Sapiin
Pendidikan Bahasa Dan Sastra Indonesia FKIP Universitas Mataram

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

PENGEMBANGAN MEDIA BERBASIS EKOSENTRIS DALAM PEMBELAJARAN TEKS PERSUASI KELAS VIII: KAJIAN ETNOPEDAGOGI: Development of Ecocentric-Based Media in Learning Persuasion Texts for Class VIII: Ethnopedagogical Studies Baiq Wahidah; Sapiin Sapiin; Mahsun Mahsun; Nasaruddin M. Ali; I Nyoman Sudika
Jurnal Bastrindo Vol. 3 No. 1 (2022): Edisi Juni 2022
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jb.v3i1.343

Abstract

Abstrak: Penelitian ini merupakan jenis penelitian research and development. Subjek dalam penelitian ini yaitu siswa kelas VIII SMPN 2 Gunungsari. Adapun objek dalam penelitian ini yaitu pengembangan media ekosentris dalam pembelajaran teks persuasi kelas VIII. Model pengembangan dalam penelitian ini yaitu model pengembangan ADDIE dengan tahapan analisis, desain, pengembangan, implementasi, serta penilaian. Instrumen dalam penelitian ini berupa lembar penilaian. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu observasi, wawancara, dan kuesioner. Adapun teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini melalui tahapan reduksi, penyajian, dan interpretasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media pembelajaran yang dikembangkan dalam penelitian ini dikategorikan layak. Hal itu dapat dilihat dari hasil validasi ahli pertama yang menunjukkan nilai rata-rata sebesar 4,8. Hasil rata-rata validasi ahli materi dan ahli media yang kedua menghasilkan nilai yang sama dengan rata-rata validasi pertama, yaitu 4,8. Hasil rata-rata uji coba satu-satu yang dilakukan menunjukkan skor 4,2 yang berarti bahwa media ini berada pada kategori layak untuk digunakan. Selanjutnya uji coba kelompok kecil menunjukkan skor rata-rata 4,3 yang berkategori sangat layak sehingga dapat diketahui bahwa media pembelajaran yang dikembangkan sangat layak untuk digunakan. Abstract: The type of this research is research and development research. The subjects in this research were class VIII students of SMPN 2 Gunungsari. The object of this research is the development of ecocentric media in learning persuasive texts for class VIII. The development model in this research is the ADDIE development model with the stages of analysis, design, development, implementation, and assessment. The instrument in this research was an assessment sheet. Data collection techniques used in this research were observation, interviews, and questionnaires. The data analysis technique used in this research was through the stages of data reduction, presentation, and interpretation. The results showed that the learning media developed in this research were categorized as feasible. This can be seen from the results of the first expert validation which showed an average value of 4.8. The average results of the second validation of material experts and media experts produced the same value as the first validation average, which was 4.8. The average results of the one-on-one trials carried out showed a score of 4.2, which means that this media is in the category suitable for use. Furthermore, the small group trial showed an average score of 4.3 which was categorized as very feasible, so it can be seen that the learning media developed was very feasible to use.
Hibriditas Kebahasaan dalam “Wasiat Renungan Masa Pengalaman Baru”: Sebuah Kajian Etnopuitika: Linguistic Hybridity in “Wasiat Renungan Masa Pengalaman Baru”: An Ethnopuitics Study Saharudin Saharudin; Sapiin Sapiin; Muhammad Syahrul Qodri; Rahmad Hidayat
Jurnal Bastrindo Vol. 3 No. 1 (2022): Edisi Juni 2022
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jb.v3i1.677

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi unsur-unsur pembentuk struktur dan bunyi bahasa puitika-pentas teks Wasiat Renungan Masa Pengalaman Baru (WRMPB) dan menjelaskan pernik-pernik budaya lokal yang mewarnai teks WRMPB ketika dilisankan/dinyanyikan. Secara metodologis, metode pengumpulan data (baik data primer maupun sekunder) dalam penelitian ini mencakup studi kepustakaan (khususnya yang terkait dengan data teoretis), observasi partisipasi, wawancara mendalam, rekaman (audiovisual), foto, dan transkripsi-penerjemahan. Sementara metode analisis data menggunakan metode analisis puitika yang dikemukakan Tedlock (1992), yakni membuat konvensi-konvensi ortografis baru dan menambahkannya ke dalam sistem tulisan yang ada (dari teks WRMPB saat dilisankan) yang dilanjutkan dengan analisis intertekstual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari segi the art of sounding the narrative texts ‘seni pengucapan teks’, teks WRMPB memiliki konvensi-konvensi ortografis baru yang sekaligus melekat dalam sistem tulisan yang ada. Sementara dari segi budaya lokal yang mewarnai bahasa dan pentas sastra teks WRMPB, kearifan lokal Sasak-Lombok menjadi salah satu fitur penguat dan pengunci teks tersebut. Misalnya, kearifan lokal berupa sesenggak ‘peribahasa’, idiom, dan sejenisnya dipakai untuk mengunci maksud bait-bait tertentu. Ini merupakan wujud kesadaran pengarang bahwa dalam bahasa lokal terkandung nilai-nilai, konsep-konsep, dan ciri-ciri budaya tertentu yang tidak ada pada bahasa lain. Dengan demikian, pengetahuan lokal berperan besar dalam mewadahi totalitas kandungan maksud teks tersebut. Abstract: This study aims to identify the elements that make up the structure and sound of the poetic language of the text of the Wasiat Renungan Masa Pengalaman Baru  (WRMPB) and explain the local cultural trinkets that color the WRMPB text when it is spoken. Methodologically, the data collection methods (both primary and secondary data) in this study include literature study (especially those related to theoretical data), participatory observation, in-depth interviews, recordings, photographs, and transcription-translation. Meanwhile, the data analysis method uses the poetic analysis method proposed by Tedlock (1992), namely making new orthographic conventions and adding them to the existing writing system (from the WRMPB text when it is spoken) followed by intertextual analysis. The results show that from the point of view of the art of sounding the narrative texts, the WRMPB text has new orthographic conventions which are at the same time inherent in the existing writing system. Meanwhile, in terms of local culture that characterizes the language and literary performances of the WRMPB text, the local wisdom of Sasak-Lombok is one of the reinforcing and locking features of the text. For example, local wisdom in the form of proverbs, idioms, and the like is used to lock the meaning of certain verses. This is a manifestation of the author's awareness that the local language contains certain values, concepts, and cultural characteristics that do not exist in other languages. Thus, local knowledge plays a major role in accommodating the totality of the content of the text's intent.
Jampi Maen Jaran dalam Tradisi Masyarakat Sumbawa: Kajian Semantik Yulia Sumbawati; I Made Suyasa; Irma Setiawan; Sapiin Sapiin
Jurnal Ilmiah Telaah Vol 7, No 2: Juli 2022
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/telaah.v7i2.10486

Abstract

Abstrak: Tradisi maen jaran atau yang biasa disebut pacuan kuda, adalah sebuah tradisi yang dilaksanakan secara turun-temurun oleh masyarakat Sumbawa. Penelitian ini berjudul Analisis Makna dan Fungsi Jampi Maen Jaran dalam Tradisi Masyarakat Sumbawa. Masalah yang akan dikaji dalam penelitian ini: (1) Bagaimanakah makna jampi maen jaran dalam tradisi masyarakat Sumbawa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini deskriptif kualitatif. Sedangkan metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode observasi, wawancara, dokumentasi, wawancara, metode terjemahan dan traskripsi, metode analisis data.Berdasarkan hasil analisis data dapat disimpulkan bahwa makna jampi maen jaran dalam tradisi masyarakat Sumbawa mengandung beberapa makna yakni sebagai makna kekuatan, makna keselamatan, makna religi, dan makna spritual. Dengan mengetahui ikon, indeks, simbol dan lambang tersebut maka kita akan dapat memahami makna yang terkandung di dalamnya yang tidak lupa kita harus menerjemahkannya terlebih dahulu untuk memudahkan pemaknaan. jampi maen jaran menjadi tradisi yang diwariskan dari nenek moyang yang masih menjadi kebudayaanmasyarakat yang tidaklepasdarikehidupansehari-hari. Abstract: The tradition of playing Jaran or commonly called horse racing, is a tradition carried out from generation to generation by the Sumbawa people. This research is entitled Analysis of the Meaning and Functions of MaenJaran incantations in the Sumbawa Community Tradition. The problems that will be studied in this research: (1) What is the meaning of jampimaenjaran in the tradition of the Sumbawa people. The method used in this research is descriptive qualitative. While the data collection method used is the method of observation, interviews, documentation, interviews, translation and transcription methods, data analysis methods. Based on the results of data analysis, it can be concluded that the meaning of jampimaenjaran in the Sumbawa community tradition contains several meanings, namely the meaning of strength, the meaning of safety, the meaning of religion, and the meaning of spirituality. By knowing the icons, indexes, symbols and symbols, we will be able to understand the meaning contained in them, which we must not forget to translate first to facilitate the meaning. jampimaenjaran is a tradition passed down from ancestors which is still a community culture that cannot be separated from everyday life.
PENINGKATAN KEMAMPUAN MENULIS LAPORAN PERJALANAN MENGGUNAKAN METODE PETA KONSEP SISWA KELAS VIIIA SMP NEGERI 12 MATARAM TAHUN 2016/2017 Yuni Fardiah; Sapiin Sapiin; Siti Rohana Hariana
Kopula: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pendidikan Vol. 1 No. 1 (2019): Maret
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Bahasa Indonesia FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (178.108 KB) | DOI: 10.29303/kopula.v1i1.2567

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan menulis laporansiswa kelas VIIIA di SMP Negeri 12 Mataram karena guru tidak menemukan metodeyang sesuai untuk mengajar siswa dalam menulis laporan perjalanan, sedangkansiswa tidak tertarik dengan dunia tulis menulis. Penelitian ini bermaksud menjelaskanproses dan hasil peningkatan kemampuan menulis laporan perjalanan siswa kelasVIII.A SMP Negeri 12 Mataram Tahun Pembelajaran 2016/2017. Pemecahanmasalah dilakukan dengan langkah perencanaan, pelaksanaan, analisis, dan refleksi.Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan metode peta konsep telah berhasilmeningkatkan kemampuan menulis laporan perjalanan siswa kelas VIII.A. Padasiklus I aktivitas pembelajaran guru mencapai 89% meningkat menjadi 100% padasiklus II. Pada siklus I aktivitas belajar siswa mencapai 59% dan perolehan hasilbelajar rata-rata siswa mencapai 71 dengan ketuntasan belajar 61%. Pada siklus IIaktifitas belajar mengalami peningkatan menjadi 92% dan perolehan hasil belajarrata-rata siswa mencapai 85 dengan ketuntasan belajar 94%.
Bentuk Patologi Sosial Kemiskinan, Korupsi dan Pembunuhan dalam Novel The Bloody Rose Karya Daras Resviandira Vina Melysa; Sapiin Sapiin; Johan Mahyudi
Kopula: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pendidikan Vol. 2 No. 2 (2020): Oktober
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Bahasa Indonesia FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/kopula.v2i2.2735

Abstract

Penelitian ini berfokus pada bentuk-bentuk patologi sosial. Novel The Bloody Rose mengangkat cerita yang menyuguhkan kejadian-kejadian yang berkaitan dengan patologi sosial yang dekat dengan kehidupan sehari-hari seperti kemiskinan, korupsi dan pembunuhan. Kemiskinan yang digambarkan penulis dalam novel The Bloody Rose ditandai dengan si tokoh kekurangan materi, hidup minimum, status kesehatan, pendapatan rendah, dan harga diri. Korupsi dilakukan dengan memonopoli kekuasaan dan mementingkan kepentingan pribadi. Pembunuhan dilakukan secara sengaja, berencana, kekesalan dan cemburu. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Penelitian ini menggunakan pendekatan sosiologi sastra yang berfokus pada teori patologi sosial Soejono Soekanto. Pengumpulan data menggunakan metode kepustakaan. Metode analisis data terdiri dari tiga yaitu tahap reduksi data, tahap penyajian data, dan tahap verifikasi atau kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa novel the bloody rose menggambarkan bentuk patologi sosial kemiskinan dengan ciri-ciri kekurangan materi, hidup minimum status kesehatan, pendapatan rendah, dan rendah diri. Bentuk patologi sosial korupsi digambarkan dengan memonopoli kekuasaan dan mementingkan kepentingan pribadi, serta bentuk patologi sosial pembunuhan dibagi menjadi pembunuhan sengaja, berencana, serta kekesalan dan kecemburuan. Berdasarkan hasil penelitian ini, saran yang disampaikan kedepannya untuk lebih mengembangkan penelitian patologi sosial diantaranya dengan mengganti objek penelitian yang awalnya novel menjadi lingkungan peserta didik yakni sekolah ataupun masyarakat