Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Desain Antena Microstrip MIMO 2x2 dengan Defected Ground Structure (DGS) untuk Implementasi Teknologi 5G pada Frekuensi 26 GHz Erisa Fresti Fadlillah; Alfin Hikmaturokhman; Petrus Kerowe Goran
Jurnal Riset Rekayasa Elektro Vol 6, No 2 (2024): JRRE VOL 6 NO 2 DESEMBER 2024
Publisher : PROGRAM STUDI TEKNIK ELEKTRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/jrre.v6i2.20790

Abstract

Saat ini, teknologi komunikasi nirkabel telah mencapai generasi kelima, yang dikenal sebagai teknologi telekomunikasi 5G. Teknologi 5G telah mulai diterapkan di Indonesia, meskipun belum sepenuhnya menjangkau seluruh wilayah. Salah satu keunggulan teknologi 5G adalah kemampuannya untuk menyediakan kapasitas besar bagi pengguna, namun kelemahannya terletak pada cakupan area yang terbatas. Penelitian ini berfokus pada perancangan antena untuk implementasi teknologi 5G dengan frekuensi kerja 26 GHz, bertujuan untuk meningkatkan jangkauan sinyal dan memperluas cakupan dibandingkan antena 5G konvensional. Antena yang dirancang adalah antena microstrip dengan bentuk patch persegi (patch square), disusun dalam konfigurasi array Multi Input-Multi Output (MIMO) 2x2 menggunakan metode Defected Ground Structure (DGS). Desain ini juga mencakup penambahan metode U-Slot dan inset feed pada patch antena, menghasilkan dimensi akhir sebesar 33,77 mm x 7,63 mm. Hasil simulasi menunjukkan bahwa pada frekuensi kerja 26 GHz, antena ini memiliki nilai return loss (S11) sebesar -11,079 dB, VSWR 1,775, bandwidth 125 MHz, dan gain 5,725 dBi. Selain itu, desain antena ini menghasilkan koefisien korelasi sebesar 0,070377, nilai mutual coupling -50,477 dB, dan pola radiasi unidirectional.
Design Of The Rectangular Microstrip Antenna For E-UTRAN New Radio – Dual Connectivity (EN-DC) Amiludin, Amiludin; Petrus Kerowe Goran; Eka Setia Nugraha
Buletin Pos dan Telekomunikasi Vol. 22 No. 2 (2024): December 2024
Publisher : Centre for Research and Development on Resources, Equipment, and Operations of Posts and I

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17933/bpostel.v22i2.391

Abstract

Wireless communication systems are multiplying, and the high data access and volume have increased yearly. The 3GPP release 15 introduces a technique called E-UTRAN New Radio – Dual Connectivity (EN-DC). This technique allows users to simultaneously utilize 4G and 5G transmissions on a single antenna. The EN-DC antenna requires beamforming capabilities, often achieved using a Butler matrix. Butler matrix can produce an ideal phase difference of -1350, -450, +450, and +1350, or called ±450 and ±1350. This research discusses the design of microstrip rectangular MIMO 4x4 standalone and the Butler matrix method operation at 2.1 GHz and 2.375 GHz to obtain a phase difference in each antenna element. In this case, the simulation results show that a standalone antenna MIMO 4x4 produces a main phase direction of approximately ±171.00 at 2.1 GHz for 4G at elements 1, 2, 3, and 4. At 2.375 GHz for 5G, the main phase direction for the same elements is approximately ±25.00. At 2.1 GHz for 4G at elements 1, 2, 3, and 4, the simulation results for the antenna MIMO 4x4 with the Butler matrix indicate a main phase direction of around ±1.00. For elements 1 and 4, the primary phase direction at 2.375 GHz is around ±19.00, while for elements 2 and 3, it is around ±52.00. The simulation results demonstrate that the phase direction of the antenna MIMO 4x4 is significantly improved because of the Butler matrix. In addition, that is a limited phase direction for a standalone antenna MIMO 4x4.
SIMULASI PERANCANGAN JARINGAN KOMUNIKASI LONG RANGE (LORA) UNTUK MENDUKUNG DESA WISATA MELUNG Goran, Petrus Kerowe; Br Ginting, Melinda
Jurnal SINTA: Sistem Informasi dan Teknologi Komputasi Vol. 1 No. 3 (2024): SINTA - JULI
Publisher : Berkah Tematik Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61124/sinta.v1i3.22

Abstract

Telah dilakukan simulasi perancangan jaringan komunikasi Long Range (LoRa) pada desa Wisata Melung. Desa ini memiliki beberapa destinasi wisata yang berpotensi besar untuk dikembangkan. Guna mengembangkan potensi desa ini, maka beberapa sektor bidang diupayakan berkembang agar mendukung Desa Wisata Melung. Salah satu bidang yang dikembangkan adalah bidang teknologi informasi dan komunikasi. Penelitian ini bertujuan untuk merancang jaringan komunikasi berbasis Long Range (LoRa) yang dapat mendukung pengelolaan dan pengembangan Desa Wisata Melung. Kesempatan ini penelitian berfokus pada Wisata Pagubugan Desa Melung. Teknologi LoRa dipilih karena memiliki keunggulan dalam jangkauan yang luas, konsumsi daya yang rendah, dan biaya implementasi yang relatif murah, sehingga cocok untuk digunakan di area pedesaan dengan infrastruktur yang terbatas. Metode penelitian yang digunakan adalah melihat kondisi geografis desa Melung dan letak Wisata Pagubugan yang selanjutnya melakukan analisis kebutuhan komunikas jaringan pada Desa Wisata Melung menggunakan simulasi perancangan jaringan LoRa, selanjutnya melakukan pengujian simulasi dengan parameter RSRP dan SINR untuk mengetahui kinerja jaringan LoRa di daerah wisata Melung. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dari perancangan jaringan LoRa untuk desa wisata Melung memperoleh nilai RSRP sebesar -110 dBm sampai dengan -130 dBm yang mencakup area Melung dan dikategorikan ke dalam kualitas yang buruk. Sementara, untuk hasil SINR diperoleh 0 dB sampai dengan -10 dB sebesar 90%. Hal ini menunjukkan SINR memiliki nilai yang buruk berdasarkan simulasi. Sehingga, simpulan dari simulasi jaringan ini masih membutuhkan penambahan akses point dan pengujian tes jaringan untuk meningkatkan nilai RSRP dan SINR yang menunjukkan kualitas sinyal di area desa wisata Melung.