Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

PENGEMBANGAN LKPD BIOLOGI MATERI EKOSISTEM SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN KELAS X MA MADANI ALAUDDIN PAO-PAO Ainul Uyuni Taufik; Salahuddin Salahuddin; Sri Febriani Masdi
Al Asma: Journal of Islamic Education Vol 1 No 2 (2019): NOVEMBER
Publisher : Faculty of Tarbiyah and Teacher Training

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/asma.v1i2.10822

Abstract

AbstrakPenelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengembangkan Lembar Kerja Peserta Didik pada materi ekosistem serta untuk mengetahui kevalidan Lembar Kerja Peserta Didik, mengetahui respons peserta didik terhadap Lembar Kerja Peserta Didik, dan mengetahui keefektifan Lembar Kerja Peserta Didik yang dikembangkan. Dalam penelitian ini penulis menggunakan model pengembangan 4-D, yang meliputi empat tahap yaitu pendefinisian (define), perancangan (design), pengembangan (develop), dan penyebaran (disseminate). Subjek penelitian ini adalah peserta didik kelas X MIA 2 MA Madani Alauddin Pao-Pao sebanyak 38 peserta didik. Instrumen penelitian yang digunakan adalah lembar validasi, angket respons peserta didik, dan tes hasil belajar. Teknik pengolahan dan analisis data yang digunakan adalah analisis data kevalidan, analisis data respons peserta didik, dan analisis data keefektifan. Berdasarkan penilaian dari validator ahli, tingkat kevalidan Lembar Peserta Didik yang diperoleh pada penelitian ini yaitu sangat valid dengan nilai rata-rata akhir 3.72, sedangkan berdasarkan angket, respons peserta didik yang diperoleh adalah positif karena diperoleh hasil rata-rata respons peserta didik yaitu 2.95 sehingga produk baik untuk digunakan, sedangkan pada tingkat keefektifan berdasarkan hasil tes peserta didik, diperoleh persentase ketuntasan belajar peserta didik sebanyak 92%, yang menunjukkan bahwa Lembar Kerja Peserta Didik efektif untuk digunakan. AbstractThe purpose of this study was to develop student worksheets on ecosystem material and to determine the validity of student worksheets, find out the responses of students to the student worksheets, and find out the effectiveness of the student worksheets developed. This research and development refers to the 4-D development model, which includes four stages, namely defining, designing, developing, disseminating. The subjects of this study were class X MIA 2 MA Madani Alauddin Pao-Pao students as many as 38 students. The research instruments used were validation sheets, student response questionnaires, and learning outcomes tests. Data processing and analysis techniques used are validity data analysis, analysis of student response data, and effectiveness data analysis. Based on the assessment of the expert validator, the level of validity of the student worksheets obtained in this study is very valid with a final average value of 3.72. While based on the questionnaire, the responses of students obtained are positive because the results of the average response of students are 2.95 so that the product is good to use. While at the level of effectiveness based on the test results of students, the percentage of students' learning completeness was 92%, which showed that the student worksheets was effective to use.
MENIMBANG TEORI LATHĀIF UNTUK PERBAIKAN KARAKTER DALAM TAREKAT NAQSYABANDIYAH Salahuddin Salahuddin
Al Asma: Journal of Islamic Education Vol 3 No 2 (2021): NOVEMBER
Publisher : Faculty of Tarbiyah and Teacher Training

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/asma.v3i2.21151

Abstract

AbstrakTulisan ini secara singkat akan menyorot teori dan struktur lathāif dalam Tarekat Naqsyabandi. Tulisan ini dipandang penting karena bisa menjadi tawaran salah satu solusi bagi pembinaan karakter dalam dunia pendidikan kita di Indonesia. Diketahui bahwa tarekat Naqsyabandi merupakan salah satu tarekat yang titik tekannya adalah akhlak, yang dalam tasawuf disebut dengan Tasawuf Amali. Lathāif dalam tarekat ini sebagai media untuk membina dan memperbaiki karakter tersebut. Caranya dengan mengontemplasikan kalimat atau ayat tertentu ke arah/tempat latif itu berada. Meski banyak sufi yang sudah menulis tentang interiosasi batin ini dengan sedikit perbedaan, tapi dari sejumlah tarekat yang ada, hanya di Tarekat Naqsyabandiy yang merumuskan interiosasi batin yang disebut dengan latifah ini dengan secara tegas dan jelas. Latifah inilah yang menjadi sasaran obyek dzikir dalam tarekat ini. AbstractThis paper will briefly highlight the theory and structure of lathāif in the Naqshbandi Order. This paper is considered important because it can offer a solution for character building in our education in Indonesia. It is known that the Naqshbandi Order is one of the orders whose emphasis is on morality, which in Sufism is called Amali Sufism. Lathaif in this order as a medium to foster and improve this character. The trick is to contemplate certain sentences or verses in the direction/place of the lative. Although many Sufis have written about this inner internalization with slight differences, from a number of existing order, only the Naqshbandiy Order has clearly and clearly formulated this inner innerization called latifah. Latifah is the object of dhikr in this order.
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN BIOLOGI BERBASIS POWTOON PADA MATERI SEL Aswar Akbar; Ahmad Ali; Salahuddin Salahuddin
Al Asma: Journal of Islamic Education Vol 3 No 2 (2021): NOVEMBER
Publisher : Faculty of Tarbiyah and Teacher Training

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/asma.v3i2.25162

Abstract

AbstrakPendidikan pada bangku persekolahan terkadang tidak bisa diterima secara totalitas oleh semua peserta didik, dikarenakan peserta didik mempunyai gaya belajar masing-masing sehingga memunculkan sebuah permasalahan dalam proses pembelajarannya, khususnya seorang guru kadang dalam proses mengajar di kelas masih sering menggunakan media papan tulis dan metode ceramah hingga membuat peserta didik merasa bosan dan tidak mampu memahami materi yang disampaikan oleh gurunya. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran biologi berbasis PowToon yang valid, praktis, dan efektif. Penelitian ini mengadaptasi model pengembangan 4-D yang meliputi empat tahap yakni define (pendefenisian), design (perancangan), develop (pengembangan), dan disseminate (penyebaran). Berdasarkan hasil penelitian, diketahui tingkat kevalidan media pembelajaran biologi berbasis PowToon berada pada kategori sangat valid dengan nilai rerata sebesar 3,66. Tingkat kepraktisan media pembelajaran biologi berbasis PowToon berada pada kategori sangat praktis dengan nilai rerata sebesar 3,53. Hasil tes peserta didik dikategorikan sangat efektif karena mencapai rata-rata hasil belajar 83,54 dengan interval >80). Sehingga media pembelajaran biologi berbasis PowToon layak digunakan karena memenuhi tiga kriteria yakni kevalidan, kepraktisan serta keefektifan. Media pembelajaran biologi berbasis PowToon diharapkan dapat diimplementasikan pada kegiatan pembelajaran di kelas. AbstractEducation in school is sometimes not acceptable in totality by all learners, because learners have their own learning style so that it raises a problem in the learning process, especially a teacher sometimes in the process of teaching in the classroom still often uses whiteboard media and lecture methods to make learners feel bored and unable to capture the material delivered by their teachers. This research aims to develop a valid, practical, and effective PowToon-based biological learning medium. This research adapts the 4-D development model which includes four stages namely define (defining), design (design), develop dessiminate. Based on the results of the study, it is known the the level of validity of the PowToon based biology learning media is in the valid category and the mean value is 3.66. The level of practicality of the PowToon based biology learning media is in the very practical category with an average value of 3.53 student test results are categorized as very effective because they achieve an average learning outcome of 83.54 with intervals (>80). So that the PowToon based biology learning media is feasible to use because it meets three criteria, namely validity, practicality and effectiveness. PowToon based biology learning media is expected to be implemented in classroom learning activities.
MENEMBUS BATAS LAHIRIAH PERSPEKTIF AL-GHAZALI: Refleksi bagi Dunia Pendidikan Salahuddin Salahuddin
Lentera Pendidikan : Jurnal Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Vol 18 No 2 (2015): Jurnal Lentera Pendidikan
Publisher : Faculty of Tarbiyah and Teacher Training Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/lp.2015v18n2a3

Abstract

Abstract:This study aimed to describe the view of al-Ghazali about how to view and interpret the text. The focus of the study was directed to the nature behind the term, examples of Sufi interpretation, and pedagogical reflection. The writer examined the text contained in Ihya Ulum al-Din and Misykat book. The results showed that al-Ghazali recommended to not just focus and stop at the term, but it also should explore the deepest meaning without ignoring the meaning of the term as a benchmark and a starting point. Sufi esoteric interpretations of the water in the QS 13/17 is ma'rifat, valleys mean the human heart, and spring called the Qur'an primordial. In the perspective of education, educators need to teach students not only the textual meanings of a text, but also the truth (philosophy) behind it.Abstrak:Kajian ini bertujuan untuk memaparkan pandangan al-Ghazali tentang cara melihat dan memaknai teks. Fokus kajian diarahkan pada hakikat di balik istilah, contoh tafsir sufistik, dan diakhiri dengan refleksi paedagogis. Penulis menelaah teks yang terdapat dalam kitab Ihya Ulum al-Din dan kitab Misykat. Hasil kajian menunjukkan bahwa al-Ghazali menganjurkan untuk tidak hanya terpaku dan berhenti pada istilah, tetapi lebih dari itu harus menyelami makna terdalamnya tanpa mengabaikan makna istilah sebagai patokan dan titik berangkat. Tafsiran sufistik esoterik tentang air dalam QS 13/17 ialah ma’rifat, lembah-lembah berarti kalbu manusia, dan mata air disebut dengan Al-qur’an primordial. Dalam pers-pektif pendidikan, seorang pendidik perlu mengajarkan kepada peserta didik bu-kan hanya makna lahiriah dari suatu teks, melainkan juga hakikat di balik makna lahiriah tersebut.
TAFSIR AYAT CAHAYA DALAM MISYKĀT AL-ANWĀR DAN ORIENTASI PENDIDIKAN POTENSI DIRI Salahuddin Salahuddin
Lentera Pendidikan : Jurnal Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Vol 12 No 1 (2009): JUNE
Publisher : Faculty of Tarbiyah and Teacher Training Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/lp.2009v12n1a1

Abstract

The term ‘light’ in Sufism has become a favourite terminology in different cases. It has been one of central themes in the work of ‘sufi’. Al-Ghazālī proved his excellence when he interpreted the verses on light. The terms in those verses are interpreted as inner strengths of human such as senses, rationale, imagination, thinking, and intuition. These are lights by which the Almighty God leads human beings to get the fundamental light. This can, of course, be achieved by maximising human potentials through education.
THE ROLE OF ISLAMIC THEOLOGY TEACHERS IN BUILDING CLASS CLIMATE IN STUDENTS SIKKA FLORES REGENCY, EAST NUSA TENGGARA Syahrul Syahrul; Salahuddin Salahuddin; Muh. Rapi
JICSA : Journal of Islamic Civilization in Southeast Asian Vol 10 No 2 (2021)
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jicsa.v10i2.24486

Abstract

This article discusses the role of Theology Teachers in Building a Classroom Climate for Students at Mts Nur Muhammad Pemana, Sikka Flores Regency, NTT. This article uses a qualitative research methodology with a focus on research (Field Research) in obtaining documents related to this issue and using multiple sites. Teachers have a very big role in creating a conducive classroom climate, so teacher competence is needed. A good classroom climate will describe demonstrations, where the teacher's behavior is more active in creating a conducive classroom climate. where a teacher provides opportunities for optimal learning achievement. Students who live in a pleasant classroom atmosphere are expected to be able to produce better performance when compared to children who live in an unpleasant classroom atmosphere. The author has come to the conclusion that the role of the moral theology teacher of class VIII MTs Nur Muhammad starting from the role of class management is both from students and the state of the classroom environment before the lesson begins, then after that hold a little dialogue or story with the aim of conditioning students to learn.
MENGADOPSI KONSER MUSIK DALAM TRADISI TASAWUF KE DUNIA PENDIDIKAN FORMAL Salahuddin Salahuddin
NANAEKE: Indonesian Journal on Early Childhood Education Vol 2 No 1 (2019)
Publisher : Early Childhood Islamic Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/nananeke.v2i1.9384

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk membahas beberapa perbedaan pandangan antar kalangan tasawuf mengenai kebolehan sama’ (musik) dalam Islam serta pentingnya sama’ diimplementasikan dalam dunia pendidikan formal khususnya Indonesia. Metode Penelitian yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode kepustakaan (library research), sedangkan pengumpulan data dilakukan dengan menelaah dan mengeksplorasi beberapa jurnal, buku dan dokumen-dokumen serta sumber data dan informasi lainnya yang dianggap relevan dengan kajian. Hasil penelitian menunjukkan meski terdapat perbedaan pandangan di kalangan sufi tentang kebolehan sama' (musik) dalam Islam namun, tak dapat dipungkiri bahwa samá diakui memiliki pengaruh positif dan pengalaman spiritual bagi penganutnya, serta sudah selayaknya musik dapat dikembangkan sebagai sarana untuk menunjang dalam bidang pendidikan
PENGARUH PENGGUNAAN MODEL COOPERATIF LEARNING DENGAN PENDEKATAN KETERAMPILAN PROSES TERHADAP HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK SMP NEGERI 3 SUNGUMINASA Sri Wahyuni; Salahuddin Salahuddin; Eka Damayanti
Jurnal Biotek Vol 5 No 2 (2017): Desember
Publisher : Department of Biology Education of Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (350.327 KB) | DOI: 10.24252/jb.v5i2.4285

Abstract

Penelitian ini bertujuan: (1) untuk mengetahui gambaran hasil belajar peserta didik menggunakan model cooperatif learning dengan pendekatan keterampilan proses; (2) untuk mengetahui gambaran hasil belajar peserta didik tanpa menggunkan model cooperatif learning dengan pendekatan keterampilan  proses; dan (3) untuk mengetahui pengaruh penggunaan model cooperatif learning dengan pendekatan keterampilan proses terhadap hasil belajar peserta didik di SMP Negeri 3 Sungguminasa. Penelitian ini merupakan penelitian Quasi Experimental dengan desain penelitian Pretest-Posttest Control Group Design. Populasi dalam penelitian ini kelas VIII SMP Negeri 3 Sungguminasa Kabupaten Gowa dengan sampel penelitian kelas VIII E yang berjumlah 34 siswa sebagai kelas eksperimen dan kelas VIII D berjumlah 34 siswa sebagai kelas kontrol yang terpilih melalui teknik random sampling. Instrumen yang digunakan untuk mengetahui hasil belajar peserta didik berupa tes pilihan ganda sebanyak 20 nomor. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis statistik deskriptif dan analisis statistik inferensial dengan uji Indepedent Sampel t-test. Berdasarkan hasil analisis inferensial menggunakan uji Indepedent Sampel t-test antara kelas eksperimen dengan kelas kontrol dimana diperoleh nilai p sebesar 0,020 yang lebih kecil dari 0,05 (p<0,05) dengan demikian dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan hasil belajar antara kelas eksperimen dengan kelas kontrol. Berdasarkan hasil analisis statistik deskriptif, diperoleh rata-rata nilai hasil belajar dari kedua kelompok tersebut yaitu kelas eksperimen sebesar 80,44 dan pada kelas kontrol sebesar 74,88. Dapat disimpulkan bahwa hasil belajar di kelas eksperimen lebih tinggi daripada kelas kontrol. Jadi terdapat pengaruh penggunaan model cooperatif learning dengan pendekatan keterampilan proses terhadap hasil peserta didik kelas VIII SMP Negeri 3 Sunguminasa
Increasing learning interest through android-based word square learning media Eka Sari Devi; Eka Damayanti; Hamansah Hamansah; Salahuddin Salahuddin; Jamilah Jamilah
Bioma : Jurnal Ilmiah Biologi Vol. 11 No. 2: October 2022
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/bioma.v11i2.10766

Abstract

The use of media through the Android application is still limited, even though it is needed to foster interest in learning after the COVID-19 pandemic. The research focused on increasing learning interest through the application of the Android-based Word Square learning media. This experimental research used a pretest-posttest control group design. The population in this study were all students of class IX MTs Guppi Samata, which consisted of 2 classes. The saturated sampling method was used in the sampling procedure with six samples taken from the experimental class IX-A and six samples taken from the control class IX-B. The research instrument was a questionnaire consisting of 30 items. The data analysis technique used the Wilcoxon signed ranks test. Students' learning interests differed depending on whether or not they used the Android-based Word Square learning media (p = 0.046, p 0.05). The results showed the differences in students' interest in learning with and without using the media of Word Square learning media based on android human reproductive system material for class IX MTs Guppi Samata (p = 0.046, p < 0.05). The average interest in learning among students through the media was 114.83. The value was higher than those without using the media (106.50). This proves that Word Square learning resources based on Android can increase students' learning interests. The findings of this study can be used to inform teachers' decisions about how to use engaging learning technologies and a variety of media to enhance the quality of their instruction.
PENGEMBANGAN MODUL BIOLOGI POKOK BAHASAN EVOLUSI BERMUATAN AYAT-AYAT AL-QUR’AN DAN HADIS-HADIS AKIDAH PADA MAHASISWA JURUSAN PENDIDIKAN BIOLOGI UIN ALAUDDIN MAKASSAR Muh. Ikhsan Syam; Salahuddin Salahuddin; Hamansah Hamansah
Al-AHYA: Jurnal Pendidikan Biologi Vol 1 No 1 (2019): AL-AHYA: Jurnal Pendidikan Biologi
Publisher : Department of Biology Education of Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1392.683 KB) | DOI: 10.24252/al-ahya.v1i1.5627

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan modulbiologi pokok bahasan evolusi bermuatan ayat-ayat al-Qur’an dan hadis-hadis akidah yang memiliki kualitas validdan praktis.Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan (Research and Development) yang mengacu pada model pengembangan 4-D atau model Thiagarajan yang dimodifikasi menjadi model 3-P, yaknitahap Pendefinisian (Define), tahap Perancangan (Design), dan tahap Pengembangan (Develop). Subjek dalam penelitian ini adalah mahasiswa Jurusan Pendidikan Biologi semester IX angkatan 2013 Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Alauddin Makassar yang berjumlah 6 orang. Instrumen yang digunakan dalam pengumpulan data penelitian terbagi atas dua, yaitu format validasi instrumen penilaian modul untuk mendapatkan data kevalidan dan format kepraktisan modul berupa angket respon peserta didik untuk mendapatkan data kepraktisan. Data yang telah diperoleh kemudian dianalisis dengan menggunakan analisis data deskriptif.Berdasarkan data uji coba kevalidan modul yang direvisi sebanyak 2 kali, modul memenuhi kategori sangat valid dengan skor rata-rata 3,76, untuk uji coba kepraktisan modul diperoleh skor rata-rata 3,39 yang termasuk kategoripraktis. Hal ini mengindikasikan bahwa modul yang dikembangkan masih belum sempurna namun layak untuk digunakan.