Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

ANALISIS TEGANGAN REGANGAN PADA PELAT DECK DAN BOTTOM KAPAL FERRY RO-RO MENGGUNAKAN FINITE ELEMENT METHOD Amalia Ika Wulandari; Alamsyah Alamsyah; Cindy Lionita Agusty
WAVE: Jurnal Ilmiah Teknologi Maritim Vol. 15 No. 1 (2021)
Publisher : National Research and Innovation Agency (BRIN Publishing)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tegangan dan regangan merupakan suatu hal yang krusial pada kekuatan kapal, hal ini menjadi sangat penting untuk mengetahui beban maksimal yang bisa diterima oleh kapal karena antara kedua hal tersebut saling berkaitan, alasan keselematan juga menjadi satu hal mengapa tegangan regangan patut untuk diketahui. Pada penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tegangan regangan maksimum kapal dengan variasi ketebalan pelat 100%, 90%, 80% dan 60%, menggunakan metode yakni Finite Element Method. Hasil penelitian didapatkan nilai tegangan maximum pada ketebalan 100% yaitu 312.539 N/mm2 dengan regangan maximum yang dihasilkan yaitu 1,48 x 10-3. , untuk ketebalan 90% dihasilkan tegangan maximum sebesar 353.47 N/mm2 dan regangan maximum yang dihasilkan yaitu 1,68 x 10-3. , keteblan 80% tegangan maximum yang dihasilkan sebesar 617.78 N/mm2 dengan regangan maximum yang dihasilkan yaitu 0,29 x 10-3., ketebalan 60% tegangan maximum yang dikeluarkan sebesar 820.03 N/mm2 dengan regangan maximum yang dikeluarkan yaitu 0.39 x 10-3 . Untuk pelat 100% dan 90% tidak melebihi tegangan izin, sedangkan untuk pelat 80% dan 60% melebihi tegangan izin.
DESAIN SKIMMER BOAT (KAPAL PENGAMBIL SAMPAH) DAERAH PERAIRAN SUNGAI DIKALIMANTAN TIMUR Amalia Ika Wulandari; Wira Setiawan; Taufik Hidayat; Arman Fauzi
WAVE: Jurnal Ilmiah Teknologi Maritim Vol. 14 No. 1 (2020)
Publisher : National Research and Innovation Agency (BRIN Publishing)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jumlah sampah yang dibawa ke Tempat Pembungan Akhir (TPA) Manggar Balikpapan saat ini mencapai 305 m3 perharinya. Lebih dari itu, sering pula dijumpai sampah-sampah yang masih tersebar di muara-muara sungai,pelabuhan dan kawasan perairan lain yang tidak diketahui jumlahnya salah satunya di Sungai Klandasan Hilir. Maka masalah yang muncul adalah bagaimana mendesain suatu kapal yang dapat mengatasi penumpukan sampah di perairan sungai dan berapa ukuran utama yang sesuai untuk perairan sungai diKalimantan. solusi yang dapat digunakan untuk mengatasi penumpukan sampah yang ada disungai yaitu dengan menggunakan bantuan Trash Skimmer Boat. Work Boat ini adalah salah satu jenis dari kapal khusus yang difungsikan untuk melakukan pengambilan sampah perairan baik sungai, danau, laut maupun kanal. Menggunakan metode Parent Design Approach dan dengan bantuan Software Maxsurf maka diperoleh ukuran utama sebesar LOA = 3 m, B = 2 m, T = 0,37 m, H = 0,7 m, B1 = 0,962 m, dan v = 6 knots. Bentuk dasar dari Trash Skimmer Boat ini berlambung pontoon catamaran yang dilengkapi dengan bak sampah dengan kapasitas 1 m3 dan setelah dilakukan survey data sampah, disarankan kapal ini dioperasikan sekali dalam seminggu selama 1 jam dengan fasilitas tambahan yaitu 1 bak penampungan sampah dan 1 unit mini portable crane dengan kapasitas angkut sebesar 300 kg yang diletakkan pada dermaga titik akhir penampungan sampah dari sungai.
ANALISIS KEKUATAN DAN UMUR KELELAHAN SHAFT PROPELLER KAPAL SPOB Alamsyah Alam; Amalia Ika Wulandari; Ivan Fadilah
WAVE: Jurnal Ilmiah Teknologi Maritim Vol. 13 No. 2 (2019)
Publisher : National Research and Innovation Agency (BRIN Publishing)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Makalah ini membahas tentang kekuatan, putaran, dan umur kelelahan dari poros propeller kapal SPOB. Poros propeller yang dirancang harus cukup aman untuk menahan beban - beban yang bekerja saat beroperasi yang berefek pada umur kelelahan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kekuatan dan umur kelelahan poros propeller. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah Finite Element Method (FEM) dibantu dengan aplikasi berbasis elemen hingga. Hasil penelitian didapatkan nilai tegangan von mises (equivalent) pada poros propeller adalah sebesar 203,05 MPa dan tegangan geser sebesar 93,52MPa. Nilainya di bawah tegangan izin pada poros propeller yakni 104,67 MPa untuk tegangan izin geser dan 209,34 MPa untuk tegangan izin von mises. Sedangkan fatigue life poros propeller yakni 16,33 tahun dengan siklus tegangan sebesar 3,24 x 109.
ANALISA TEKUK PADA KAPAL FERRY RO-RO Amalia Ika Wulandari; Nurmawati Nurmawati; Anggoronadhi Dianiswara
WAVE: Jurnal Ilmiah Teknologi Maritim Vol. 13 No. 1 (2019)
Publisher : National Research and Innovation Agency (BRIN Publishing)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Para perancang struktur kapal dapat menentukan jarak gading yang optimal dengan batasan resiko tekuk pada pelat. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui beban batas lateral pada masing-masing jarak gading sehingga dapat diketahui resiko tekuk yang terjadi pada pelat. Tekuk adalah suatu ragam kegagalan yang diakibatkan oleh ketidakstabilan suatu elemen struktur yang diepengaruhi oleh aksi beban. Kegagalan yang diakibatkan oleh ketidakstabilan dapat terjadi pada berbagai material. Pada saat tekuk terjadi, taraf gaya internal dapat sangat rendah. Fenomena tekuk berkaitan dengan kekakuan elemen struktur. Kekuatan tekuk pada setiap bagian struktur dapat dievalusi dengan menggunakan konsep tegangan tekuk kritis. Besarnya tegangan tekuk kritis berhubungan dengan persamaan klasik tekuk Euler dan bergantung pada apakah tekuk ini terjadi pada kondisi elastis dan tidak elastis. Penurunan beban berbanding terbalik dengan kenaikan jarak gading,semakin jauh jarak gading maka semakin kecil beban yang dibutuhkan agar pelat mengalami tekuk.