Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

JELAJAH ‘NEPAL VAN JAVA’ MERETAS PARIWISATA KREATIF PERDESAAN DI LERENG GUNUNG SUMBING Muhamad . Muhamad
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 4 (2021): Peran Perguruan Tinggi dan Dunia Usaha dalam Mewujudkan Pemulihan dan Resiliensi Masya
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (994.814 KB) | DOI: 10.37695/pkmcsr.v4i0.1342

Abstract

Latar belakang dan tujuan utama dari skema pendampingan dalam rangka percepatan pembangunan desa dan mengembangkan potensi desa sebagai penggerak utama pembangunan di berbagai bidang, dibutuhkan peran banyak pihak termasuk perguruan tinggi. Perguruan tinggi dapat terlibat dalam rangka kegiatan pengabdian kepada masyarakat. berbasis Pengembangan Desa Binaan, sehingga Terbentuk model Desa Mandiri Sejahtera; Metode pelaksanaan menjelaskan secara gamblang mengenai subjek penelitian pada masa pandemii: seperti menghimpun informasi dengan mengidentifikasi masalah dan memberikan pertanyaan sehingga jawaban akan ditemukan di lapangan peneliti akan memastikan kapabilitas/kelayakan variabel-variabel lain. variabel dalam penelitian meliputi : komponen syarat destinasi sebagai unsur penting agar wisatawan merasa puas dan menikmati seluruh komponen yang terdapat dalam destinasi. Hasil kegiatan pengabdian skema pengembangan desa binaan digunakan untuk menentukan unsur penting dalam jelajah wisata sehingga terbentuk model pengembangan desa wisata secara mandiri Sejahtera.
PERENCANAAN PARTISIPATIF PARIWISATA TAMAN WISATA AIR (Skema Pendampingan Skema Pemanfaatan Teknologi Tepat Guna (TTG) di Tirtohargo, Kecamatan Kretek Kabupaten Bantul ) Muhamad Muhamad
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 4 (2021): Peran Perguruan Tinggi dan Dunia Usaha dalam Mewujudkan Pemulihan dan Resiliensi Masya
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (477.902 KB) | DOI: 10.37695/pkmcsr.v4i0.1358

Abstract

Latar belakang utama perencanaan partisipatif Peningkatan Ekonomi Masyarakat untuk kemajuan pembangunan adalah merupakan fokus Pemerintah desa Tirtohargo yang merasa perlu dalam pemanfaatan sumber daya lahan (SDA) di desa tersebut. Pada 2 Agustus 2017 menyampaikan gagasan Harmonisasi Among Tani Dagang Layar untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat Daerah Istimewa Yogyakarta. Among Tani Dagang Layar terdiri atas tiga pengertian yaitu pembangunan daratan beralih ke lautan, menjadikan pantai selatan sebagai halaman depan, dan mengenalkan kepada masyarakat akan budaya perikanan. Artinya dayung bersambut antara usaha pengembangan ekonomi masyarakat dan pelestarian konservasi potensi air yang dilakukan oleh Desa Tirtohargo melalui pemberdayaan masyarakat dengan apa yang disampaikan Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta. Pada tahun 2020 ini pantai Selatan merupakan prioritas utama bagi pembangunan di Yogyakarta Selatan. Pelaksanaan metode pelaksanaan dilakukan secara partisipatif dengan Focus Group discussion (FGD) warga masyarakat secara partisipatif. Upaya untuk mengembangkan parencanaan partisipatif taman wisata air ini dilakukan tidak hanya dengan melibatkan masyarakat, akan tetapi juga menjalin kerjasama dengan berbagai pihak, baik instansi, lembaga maupun swasta. Andil berbagai pihak diharapkan mampu menyokong dari mulai proses perencanaan partisipatif hingga pelaksanaan partisipatif. Hasil menunjukan bahwa partisipatif masyarakat sangat tinggi dalam perencanaan partisipatif pariwisata.
PELESTARIAN ALAM, BUDAYA DESA WISATA KAWASAN CIAYUMAJAKUNING Muhamad Muhamad; Endah Nurhawaeny Kardiati; Dicky Sopjan
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 5 (2022): PERAN PERGURUAN TINGGI DAN DUNIA USAHA DALAM AKSELERASI PEMULIHAN DAMPAK PANDEMI
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37695/pkmcsr.v5i0.1446

Abstract

Kawasan Ciayumajakuning mempunyai berbagai sumberdaya wisata baik alam dan maupun buatan, yang sangat berpotensi menarik kunjungan wisatawan dalam jumlah besar dan mempunyai keunggulan kompetitif sebagai destinasi wisata wilayah Jawa Barat bagian timur dan wilayah Jawa Tengah bagian barat dan Bandara Internasional Jawa Barat menjadi hub transportasi regional, nasional dan internasional. Tujuan kajian ini adalah mengukur nilai tingkat kualitas pada indikator perlindungan lingkungan dan konservasi energi di destinasi. Metode yang dilakukan melalui pengisian kuesioner dan wawancara secara daring dan luring kepada responden. Selain melalui kuesioner dan wawancara, penelitian dilakukan dengan melakukan sudi pustaka pada sumber-sumber yang terkait seperti buku, peraturan, jurnal maupun artikel internet. Asesmen melibatkan 3 (tiga) responden yang berasal dari unsur profesi berbeda, yaitu: (1) pemerintah (ASN); (2) akademisi; dan (3) pelaku industri, 4) masyarakat. Penilaian dilakukan untuk menilai tingkat kualitas pada indikator perlindungan lingkungan dan konservasi energi di destinasi khususnya di desa Cibuntu. Hasil penelitian Nilai tingkat kualitas pada indikator perlindungan lingkungan dan konservasi energi di destinasi sangat baik pada skala 4
Pengaruh Bumdes dalam Pengembangan Sistem Aksesibilitas Industri Kreatif, Seni dan Budaya Menuju Desa Wisata Mandiri Berkelanjutan Muhamad Muhamad; Dicky Sopjan; Sri Rahayu Budiani; Nurul Chamidah; Endah Nurhawaeny Kardiyati
Jurnal Pemberdayaan Umat Vol. 1 No. 2 (2022): Agustus
Publisher : Jurnal Pemberdayaan Umat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (837.465 KB) | DOI: 10.35912/jpu.v1i2.1325

Abstract

Purposes: To determine programs that are able to encourage the growth of community initiatives and creativity, especially the development of accessibility systems, development of creative industries, development of arts and culture towards independent and sustainable tourism villages supported by the existence of BUMDes. Research Methodology: The research method carried out with a qualitative descriptive approach is a research method that utilizes qualitative data and is described descriptively. Qualitative descriptive studies and research are used to analyze events, phenomena, or social conditions at the research location. Results: The results of the analysis and discussion can be seen that the program is able to develop existing local potential, both natural resources and human resources, and the program is able to encourage community independence with all the impacts it causes and is able to help empower the community. Limitations: The limited time for the implementation of the service is very short, namely 8  months.. Contributions: determine programs that are able to encourage the growth of community initiatives and creativity, especially the development of accessibility systems, development of creative industries  and  development of arts and culture towards independent and sustainable tourism.
Peran BUMDES dalam Revitalisasi Kawasan Wisata Budaya di Kawasan Pantai Parangtritis Muhamad Muhamad; Dicky Sopjan; Sri Rahayu Budiani; Nurul Chamidah; Endah Nurhawaeny Kardiyati
Jurnal Pemberdayaan Umat Vol. 1 No. 2 (2022): Agustus
Publisher : Jurnal Pemberdayaan Umat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (719.524 KB) | DOI: 10.35912/jpu.v1i2.1331

Abstract

Purpose: The purpose of this research is to study the process of revitalizing the presence of Village-owned Enterprises (BUMDes) in village development innovations, especially in the revitalization of cultural tourism areas in the Parangtritis beach area. Research Methodology: This method of implementing community service is carried out in a qualitative descriptive manner with a Focus Group Discussion (FGD) with an approach to the concept of active involvement of BUMDes in revitalizing the cultural tourism area. All BUMDes members in the organizational structure are actively involved. Results: The presence of BUMDes is to strengthen the economy of the rural communities. BUMDes is the right of the village to take advantage of the Village Law rules which give authority to the village government to innovate in village development, especially in terms of improving the village economy and welfare for village communities. Conclusions: Community service show that there is an active role for BUMDes in revitalizing the area, especially in carrying out inventory and planning for the revitalization of cultural tourism areas. . Limitations: The limited time for the implementation of the service is very short, namely 6 months. Contribution: The research contribution contributes to the revitalization of the area which is an asset for the village.of parties directly related to the KUBE program. As a result,
STUDI PERKEMBANGAN WILAYAH DAN DAYA DUKUNG LINGKUNGAN KEPARIWISATAAN DI WILAYAH YOGYAKARTA UTARA Muhamad Muhamad
Jurnal Kawistara Vol 2, No 1 (2012)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/kawistara.3930

Abstract

The growth of tourist regions often indicates a decline of the environmental carrying capacity, includingthe confl ict regarding the use of space and its carrying capacity. The uncontrolled spatial growth andresources use is the result of the increasingly development-oriented policy which cause damage toenvironmental functions. Consideration of the use of space and natural resources advantage is needed inorder to properly consider the issue of carrying capacity. Research is needed to defi ne the proper use oftraffi c signals in connection with the above problem; it is alsoimportant to analyze the region’s carryingcapacity, which can defi ne its maximum tolerance and fl exibility of capacity. The long-term purpose isto improve tourists’ satisfaction with the area. There are (2) two variables considered: (1) the regionalgrowth; (2) the ecological carrying capacity. The research sample consists of four villages in the Pakemregion (Kaliurang area) and Merapi Volcano National Park (TNGM), DIY.
KAPASITAS DAYA DUKUNG FISIK DAN LINGKUNGAN OPTIMAL SEBAGAI DAYA DUKUNG KEPARIWISATAAN ALAM YOGYAKARTA UTARA SETELAH PASCAERUPSI MERAPI 2010 Muhamad Muhamad
Jurnal Kawistara Vol 3, No 2 (2013)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/kawistara.3975

Abstract

This study is intended to determine how likely the surge of tourists who come to visit the center of touristattraction o????jects s????eci????c in north ????ogyakarta region ????ost-eru????tion after 2010. This was carried out toreduce the excessive density of visitors to the area a tourist attraction after the object after the eruption of2010. A high number of visits directly or indirectly will result in interference with ecosystems, and caneven damage the environment. It is therefore necessary analysis to determine the safety guidelines withregard to the issue. On the other hand, the level of comfort of the travelers will also be reduced if thereis a high density. It is necessary for tolerance analysis and physical competence capacity optimally attourism sites. Results of the analysis showed that the distribution of visitors is uneven and concentratedonly in certain point of tolerance and capacity are very limited physical abilities. The ability of theregion to determine the optimal physical tolerance limits that still allow capacity ????exibly so that its longtermgoals, is the ful????llment of the level of ????exibility and satisfaction for tourists.
TAPAK EKOLOGI KEPARIWISATAAN ALAM PADA ZONA PEMANFAATAN DI TAMAN NASIONAL GUNUNG MERAPI (TNGM) (Konsep Pengembangan Kepariwisataan Alam Tematik Tapak Kawasan Kalikuning-Kaliadem Sebagai Kawasan Budaya Vulkanik ) Muhamad Muhamad
Jurnal Kawistara Vol 7, No 3 (2017)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/kawistara.18828

Abstract

Merapi forest ecosystem has a very important ecological value for the Merapi region in particular and the districts (Sleman, Magelang, Boyolali, Klaten) in general. The ecosystem has given area function as a provider of environmental services and natural tourism, as a place of biodiversity, water catchment areas. Protected forests around Kalikuning-Kaliadem has tropical rainforest vegetation species are very specific. Objective assessment tread design of nature tourism at Merapi Mount can provide a reference to the zone setting function space utilization for the development of nature tourism. The method used in this research is the interpretation and assessment and see the diversity of tropical rain forest ecosystem and its interaction with topografi hill-slopes are capable of becoming a new destination in the development of ecological tourism. Interpretation can be packaged in the form of interpretation and information ecosystems located area in Kalikuning nature. The results showed that the protected forest that is Kalikuning-Kaliadem TNGM can be used as a development site volcanic areas of cultural, ecological, and the very high of community interaction rescuers around.
MEMBANGUN KEBERLANJUTAN EKOTOURISME MELALUI PARTISIPASI MASYARAKAT DI DESA LEMBAR SELATAN, KABUPATEN LOMBOK BARAT Muhamad Muhamad; Moralina Aweda Naresworo
Jurnal Sinergitas PKM & CSR Vol. 8 No. 3 (2024): June
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19166/jspc.v8i3.9124

Abstract

Kegiatan Kuliah Kerja Nyata-Pemberdayaan dan Pengabdian Masyarakat (KKN-PPM) yang dilaksanakan oleh mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) Unit Lembaran Kisah, khususnya di Desa Lembar Selatan, bertujuan untuk memberdayakan masyarakat melalui pengembangan potensi wisata dan sumber daya alam. Latar belakang kegiatan ini berawal dari tantangan yang dihadapi masyarakat, termasuk kurangnya inisiatif dan keterlibatan dalam pengembangan pariwisata berbasis komunitas, yang berdampak pada rendahnya pendapatan masyarakat dan ketidakberdayaan dalam mengelola sumber daya yang ada. Metode yang diterapkan dalam kegiatan ini meliputi sosialisasi, observasi, analisis masalah dan potensi, serta penyusunan rencana kegiatan secara kolaboratif dengan masyarakat. Mahasiswa berinteraksi dengan masyarakat untuk menggali informasi dan merumuskan solusi yang relevan, serta melaksanakan kegiatan sesuai kesepakatan yang telah disepakati bersama. Selain itu, kegiatan ini juga melibatkan pelatihan bagi masyarakat tentang pengelolaan wisata dan pemanfaatan sumber daya alam secara berkelanjutan. Selama pelaksanaan, mahasiswa mencatat setiap kegiatan dan melakukan evaluasi bersama masyarakat untuk menilai dampak dan efektivitas program. Hasil dari kegiatan KKN-PPM ini menunjukkan peningkatan kesadaran masyarakat tentang pentingnya partisipasi dalam pengembangan pariwisata, serta terwujudnya berbagai program pemberdayaan yang mengoptimalkan potensi lokal, seperti pelatihan keterampilan, peningkatan fasilitas, dan promosi produk lokal. Kegiatan ini tidak hanya berdampak positif bagi masyarakat Desa Lembar Selatan, tetapi juga menjadi model bagi program-program pengabdian masyarakat lainnya yang ingin meningkatkan partisipasi komunitas. Dengan demikian, KKN-PPM UGM diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam pengembangan berkelanjutan di daerah tersebut dan menciptakan lingkungan yang mendukung pertumbuhan ekonomi lokal.