Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Mandatory Spending Pesantren Pasca Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2019 Tentang Pesantren Afriyani, Alfin; Fathorrahman, Fathorrahman; Najib, Ainun
Jurnal Ilmiah Multidisipin Vol. 4 No. 4 (2026): Jurnal Ilmiah Multidisiplin, April 2026
Publisher : Lumbung Pare Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60126/jim.v4i4.1564

Abstract

Penetapan Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2019 tentang Pesantren telah memberikan landasan hukum yang kuat bagi pengelolaan pesantren di Indonesia. Salah satu aspek penting dalam undang-undang tersebut adalah pengaturan mengenai mandatory spending (belanja wajib), termasuk kewajiban alokasi anggaran untuk mendukung seluruh kegiatan pesantren. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis mandatory spending anggaran pesantren pasca berlakunya Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2019 tentang Pesantren. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kepustakaan dengan jenis penelitian yuridis normatif, melalui pendekatan perundang-undangan dan pendekatan konseptual. Teknik pengumpulan bahan hukum dilakukan melalui studi pustaka terhadap berbagai sumber hukum yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemenuhan mandatory spending untuk pesantren masih belum optimal, di mana alokasi anggaran pesantren masih bersumber dari anggaran pendidikan sebesar 20% dari APBN/APBD sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Padahal, selain mengemban amanat konstitusi, pesantren juga memiliki dasar hukum khusus melalui Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2019 tentang Pesantren yang seharusnya memperkuat dukungan anggaran secara lebih spesifik.
The Significance of Mediator Certificate for Village Heads in Dispute Resolution Syahrul Ibad; Ainun Najib; Ummassahda Ummassahda; Marco Rizzi
Fiat Justisia: Jurnal Ilmu Hukum Vol. 19 No. 4 (2025)
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25041/fiatjustisia.v19no4.4610

Abstract

Humans are social beings whose interactions often generate conflicts arising from differing interests. Dispute resolution may be pursued through litigation or non-litigation mechanisms, including mediation. This study examines village-level mediation conducted by Kepala Desa (village head), which is rooted in local wisdom and community practices, and mandated by Law Number 6 of 2014 concerning Villages, Article 26 paragraph (4), requiring Kepala Desa to resolve community disputes. The findings indicate that mediator certification is urgently needed to enhance the effectiveness of Kepala Desa in dispute resolution and to improve efficiency in terms of cost, time, and access to justice. Although mediation outcomes are binding and have evidentiary value for the parties, they do not possess Permanent legal force equivalent to a final court decision unless elevated to a peace deed (akta perdamaian).
HUBUNGAN KOMPETENSI KONSELOR BERSERTIFIKAT DENGAN KUALITAS LAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING PADA PASIEN REHABILITASI NARKOBA DI RUMAH MERAH PUTIH SURABAYA Hilna Fitriani; Hanik Mufaridah; Ainun Najib
Konseling At-Tawazun Vol 5 No 1 (2026): Konseling At-Tawazun: Jurnal Kajian Bimbingan dan Konseling Islam
Publisher : Fakultas Dakwah dan Ushuluddin Universitas Ibrahimy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35316/attawazun.v5i1.8358

Abstract

Kasus narkoba di Indonesia menempati kedudukan nomor tiga di seluruh dunia. Jawa Timur menjadi provinsi kedua dengan peningkatan tertinggi kemudian Surabaya menghadapi masalah serius terkait penyalahgunaan narkoba data terbaru menunjukkan bahwa kota ini menempati peringkat pertama dalam kasus narkoba di Jawa Timur. Lima tahun terakhir, 70% dari total kasus narkoba di Jawa Timur terjadi di Surabaya, penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh konselor bersertifikat terhadap layanan bimbingan dan konseling pada pasien rehabilitasi narkoba di Rumah Merah Putih Surabaya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian korelasi. Analisis data yang digunakan meliputi uji validitas dan reliabilitas instrumen, uji normalitas untuk mengetahui data pada penelitian ini bersifat normal, sehingga uji parametrik dapat digunakan, uji parametrik yang digunakan uji korelasional untuk mengetahui hubungan linier antar variabel dan uji regresi linier sederhana untuk menguji hubungan antar variabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa instrumen yang digunakan valid dan realibel. Uji korelasional menunjukkan bahwa koefisien r = 0,641 menunjukkan hubungan positif yang kuat dan uji regresi linier sederhana menunjukkan bahwa kompetensi konselor bersertifikat mempengaruhi layanan bimbingan dan konseling sebesar 39,7% sedangkan sisanya 60,3% dipengaruhi oleh variabel lain.