Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

PENINGKATAN KEMAMPUAN MENGENAL KONSEP BILANGAN MELALUI PERMAINAN BERBURU ANGKA PADA AUD DI TK NURUL HIDAYAH LEMPANGAN Mutmainnah Mutmainnah; Wahyuni Ismail; M. Rusdi Tahir; Thamrin Tayeb; Muhammad Ikbal
AWLADY : Jurnal Pendidikan Anak Vol 8, No 2 (2022)
Publisher : Jurusan PIAUD IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/awlady.v8i2.10147

Abstract

This study aims: 1) to describe the ability to recognize the concept of numbers before the number hunting game is applied to early childhood group A at Kindergarten Nurul Hidayah Lempangan; 2) to describe the ability to recognize the concept of numbers after a number hunting game was applied to early childhood group A at Kindergarten Nurul Hidayah Lempangan; and 3) to find out whether there is a difference in the average ability to recognize number concepts before and after the number hunting game is applied to early childhood group A at Kindergarten Nurul Hidayah Lempangan. This type of research uses quantitative research with experimental type using a census, namely the entire population is subject to research. The population in this study was group A at Kindergarten Nurul Hidayah Lempangan, totaling 6 people. Data collection techniques using observation, tests, and documentation. The data analysis technique used descriptive data analysis with descriptive average (mean).The results of the descriptive test showed: 1) the ability to recognize the concept of numbers before the number hunting game was applied to early childhood group A at Kindergarten Nurul Hidayah Lempangan obtained an average score of 6.67. 2) the ability to recognize the concept of numbers after the number hunting game was applied to early childhood group A at Kindergarten Nurul Hidayah Lempangan obtained an average score of 13.83. 3) there is a difference in the average ability to recognize number concepts in early childhood group A at Kindergarten Nurul Hidayah Lempangan after the number hunting game is applied. The implication of this research is that this research can add insight to children in recognizing the concept of numbers, educators can apply number hunting games in learning activities and can be used as an initial reference source by researchers who are researching the same.
Penerapan Metode Bercerita Tema Islami dalam Meningkatkan Perkembangan Nilai Agama Pada Anak Usia 5-Tahun Siti Hajrah; Wahyuni Ismail; Eka Damayanti
NANAEKE: Indonesian Journal on Early Childhood Education Vol 5 No 2 (2022): Juli-Desember
Publisher : Early Childhood Islamic Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/nananeke.v5i2.35330

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran perkembangan metode bercerita tema islami dalam meningkatkan perkembangan nilai agama pada anak usia 5-6 tahun di Kelurahan Paccinongang Kecamatan Somba Opu Kabupaten Gowa. Metode penelitian menggunakan penelitian kuantitatif deskriptif. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan berjumlah 10 anak yang berusia 5-6 tahun yang bertempat tinggal di Kelurahan Paccinongang Kecamatan Somba Opu Kabupaten Gowa. Instrumen penelitian menggunakan lembar cheklist dari hasil observasi. Teknik analisis data menggunakan statistik deskriptif. Hasil analisis deskriptif menunjukan terjadinnya peningkatan nilai rata-rata perkembangan nilai agama dari sebelum perlakuan (pre-test) ke setelah perlakuan (post-test) menggunakan metode bercerita tema islami yakni sebesar 21,6. Dapat disimpulkan bahwa metode bercerita tema islami dapat membantu meningkatkan perkembangan nilai agama pada anak usia 5-6 tahun di Kelurahan Paccinongang Kecamatan Somba Opu Kabupaten Gowa.
Peningkatan Kemampuan Mengenal Angka Melalui Penggunaan Media Balok Cuisenaire pada Anak Usia 5-6 Tahun Supiati Supiati; Eka Damayanti; Wahyuni Ismail
Indonesian Journal of Early Childhood: Jurnal Dunia Anak Usia Dini Vol. 4 No. 2 (2022)
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (191.988 KB) | DOI: 10.35473/ijec.v4i2.1463

Abstract

This study aimed to show the improvement of children aged 5–6 years in recognizing numbers by using Cuisenaire blocks in Tamasongo Hamlet, North Galesong District, Takalar Regency. This research was descriptive quantitative research. The population comes from all children aged 5–6 years in Dusun Tamasongo, as many as 19 children. The sampling technique used was purposive sampling, with a total sample of five children. The data obtained through the observation sheet instrument was described and analyzed using descriptive statistics. The results showed an improvement in the ability to recognize the numbers of the children. The ability to recognize numbers before using Cuisenaire media had the lowest score of 12 and the highest score of 18, with an average score of 15. Meanwhile, the ability to recognize numbers after using Cuisenaire's media received the lowest score of 22 and the highest score of 24, with an average score of 23. It appears that the ability to recognize numbers increased after the use of Cuisenaire block media in children aged 5-6 years in Tamasongo Hamlet, North Galesong District, Takalar Regency.AbstrakTujuan dari penelitian ini untuk membuktikan peningkatan kemampuan mengenal angka pada anak usia 5 – 6 tahun melalui penggunaan media balok Cuisenaire di Dusun Tamasongo, Kecamatan Galesong Utara, Kabupaten Takalar. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif deskriptif. Populasi berasal dari seluruh anak usia 5 – 6 tahun di Dusun Tamasongo sebanyak 19 anak. Teknik sampel yang digunakan berupa purposive sampling, dengan jumlah sampel sebanyak 5 anak. Data yang diperoleh melalui instrument lembar observasi dideskripsikan dan dianalisa menggunakan statistic deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat peningkatan kemampuan mengenal angka pada anak usia 5 – 6 tahun melalui penggunaan media balok Cuisenaire di Dusun Tamasongo, Kecamatan Galesong Utara, Kabupaten Takalar. Kemampuan mengenal angka sebelum penggunaan media balok Cuisenaire skor nilai terendah sebesar 12 dan nilai tertinggi sebesar 18 dengan skor nilai rata – rata 15. Sementara kemampuan mengenal angka setelah penggunaan media balok Cuisenaire diperoleh nilai terendah sebesar 22 dan nilai tertinggi mencapai 24 dengan nilai rata – rata 23. Artinya ada peningkatan nilai rata-rata nilai kemampuan mengenal angka setelah penggunaan media balok Cuisenaire pada anak usia 5 – 6 tahun di Dusun Tamasongo, Kecamatan Galesong Utara, Kabupaten Takalar.
PENGEMBANGAN HANDOUT BERBASIS TEAM ASSISTED INDIVIDUALIZATION PADA MATERI SISTEM GERAK Nuraeni Nuraeni; Wahyuni Ismail; Zulkarnaim Zulkarnaim
Al-AHYA: Jurnal Pendidikan Biologi Vol 2 No 2 (2020): AL-AHYA
Publisher : Department of Biology Education of Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (612.118 KB) | DOI: 10.24252/al-ahya.v2i2.15582

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk 1) mengembangkan handout berbasis team assisted individualization pada materi sistem gerak Kelas XI di MA Madani Alauddin Paopao, 2) Mengetahui tingkat kevalidan handout berbasis team assisted individualization pada materi sistem gerak Kelas XI MA di Madani Alauddin Paopao, 3) mengetahui tingkat kepraktisan  handout berbasis team assisted individualization pada materi sistem gerak Kelas XI MA di Madani Alauddin Paopao, dan 4) mengetahui tingkat keefektifan menggunakan handout berbasis team assisted individualization pada materi sistem gerak Kelas XI MA di Madani Alauddin Paopao. Jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian dan pengembangan (Research and Development). Penelitian dan pengembangan ini mengacu pada model pengembangan 4D, yang meliputi empat tahap yakni define (pendefinisian), design (perancangan), develop (pengembangan), dan disseminate (penyebaran). Subjek penelitian adalah siswa kelas XI MIA 2 di MA Madani Alauddin Paopao. Instrumen penelitian berupa lembar validasi untuk mendapatkan data kevalidan produk, angket respon guru dan angket respon siswa untuk mendapatkan data kepraktisan produk, serta butir-butir tes untuk mendapatkan data keefektifan produk. Berdasarkan hasil penilaian validator ahli, tingkat kevalidan bahan ajar handout berbasis team assisted individualization materi sistem gerak berada pada kategori sangat valid dengan nilai rata-rata 3,41. Berdasarkan hasil penilaian respon guru dan siswa tingkat kepraktisan bahan ajar handout berbasis team assisted individualization berada pada kategori positif dengan rata-rata nilai total 3,51. Berdasarkan hasil tes belajar siswa, berada pada kategori sangat tinggi karena mencapai 88,88%.
Media Augmented Reality Berbasis Android Pada Materi Sistem Pencernaan untuk Kelas XI SMA/MA Atirah; Ainul Uyuni Taufiq; Wahyuni Ismail
Al-AHYA: Jurnal Pendidikan Biologi Vol 4 No 2 (2022): Mei
Publisher : Department of Biology Education of Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (277.512 KB) | DOI: 10.24252/al-ahya.v4i2.23354

Abstract

This study aims to (1) develop Augmented Reality learning media on the digestive system material for class XI SMAN 8 Soppeng, (2) determine the level of validity of Augmented Reality learning media on the digestive system material for class XI SMAN 8 Soppeng, (3) determine the level of practicality of Augmented learning media. Reality on the digestive system material for class XI SMAN 8 Soppeng, (4) knowing the effectiveness of Augmented Reality learning media on the digestive system material for class XI SMAN 8 Soppeng. The research method is research and development (R & D) with a 4-D development model, namely define, design, develop and disseminate. The results showed that Augmented Reality learning media on the digestive system material developed had a validity level by a material expert team and a valid design expert team, namely 3.68, the assessment of student responses and educator responses, the practicality level was in the practical category with an average total score of 3.64. The test of student learning outcomes using Augmented Reality learning media is categorized as effective because it reaches 100%. So that Augmented Reality learning media is feasible to use because it has met the valid, practical and effective criteria.
Peningkatan Kemampuan Mengenal Angka Melalui Penggunaan Media Kartu Wayang Pada Anak Usia Dini Uswatun Hasanah; M. Rusdi T; Wahyuni Ismail; Susniawan Susniawan; Ade Agusriani
NANAEKE: Indonesian Journal on Early Childhood Education Vol 6 No 1 (2023): Januari-Juni
Publisher : Early Childhood Islamic Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/nananeke.v6i1.33547

Abstract

This study aims to describe the ability to recognize numbers in children before the application of wayang card media, to describe the ability to recognize numbers in children after the application of wayang card media, and to find out differences in the ability to recognize numbers through the use of wayang card media in early childhood at Yaspib Pertiwi Kindergarten, Bontolempangang District. This type of research is descriptive quantitative, using saturated sampling. The number of samples taken was all group A students of Yaspib Pertiwi Kindergarten, Bontolempangang District. The research instruments used were observation sheets, test sheets, and checklists. Data analysis techniques using descriptive data analysis. The results of the descriptive test show that the ability to recognize numbers before applying the wayang card media too early childhood obtains an average value of 6, the ability to recognize numbers after the application of wayang card media obtains an average value of 12, and there is a difference in the average ability get to know numbers in children aged in Kindergarten Yaspib Pertiwi, Bontolempangang District after applying the wayang card media. The implications of this research are expected to be able to add insight to children in knowing numbers, educators can apply wayang card media in learning activities, and can be an initial reference for researchers.