Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Journal of Electrical Engineering, Energy, and Information Technology

DEVELOPMENT OF ADVANCED MONITORING SYSTEM FOR IOT-BASED RAW WATER QUALITY PREDICTION Sari, Asri Fornika; Panjaitan, Seno Darmawan; Sanjaya, Bomo Wibowo; Saleh, Muhammad; Priyatman, Hendro
Journal of Electrical Engineering, Energy, and Information Technology (J3EIT) Vol 12, No 2: August 2024
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/j3eit.v12i2.77221

Abstract

The availability of clean water is a fundamental need for every individual, and PERUMDA Air Minum, has an important role in meeting this need in Indonesia. Water quality has a great influence on human health, so it cannot be ignored. This research developed an Internet of Things (IoT)-based raw water quality monitoring device for PERUMDA Air Minum Tirta Khatulistiwa Pontianak using a Raspberry Pi Pico W microcontroller. This device enables real-time monitoring, overcomes limitations in manual water quality monitoring, and provides remote monitoring access through the Blynk application. In addition, this research also implements the ARIMA method to predict the pH, temperature, and turbidity values of raw water in the sedimentation basin within the next seven days to support planning and treatment steps for raw water. The development of this tool aims to improve monitoring efficiency and proactive response to changes in water conditions, with the hope of being able to maintain clean water supply more effectively and overcome the constraints of manual monitoring. The results showed that the Mean Absolute Percentage Error (MAPE) of the performance of the constructed PDAM water quality monitoring device was 0,58%, while the MAPE of the predicted performance was 5,88%.
Perancangan Kendali Trayektori Terbang Drone pada Lokasi Pertanian Suhendra, -; Panjaitan, Seno D; Pontia W, F. Trias
Journal of Electrical Engineering, Energy, and Information Technology (J3EIT) Vol 10, No 2: Juli 2022
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/j3eit.v10i2.56557

Abstract

Indonesia adalah negara agraris yang memiliki potensi alam yang mendukung statusnya sebagai negara agraris, dimana sebagian besar masyarakatnya bermata pencaharian sebagai petani. Permasalahan yang selalu dihadapi oleh para petani salah satunya adalah masalah penyemprotan pada tanaman. Selama ini petani menggunakan sistem penyemprotan pupuk dengan cara manual yang membutuhkan tenaga yang cukup besar dan juga waktu yang cukup lama, sehingga hasil penyemprotan yang dilaksanakan tergantung pada tenaga manusia dan hal ini dirasa kurang efisien. Untuk mengatasi hal tersebut diperlukan inovasi yang salah satunya adalah dengan peran teknologi yaitu pesawat tanpa awak (Unmanned Aerial Vehicle, UAV) yang merupakan salah satu pengembangan teknologi pada bidang robot. Tujuan dari penelitian ini adalah menerbangkan drone dengan sistem penerbangan otomatis dengan trayektori yang sudah di rencanakan pada misi, kemudian menganalisa data penerbangan dan mendapatkan akurasi horizontal penerbangan drone yang bagus dengan nilai error yang kecil, usaha untuk mendapatkan akurasi horizontal yang bagus didapatkan dengan mengubah nilai parameter PID pada drone dengan nilai yang terbaik dan mendapatkan akurasi horizontal yang bagus untuk drone.   Penelitian ini menggunakan pesawat tanpa awak jenis hexacopter dan proses analisanya dengan menggunakan software Matlab.   Hasil dari penelitian ini memberikan gambaran estimasi perhitungan nilai rata-rata dari jumlah kuadrat kesalahan atau RMSE pada perbedaan jarak posisi terbang drone sebenarnya dengan trayektori yang telah ditentukan pada misi penerbangan, usaha peningkatan akurasi horizontal posisi drone tersebut dilakukan dengan tuning PID yang terus ditingkatkan, dan hasil perhitungannya adalah saat dilakukan tuning pada sawah didapatkan RMSE akurasi horisontal posisi drone sebesar 0,899651 meter dan hasil uji pada tuning yang lebih baik di GOR Untan dengan RMSE akurasi horisontal posisi drone sebesar 0,52539 meter.  
RANCANG BANGUN SISTEM PENDINGINAN PADA SIMULATOR PHOTOVOLTAIC DENGAN MENGGUNAKAN TERMOELEKTRIK TEC1-12706 BERBASIS MIKROKONTROLER DENGAN METODE FUZZY Firduansyah, Gusti; Panjaitan, Seno D; -, Syaifurrahman
Journal of Electrical Engineering, Energy, and Information Technology (J3EIT) Vol 10, No 2: Juli 2022
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/j3eit.v10i2.57131

Abstract

Termoelektrik (thermoelectric cooler) merupakan komponen yang dapat menimbulkan perbedaan temperatur antara sisi atas dan bawah, jika kedua plat semikonduktor dialiri arus listrik searah. Penelitian ini   digunakan termoelektrik TEC1-12706 yang umumnya digunakan sebagai pendingin minuman pada dispenser namun, dalam penelitian ini digunakan sebagai pendingin simulator photovoltaic yang dilengkapi dengan kipas blower untuk membawa hawa dingin dari termoelektrik   untuk mengurangi temperatur panas yang diakibatkan penggunaan lampu halogen pada ruangan simulator. Kecepatan putaran kipas blower dikendalikan dengan menggunakan mikrokontroler STM32F103C8T6 Blue Pill yang ditanamkan sistem kendali Fuzzy Logic. Kendali Fuzzy Logic akan menentukan hasil kecepatan motor blower dengan membandingkan nilai error sekarang dan sebelumnya atau disebut dengan error dan delta error. Rancangan sistem kendali pendingian pada kotak simulator photovoltaic bertujuan untuk meningkatkan efisiensi dan memberikan hasil yang optimal pada saat melakukan pengujian dan pengukuran modul solar cell. Hasil pengujian menunjukkan bahwa dengan penggunaan sistem pendingian termoelektrik yang dikendalikan menggunakan Fuzzy Logic dapat memperkecil nilai error dari temperatur setting. Berdasarkan hasil pengujian temperatur pada setting 25 dan 30 °C, penggunaan termoelektrik dengan kendali Fuzzy Logic dapat mengurangi temperatur panas dari lampu halogen dalam simulator photovoltaic, jika dibandingkan dengan tanpa penggunaan termoelektrik masing-masing sebesar 17,6% (setting 25 °C) dan 15,4% (setting 30 °C).