Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search
Journal : Journal of Marine Research

Kajian Perubahan Luas Lahan Mangrove Di Desa Bedono Kecamatan Sayung Kabupaten Demak Menggunakan Citra Satelit Ikonos Tahun 2004 Dan 2009 Chafid, Muhammad Abdul; Pribadi, Rudhi; Suryo, Agus Anugroho Dwi
977-2407769
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (497.355 KB) | DOI: 10.14710/jmr.v1i2.2034

Abstract

Mangroves have an important role in coastal areas that provide great functionality and benefits. Nowadays, the quality and quantity of mangrove management is declining because the management is unbalanced, such as a good land for mangrove growth were used for the development of aquaculture, settlement, and others. So, it is necessary for the proper management for the utilization of mangrove areas can be done optimally and sustainably. The management can be done through monitoring the condition of the mangrove, one of them by using remote sensing technology via satellite. The purpose of this research is to know the changes of wide in mangrove land in the coastal area in Bedono village, District Sayung, Demak district from 2004 to 2009. The method which is used in this research is descriptive method. It is fact-finding method with appropriate interpretation. For the field survey uses squared sampling method, it makes the plot measuring 10 m x 10 m for the tree category in which there are 5 m x 5 m subplot for sapling category and 1 m x 1 m for seedling category. The results show that the land accretion mangrove area in the Bedono Village of years 2004 - 2009, from 22.41 ha in 2004 to 43.03 ha in 2009. Density of the dense mangroves suffered extensive increment of 5.06 ha in 2004 to 27.06 ha in 2009, the density of the moderate mangrove area is suffered extensive accretion of 2.41 ha in 2004 to 8.89 ha in 2009, while the density of rare mangrove area has decreased from 14.94 ha in 2004 to 7.08 ha in 2009. The Composition of mangrove vegetation is found in the coastal in the Bedono Village, Sayung District consists of three species, namely Avicennia Marina, Rhizophora Mucronata and Rhizophora Stylosa. The mangrove dominance of tree category is occupied by Avicennia Marina, while the category of sapling and seedling mangroves is dominated by Rhizophora Mucronata.
Pemetaan Tingkat Kerawanan Bencana Tsunami Menggunakan Data Penginderaan Jauh di Pesisir Selatan Kabupaten Pacitan Jawa Timur Nugroho, Surya Agung; Dwisuryoputro, Agus Anugroho; Indarjo, Agus
977-2407769
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jmr.v3i2.5410

Abstract

Secara geologis pesisir selatan Kabupaten Pacitan berada di jalur subduksi atau pertemuan dua lempeng besar yang saling bertumbukan, yaitu lempeng Eurasia dan lempeng Indo-Australia. Pergerakan lempeng tektonik di kawasan ini sering kali menyebabkan terjadinya gempa besar yang dapat memicu terjadinya tsunami. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan tingkat kerawanan bencana tsunami di pesisir selatan Kabupaten Pacitan Jawa Timur.Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Desember 2012 sampai Maret  2013 di kawasan Pesisir selatan Kabupaten Pacitan. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kasus dengan mengkaji tentang tingkat kerawanan tsunami yang diakibatkan oleh gempa bumi didasar laut.Hasil penelitian menunjukan peta kerawanan wilayah tsunami yang terdiri dari lima kelas, antara lain kelas sangat rawan dengan total luas 681,36 Ha atau 0,86%. Kelas rawan dengan total luas 2403,80 Ha atau 3,05%. Kelas agak rawan memiliki luas area 7678,00 Ha atau 9,75%. Kelas aman memiliki luas area 46074,48 Ha atau 58,54% dan Kelas sangat aman memiliki luas area 21854,30 Ha atau 27,77%.
Daerah Rawan Genangan Rob di Wilayah Semarang Ramadhany, Apriliawan Setiya; Subardjo, Petrus; Suryo, Agus Anugroho Dwi
977-2407769
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (221.091 KB) | DOI: 10.14710/jmr.v1i2.2035

Abstract

This study aims to determine the broad tidal inundation during the study and the level of vulnerability to tidal inundation that occurred in Semarang. Benefit of this study is to provide information about the areas that are prone to rob puddles and how much the extent area of rob that occur on the mainland of Semarang. There are five levels of vulnerability classes in Semarang area, starting from the very vulnerable class 625, 45 Ha, Ha 1418.92 prone, somewhat prone to 4807, 52 Ha, safe 1325, 57 Ha, very safe and 1157.54 ha with a total area of 9334.46 Ha. The spread of inundation rob Semarang region in 2011 is amounted to 1538.8 hectares. The North Region of Semarang is the most affected by tidal inundation, up to 508.28 hectares are affected. The second largest is at Genuk District with a total area of 377.68 hectares puddle. Extensive tidal inundation of 257.20 hectares located in the District Tugu furthermore, tidal inundation area of 237.19 hectares located in the District of West Semarang. The rest are spread in Semarang District Central, South and Gayamsari Semarang.
Kajian Perubahan Luas Mangrove Menggunakan Metode Ndvi Data Citra Satelit Landsat 7 Etm+ Dan Landsat 8 Etm+ Tahun 1999, 2003 Dan 2013 Di Pesisir Desa Berahan Kulon Dan Desa Berahan Wetan Kecamatan Wedung, Demak Nuarita Pratiwi, Dewi Vidya Nuur Isrotunnisaa; Pribadi, Rudhi; Suryoputro, Agus Anugroho Dwi
977-2407769
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (361.176 KB) | DOI: 10.14710/jmr.v3i4.11427

Abstract

Penelitian tentang perubahan luasan mangrove dengan menggunakan Penginderaan Jauh di Desa Berahan Kulon dan Desa Berahan Wetan, Kecamatan Wedung, Demak telah dilaksanakan pada bulan Oktober 2013 sampai dengan bulan Desember 2013. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perubahan luasan mangrove periode 1999-2013 dengan memanfaatkan data citra Landsat 7 ETM+ 1999; Landsat 7 ETM+2003; dan Landsat 8 ETM+ 2013. Pengamatan kondisi mangrove di lapangan dengan menggunakan metode plot kuadrat berukuran 10 m x 10 m dan pengolahan pada citra menggunakan analisis NDVI (Normalized Differencce Vegetation Index) dengan klasifikasi unsupervised. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa selama rentang waktu 1999 - 2003 terjadi perubahan dengan perincian kerapatan jarang mengalami pertambahan luas semula 3,07ha menjadi 6,79ha; kerapatan sedang bertambah luas semula 16,48ha menjadi 36,37ha; dan kerapatan lebat penurunan luas semula 89,69ha menjadi 85,42 ha. Sementara itu, pemetaan kedua selama rentang tahun 2003 - 2013 terjadi perubahan dengan perincian data kerapatan jarang mengalami penurunan luas semula 6,79ha menjadi4,14ha; kerapatan sedang mengalami penurunan luas semula 36,37ha menjadi 30,24 ha; dan kerapatan lebat semula 85,42ha menjadi 75,06 ha. Komposisi vegetasi mangrove yang ditemukan pada lokasi penelitian diantaranya adalah Avicennia marina, Rhizophora mucronata dan Rhizophora stylosa
STUDI KORELASI NILAI SUHU PERMUKAAN LAUT DARI CITRA SATELIT AQUA MODIS MULTITEMPORAL DAN CORAL BLEACHING DI PERAIRAN PULAU BIAWAK, KABUPATEN INDRAMAYU Nuary, Aldi Nuary; Trianto, Agus; Dwi Suryoputro, Agus Anugroho
977-2407769
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1975.151 KB) | DOI: 10.14710/jmr.v3i3.5991

Abstract

Ekosistem terumbu karang di Perairan Pulau Biawak masih dalam kategori baik. Namun, perubahan iklim global yang terjadi dewasa ini telah menyebabkan peningkatan suhu terutama suhu permukaan laut. Hal tersebut dapat menjadi ancaman serius bagi keberlangsungan hidup terumbu karang, dalam hal ini fenomena coral bleaching. Coral bleaching terjadi akibat stress yang dialami hewan karang terhadap perubahan suhu sebesar 1-2 oC dalam kurun waktu minimal empat minggu. Metode penelitian ini menggunakan metode deskriptif yang bertujuan untuk menjelaskan kekuatan hubungan antara perubahan nilai suhu permukaan laut yang diperoleh dari pengolahan citra satelit Aqua MODIS multitemporal level 3 dengan persentase coral bleaching di Perairan Pulau Biawak yang diukur dengan metode Line Intercept Transect (LIT). Hasil penelitian menunjukkan telah terjadi perubahan suhu drastis pada bulan Februari-Maret tahun 2009 sebesar 2,27 oC dan bulan Januari-Februari 2013 sebesar 2,22 oC. 5 dari 12 stasiun pengamatan ekosistem terumbu karang mengalami pemutihan sekitar 0,13-3,63%. Nilai persentase tersebut masuk kedalam kategori pemutihan tidak parah. Lifeform ACB merupakan jenis lifeform karang yang umumnya mengalami pemutihan dengan persentase keseluruhan mencapai 3,13%. Analisa regresi tunggal antara suhu permukaan laut dan coral bleaching menunjukkan hubungan yang sangat lemah antara keduanya ditunjukkan dengan nilai r sebesar 0,038. Oleh karena itu, coral bleaching di Perairan Pulau Biawak khususnya pada saat penelitian yakni bulan April 2013 dapat terjadi karena adanya faktor lain penyebab bleaching selain suhu permukaan laut
Co-Authors Abdillah Ranadipura Ade Firdaus Triagusta Afidyah Vicky Antari Agus Indarjo Agus Indarjo Agus Trianto Agus Trianto Ahmad Nur Huda Aini, Firly Nur Ajub Ajulian Zahra Macrina Akhmad Hanan Aldi Nuary Nuary Aldi Nuary Nuary Alfi Satriadi Alvin Hidayat, Alvin Andita Agung Andnur, Mohammad Octa Andriana Kartina Wingtyas Angga Dwi Saputra Anggardha Ayu Pratiwi Anindya Wirasatriya Anissa Cintya Andika Asri Apriliawan Setiya Ramadhany Apriliawan Setiya Ramadhany Ari Soebekti Aris Ismanto Azis Rifai Azra, Mhd Rayhan Baskoro Rochaddi Bima Andriantama Bintang Yosua Cristian M. Dayinta Andayani Denny Nugroho Sugianto Dewi Masyitoh Syihab Dewi Vidya Nuur Isrotunnisaa Nuarita Pratiwi Dewi Vidya Nuur Isrotunnisaa Nuarita Pratiwi, Dewi Vidya Nuur Isrotunnisaa Dwi Haryo Ismunarti Dwi Haryo Ismunarti Elis Indrayanti Galih Tristianto Gentur Handoyo Gersanandi Gersanandi Hadi Endrawati Hanifa Zuhaira Hariadi Hariadi Hariyadi Hariyadi Hendana Pristiwan Hendra Frederick, Hendra Heriyoso Setyono Heryoso Setiyono Ibnu Praktikto Ibnu Pratikno Ilham Panra, Ilham Indra Budi Prasetyawan Irfan Hafizhurrahman Ivan Febriansyah Jarot Marwoto Junika Ahmad Fathonah, Junika Ahmad Karlina Putri Diani Kunarso Kunarso Lilik Maslukah Manurung, Jefri Gunawan Misbah Riyandi Fauzi Muh Yusuf Muhamad Azhar Fathurahman Muhammad Abdul Chafid Muhammad Abdul Chafid Muhammad Alif Achyansyah Muhammad Bani Putra Utama Muhammad Helmi Muhammad Helmi Muhammad Sababa Alhaq Muhammad Sulaiman Muhammad Zainuri Mukti Trenggono Muslim Muslim Osen Faber Romario Tampubolon Padmapitra, Zhafira Mazaya Petrus Subardjo Pratiwy, Essy Purwanto Purwanto Puteri Kesuma Dewi Putu Suryaniti Dewi Reiner, Muhammad Rikha Widiaratih Riki Tristanto Rizky Aditya Rudhi Pribadi Rudhi Pribadi Sabilu, Kadir Sagita Difa Wardhani Siti Rahmi Prameswari Sitinjak, Dedy Febrianto Sri Redjeki Sri Yulina Sri Yulina Wulandari Sugeng Widada Surya Agung Nugroho Surya Nugraha Syaiful Syakinah Maghfirah Ayu Tarhadi Tarhadi Taufiq Hidayat Teguh Agustiadi Warsito Atmodjo Yeremia Sudibyo