juga sebagai salah satu penopang keberhasilan perwujudan lingkungan yang sehat. Metode yang digunakan dalam kegiatan pendampingan yaitu Participatory Action Research (PAR) melalui dialog, diskusi, tanya jawab, dan penugasan mengenai tindakan yang perlu dilakukan dalam mewujudkan lingkungan yang bersih dan sehat. Peserta yang terlibat adalah anggota karang taruna di Kelurahan Bukit Duri Jakarta Selatan sejumlah 15 orang, terdiri dari 9 perempuan dan 6 laki-laki. Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data dianalisis melalui tahap pengumpulan data, kategorisasi data, display data, dan penarikan kesimpulan. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa kegiatan pendampingan dapat memberikan peningkatan terhadap nilai kesadaran lingkungan. Peserta memahami dan mulai menerapkan pentingnya upaya dalam menjaga kelestarian lingkungan diantaranya melalui upaya promotif, preventif, dan kuratif. Adapun upaya promotif dilakukan dengan mempromosikan pentingnya pelestarian lingkungan, upaya preventif berupa meminimalisir penggunaan sampah plastik, dan upaya kuratif melalui mulai mengenal bank sampah untuk dapat menyalurkan sampah-sampah plastik yang dapat didaur ulang.
Enhancing Teacher Professionalism Through Action Research Support: Strategies and Empowerment Amaliyah Amaliyah; Suci Nurpratiwi
Indonesian Journal of Cultural and Community Development Vol 14 No 2 (2023): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sidoarjo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21070/ijccd.v14i2.952

Abstract

This study addresses challenges faced by PAI (Islamic Education) teachers in conducting and reporting action research, a vital aspect of teacher professionalism. Employing a qualitative descriptive approach, the research outlines effective strategies for enhancing teacher professionalism by offering assistance in action research preparation. Strengthening literacy, commitment, and self-awareness through mentoring and training motivates PAI teachers to enhance their competence, particularly in conducting classroom action research and composing research reports. Additionally, the study employs psychological and physiological approaches in mentoring, empowering PAI teachers to optimize their schedules for conducting action research and writing articles in line with physical constraints and teaching responsibilities. These findings offer insights into elevating teacher professionalism and action research competence, serving as guidance for educational improvement initiatives. Highlight: Challenges in PAI Teacher Action Research: This study addresses the difficulties faced by PAI (Islamic Education) teachers in conducting and reporting action research, a crucial aspect of their professionalism. Effective Strategies for Enhancement: Employing a qualitative descriptive approach, the research presents strategies aimed at strengthening teacher professionalism through mentoring and training, focusing on literacy, commitment, and self-awareness. Empowerment and Optimization: The study explores the use of psychological and physiological approaches in mentoring PAI teachers, enabling them to optimize their schedules for action research and writing articles while managing teaching demands. Keyword: PAI Teachers, Action Research, Teacher Professionalism, Mentoring, Educational Improvement
Beyond The Classroom: Empowering Social Care Character Through Islamic Education Via Student Executive Board Mardhiah, Izzatul; Amaliyah, Amaliyah; Mintarja, Endang; Faidlaani, Akhmad; Izzudin, Ahmad
Afkaruna: Indonesian Interdisciplinary Journal of Islamic Studies Vol 20, No 1: June 2024
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/afkaruna.v20i1.21478

Abstract

Islamic Education (IE) in Higher Education is a compulsory course in Indonesia. However, it still dominantly assesses the cognitive aspect, while the learning competency of Islamic Education aims to form the religious character and social attitudes of students. Therefore, this study aims to develop indicators of student social care integrated with student organization activities. The indicator of social concern that has been validated and meets the content validity score will be used as a measuring tool for the attitude and skill components of students in Islamic Education learning. The process of developing indicators of social care integrated into student organization activities requires the ADDIE model development research method (Analysis, design, development, implementation, and evaluation, but in this study, there are only three stages: the first needs analysis, the second planning, and third development. The research subjects were students and lecturers of Islamic Education at Universitas Negeri Jakarta, Universitas Pendidikan Indonesia, and Universitas Muhammadiyah Jakarta. Data collection tools are questionnaires, interviews, and documentation studies. Data analysis used the Aikens Index and inter-rater reliability to see the suitability of the content of the indicator with the theory used and to see the agreement of experts in assessing the developed social care indicators. The results of the research based on the needs analysis by surveying 25 students from student organization members in three universities through quota, purposive sampling, and interviews found that 80% of students were involved in BEM social activities, and 72% of students agreed to integrate social activities of student organizations in PAI learning. The results of the Aiken Index content validity test of six skill indicators and four social care attitude indicators were a minimum score of 0.83 and a highest score of 0.91. The reliability test result is 0.64. These results indicate that three experts have agreed upon the content of social care indicators, and then it is feasible to construct a validity test to find out the indicators developed that can measure students' social attitudes and skills using the theory used.
OPTIMALISASI PERAN KARANG TARUNA KELURAHAN BUKIT DURI DALAM UPAYA PENGUATAN KARAKTER PEDULI LINGKUNGAN PADA GENERASI MUDA Suci Nurpratiwi; Amaliyah Amaliyah; Nada Arina Romli; Ummu Hani
Konferensi Nasional Pengabdian Masyarakat (KOPEMAS) #5 2024 Konferensi Nasional Pengabdian Masyarakat (KOPEMAS) #5
Publisher : Konferensi Nasional Pengabdian Masyarakat (KOPEMAS) #5 2024

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengoptimalisasi peran karang taruna Kelurahan Bukit Duri Jakarta Selatan untuk mengembangkan karakter peduli lingkungan pada generasi muda. Karang taruna memiliki potensi besar untuk menjadi agen perubahan (agent of change) dalam masyarakat, khususnya dalam bidang lingkungan dan pengelolaan sampah. Kesadaran akan konsep zero waste sangat penting bagi karang taruna karena dapat membawa dampak positif yang luas bagi lingkungan dan masyarakat. Metode   pelaksanaan kegiatan adalah Participatory Action Research (PAR) yaitu melalui dialog, diskusi, tanya jawab, dan praktek langsung dalam pengelolaan sampah. Peserta yang terlibat adalah anggota karang taruna di Kelurahan Bukit Duri Jakarta Selatan sejumlah 11 orang.  Data dikumpulkan melalui teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi, selanjutnya dianalisis melalui tahap pengumpulan data, kategorisasi data, display data, dan penarikan   kesimpulan. Hasil kegiatan pengabdian kepada masyarakat menunjukkan bahwa kegiatan ini dapat memberikan pemahaman dan kesadaran dalam praktik zero waste pada generasi muda karang taruna serta tidak hanya menghasilkan perubahan positif dalam pengelolaan sampah, namun juga memberdayakan komunitas untuk terus mengembangkan solusi berkelanjutan bagi lingkungan mereka.
PENGEMBANGAN INSTRUMEN PENILAIAN KETERAMPILAN SOSIAL MAHASISWA PADA MATA KULIAH MIKRO TEACHING PAI: PENGEMBANGAN INSTRUMEN PENILAIAN KETERAMPILAN SOSIAL MAHASISWA PADA MATA KULIAH MIKRO TEACHING PAI Amaliyah Amaliyah; Ahmad Hakam; Suci Nur Pratiwi; Sari Wulandari
Tarbiyatuna Kajian Pendidikan Islam Vol. 5 No. 1 (2021): (Februari 2021)
Publisher : LPPM Institut Agama Islam Ibrahimy Genteng Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29062/tarbiyatuna.v5i1.411

Abstract

The PAI micro teaching course contains competencies that enable students to empower and implement teacher competencies, including personal, social, pedagogical and professional competencies. This research focuses on developing social skills assessment instruments because: first, the values ​​of social skills are one of the main assets for Islamic Education teacher candidates to interact with the social environment, the second teacher is someone who gives empathy and cares for students. This research aims to describe the steps for developing a social skills assessment instrument and testing the content validity. The research method used the Borg and Gall development model. The process of content validity qualitatively uses peer assessments from PAI lecturers. The process of content validity quantitatively uses the Aikens Index, and the reliability between raters uses the intraclass correlations coefficient. The results of the research describe: first the process and results of content validity qualitatively include suggestions from validators, the second is content validity quantitatively, include the validity and reliability scores.The results of the research are expected: social skills instruments are one of the tools to empower and develop social skills of PAI teacher candidates in learning activities and daily life.
PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL PENDIDIKAN AGAMA ISLAM : PERSPEKTIF IBNU KHALDUN Sari Wulandari; Amaliyah Amaliyah; Andy Hadiyanto
Tarbiyatuna Kajian Pendidikan Islam Vol. 4 No. 2 (2020): (September 2020)
Publisher : LPPM Institut Agama Islam Ibrahimy Genteng Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29062/tarbiyatuna.v4i2.421

Abstract

This study aims to describe: 1) the objectives of Islamic Education according to Ibn Khaldun, 2) the concept of contextual learning according to Ibn Khaldun, 3) the relevance of Ibn Khaldun's educational thought to modern contextual learning. The research method used in this study is library research. While the analytical method used is descriptive qualitative. The results of this study indicate that, 1) the purpose of Ibn Khaldun's contextual learning is to form a perfect human person, while at the same time forming a human personality to be able to live in society, 2) the concept of contextual learning according to Ibnu Khaldun is practically realistic, namely the concept of learning oriented to experience and realistic towards the needs of human life, 3) Ibn Khaldun's educational thought is relevant to modern contextual learning.