Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

PENGEMBANGAN MODUL BERBASIS MASALAH UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIS SISWA KELAS VII SMP Retno Amalia; Thamrin Tayeb; Andi Ika Prasasti Abrar
Al Asma: Journal of Islamic Education Vol 1 No 2 (2019): NOVEMBER
Publisher : Faculty of Tarbiyah and Teacher Training

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/asma.v1i2.11255

Abstract

This research aims to develop a problem-based module to promote seventh grader’s mathematical problem-solving ability at SMPN 7 Cenrana in Maros Regency that meets the criteria of product validity, practicality, and effectiveness. It adopts Plomp Research & Development model which consists of several development phases namely preliminary investigation, design, realisation, test, evaluation and revision and implementation. The product was tested on students of class VII D of SMPN 7 Cenrana. This research employs some instruments to gather its data, such as expert validation sheet, student response questionnaire, teacher response questionnaire, teacher’s media management ability observation sheet, student activity observation sheet and problem-solving tests. The results of the limited trials show some important research findings as follows: (1) the module is categorised valid, as indicated by validity value 4.4 and scores within an interval of 4.3 ≤ ???? ≤ 5; (2) the module has met practicality criteria owning to student’s positive response (85.53% and teacher’s highly positive response (84%); (3) the module is proclaimed effective as it has fulfilled three requirements, addressing teacher’s complimentary media management ability (4.6), high level of student’s activity (75.7%), as well as student’s unit completeness (81.5%). In summary, the problem-based module to promote seventh grader’s mathematical problem-solving ability at SMPN 7 Cenrana in Maros Regency has successfully fulfilled the criteria of validity, practicality and effectiveness. AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengembangkan modul berbasis masalah untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa pada materi aritmetika sosial yang valid, praktis, dan efektif di kelas VII SMPN 7 Cenrana kabupaten Maros. Dalam penelitian ini penulis menggunakan model pengembangan Plomp yang terdiri dari beberapa fase yaitu: Preliminary Investigation (investigasi awal), Design (desain), Realization (realisasi), Test, Evaluation and Revision (tes, evaluasi dan revisi), dan Implementation (implementasi). Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VII D SMPN 7 Cenrana. Instrumen penelitian yang digunakan adalah lembar validasi ahli, angket respons siswa dan guru, lembar observasi kemampuan guru dalam mengelola pembelajaran, lembar observasi aktivitas siswa dan tes kemampuan pemecahan masalah. Berdasarkan hasil uji coba terbatas yang dilakukan, diperoleh bahwa (1) hasil validasi modul adalah 4,4 pada kategori sangat valid, (2) praktis karena persentase rata-rata untuk respons siswa adalah 85,53% pada kategori positif dan persentase rata-rata respons guru adalah 84% pada kategori sangat positif. (3) Efektif karena telah memenuhi tiga kriteria yaitu rata-rata kemampuan guru dalam mengelola pembelajaran adalah 4,6 pada kategori sangat baik, persentase rata-rata aktivitas siswa adalah 75,7% pada kategori sangat baik, dan persentase ketuntasan belajar siswa pada kategori tinggi serta mencapai ketuntasan klasikal yaitu 81,5%. Sehingga dapat disimpulkan bahwa berbasis masalah pada materi aritmatika sosial di kelas VII SMPN 7 Cenrana Kabupaten Maros telah memenuhi kriteria kevalidan, kepraktisan, dan keefektifan.
IMPLEMENTASI STRATEGI BELAJAR KOOPERATIF MURDER TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP FISIKA PESERTA DIDIK Nurhidayah Nurhidayah; Thamrin Tayeb; Nidya Nina Ichiana; Santih Anggereni; Andi Kusumayanti; Andi Ulmi Asnita
Al Asma: Journal of Islamic Education Vol 2 No 1 (2020): MAY
Publisher : Faculty of Tarbiyah and Teacher Training

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/asma.v2i1.13458

Abstract

AbstrakPenelitian ini merupakan penelitian quasi experiment yang bertujuan untuk mengetahui pemahaman konsep fisika peserta didik yang diajar dengan strategi belajar kooperatif MURDER dan peserta didik yang tidak diajar dengan strategi belajar kooperatif MURDER kelas XI IPA SMAN 6 Wajo. Desain penelitian yang digunakan pada penelitian ini yaitu the matching-only posttest-only control group design. Populasi pada penelitian ini yaitu seluruh kelas XI IPA SMAN 6 Wajo yang terdiri dari 4 kelas dengan jumlah keseluruhan 151 peserta didik. Sampel pada penelitian ini dipilih dengan menggunakan teknik matching sehingga diperoleh 2 kelas dengan jumlah keseluruhan peserta didik 61. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan pemahaman konsep fisika antara peserta didik yang diajar dengan strategi belajar MURDER dan peserta didik yang diajar dengan metode ceramah XI IPA SMAN 6 Wajo. Implikasi dari penelitian ini adalah perlunya memperhatikan media dan sumber belajar yang digunakan peserta didik dalam proses investigasi dalam menerapkan strategi belajar MURDER dan tanpa menerapkan strategi belajar MURDER. AbstractThis research is quasi-experimental research, which aims to find out understanding physical concept of students who are not taught and students who are taught with cooperative MURDER learning strategies class XI IPA SMAN 6 WAJO. The research design used in this research is the matching-only posttest-only control group design. The population in this study is the entire class XI IPA SMAN 6 Wajo consisting of 4 classes with a total of 151 learners. The samples in this study were chosen by using a matching technique to obtain 2 classes with the total number of students 61. The results is there is a different understanding of physics concepts between learners who are taught with learning strategies MURDER and learners who were not taught learning strategies MURDER XI IPA SMAN 6 Wajo. The implications of this research are the need to pay attention to the media and learning resources used by students in the investigation process in applying MURDER learning strategy and without implementing MURDER learning strategy.
STUDI PERBANDINGAN PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE THINK-PAIR-SHARE DENGAN TIPE TEAM GAMES TOURNAMENT TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA BERDASARKAN WAKTU BELAJAR SISWA Nurhikmah Nurhikmah; Thamrin Tayeb; Ridwan Idris; Nidya Nina Ichiana; Sri Sulasteri
Al Asma: Journal of Islamic Education Vol 3 No 1 (2021): MAY
Publisher : Faculty of Tarbiyah and Teacher Training

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/asma.v3i1.21140

Abstract

AbstrakPenelitian ini merupakan penelitian kuantitatif jenis experimental semu dengan nonequivalent control group design. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas VIII MTs Negeri Balang-Balang. Sampel yang diperoleh menggunakan simple random sampling technique yakni 36 siswa untuk kelas eksperimen pagi, 35 siswa untuk kelas eksperimen siang, 36 siswa untuk kelas kontrol pagi, dan 36 siswa pada kelas kontrol siang. Instrumen yang digunakan adalah tes hasil belajar dan dokumentasi. Data dianalisis dengan teknik analisis statistik deskriptif dan inferensial dengan uji Anava 2 jalur. Berdasarkan analisis yang dilakukan pada data penelitian ini, diperoleh bahwa hasil belajar matematika siswa dengan menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe Team Games Tournament yang ditinjau dari waktu belajar kelas eksperimen pagi dan siang diperoleh nilai rata-rata hasil belajar meningkat dari 51,73 menjadi 87,83 dan 48,3 menjadi 80,42 setelah diberikan posttest dengan peningkatan sebesar 36,1 dan 32,12, sedangkan hasil belajar matematika siswa dengan model pembelajaran kooperarif tipe Think Pair Share yang ditinjau dari waktu belajar pada kelas kontrol pagi dan siang diperoleh nilai rata-rata hasil belajar yang meningkat dari 52,67 menjadi 82,3 dan dari 47 menjadi 82,056 setelah diberikan posttest dengan peningkatan sebesar 29,63 dan 35,056. Selain itu, diperoleh bahwa rata-rata hasil belajar model pembelajaran kooperatif tipe TGT lebih baik daripada model pembelajaran kooperaatif tipe TPS berdasarkan waktu belajar. AbstractThis research is a quasi-experimental quantitative research with a nonequivalent control group design. The population of this study were students of class VIII MTs Negeri Balang-Balang. The sample was obtained using the simple random sampling technique, namely 36 students for the morning experiment class, 35 students for the afternoon experiment class, 36 students for the morning control class, and 36 students for the afternoon control class. The instrument used was a test of learning outcomes and documentation. Data were analyzed using descriptive and inferential statistical analysis techniques with the 2-way Anava test. Based on the analysis carried out on the data of this study, it was found that the results of students' mathematics learning by applying the Team Games Tournament type cooperative learning model in terms of learning time in the experimental class in the morning and afternoon obtained an average value of learning outcomes increased from 51.73 to 87.83 and 48.3 to 80.42 after being given a posttest with an increase of 36.1 and 32.12, while the mathematics learning outcomes of students with the Think Pair Share cooperative learning model in terms of learning time in the control class morning and afternoon obtained an average value of Average learning outcomes increased from 52.67 to 82.3 and from 47 to 82.056 after being given the posttest with increases of 29.63 and 35.056. In addition, it was found that the average learning outcomes of the TGT type of cooperative learning model were better than the TPS type of cooperative learning model based on learning time.
Perbandingan Penerapan Model Discovery Learning dan Problem Based Learning Terhadap Kemampuan Pemahaman Matematis Siswa Mar Athul Wazithah T.; Thamrin Tayeb; Fitriani Nur; Lisnasari Andi Mattoliang; Suharti Suharti
Alauddin Journal of Mathematics Education Vol 2 No 2 (2020): NOVEMBER
Publisher : Department of Mathematics Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/ajme.v2i2.17370

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perbedaan kemampuan pemahaman matematis antara penerapan model discovery learning dan penerapan model problem based learning. Jenis penelitian yang digunakan adalah kuasi eksperimen dengan non equivalent control group design. Adapun populasi yang diteliti yaitu semua siswa kelas VIII di MTs Madani Alauddin, Kabupaten Gowa. Pemilihan sampel menggunakan teknik simple random sampling. Instrumen yang digunakan adalah soal pretest dan posttest kemampuan pemahaman matematis. Teknik analisis data yang digunakan yaitu statistik deskriptif dan statistik inferensial. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata kemampuan pemahaman matematis dengan penerapan model discovery learning adalah 63,97 dengan standar deviasi 12,783. Sedangkan rata-rata kemampuan pemahaman matematis dengan penerapan model problem based learning yaitu 72,31 dengan standar deviasi 16,175. Hasil analisis inferensial menunjukkan bahwa terdapat perbedaan kemampuan pemahaman matematis antara yang menerapkan discovery learning dan problem based learning dengan nilai sig. 0,014 < 0,05 yang berarti H0 ditolak. Dengan demikian, kemampuan pemahaman matematis siswa kelas VIII di MTs Madani Alauddin yang diajar dengan model problem based learning lebih tinggi dibandingkan dengan model discovery learning.
Efektivitas Model Pembelajaran Problem Posing terhadap Kemampuan Komunikasi Matematis Siswa Rifqa Nurul Fajriani Harmin; Fitriani Nur; Lisnasari Andi Mattoliang; Muhammad Rusydi Rasyid; Thamrin Tayeb
Alauddin Journal of Mathematics Education Vol 3 No 2 (2021): NOVEMBER
Publisher : Department of Mathematics Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/ajme.v3i2.24088

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) kemampuan komunikasi matematis siswa yang menerapkan model pembelajaran problem posing, 2) kemampuan komunikasi matematis siswa yang tidak menerapkan model pembelajaran problem posing, dan 3) apakah ada perbedaan kemampuan komunikasi matematis siswa yang menerapkan model pembelajaran problem posing dengan yang tidak menerapkan model pembelajaran problem posing. Jenis penelitian yaitu quasi experiment dengan desain non equivalent control group design. Populasinya mencakup siswa kelas VIII SMP Negeri 2 Sungguminasa yang terdiri dari 16 kelas kemudian dilakukan penentuan sampel menggunakan purposive sampling. Instrumen yang digunakan adalah tes kemampuan komunikasi matematis siswa dan teknik analisis data menggunakan analisis statistik deskriptif dan inferensial. Berdasarkan hasil analisis deskriptif menunjukkan bahwa rata-rata kemampuan komunikasi matematis siswa dengan menggunakan model pembelajaran problem posing berada pada kategori sangat tinggi yaitu 78,77, sedangkan yang tidak menggunakan model pembelajaran problem posing berada pada kategori tinggi dengan nilai rata-rata 73,12. Selanjutnya, hasil analisis inferensial dengan menggunakan uji t disimpulkan bahwa terdapat perbedaan antara kemampuan komunikasi matematis siswa yang menerapkan model pembelajaran problem posing dengan yang tidak menerapkan model pembelajaran problem posing. Karena dengan model pembelajaran  problem posing menekankan peserta didik untuk mengajukan permasalahan ataupun soal berdasarkan situasi yang diberikan dengan begitu kemampuan komunikasi peserta didik salah satunya dalam hal mengajukan pendapatnya semakin meningkat sehingga mereka lebih percaya diri akan kemampuan berbicaranya di depan umum.
MATHEMATICAL LEARNING OUTCOME DIFFERENCES THROUGH THE IMPLEMENTATION OF COOPERATIVE LEARNING MODEL OF THINK PAIR SHARE TYPE, TWO STAY TWO STRAY TYPE, AND NUMBER HEAD TOGETHER TYPE Fitriani Nur; Nur Khalisah Latuconsinah; Andi Ika Prasasti Abrar; Thamrin Tayeb; Ira Syamsuarni
MaPan : Jurnal Matematika dan Pembelajaran Vol 6 No 2 (2018): DECEMBER
Publisher : Department of Mathematics Education Faculty of Tarbiyah and Teacher Training Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (196.65 KB) | DOI: 10.24252/mapan.2018v6n2a6

Abstract

Abstract:The study aims to find out the students’ mathematical learning outcome differences through the implementation of cooperative learning model of Think Pair Share (TPS) type, Two Stay Two Stray (TSTS) type, and Numbered Heads Together (NHT) type. The study used quasi-experimental research design. The population of this study was all the second grade students of SMPN 1 Pallangga that consisted of 11 classes with the total number of 343 students. The sample was determined by using purposive sampling technique. The data analyses techniques used were descriptive and inferential statistics by using F one-way Anova test and follow-up testing by using Scheffe test. Based on the statistics analysis, it was found that there were the students’ mathematical learning outcome differences through the implementation of Think Pair Share (TPS) type, and Two Stay Two Stray (TSTS) type at the second grade of SMPN 1 Pallangga. Based on the mean scores, the highest score of the students’ learning outcomes was the experimental class implemented learning model of TPS type.Abstrak:Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar matematika siswa melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Think Pair Share (TPS), Two Stay Two Stray (TSTS), dan Numbered Heads Together (NHT). Jenis penelitian ini menggunakan quasi experiment. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh peserta didik kelas VII SMPN 1 Pallangga yang terdiri dari 11 kelas, yang berjumlahkan 343 siswa. Penentuan sampel dengan menggunakan teknik purposive sampling. Teknik analisis data yang digunakan adalah statistik deskriptif dan analisis statistik inferensial dengan menggunakan uji F one-way Anava dan uji lanjut dengan menggunakan uji Scheffe. Berdasarkan analisis statistika menunjukkan bahwa terdapat perbedaan hasil belajar matemaika siswa melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Think Pair Share (TPS), Two Stay Two Stray (TSTS), dan Numbered Heads Together (NHT) pada kelas VII SMPN 1 Pallangga. Berdasarkan nilai rerata, hasil belajar matematika siswa yang tertinggi adalah kelas eksperimen yang menerapkan model pembelajaran tipe TPS.
EFEKTIVITAS METODE NEW STEPWISE DALAM PEMILIHAN VARIABEL PADA MODEL REGRESI GANDA Thamrin Tayeb
Lentera Pendidikan : Jurnal Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Vol 15 No 2 (2012): DECEMBER
Publisher : Faculty of Tarbiyah and Teacher Training Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/lp.2012v15n2a3

Abstract

New stepwise method is a method of selecting predictor variables in a linear reg- ression model. This method is an extension of the principal component regressi- on, and consists of the selection of the original predictor variables iteratively at the same time, a group of main subset component is selected repeatedly. This me- thod has also the basic properties of the stepwise method. Thus we will get the best combination of stepwise selection and principal component selection me- thods. Model that is obtained by using this method characterizes a low-valued PRESS. The application of this method is not only for linear model, but also can  be expanded to generalized linear models. The comparison of both methods are based on the R2 criteria in the variable selection, obtained R2 value results which are almost the same as those models in the case of solid waste of data, so having payed fully attention to the number of predictor variables entered into the mo- dels, it can be said that the new stepwise method tends to be better than the prin- cipal component regression.
MODUL MATEMATIKA BERBASIS MODEL KOOPERATIF TIPE STAD DENGAN METODE PENEMUAN TERBIMBING PADA POKOK BAHASAN TEOREMA PHYTAGORAS Yulia Rahmadani; Thamrin Tayeb; Baharuddin Baharuddin
Lentera Pendidikan : Jurnal Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Vol 21 No 1 (2018): JUNE
Publisher : Faculty of Tarbiyah and Teacher Training Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/lp.2018v21n1i3

Abstract

Abstrak:Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses pengembangan dan menilai kualitas bahan ajar matematika berbasis model kooperatif tipe STAD dengan metode penemuan terbimbing pada pokok bahasan teorema Phytagoras yang valid, praktis, dan efektif. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian research & development (R&D) dengan mengacu pada model 4-D (Four D models). Berdasarkan hasil uji coba terbatas yang dilakukan, diperoleh bahwa (a) hasil validasi bahan ajar adalah  3,50 pada kategori valid karena setiap aspek untuk setiap jenis perangkat berada pada interval 3 , (b) hasil pengamatan keterlaksanaan bahan ajar matematika berbasis model kooperatif tipe STAD dengan metode penemuan terbimbing adalah 1,89 menunjukkan bahwa komponen pengamatan keterlaksanaan berada pada kategori terlaksana seluruhnya (praktis) atau berada pada interval , (c) dari keempat kriteria keefektifan yaitu, kemampuan guru mengelola pembelajaran, keterlaksanaan bahan ajar bagi siswa, respon siswa dan tes hasil belajar, dapat disimpulkan bahwa pada tahap uji coba terbatas dilaksanakan, perangkat bahan ajar matematika berbasis model kooperatif tipe STAD dengan metode penemuan terbimbing telah memenuhi kriteria kevalidan, kepraktisan, dan keefektifan.Abstract:The study was a developmental research aiming at determining the process of developing and assessing the quality of teaching materials based on cooperative model of STAD type with guided discovery method on valid, practical, and effective Pythagoras theory subject. The type of research used was Research & Development (R&D) by referring to the 4-D model (Four D Models). The subjects of the study were the students of class VIII7 MTsN Model Makassar with a total of 40 students. Based on the results of the limited trial conducted, it was found that (a) the validation result of the teaching materials was 3.50 in the valid category as every aspect for each type of device was at the interval of 3≤ M <4, (b) the observation result of the implementation of mathematics teaching materials based on cooperative model of STAD type with guided discovery method was 1.89 indicating that the observation component of the implementation was in the category of executed entirely (practically) or it was at the interval of 1.5 ≤ X ̅≤ 2, (c) of the four criteria of effectiveness that was, the teacher’s ability to manage the learning, the implementation of teaching materials for students, the students’ responses and learning result test, it can be concluded that at the limited trial stage implemented, the mathematics learning materials based on cooperative model of STAD type with guided discovery method had fulfilled the criteria of validity, practicality and effectiveness.
PENGGUNAAN METODE LEARNING CELL BERBASIS GROUP INVESTIGATION TERHADAP KEMAMPUAN NUMERIK DAN HASIL BELAJAR PADA POKOK BAHASAN USAHA DAN ENERGI Khairul Amaliah mansyur Adduri; Thamrin Tayeb; Muh. Syihab Ikbal
JPF (Jurnal Pendidikan Fisika) Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar Vol 5 No 1 (2017): Vol 5, No 1, 2017
Publisher : Pendidikan Fisika UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (765.247 KB) | DOI: 10.24252/jpf.v5i1.2976

Abstract

 Abstrak Penelitian ini merupakan quasi eksperimen, yang bertujuan untuk mengetahui:1) seberapa besar kemampuan numerik dan hasil belajar fisika peserta didik yang diajar dengan metode Learning Cell berbasis Grup Investigation dan tanpa berbasis Grup Investigation pada kelas XI IPA MAN Baraka; 2) Ada tidaknya perbedaan kemampuan numerik dan hasil belajar fisika antara peserta didik yang diajar dengan menggunakan metode Learning Cell berbasis Grup Investigation dan tanpa berbasis Grup Investigation  pada kelas XI IPA MAN Baraka. Desain penelitian yang digunakan pada penelitian ini yaitu the matching-only  posttest-only kontrol group  design. Hasil penelitian menunjukkan  bahwa  terdapat  perbedaan  kemampuan numerik antara  peserta didik  yang  diajar  dengan  metode  Learning Cell  Berbasis Group Investigation dan peserta didik yang diajar metode  Learning Cell  Berbasis Group Investigation serta tidak  terdapat  perbedaan  hasil  belajar  fisika  antara  peserta didik  yang  diajar  dengan  metode  Learning Cell  Berbasis Group Investigation dan peserta didik yang diajar metode  Learning Cell  Berbasis Group Investigation.  
ANALISIS DAN MANFAAT MODEL PEMBELAJARAN Thamrin Tayeb
Auladuna: Jurnal Pendidikan Dasar Islam Vol 4 No 2 (2017): DECEMBER
Publisher : Department of Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Universitas Islam Negeri Alauddin Makass

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakTulisan ini mencoba mengemukakan beberapa analisis dan manfaat model pembelajaran yang kurang mendapat perhatian dalam kegiatan belajar mengajar di kelas maupun di luar kelas. Analisis model bertujuan untuk melihat kesesuaian model dengan materi ajar dan kondisi peserta didik serta kesiapan pengajar. Sedangkan manfaat model bertujuan untuk memberikan gambaran bahwa model pembelajaran adalah salah satu penentu keberhasilan suatu pembelajaran. Disamping itu, juga dapat menjadi pertimbangan dalam meningkatkan kualitas pembelajaran.AbstractThis paper tries to present a number of analyzes and benefits of learning models that lack attention in teaching and learning activities in the classroom or outside the classroom. Model analysis aims to look at the suitability of the model with the teaching material and the condition of the students and the readiness of the teacher. While the benefits of the model aim to illustrate that the learning model is one of the determinants of the success of a learning. Besides that, it can also be a consideration in improving the quality of learning.