Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

INOVASI MEDIA PEMBELAJARAN DALAM MEWUJUDKAN MERDEKA BELAJAR DI ERA SOCIETY 5.0 Ristu Wahyu Setiawan; Dita Karisma Fahriani; Aldila Rahmita Putri; Rahmawati Mulyaningtyas
KOLASE Vol. 1 No. 2 (2022): KOLASE
Publisher : Universitas Singaperbangsa Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35706/jk.v1i2.8798

Abstract

Merdeka belajar merupakan program belajar yang memberikan suasana belajar lebih baik, bebas, dan bahagia bagi pendidik dan peserta didik dengan memanfaatkan teknologi di era society 5.0. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan peran inovasi media pembelajaran dalam mewujudkan merdeka belajar, (2) mendeskripsikan bentuk inovasi media pembelajaran dalam mewujudkan merdeka belajar, (3) mendeskripsikan penerapan inovasi media pembelajaran dalam mewujudkan merdeka belajar. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Teknik dokumentasi digunakan sebagai teknik pengumpulan data. Sumber data berupa sumber data primer dan sekunder. Kegiatan analisis data melalui empat tahap yaitu reduksi, penyajian, kemudian penarikan kesimpulan dan verifikasi data. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa peran inovasi media sebagai sarana menyalurkan pesan dari pendidik ke peserta didik dengan efektif,  inovatif, dan kreatif sehingga target pembelajaran melalui merdeka belajar dapat dicapai dengan maksimal. Beberapa bentuk inovasi media pembelajaran yang dapat diterapkan di era society 5.0 diantaranya (1) penggunaan aplikasi discord sebagai media pembelajaran jarak jauh (daring), (2) media pembelajaran berbasis local offline server dengan memanfaatkan teknologi komputer dalam pembelajaran agar pendidik dan peserta didik dapat berbagi fail dan berkomunikasi dengan bantuan server lokal tanpa menggunakan jaringan internet, (3) penggunaan papan tulis interaktif untuk memancing keaktifan siswa.
PENGEMBANGAN BAHAN AJAR TEKS PROSEDUR BERTEMA MAKANAN TRADISIONAL UNTUK SISWA SMP/MTs KELAS VII Rismanto, Arif; Mulyaningtyas, Rahmawati
MEDAN MAKNA: Jurnal Ilmu Kebahasaan dan Kesastraan Vol 21, No 2 (2023): Medan Makna Desember
Publisher : Balai Bahasa Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/mm.v22i2.6624

Abstract

Indonesian teaching materials for procedural text material with the theme of traditional food are still rarely found. Teaching materials that are currently developing do not consider graphical aspects such as choosing colors, typefaces, and using pictures or illustrations. Therefore, it is necessary to develop teaching materials for traditional food-themed procedure text materials that have attractive designs with contemporary graphics, communicative language, simple material, and consistent presentation of themes. This research aims to produce teaching materials for traditional food-themed procedure texts with content, presentation, language, and graphics that are feasible to be implemented in learning. This research uses the development model of Borg and Gall version of Sukmadinata which includes (1) preliminary study; (2) design and development; and (3) testing of teaching materials. The types of data obtained from this teaching material development research are qualitative data and quantitative data. The results of the final testing of teaching materials by experts reached a percentage of 99%. Thus, the teaching materials for traditional food-themed procedure texts that have been developed have very feasible qualifications and can be implemented in Indonesian language learning.
Bahasa Slang Generasi Milenial sebagai Produk Kreativitas Linguistik pada Media Sosial Instagram Mulyaningtyas, Rahmawati
MARDIBASA: Jurnal Pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 4 No 2 (2024)
Publisher : SATU Press Universitas Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21274/jpbsi.2024.4.2.90-110

Abstract

The millennial generation is a generation that is always side by side with technology. The existence of the millennial generation in social media has given birth to creative linguistic products in the form of slang. This study aims to describe (1) the use of slang on Instagram social media, (2) the development of slang language on Instagram social media, (3) the form of millennial generation creative linguistic products on Instagram social media. The research method used is descriptive qualitative. The data sources used are primary sources in the form of posts and comments from the millennial generation on Instagram social media and secondary data sources in the form of supporting literature. The data collection uses documentation techniques. This study uses descriptive data analysis techniques through four stages of analysis, namely data reduction, data presentation, conclusion drawing, and data verification. The results of this study indicate that slang is often used by the millennial generation in communicating on their social media. Slang has also continued to develop since the 1980's until now. Creative linguistic forms of millennial generation slang include normal words, reduction words, guardian words, abbreviations, and acronyms.
Interelasi Nilai Budaya dan Religi dalam Cerpen Rokat Kandung Kembar Karya Muna Masyari Mulyaningtyas, Rahmawati; Arinugroho, Yogi Dian
Narasi: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra Indonesia, dan Pengajarannya Vol. 2 No. 1 (2024): April
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30762/narasi.v2i1.2571

Abstract

Cerpen Rokat Kandung Kembar menceritakan seorang wanita yang setelah delapan tahun menikah akhirnya hamil. Wujud rasa syukur keluarga tersebut adalah dengan menggelar tradisi Rokat setelah kedua adik suaminya juga dinyatakan hamil. Hal ini agar janin dapat tumbuh sehat dan lahir dengan selamat. Namun, sang wanita mengganggap bahwa tradisi Rokat merupakan cara jahiliah. Artikel ini membahas keterkaitan budaya Madura dan Islam dalam cerpen berjudul Rokat Kandung Kembar. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan wujud keterkaitan budaya tersebut. Pendekatan kualitatif deskriptif digunakan dalam penelitian ini. Analisis isi (content analysis) sebagai metode dalam penelitian ini. Kajian ini termasuk dalam kajian antropologi sastra. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa keterkaitan budaya Madura dan Islam dalam bentuk tradisi upacara yang dilakukan oleh wanita yang sedang hamil, terutama jika hamil bersamaan dengan sanak saudara terdekat. Selain itu, dapat dilihat pada tradisi untuk menghitung kandungan. Berikutnya, terlihat pada syarat pakaian, sajian makanan, hingga aturan dalam upacara Rokat.
Pemanfaatan Noveltoon sebagai Media Pembelajaran Prosa di SMA Mulyaningtyas, Rahmawati; Ekafebriyanti, Valentina
Tabasa: Jurnal Bahasa, Sastra Indonesia, dan Pengajarannya Vol. 2 No. 2 (2021)
Publisher : UIN Raden Mas Said Surakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22515/tabasa.v2i2.3938

Abstract

Cybersastra atau sastra siber adalah aktivitas sastra yang memanfaatkan media elektronik atau internet. Sastra bergenre prosa sebagai salah satu sarana hiburan dan bahan pembelajaran saat ini dapat diakses melalui teknologi digital. Salah satu aplikasi daring yang dapat digunakan untuk mengakses prosa secara digital ialah NovelToon. Tujuan penelitian ini untuk menjelaskan cara penggunaan NovelToon, menjelaskan keunggulan dan kelemahan NovelToon, serta pemanfaatan NovelToon sebagaimedia pembelajaran prosa di SMA.Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Metode penelitian ini menggunakan analisis isi (content analysis). Teknik dokumentasi dan catat merupakan teknik pengumpulan data dalam penelitian ini.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan aplikasi NovelToon diawali dengan membuat akun pengguna, baik sebagai penulis maupun pembaca karya. Keunggulan NovelToon adalah fitur audio yang bisa ditambahkan pada setiap cerita sehingga pembaca dapat mendengarkan isi cerita selain membacanya. Di samping itu, adanya review karya dari tim NovelToon sehingga karya semakin berkualitas. Salah satu kelemahan aplikasi ini adalah bab cerita terbaru cenderung lama terbit tergantung pada durasi penilaian karya.Selain itu, mayoritas karya bergenre romantis. Pemanfaatan NovelToon sebagai media pembelajaran prosa dapat ditinjau dari pola dan strategi pemanfaatannya di dalam pembelajaran.
Analisis Naratif Video Animasi ‘Gunung’ di Saluran Gromore Studio Series: Kajian Futurologi terhadap Media Pembelajaran Menyimak Rahmawati Mulyaningtyas; Sudtida Tanompol
GHANCARAN: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia SPECIAL EDITION: LALONGET VI
Publisher : Tadris Bahasa Indonesia, Fakultas Tarbiyah, Institut Agama Islam Negeri Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/ghancaran.vi.21676

Abstract

The use of animated videos featuring the legends of “mountains” can serve as a relevant alternative medium for enhancing listening skills while simultaneously instilling local cultural values in students. This study analyzes the narrative structure of mountain legend animations from the Gromore Studio Series YouTube channel, as well as the potential and challenges of using such videos as listening comprehension learning media. A descriptive qualitative approach with narrative analysis was employed. The data sources consisted of three animated videos titled Legenda Gunung Merapi, Legenda Gunung Kelud, and Asal-Usul Gunung Arjuna, produced by Gromore Studio Series on YouTube. The analysis was conducted using Tzvetan Todorov's narrative structure theory and educational futurology to assess the media's relevance in future learning contexts. The data analysis process included (a) data reduction, (b) data presentation, and (c) conclusion drawing/verification. Source triangulation was used to ensure data validity. The findings reveal that all three videos follow a complete narrative structure (equilibrium, disruption, recognition, repair, and new equilibrium). Moreover, the videos have the potential to engage students through contextual visualization of folklore and strengthen listening skills via audio-visual support. They also contribute to character building and local value reinforcement. Challenges include limited technological access in schools, teachers' digital media competency gaps, and alignment with current curriculum especially the learning objectives. Therefore, the use of animated videos as learning media must be supported by policies, training, and comprehensive evaluation to ensure their effectiveness and sustainability in enhancing students’ listening literacy.
Desain Media Gachapon dalam Pembelajaran Menulis Teks Puisi bagi Siswa Kelas VIII SMP Rahmawati Mulyaningtyas; Dimas Fajar Abidin
Jurnal Pembelajaran Sastra Vol 7 No 2 (2025): Jurnal Pembelajaran Sastra
Publisher : Hiski Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51543/hiskimalang.v7i2.83

Abstract

Learning to write poetry plays an important role in developing students' language skills, imaginative power, and emotional sensitivity. Despite its importance, poetry writing lessons often face obstacles, such as students having difficulty starting their writing, choosing diction, or finding suitable ideas. Consequently, a learning medium is needed that can stimulate creativity while helping students find ideas for writing. Gachapon media offers uniqueness because it combines elements of games, interactivity, and creativity in poetry writing lessons. Inspired by Japanese capsule toy machines, this medium utilizes random vocabulary to stimulate students' imaginations, making learning more enjoyable through play. The purpose of this research is to design and describe Gachapon media as a tool in teaching poetry writing materials in Grade VIII. This research is categorized as development research that produces a Gachapon learning media product. The development model used adapts the 4D model consisting of the define, design, and develop stages. Meanwhile, this media has not yet reached the disseminate stage due to limited time and costs. Media validation was carried out by one media expert lecturer. The results of the study show that Gachapon can be utilized as a medium in learning to write poetry in Grade VIII. However, the validation results indicate that there are several things that need to be improved, namely the paper containing vocabulary needs to be typed and there needs to be instructions for using the media.
UJUB DALAM TRADISI METRI: ASPEK BUNYI DAN MAKNA SASTRA LISAN DI DESA RINGINPITU Rahmawati Mulyaningtyas; Lilis Anifiah Zulfa
Jurnal Basataka (JBT) Vol. 7 No. 2 (2024): Desember 2024
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Balikpapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/basataka.v7i2.566

Abstract

Ujub merupakan tuturan yang disampaikan oleh tukang ngajatne atau moden metri (pemimpin selamatan di Desa Ringinpitu). Ujub termasuk dalam sastra lisan karena diwariskan turun temurun dari generasi ke generasi secara lisan. Ujub disampaikan dengan bahasa Jawa krama inggil. Makna ujub hanya dapat dipahami oleh pemimpin metri maupun generasi tua. Sementara itu, generasi muda masih kurang dapat memahami isi dari ujub yang disampaikan pada tradisi metri. Oleh karena itu penting untuk meneliti tentang ujub. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan aspek bunyi dan makna dari ujub dalam tradisi metri. Penelitian ini termasuk penelitian deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara dan observasi saat pemimpin metri mengucap ujub saat metri dilakukan. Subjek penelitian adalah tiga pemimpin metri yang ada di Desa Ringinpitu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan rima/persajakan, dalam ujub ditemukan ada aliterasi, asonansi, dan efoni. Sementara itu, makna ujub dapat ditinjau dari tiga bagian utama ujub yaitu pembuka, inti, dan penutup.
Fungsi dan Pelestarian Sastra Lisan Ujub dalam Tradisi Metri di Desa Ringinpitu Lilis Anifiah Zulfa; Rahmawati Mulyaningtyas
ALFABETA: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya Vol. 8 No. 1 (2025): Alfabeta: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya
Publisher : Universitas Insan Budi Utomo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33503/alfabeta.v8i1.1296

Abstract

Selamatan atau di Ringinpitu lebih dikenal dengan nama metri merupakan sebuah tradisi ritual atau upacara adat Jawa yang dilakukan untuk menunjukkan rasa syukur, permohonan keselamatan, permohonan kesejahteraan, dll. Tradisi metri diwariskan lelulur melalui proses lisan oleh penutur kepada seseorang yang dipercaya. Namun, semakin sedikitnya modin metri dan hanya orang-orang tua saja yang memimpin metri di Desa Ringinpitu bisa menjadi penanda semakin berkurangnya minat generasi muda dalam melestarikan sastra lisan ini. Penelitian ini termasuk dalam jenis penelitian kualitatif deskriptif. Pengumpulan data penelitian dilakukan dengan teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi. Data-data tersebut dianalisis dengan cara mereduksi data, menyajikan data, dan menyimpulkan data. Pengujian keabsahan data menggunakan triangulasi sumber data penelitian. Hasil penelitian menunjukkan fungsi religius pada ujub metri adalah kesadaran tentang eksistensi Tuhan Yang Maha Esa, wujud keimanan, serta berupa wujud syukur atas segala kemudahan yang didapatkan dengan mendoakan para lelulur dan Nabi Muhammad, bersyukur, menghormati orang lain, serta menghormati alam. Fungsi sosialnya, yaitu mengajarkan kerukunan, kebersamaan, dan gotong royong dengan berkumpul bersama menyiapkan segala kebutuhan metri, berdoa bersama, dan makan bersama. Fungsi budaya ujub metri, yaitu mengajarkan budaya gotong royong, budaya berterima kasih, dan menghormati warisan leluhur. Tradisi ini dilestarikan secara alamiah karena masyarakat Ringinpitu percaya ujub metri adalah bahasa sakral dan tidak bisa diucapkan sembarang orang dan waktu, bahkan tidak boleh dicatat. Namun, masyarakat percaya bahwa tradisi ini akan tetap lestari.
Pengembangan Media MisBook dalam Pembelajaran Cerita Imajinasi bagi Siswa Kelas VII Alvira Jasmin Eka Fahriyanti; Rahmawati Mulyaningtyas
GHANCARAN: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 3 No. 2 (2022)
Publisher : Tadris Bahasa Indonesia, Fakultas Tarbiyah, Institut Agama Islam Negeri Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/ghancaran.v3i2.4906

Abstract

Imaginary story learning, that is taught for grade VII on one of the basic competencies 4.4, presents any ideas in the form of imaginary stories orally and literally with spesific attention to the structure, use of language, and oral aspects. Generally,the students often get difficulty in conveying their ideas, both in oral and written form. In addition, the students do not fully understand the material so that it has an impact on the low motivation of students in participating in learning. Therefore, there is a need for media innovation in learning imaginary stories to maximize the learning outcomes. Based on these problems, this article elaborates the development of the MisBook learning media (missions in the book) which is applied in learning imaginary stories. The method used in this research is research and development method. The objectives of this research include (1) developing MisBook media in learning imaginary stories for grade VII students; (2) describe the results of the properness test of the use of the MisBook learning media. The results shows that the MisBook learning media deserves to be applied in learning imaginary stories. The results of the small group trial consisting of 5 seventh grade students shows that the MissBook media is interesting and easy to use. Expert trials shows several things that must be improved from the MisBook media including clarifying the writing of the material to be conveyed; adding the media usage instructions; adding the examples according to theoretical concepts; etc.