Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN KECEMASAN PADA REMAJA PUTRI KELAS VII DALAM MENGHADAPI MENARCHE DI SMP WIDYA BHAKTI RUTENG Nggarang, Bonavantura Nursi; Jahum, Gregoria
Wawasan Kesehatan Vol. 4 No. 2 (2019): JURNAL WAWASAN KESEHATAN
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan dan Pertanian Unika Santu Paulus Ruteng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga dengan kecemasan pada remaja putri kelas VII dalam menghadapi menarche di SMP Widya Bhakti Ruteng.Rancangan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah desain analitik dengan pendekatan cross-sectional yaitu untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga dengan kecemasan pada remaja putri kelas VII dalam menghadapi menarche di SMP Widya Bhakti Ruteng. Populasi dalam penelitian ini adalah sebanyak 30 orang, dengan jumlah sampel 30 orang. Teknik pengumpulan sampel dengan menggunakan teknik total sampling, pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner.Hasil penelitian menujukan koefesien korelasi bahwa diperoleh P=,000(p<0,05). Jadi dari hasil uji statistik dapat ditarik kesimpulan bahwa H0 ditolak, Ha diterima, artinya ada hubungan antara dukungan keluarga dengan kecemasan pada remaja putri kelas VII dalam menghadapi menarche di SMP Widya Bhakti Ruteng. Saran untuk keluarga dapat lebih memberikan dukungan maupun perhatian kepada remaja putri, sehingga nantinya tidak akan terjadi kecemasan yang dapat mengganggu kehidupan remaja putri.
FAKTOR – FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PERILAKU SEKSUAL BERISIKO PADA REMAJA KELAS XII DI MAN MANGGARAI TIMUR TAHUN 2021 Padut, Rosalia Dalima; Nggarang, Bonavantura Nursi; Eka, Angelina Roida
Wawasan Kesehatan Vol. 6 No. 1 (2021): JURNAL WAWASAN KESEHATAN
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan dan Pertanian Unika Santu Paulus Ruteng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perilaku seksual adalah segala tingkah laku yang didorong oleh hasrat seksual, baik terhadap lawan jenis maupun sesama jenis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor – faktor yang berhubungan dengan perilaku seksual berisiko pada remaja kelas XII di MAN Manggarai Timur. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode cross sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling dengan jumlah sampel 90 orang. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa sebanyak 57 responden (63,3%) memiliki perilaku seksual tidak berisiko dan sebanyak 33 responden (36,7%) memiliki perilaku seksual berisiko. Analisis bivariat menggunakan uji chi – square dengan α = 0,05 (H0 ditolak jika p < α). Jenis kelamin (p= 0,003), faktor pola asuh orangtua (p = 0,000), pengaruh teman sebaya (p = 0,000), paparan media pornografi (p = 0,000) dan pengetahuan (p = 0,003) memiliki hubungan dengan perilaku seksual remaja kelas XII (p < 0,05). Berdasarkan hasil penelitian tersebut diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan serta menambah wawasan mahasiswa tentang perilaku seksual berisiko sehingga dapat menambah pengetahuan mahasiswa dalam memberikan penyuluhan kepada remaja.
STUDI LITERATUR: HUBUNGAN MENGKONSUMSI KOPI DENGAN PENYAKIT HIPERTENSI PADA LANSIA Senior, Godeliva Dai; Nggarang, Bonavantura Nursi; Simon, Maria Getrida
Wawasan Kesehatan Vol. 6 No. 2 (2021): JURNAL WAWASAN KESEHATAN
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan dan Pertanian Unika Santu Paulus Ruteng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hipertensi merupakan peningkatan tekanan darah diastolic atau sistolik yang tidak teratur atau terus menerus, yang biasanya dimulai sebagai penyakit yang ringan, perlahan berkembang ke kondisi yang parah atau berbahaya. Kopi menjadi salah satu minuman paling populer dan digemari semua kalangan. Disisi lain kopi sering dikaitkan dengan sejumlah faktor risiko penyakit jantung koroner, termasuk meningkatkan tekanan darah dan kadar kolesterol darah karena kopi mempunyai kandungan polifenol, kalium dan kafein. Kafein dikatakan sebagai penyebab berbagai penyakit khususnya hipertensi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan mengkonsumsi kopi dengan penyakit hipertensi pada lansia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan berbasis pada data sekunder. Data sekunder merupakan data yang diperoleh bukan dari pengamatan langsung. Akan tetapi data tersebut diperoleh dari hasil penelitian yang telah dilakukan oleh peneliti-peneliti terdahulu. Sumber data sekunder yang Di dapat berupa artikel atau jurnal yang relevan dengan topik, yang dilakukan dengan menggunakan data base melalui google scholar. Dari delapan jurnal lima jurnal yang menyatakan ada hubungan antara mengkonsumsi kopi dengan penyakit hipertensi dan tiga lainnya menyatakan tidak ada hubungan antara mengkonsumsi kopi dengan penyakit hipertensi.
PENGARUH SENAM PROLANIS TERHADAP PENURUNAN TEKANAN DARAH PADA LANSIA PRODUKTIF (45-59 TAHUN) DI DUSUN KAWENG WILAYAH KERJA PUSKESMAS BANGKA KENDA Hadia, Matilda Putri; Mariati, Lusia Henny; Nggarang, Bonavantura Nursi
Wawasan Kesehatan Vol. 7 No. 1 (2022): JURNAL WAWASAN KESEHATAN
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan dan Pertanian Unika Santu Paulus Ruteng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu masalah kesehatan yang mengganggu sistem kardiovaskuler dan dapat menyebabkan kematian. Pada lansia penatalaksanaan hipertensi dapat dilakukan dengan senam jantung sehat seri I. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh senam prolanis terhadap penurunan tekanan darah pada lansia produktif (45-59 tahun) di Dusun Kaweng wilayah kerja Puskesmas Bangka Kenda. Metode penelitian yakni metode kuantitatif pra-eksperimental designs bentuk one-group pre-post test design. Lokasi penelitian di Dusun Kaweng wilayah kerja Puskesmas Bangka Kenda. Teknik sampling yakni purposive dengan total responden sebanyak 30 orang. Analisa data menggunakan uji wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setelah latihan selama 6 kali terjadi perubahan tekanan darah hasil perbandingan pre dan post dengan nilai uji statistik p value 0,000 < 0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh senam jantung sehat seri I terhadap penurunan tekanan darah pada lansia produktif di Dusun Kaweng Wilayah Kerja Puskesmas Bangka Kenda. Terapi senam jantung sehat seri I diharapkan dapat dijadikan sebagai salah satu terapi non farmakologis dalam menurunkan tekanan darah pada lansia produktif.
HUBUNGAN PROSES BELAJAR DARING DENGAN TINGKAT STRES PADA MAHASISWA FAKULTAS ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS KATOLIK SANTU PAULUS RUTENG Rahmat, Efram Igrenino; Nggarang, Bonavantura Nursi; Eka, Angelina Roida
Wawasan Kesehatan Vol. 7 No. 2 (2022): JURNAL WAWASAN KESEHATAN
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan dan Pertanian Unika Santu Paulus Ruteng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dampak dari pandemic Covid-19 pada proses belajar cukup terasa. Masalah yang dihadapi, proses belajar menggunakan media daring ini lebih melelahkan dan membosankan karena mereka tidak dapat berinteraksi dengan dosen maupun teman lainnya. Dengan demikian dapat mengakibatkan frustasi pada mahasiswa, dan bila terus berlanjut dapat menimbulkan stress. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan proses belajar daring dengan tingkat stres pada mahasiswa. Metode penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan menggunakan pendekatan cross sectional dengan melibatkan 152 mahasiswa. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling, tempat penelitian dilakukan di Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Katolik Indonesia Santu Paulus Ruteng, waktu penelitian dilaksanakan pada 09 Maret sampai dengan 30 April 2022. Hasil penelitian menunjukan proses belajar daring yang paling banyak pada kategori kurang 77 orang (50.7%) dan yang paling sedikit pada kategori cukup 75 orang (43.3%) dan mahasiswa yang paling banyak mengalami stress sedang 65 orang (42.7%) dan yang paling sedikit stress ringan 8 orang (5.3%). Analisis data menggunakan uji Chi-Square, antara proses belajar daring dan tingkat stress dengan hasil uji nilai p value 0,0001<(0,05) Hasil analisis didapatkan bahwa ada hubungan proses belajar daring dan tingkat stress pada mahasiswa.
HUBUNGAN PENGETAHUAN MASYARAKAT TENTANG COVID-19 DENGAN KEPATUHAN PENERAPAN PROTOKOL KESEHATAN DI WILAYAH DESA PONG LEKO Murni, Pudensiana; Beo, Yosef Andrian; Nggarang, Bonavantura Nursi
Wawasan Kesehatan Vol. 7 No. 2 (2022): JURNAL WAWASAN KESEHATAN
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan dan Pertanian Unika Santu Paulus Ruteng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Covid-19 merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh jenis coronavirus yang ditemukan pada tahun 2019 dan menjadi sebuah pandemi yang terjadi di seluruh dunia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan masyarakat tentang covid-19 dengan kepatuhan dalam menerapkan protokol kesehatan di Dusun Gulung Desa Pong Leko. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dengan menggunakan pendekatan cross sectional. Pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Data uji yang digunakan adalah chi square. Hasil penelitian menunjukan bahwa nilai P Value=0,04 yang artinya ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan dengan kepatuhan penerapan protokol kesehatan di Dusun Gulung Desa Pong Leko.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN ANEMIA PADA REMAJA PUTRI DI WILAYAH KERJA UPTD PUSKESMAS LA’O KABUPATEN MANGGARAI Human, Emanuela Rahmayani; Nggarang, Bonavantura Nursi; Beo, Yosef Andrian
Wawasan Kesehatan Vol. 8 No. 2 (2023): JURNAL WAWASAN KESEHATAN
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan dan Pertanian Unika Santu Paulus Ruteng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Anemia adalah kondisi ketika kadar hemoglobin dalam darah lebih rendah dari normal. Dalam beberapa tahun terakhir masih ditemukan tingginya kejadian anemia pada remaja putri. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian anemia pada remaja putri di wilayah kerja Puskesmas La’o. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain Studi analitik dengan rancangan cross sectional. Sumber data menggunakan data primer dan sekunder. Subjek penelitian adalah 74 responden remaja putri. Penarikan sampel menggunakan teknik Purposive Sampling. Analisis menggunakan uji chi square dan uji regresi logistic. Hasil analisis bivariat dengan uji Chi Square ditemukan terdapat hubungan antara pola menstruasi dengan nilai p value 0,000 dan asupan zat besi dengan nilai p value 0,001 sedangkan tingkat pengetahuan tidak berhubungan secara signifikan dengan kejadian anemia (p value 0,067). Hasil analisis multivariate dengan uji regresi logistik ganda menunjukkan bahwa faktor yang paling berhubungan dengan kejadian anemia adalah pola menstruasi tidak normal dengan nilai p value 0,001, OR 9,180 dan asupan zat besi kurang dengan nilai p value 0,006, OR 5,342 yang berarti pola menstruasi tidak normal memiliki peluang 9,180 kali dan asupan zat besi kurang memiliki peluang 5,342 kali untuk mengalami anemia dibanding pola menstruasi normal dan asupan zat besi cukup. Dengan demikian disimpulkan bahwa pola menstruasi dan asupan zat besi adalah faktor yang berhubungan erat dengan kejadian anemia pada remaja putri di wilayah kerja Puskesmas La’o.
Penerapan Relaksasi Otot Progresif untuk Menurunkan Nyeri Sendi pada Lansia Claudia Fariday Dewi; Maria Rosari A. Muwa; Kornelia Romana Iwa; Bonavantura N. Nggarang; Heribertus Handi
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 4 (2026): Volume 9 Nomor 4 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i4.15545

Abstract

ABSTRAK Nyeri kronis adalah keluhan umum di kalangan lansia, yang berdampak signifikan pada kualitas hidup dan biaya perawatan kesehatan. Pengobatan farmakologis untuk nyeri kronis sering memiliki efek samping yang tinggi pada lansia, sementara pendekatan nonfarmakologis seperti terapi fisik, teknik relaksasi, dan intervensi psikologis lebih aman dan efektif. Teknik relaksasi otot progresif (PMR) terbukti mengurangi nyeri akut dan kronis, serta kecemasan dan depresi, dengan meningkatkan kualitas tidur dan efikasi diri. Tujuan dari kegiatan pengabdian ini adalah untuk melatih lansia yang mengalami nyeri agar memiliki keterampilan dalam manajemen nyeri sendi melalui terapi Relaksasi Otot Progresif. Pelaksanaan program PkM melibatkan persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi terapi relaksasi otot progresif pada lansia, yang mencakup diskusi tempat pelaksanaan, persiapan modul, musik, dan instrumen pengukuran, serta pelaksanaan terapi dan pengukuran skala nyeri sebelum dan sesudah terapi. Evaluasi dilakukan dengan mengukur perubahan skala nyeri setelah terapi diberikan. Pelaksanaan pelatihan terapi relaksasi otot progresif diikuti oleh 30 lansia dengan mayoritas berjenis kelamin perempuan, bekerja sebagai petani, dan berusia lebih dari 50 tahun. Sebelum terapi, sebagian besar responden mengalami nyeri sendi dalam kategori sedang (77%). Setelah terapi selama 30 menit, skala nyeri berkurang secara signifikan, dengan peningkatan jumlah responden yang merasakan nyeri ringan dari 2 menjadi 10. Hasil ini menunjukkan efektivitas terapi relaksasi otot progresif dalam mengurangi nyeri sendi pada lansia. Penerapan terapi relaksasi otot progresif (ROP) terbukti efektif dalam menurunkan tingkat nyeri sendi pada lansia, menunjukkan penurunan signifikan dari nyeri berat ke sedang dan ringan. Disarankan agar terapi ROP diintegrasikan ke dalam program perawatan nyeri sendi di berbagai fasilitas kesehatan sebagai bagian rutin dari program rehabilitasi untuk lansia dengan nyeri sendi kronis. Kata Kunci: Nyeri Sendi, Lansia, Relaksasi Otot Progresif.  ABSTRACT Chronic pain is a common complaint among the elderly, significantly impacting their quality of life and healthcare costs. Pharmacological treatments for chronic pain often have high side effects in the elderly, whereas non-pharmacological approaches such as physical therapy, relaxation techniques, and psychological interventions are safer and more effective. Progressive muscle relaxation (PMR) has been proven to reduce acute and chronic pain, as well as anxiety and depression, by improving sleep quality and self-efficacy. The aim of this community service activity is to train elderly individuals experiencing pain to develop skills in managing joint pain through Progressive Muscle Relaxation therapy. The implementation of the community service program involves preparation, execution, and evaluation of progressive muscle relaxation therapy for the elderly, including discussions on the location of implementation, preparation of modules, music, and measurement instruments, as well as the execution of therapy and pain scale measurement before and after therapy. Evaluation is conducted by measuring changes in pain scale after therapy. The training in progressive muscle relaxation therapy was attended by 30 elderly participants, predominantly female, working as farmers, and aged over 50 years. Before therapy, the majority of respondents experienced joint pain in the moderate category (77%). After 30 minutes of therapy, the pain scale significantly decreased, with an increase in the number of respondents experiencing mild pain from 2 to 10. These results demonstrate the effectiveness of progressive muscle relaxation therapy in reducing joint pain in the elderly. The application of Progressive Muscle Relaxation (PMR) therapy has been proven effective in reducing the level of joint pain in the elderly, showing a significant decrease from severe to moderate and mild pain. It is recommended that PMR therapy be integrated into joint pain management programs in various healthcare facilities as a routine part of rehabilitation programs for elderly individuals with chronic joint pain. Keywords: Joint Pain, Elderly, Progressive Muscle Relaxation.