Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

UJUB DALAM TRADISI METRI: ASPEK BUNYI DAN MAKNA SASTRA LISAN DI DESA RINGINPITU Rahmawati Mulyaningtyas; Lilis Anifiah Zulfa
Jurnal Basataka (JBT) Vol. 7 No. 2 (2024): Desember 2024
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Balikpapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/basataka.v7i2.566

Abstract

Ujub merupakan tuturan yang disampaikan oleh tukang ngajatne atau moden metri (pemimpin selamatan di Desa Ringinpitu). Ujub termasuk dalam sastra lisan karena diwariskan turun temurun dari generasi ke generasi secara lisan. Ujub disampaikan dengan bahasa Jawa krama inggil. Makna ujub hanya dapat dipahami oleh pemimpin metri maupun generasi tua. Sementara itu, generasi muda masih kurang dapat memahami isi dari ujub yang disampaikan pada tradisi metri. Oleh karena itu penting untuk meneliti tentang ujub. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan aspek bunyi dan makna dari ujub dalam tradisi metri. Penelitian ini termasuk penelitian deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara dan observasi saat pemimpin metri mengucap ujub saat metri dilakukan. Subjek penelitian adalah tiga pemimpin metri yang ada di Desa Ringinpitu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan rima/persajakan, dalam ujub ditemukan ada aliterasi, asonansi, dan efoni. Sementara itu, makna ujub dapat ditinjau dari tiga bagian utama ujub yaitu pembuka, inti, dan penutup.
PENGEMBANGAN MEDIA DIGITAL RUANG CIPTA DALAM PEMBELAJARAN MENULIS PANTUN BAGI SISWA KELAS VII Alin Ulya Wati; Rahmawati Mulyaningtyas
Jurnal Basataka (JBT) Vol. 8 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Balikpapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/basataka.v8i2.1110

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengembangkan produk media digital bernama Ruang Cipta dan mengukur kelayakannya dalam pembelajaran menulis materi teks pantun. Media Ruang Cipta yang dikembangkan berupa flipbook terintegrasi dengan platform FlipHTML5, Google Sites, serta Google Form. Media ini memiliki kelebihan pada tampilan visual layaknya buku yang bisa dibolak-balik per halaman, kemudahan akses dari berbagai perangkat digital, serta fleksibilitas untuk pembelajaran secara individual maupun kelompok. Penelitian pengembangan ini mengadaptasi model ADDIE yang terdiri dari analysis (analisis), design (perancangan), development (pengembangan) disesuaikan dengan kebutuhan penelitian. Uji kelayakan media dilakukan oleh seorang ahli materi sekaligus media pembelajaran. Sementara itu, uji coba dilakukan kepada kelompok kecil yaitu empat orang siswa sekolah menengah pertama kelas VII. Data penelitian ini digolongkan menjadi dua macam yaitu data kuantitatif berupa skor/angka dari lembar validasi ahli dan angket respons siswa. Data kualitatif berupa komentar, saran, dan catatan observasi/wawancara dari ahli dan siswa yang digunakan untuk menjelaskan temuan dan menjadi dasar revisi media. Hasil validasi oleh ahli materi dan media menunjukkan tingkat validitas sangat tinggi, dengan skor validasi materi 100% dan media 92,8%. Uji coba pada kelompok kecil, siswa memberikan respons positif dengan rata-rata skor 97,75%, yang mengindikasikan media Ruang Cipta layak digunakan dalam pembelajaran menulis pantun.
Fungsi dan Pelestarian Sastra Lisan Ujub dalam Tradisi Metri di Desa Ringinpitu Lilis Anifiah Zulfa; Rahmawati Mulyaningtyas
ALFABETA: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya Vol. 8 No. 1 (2025): Alfabeta: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya
Publisher : Universitas Insan Budi Utomo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33503/alfabeta.v8i1.1296

Abstract

Selamatan atau di Ringinpitu lebih dikenal dengan nama metri merupakan sebuah tradisi ritual atau upacara adat Jawa yang dilakukan untuk menunjukkan rasa syukur, permohonan keselamatan, permohonan kesejahteraan, dll. Tradisi metri diwariskan lelulur melalui proses lisan oleh penutur kepada seseorang yang dipercaya. Namun, semakin sedikitnya modin metri dan hanya orang-orang tua saja yang memimpin metri di Desa Ringinpitu bisa menjadi penanda semakin berkurangnya minat generasi muda dalam melestarikan sastra lisan ini. Penelitian ini termasuk dalam jenis penelitian kualitatif deskriptif. Pengumpulan data penelitian dilakukan dengan teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi. Data-data tersebut dianalisis dengan cara mereduksi data, menyajikan data, dan menyimpulkan data. Pengujian keabsahan data menggunakan triangulasi sumber data penelitian. Hasil penelitian menunjukkan fungsi religius pada ujub metri adalah kesadaran tentang eksistensi Tuhan Yang Maha Esa, wujud keimanan, serta berupa wujud syukur atas segala kemudahan yang didapatkan dengan mendoakan para lelulur dan Nabi Muhammad, bersyukur, menghormati orang lain, serta menghormati alam. Fungsi sosialnya, yaitu mengajarkan kerukunan, kebersamaan, dan gotong royong dengan berkumpul bersama menyiapkan segala kebutuhan metri, berdoa bersama, dan makan bersama. Fungsi budaya ujub metri, yaitu mengajarkan budaya gotong royong, budaya berterima kasih, dan menghormati warisan leluhur. Tradisi ini dilestarikan secara alamiah karena masyarakat Ringinpitu percaya ujub metri adalah bahasa sakral dan tidak bisa diucapkan sembarang orang dan waktu, bahkan tidak boleh dicatat. Namun, masyarakat percaya bahwa tradisi ini akan tetap lestari.