Agus Sumitra
IKIP Siliwangi

Published : 12 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

PENGEMBANGAN KETERAMPILAN MOTORIK HALUS PADA ANAK USIA DINI Pipit Rahmawati; Nurwuni Nurwuni; Agus Sumitra
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) Vol 3, No 2 (2020): Volume 3 Nomor 2, Maret 2020
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/ceria.v3i2.p%p

Abstract

Fine motor skills are the ability to control movements through the coordination of the nervous system, fibrils, and muscles such as fingers and hands. Fine motor skills also play an important role in the process of developing cognitive abilities in early childhood. This research is to look at ways to develop motor skills in early childhood. The study was conducted using qualitative descriptive (single case multi site case study design) involving 2 teachers. Data is collected through observation and interviews, then analyzed by thematic. The results showed that fine motor development research was conducted using the assignment method in four ways: (i) Providing tools and materials, (ii) providing direction and opportunities for training, (iii) spending children with individuals and groups, (iv) Successful improve their motor skills. This lesson shows how to use it can be used in developing fine motor skills at early childhood.Keterampilan motorik halus (untuk selanjutnya disingkat Kemampuan motorik halus) adalah kemampuan untuk mengontrol gerakan melalui kegiatan koordinasi saraf sistem, fibril, dan otot seperti jari dan tangan. Kemampuan motorik halus  juga dipandang sebagai sangat faktor penting dalam proses pengembangan kemampuan kognitif pada anak usia dini. Penelitian ini bertujuan untuk melihat bagaimana mengembangkan Kemampuan motorik halus. Penelitian dilakukan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif (desain studi kasus multi situs kasus tunggal) yang melibatkan 2 guru. Data dikumpulkan melalui observasi dan wawancara, kemudian dianalisis secara tematis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembangan Kemampuan motorik halus dilakukan menggunakan metode penugasan dalam empat cara: (i) Menyediakan alat dan bahan, (ii) memberikan arahan dan peluang untuk latihan, (iii) mengamati anak-anak secara individu dan dalam kelompok, (iv) mengevaluasi pengembangan Kemampuan motorik halus mereka secara berkelanjutan. Pelajaran ini menunjukkan bahwa keempat cara ini dapat digunakan sebagai alternatif dalam mengembangkan Kemampuan motorik halus. 
PEMBELAJARAN BERHITUNG MELALUI MEDIA PERMAINAN ULAR TANGGA PADA ANAK USIA DINI Yani Rahmayani; Agus Sumitra
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) Vol 5, No 2 (2022): Volume 5 Nomor 2, Maret 2022
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/ceria.v5i2.10327

Abstract

Learning to count is one of the important and useful abilities in everyday life, almost all activities cannot be separated from counting. One of the activities of learning to count is through the game of snakes and ladders. The use of snake and ladder game media in the learning process can create pleasant conditions for children. Snakes and ladders game techniques can be developed to assist children's mastery of developmental aspects, especially in the material for developing numeracy skills. The purpose of this study is to improve numeracy skills using the snake and ladder game media. In this study, researchers used a qualitative approach with descriptive methods carried out using field observation techniques and interviews with a study sample of 14 children. Data analysis uses data reduction, data display, and conclusions. The purpose of using this method is to get an overview of learning to count using the game of snakes and ladders for children aged 5-6 years. The results obtained are an increase in the achievement of children's development values in learning count between before and after doing activities using the snake and ladder game media. This can be seen at the end of the research activity, their development value has increased from underdeveloped (BB) until the end of the development value reaches very well developed (BSB), so it can be concluded that by learning to count using snake and ladder media children become more developedPembelajaran berhitung merupakan salah satu kemampuan penting dan berguna dalam kehidupan sehari-hari, hampir semua aktivitas tidak terlepas dari berhitung. Salah satu kegiatan dari pembelajaran berhitung yakni melalui media permainan ular tangga. Penggunaan media permainan ular tangga dalam proses pembelajarannya dapat menciptakan kondisi yang menyenangkan bagi anak. Teknik permainan ular tangga dapat dikembangkan untuk membantu penguasaan anak-anak terhadap aspek-aspek perkembangan khususnya pada materi pengembangan kemampuan berhitung. Tujuan dari Penelitian ini  yaitu untuk meningkatkan kemampuan berhitung menggunakan media permainan ular tangga. Pada penelitian ini,peneliti menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif yang dilakukan dengan menggunakan teknik observasi lapangan dan wawancara dengan sample penelitian sebanyak 14 anak. Analisis data menggunakan reduksi data, display data, dan kesimpulan. Tujuan menggunakan metode tersebut  adalah untuk mendapatkan gambaran tentang pembelajaran berhitung dengan menggunakan media permainan ular tangga pada Anak Usia Dini. Hasil penelitan yang diperoleh yaitu adanya peningkatan pencapaian nilai perkembangan anak dalam pembelajaran berhitung antara sebelum dan sesudah melakukan kegiatan dengan menggunakan media permainan ular tangga. Hal tersebut dapat dilihat pada kegiatan akhir penelitian, nilai perkembangan mereka meningkat mulai dari belum berkembang (BB) sampai akhir nilai perkembangannya mencapai berkembang sangat baik (BSB), sehingga dapat diambil kesimpulan bahwa dengan pembelajaran berhitung dengan menggunakan media ular tangga anak menjadi lebih berkembang.