Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Analisis kesalahan penggunaan huruf kapital, tanda baca titik serta koma pada teks deskripsi peserta didik kelas V SDN sambong permai Yunitasari nita; Dedi Heryadi; Riga Zahara Nurani
COLLASE (Creative of Learning Students Elementary Education) Vol. 7 No. 5 (2024)
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/collase.v7i5.20049

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan bentuk kesalahan yang sering dilakukan peserta didik kelas V SDN Sambong Permai khususnya pada saat menulis teks deskripsi untuk menyampaikan maksud dan pesan kepada pembaca. Penulisan tata bahasa yang baik dan benar khususnya pada penulisan huruf kapital dan tanda 3 baca titik dan koma harus mulai diterapkan pada jenjang Sekolah Dasar. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Subjek Penelitian ini adalah kelas V sebanyak 20 peserta didik SDN Sambong Permai, Kota Tasikmalaya. Hasil dari penelitian ini ditemukan kesalahan penggunaan huruf kapital dan tanda baca. Kesalahan pertama yaitu penggunakan huruf capital di awal kalimat dengan jumlah 54 kesalahan. Kesalahan kedua yaitu tanda baca titik pada akhir kalimat sebanyak 35 kesalahan. Kesalahan ketiga yaitu penggunaan tanda koma yang dilakukan oleh peserta didik sebanyak 10 kesalahan. Dapat disimpulkan seringnya terjadi kesalahan yang di lakukan peserta didik saat menulis yaitu pada huruf kapital tepatnya pada awal kalimat. Penyebab kesalahan peserta didik dalam penggunaan tanda baca yaitu karna lupa dan kurang faham dalam penempatan tanda baca serta terburu-buru ketika menulis.
Transformasi pembelajaran Bahasa Indonesia melalui integrasi kearifan lokal dan nilai psikososial di era Kurikulum Nasional Deni Chandra; Riga Zahara Nurani; Agus Ahmad Wakih; Bila Fadilah; Ari Rizki Fauzi
COLLASE (Creative of Learning Students Elementary Education) Vol. 9 No. 1 (2026)
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/collase.v9i1.30460

Abstract

Abstrak Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya pembelajaran bahasa Indonesia di Sekolah Dasar yang mengintegrasikan kearifan lokal serta nilai-nilai psikososial dalam pembelajarannya. Tujuan penelitian adalah menganalisis kondisi pembelajaran Bahasa Indonesia di sekolah dasar, mengidentifikasi potensi integrasi kearifan lokal dan nilai psikososial, serta mengembangkan model bahan ajar berbasis kearifan lokal yang relevan dengan karakteristik peserta didik pada era Kurikulum Nasional. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model 4D yang meliputi tahap Define, Design, Develop, dan Disseminate. Subjek penelitian adalah guru dan siswa kelas IV–V di lima sekolah dasar di Kabupaten dan Kota Tasikmalaya. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, angket, dan tes, kemudian dianalisis secara kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran Bahasa Indonesia di sekolah dasar masih dominan berpusat pada teks dan belum optimal menanamkan nilai-nilai psikososial serta budaya lokal. Bahan ajar hasil pengembangan yang mengintegrasikan nilai empati, tanggung jawab, dan gotong royong dengan konten budaya lokal terbukti meningkatkan keterlibatan emosional siswa dan efektivitas pembelajaran. Rata-rata hasil uji coba menunjukkan peningkatan 24% pada aspek keterampilan literasi dan 31% pada indikator nilai-nilai psikososial siswa. Penelitian ini merekomendasikan penerapan bahan ajar kontekstual berbasis kearifan lokal secara lebih luas untuk mendukung profil pelajar Pancasila di sekolah dasar.
Peningkatan Keterampilan Berbicara Siswa Menggunakan Model Role Playing Pada Pembelajaran Wawawancara Indra Rendyana; Dudung Suryana; Riga Zahara Nurani
Jurnal Lensa Pendas Vol 10 No 2 (2025): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33222/jlp.v10i2.4702

Abstract

This study aims to improve students' speaking skills through the application of role playing model in interview learning in class IV SDN Budiwangi. This research used the Classroom Action Research (PTK) method which was carried out in two cycles, each consisting of the stages of planning, implementation, observation, and reflection. Data were obtained through observation, documentation, and performance tests. The results showed that lesson planning had been carried out very well, indicated by the average planning score of 4.00 in cycles I and II. Learning implementation showed an increase from cycle I with an average score of 3.60 to 4.00 in cycle II, with a percentage increase of 11.11%. In addition, student learning outcomes in speaking skills also experienced a significant increase. In cycle I, the average performance test score was 74.16 with 66.7% completeness, increasing in cycle II to 85.33 with 86.66% completeness. The percentage increase in learning outcomes reached 15.06%. The conclusion of this study is that the role playing model is effective in improving students' speaking skills in interview learning. Therefore, it is suggested that teachers can utilize this model as an alternative to interesting and participatory learning strategies, especially for materials that demand students' communication skills.
Pelatihan Pengolahan dan Diversifikasi Produk Aren untuk Pemberdayaan UMKM Desa Sukaharja Kabupaten Tasikmalaya Cepi Rahmat Hidayat; Riga Zahara Nurani; Intan Rahayu; Hidayah Dwiyanti; Triana Setyawardani; Ardiansyah Ardiansyah
Jurnal Pengabdian UNDIKMA Vol. 7 No. 1 (2026): February
Publisher : LPPM Universitas Pendidikan Mandalika (UNDIKMA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jpu.v7i1.18233

Abstract

This community service program aims to enhance the capacity and skills of Silih Asih MSME actors in Sukaharja Village, Tasikmalaya Regency, in producing premium-quality palm sugar products and developing value-added product innovations. The program was implemented through training and mentoring activities involving 20 participants. Evaluation instruments included written tests (pre-test and post-test), skill observation sheets, and participant response questionnaires. Data were analyzed using descriptive quantitative methods by comparing participants’ average pre-test and post-test scores to assess overall competency improvement. The results indicate a significant increase in participants’ competencies, with the average pre-test score improving from 58 to 88 in the post-test. In addition to enhanced technical skills, participants also gained a better understanding of the importance of quality standards and attractive packaging design. These findings demonstrate that the program is effective in fostering self-reliance and enhancing the competitiveness of MSMEs based on local potential.
Model Role Playing Untuk Meningkatkan Keaktifan Belajar Siswa Pada Materi Cerita Rakyat: Ratna Putri Nurazizah; Riga Zahara Nurani; Deni Chandra
FRASA: Jurnal Keilmuan, Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol. 7 No. 2 (2026): FRASA: JURNAL KEILMUAN BAHASA, SASTRA, DAN PENGAJARANNYA
Publisher : Universitas Pendidikan Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36232/frasaunimuda.v7i2.6391

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya keaktifan belajar siswa pada materi cerita rakyat di kelas VI SDN Saguling akibat kurang bervariasinya model pembelajaran yang digunakan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan perencanaan pembelajaran, pelaksanaan pembelajaran, dan peningkatan keaktifan belajar siswa melalui penggunaan model pembelajaran Role Playing pada materi cerita rakyat. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) model Kemmis dan McTaggart yang dilaksanakan dalam dua siklus, meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian berjumlah 49 siswa kelas VI SDN Saguling. Data dikumpulkan melalui observasi, tes unjuk kerja, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perencanaan pembelajaran meningkat dari nilai 70,83 pada siklus I menjadi 89,58 pada siklus II. Pelaksanaan pembelajaran juga mengalami peningkatan, ditunjukkan oleh aktivitas guru dari skor 47 menjadi 57 atau nilai 78,33 menjadi 95, serta aktivitas siswa dari skor 28 menjadi 37 atau nilai 70 menjadi 92,5. Keaktifan belajar siswa melalui tes unjuk kerja meningkat dari rata-rata 59,44 dengan 16 siswa berkategori Baik dan Sangat Baik pada siklus I menjadi rata-rata 74,61 dengan 38 siswa berkategori Baik dan Sangat Baik pada siklus II. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan model pembelajaran Role Playing mampu meningkatkan keaktifan belajar siswa pada materi cerita rakyat di kelas VI SDN Saguling.
PENGGUNAAN METODE BERCERITA BERBANTU MEDIA GAMBAR UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN MEMBACA PEMAHAMAN SISWA SD Evita Putri Fauziyah; Riga Zahara Nurani; Deni Chandra
FRASA: Jurnal Keilmuan, Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol. 7 No. 2 (2026): FRASA: JURNAL KEILMUAN BAHASA, SASTRA, DAN PENGAJARANNYA
Publisher : Universitas Pendidikan Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36232/frasaunimuda.v7i2.6405

Abstract

This research was motivated by the low reading comprehension skills o third-grade students at Yayasan Islam Elementary School, Tasikmalaya City. The study aimed to describe lesson planning, learning implementation, and the improvement of students’ reading comprehension skill through the storytelling learning method using picture media. This study employed Classroom Action Research (CAR) based on the Kemmis and McTaggart model, consisting of two cycles: planning, action, observation, and reflection. The research subjects were 22 third-grade students of Yayasan Islam Elementary School, Tasikmalaya City. Data were collected through observation, tests, and documentation and analyzed using descriptive quantitative and qualitative techniques. The result showed that the quality of lesson planning improved from 89.5% in Cycle I to 95.8% in Cycle II. The implementation of learning also improved, as indicated by the increase in teacher activities from 96.6% to 98.3% and student activities from 90% to 97.5%. Furthermore, students’ reading comprehension skills improved significantly, with learning mastery increasing from 45.4% in the pre-action stage to 63.6% in Cycle I and reaching 86.3% in Cycle II, exceeding the research success indicator of 85%. In conclusion, the storytelling learning method using picture media was effective in improving lesson planning, learning implementation, and the reading comprehension skills of third-grade students at Yayasan Islam Elementary School, Tasikmalaya City. KEYWORDS: : storytelling learning method; Picture media; keyword; Reading comprehension; classroom action research