Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Konstruksi Gillnet Dasar untuk Target Tangkapan Pari Kemejan (Rhynchobatus spp.) di PPI Sungai Kakap Kalimantan Barat Sadri, Sadri; Baharudin, La; Alnanda, Reza
Jurnal Kelautan, Lingkungan, dan Perikanan Vol 6 No 1 (2025): MANFISH JOURNAL
Publisher : Jurusan Ilmu Kelautan dan Perikanan Politeknik Negeri Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31573/manfish.v6i1.1066

Abstract

Rhynchobatus springeri dan Rhynchobatus australiae atau pari kemejan merupakan spesies pari yang masuk daftar spesies Appendix II CITES. Jenis pari ini merupakan target tangkapan utama gillnet dasar di PPI Sungai Kakap. Nilai ekonomis tertinggi ada pada siripnya dimana bagian sirip tersebut diekspor. Tujuan dari penelitian ini adalah mengidentifikasi konstruksi gillnet dasar tersebut. Metode penelitian dilakukan dengan observasi dan pengukuran langsung di lapangan. Pengambilan data dilakukan pada Mei 2022 pada KM. Jaya Indah I di PPI Sungai Kakap. Ukuran mata jaring gillnet dasar yang digunakan sebesar 18 inci atau 45 cm dengan hang-in ratio sebesar 43% atau 0,43 dengan tinggi jaring 3,68 meter dan tidak memiliki serampat. Satu unit jaring terdiri dari 25 pis jaring dengan panjang total 2.015,5 meter. Bahan jaring terbuat dari Polyethylene (PE) berwarna biru. Tali ris atas dan tali pelampung berbahan Polypropilene (PP) putih Æ10 mm arah pintalan kiri 4Z. Tali ris bawah dan tali pemberat timah berbahan PE hijau Æ5 mm arah pintalan kiri 4Z. Pelampung tanda berbahan PVC sebanyak 8 buah dengan dimensi p = 30 cm; l = 12 cm. Pelampung pada tali pelampung berjumlah 3.500 buah dengan jarak antar pelampung 58 cm. Pemberat timah berjumlah 6.175 buah dengan berat 76,9 gram/buah. Dengan hang-in ratio 0,43 dan dengan bentuk tubuhnya yang pipih, pari kemejan tertangkap dengan cara terpuntal. Tali ris atas dan tali pelampung memiliki arah pintalan yang sama sehingga memungkinkan tali terbelit, begitu juga dengan tali ris bawah dan tali pemberat. Jumlah pemberat pada jaring berdasarkan berat pemberat timah secara keseluruhan dimana satu pis jaring memiliki pemberat seberat 19 kg sehingga jarak antar pemberat tidak sama.
DNA Barcoding of Tenualosa toli from Estuarine Waters of Sambas and Mempawah, West Kalimantan, Indonesia Rizal Akbar Hutagalung; Yudha Perdana Putra; Sadri; Syarif Iwan Taruna Alkadrie; Andrian Saputra; Enjang Hernandi Hidayat; Moh Rezha Sabda Firdaus; Sj Djunaidi; Yuda Saniswan; Eko Rahmanza Putra
Journal of Aquaculture and Fish Health Vol. 15 No. 2 (2026): JAFH Vol. 15 No. 2 June 2026
Publisher : Department of Aquaculture

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jafh.v15i2.82887

Abstract

Tenualosa toli is an economically important estuarine fish in West Kalimantan; however, molecular reference data for accurate species identification remain limited. This study applied a DNA barcoding approach based on the mitochondrial cytochrome c oxidase subunit I (COI) gene to identify specimens collected from two estuaries, Mempawah and Sambas. Four samples were successfully amplified, yielding COI fragments of approximately 650–700 bp with consistent sequence lengths (682–686 bp) and no insertions, deletions, or stop codons. BLAST analysis showed high similarity to reference T. toli sequences (99.84–100%), confirming species identity. Sequence comparison revealed very limited nucleotide variation, with three samples being identical and one sample exhibiting 1–2 synonymous substitutions (<0.3%). Phylogenetic reconstruction using the neighbour-joining method grouped all samples within a single T. toli clade and clearly separated them from other Tenualosa species used as references. Given the limited sample size and the use of a single mitochondrial marker, these findings should be interpreted strictly as species-level confirmation and as an initial molecular reference rather than as evidence of population structure. The results highlight the utility of DNA barcoding for species verification and provide baseline molecular data to support future genetic studies and fisheries monitoring of T. toli in West Kalimantan.
Identifikasi Daerah Potensial Penangkapan Ikan Teri (Stolephorus sp.) di Perairan Bengkayang Kalimantan Barat Risko Risko; Franky F. Tumion; Sadri Sadri; Juliana Juliana; Muhammad Farhan Rahmat
Jurnal Kelautan, Lingkungan, dan Perikanan Vol 6 No 2 (2025): MANFISH JOURNAL
Publisher : Jurusan Ilmu Kelautan dan Perikanan Politeknik Negeri Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31573/manfish.v6i2.1141

Abstract

Perairan Pulau Lemukutan merupakan salah satu wilayah pesisir yang memiliki potensi sumber daya perikanan yang tinggi, khususnya ikan pelagis kecil seperti ikan teri (Stolephorus sp.). Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi daerah potensial penangkapan ikan teri berdasarkan dinamika suhu permukaan laut (SPL) dan konsentrasi klorofil-a. Metode yang digunakan adalah survei dengan pendekatan integrasi data penginderaan jauh dan observasi lapangan. Data SPL dan klorofil-a diperoleh dari citra satelit Aqua MODIS 2013–2023 yang diolah menggunakan SeaDAS, sedangkan analisis spasial dilakukan dengan ArcGIS melalui teknik overlay. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi parameter lingkungan perairan relatif stabil dan berada dalam kisaran optimal, dengan suhu 29,1–30,4°C, salinitas 27,18–27,65‰, pH 8,35–8,47, oksigen terlarut 11,07–14,65 mg/L, serta kecepatan arus 0,156–0,231 m/det. Konsentrasi klorofil-a berkisar antara 0,54–10,6 mg/m³ dengan rata-rata 1,92 mg/m³ yang mengindikasikan perairan tergolong produktif, dengan sebaran lebih tinggi di wilayah pesisir akibat masukan nutrien dari daratan. Hasil integrasi parameter oseanografi menunjukkan bahwa daerah potensial penangkapan ikan teri berada pada wilayah dengan klorofil-a >0,7 mg/m³ dan SPL 29–30°C. Secara temporal, potensi penangkapan cenderung meningkat pada musim barat dan peralihan I, serta menurun pada musim timur