Articles
ANALISIS PENGEMBANGAN KELEMBAGAAN FORUM CORPO-RATE SOCIAL RESPONSIBILITYDI JAWA TIMUR
Sulis Rochayatun;
Puji Handayati;
Gunartin .
Jurnal Akuntansi Aktual VOLUME 3, NOMOR 4, JUNI 2016
Publisher : Universitas Negeri Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (114.285 KB)
Abstract: Implementation of CSR program is one form of implementation of the concept of good corpo-rate governance. It is intended that the behavior of businesses have directives that can be referencedby organizing all the interests of stakeholders that can be filled proportionally, preventing significanterrors in the corporate strategy and ensures errors that occur can be corrected immediately. Basically,corporate social responsibility is expected to go back into the culture for the Indonesian nation inparticular, and the world community in unity to overcome the problem of economic, social and envi-ronmental. The population used as the sample is 10 Bappeda cities in East Java. Sampling usingpurposive sampling. The data used are primary data derived from interviews and observations. Theresults of the field studies showed that the average city does not have regulations on CSR in itsimplementation, is also no institutional model so that the CSR Forum on the results of the study datashowed that a large part of the city agencies do not have a CSR forum.Keywords:Corporate Social Responsibility ( CSR ), CSR Forum
PENGARUH FAKTOR INTERNAL DAN EKSTERNAL TERHADAP PROFITABILITAS PERBANKAN SYARIAH DAN KONVENSIONAL DI INDONESIA PERIODE JUNI 2010–2013
Gunartin .
Jurnal Akuntansi Aktual VOLUME 3, NOMOR 1, JANUARI 2015
Publisher : Universitas Negeri Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (271.986 KB)
This study aimsto analyze (1) profitability, internal factors (CAR and NPL), and externalfactors (inflation and BI Rate) of islamic and conventionalbanking, (2) the influence ofinternal andexternal factors on the profitability of islamic and conventional banking, (3) differences inprofitabilityof conventional and islamic banking in Indonesia for the period June 2010–June 2013. For its sam-pling in this study used purposive sampling obtained nine islamic banks and nine conventional banks.The data of this study used secondary data from the website of each bank and also Bank Indonesia. Themethod of data analysis which was used is multiple linear regression analysis and compare meanindependent sampel test. The result analysis showed that the average profitability of islamic bankingand fluctuating higher than average profitability of conventional banking trends both are rising elas-tically. Average CAR of higher islamic banking and conventional banking volatile compared with adownward trend. The conventional banking trending rose nearly stagnant. Islamic banking NPL risingtrend fluctuated with elastically. The conventional banking NPL fluctuate with the downtrend in elatis.Inflation is relatively volatile with very elastic approaching downtrend stagnant. BI Rate relativelyvolatile with elastic downtrend. Internal factors (CAR and NPL) have a significant effect on profitabil-ity. While external factors (inflation and BI Rate) had no significant effect on the profitability of islamicand conventional banking. So, there are significant differences in the profitability of islamic and con-ventional banking in Indonesia period June 2010–June 2013.Keywords:internal factors, external factors, profitability, islamic banking, conventional banking
ANALISIS PERKEMBANGAN FORUM CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY DI JAWA TIMUR
GUNARTIN GUNARTIN
Eduka : Jurnal Pendidikan, Hukum, dan Bisnis Vol 2, No 1 (2017): Eduka : Jurnal Pendidikan, Hukum, dan Bisnis
Publisher : Faculty of training and education, Pamulang university
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32493/eduka.v2i1.3755
CSR harus dijalankan melalui suatu program dengan memperhatikan kebutuhan dan keberlanjutan dalam jangka panjang. Semangat CSR diharapkan mampu membantu menciptakan keseimbangan antara perusahaan, masyarakat dan lingkungan. Pada dasarnya tanggung jawab sosial perusahaan ini diharapkan dapat kembali menjadi budaya bagi bangsa Indonesia khususnya, dan masyarakat dunia dalam kebersamaan mengatasi masalah ekonomi, sosial dan lingkungan. Populasi yang digunakan sebagai sampel adalah 16 Bappeda kota/kabupaten di Jawa Timur. Pengambilan sampel menggunakan purposive sampling diperoleh 13 Bappeda Kabupaten dan 3 Bappeda Kota. Data yang digunakan adalah data primer yang berasal dari hasil wawancara dan observasi. Hasil kajian lapang menunjukkan bahwa rata-rata kota/kabupaten belum mempunyai peraturan baku tentang CSR dalam penerapannyanya dan lembaga Forum CSR. Dengan demikain, penting untuk dikaji ulang, perlunya lembaga forum yang menangani CSR agar perusahaan tertarik dan tergerak untuk bergabung dalam forum CSR. Dengan harapan terjalin sinergisitas program CSR antara perusahaan dan pemerintah benar-benar terwujud, tepat guna dan tepat sasaran serta berkelanjutan. Forum CSR merupakan lembaga alternatif yang ditawarkan oleh Badan Perencaan Pembangunan Daerah kepada perusahaan pelaku program CSR agar program yang dijalankan tidak tumpang tindih dengan perusahaan lain dan sesuai dengan rencana pembangunan, sehingga dapat dioptimalkan manfaatnya.Kata Kunci: Corporate Social Responsibility (CS), forum CSR
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI FINANCIAL LITERACY (Studi Pada Mahasiswa Prodi Pendidikan Ekonomi Universitas Pamulang)
GUNARTIN GUNARTIN;
FIQOH AFRILIANI;
SAIFUL ANWAR
Eduka : Jurnal Pendidikan, Hukum, dan Bisnis Vol 4, No 2 (2019): Eduka : Jurnal Pendidikan, Hukum, dan Bisnis
Publisher : Faculty of training and education, Pamulang university
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32493/eduka.v4i2.3848
Kesejahteraan seseorang tidak terletak pada berapa besar pendapatan yang dihasilkan setiap bulannya mealinkan bagaimana mengelola pendapatan tersebut seefektif dan seefisien mungkin sehingga semua kebutuhan dapat terpenuhi. Maka dari itu sangat penting seseorang memiliki kemampuan mengelola keuangan pribadinya untuk aman secara ekonomi. Tujuan dari penelitian ini untuk mendeskripsikan faktor apa saja yang mempengaruhi literasi keuangan di kalangan mahasiswa program studi Pendidikan Ekonomi Universitas Pamulang. Adapun pendekatan yang digunakan pada penelitian agar dapat menggali informasi yang dibutuhkan dengan menggunakan pendekatan deskriptif metode kualitatif. Data dikumpulkan dengan bersumber dari primer yang berasal dari informan, studi literature dan studi dokumen. Dari data yang terkumpul dilakukan analisa data secara mendalan dengan cara membaca secara berulang, mereduksi, dan menarik kesimpulan serta mendeskripsikan hasil analisa data sesuai dengan dilakukannya penelitian ini. Pada penelitian ini diperoleh hasil bahwa terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi kemampuan seseorang mengelola keuangan pribadi (literasi keuangan) dikalangan mahasiswa Pendidikan Ekonomi Universitas Pamulang yaitu: 1) tingkat pendidikan;, 2) tingkat pendapatan; 3) jenis kelamin; 4) usia dan 5) status bekerja. Pada penelitian ini yang dapat dideskripsikan terdapat lima faktor yang mempengaruhi kemampuan mahasiswa Prodi Pendidikan Ekonomi untuk mengelola keuangan pribadinya.Kata Kunci: literasi keuangan, keuangan pribadi, pendapatan
PENGUATAN UMKM SEBAGAI PILAR MEMBANGUN EKONOMI BANGSA
GUNARTIN GUNARTIN
Eduka : Jurnal Pendidikan, Hukum, dan Bisnis Vol 2, No 2 (2017): Eduka : Jurnal Pendidikan, Hukum, dan Bisnis
Publisher : Faculty of training and education, Pamulang university
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32493/eduka.v2i2.3764
Pemberdayaan UMKM terbukti menjadi penggerak roda perekonomian nasional dengan kontribusi dan perannya dalam menyerap tenaga kerja lebih banyak dibanding entitas bisnis lainnya, membuktikan bahwa UMKM mampu menekan jumlah angka pengangguran dan kemiskinan. Permasalahan yang umum dihadapi pelaku UMKM seperti keterbatasan permodalan, SDM yang kurang kompeten dibidangnya dan penggunaan teknologi perlu mendapat dukungan dari berbagai pihak dalam bentuk penguatan. Tujuan penelian ini ingin mendeskripsikan bahwa penguatan UMKM mampu mewujudkan peran UMKM sebagai pilar membangun ekonomi bangsa. Metodologi pada penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Teknik pengambilan data dengan menggunanan metode literatur yaitu dengan cara pengumpulan data pustaka. Sumber data adalah textbook, artikel, jurnal, review literatur dan data statistik. Analisa mengacu pada penelitian terdahuludan dari hasil studi literatur. Hasil penelitian dapat dideskripsikan bahwa dalam kurun waktu lima tahun (2012-2017) dengan diberikan lampu hijau untuk penguatan UMKM dalam bentuk permodalan dan pengembangan SDM, terbukti UMKM mampu berkontribusi menyerap tenaga kerja lebih banyak dan meningkat juga meningkat dari 96,99% menjadi 97,22%. Hal ini menunjukkan UMKM mampu menekan angka pengangguran dan mengatasi kemiskinan. Atas pertumbuhan UMKM yang membaik dari tahun ke tahun UMKM terbukti telah berkontribusi terhadap Produk Domestik Bruto meningkat dari 57,84% menjadi 60,34%. Hal ini menunjukkan bahwa penguatan UMKM sebagai pilar membangun ekonomi bangsa.Kata Kunci: penguatan UMKM, membangun ekonomi
BAHAYA PENYALAHGUNAAN NARKOBA TERHADAP ANAK DAN REMAJA SERTA AKIBAT HUKUM DAN TINDAK PIDANANYA (Studi Kasus di LPKA Kelas 1 Tangerang)
Gunartin Gunartin;
Yoyon M Darusman;
Bambang Wiyono;
Ade Nomi;
Anggara Dwi Putra;
Asti Saraswati;
Dimas Putra Pratama;
Hasnan Habib Sutikno;
Muhammad Taufik Dwi S;
Muhammad Wafatajul Arifin;
Mutya Deliantika;
Rizwan Darmawan;
Sheila Mutia;
Wahyu Rusdiantoro;
Yarman Hulu;
Yuddy Jayusman
Abdi Laksana : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3, No 2 (2022): Edisi Mei
Publisher : LPPM Universitas Pamulang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32493/al-jpkm.v3i2.20313
Maraknya Narkoba dan obat-obatan terlarang banyak mempengaruhi mental dan sekaligus pendidikan bagi para pelajar saat ini. Masa depan bangsa tergantung pada upaya pembebasan kaum muda dari bahaya narkoba. Narkoba saat ini telah menyentuh lingkaran yang semakin dekat dengan masyarakat khususnya anak-anak. Dengan masalah ini, seharusnya masyarakat senantiasa berpikir jernih untuk menghadapi globalisasi teknologi dan globalisasi yang berdampak langsung pada keluarga, khususnya anak sebagai generasi penerus bangsa. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan keterangan yang sejelas-jelasnya tentang bahaya penyalahgunaan narkoba terhadap anak dan remaja serta akibat hukum dan tindak pidananya dengan menggunakan dasar materi hukum berupa UU No 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika dengan tujuan agar peserta kegiatan penyuluhan hukum dapat mengetahui ancaman bahaya narkotika terutama bagi generasi muda sebagai generasi harapan penerus bangsa. Dengan adanya penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi yang sangat berarti.Kata Kunci: Narkoba, Penyalahgunaan, Anak dan Remaja.
The Influence Current Ratio and Debt to Asset Ratio on Return of Assets In PT. Sukabaja Panelindo Utama Jakarta
Gunartin Gunartin;
Hamdana Hamdana;
Sri Hastutik;
Achmad Mamduh
Kontigensi : Jurnal Ilmiah Manajemen Vol 9 No 1 (2021): Kontigensi: Jurnal Ilmiah Manajemen
Publisher : Program Doktor Ilmu Manajemen, Universitas Pasundan, Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (387.919 KB)
|
DOI: 10.56457/jimk.v9i1.111
This study aims to determine the Current Ratio and Debt's effect on Asset Ratio on Return on Assets at PT. Sukabaja Panelindo Utama in Jakarta. The method used is explanatory research with a sample of 85 respondents. The analysis technique uses statistical analysis with regression testing, correlation, determination and hypothesis testing. This study's results, Current Ratio, significantly affect Return on Assets by 41.3%, hypothesis testing obtained a significance of 0.045 <0.05. Debt to Asset Ratio has a significant effect on Return on Assets of 78.5%; hypothesis testing obtained a significance of 0.001 <0.05. Current Ratio and Debt to Asset Ratio simultaneously affect but not significant to the Return on Assets of 85.0%, hypothesis testing obtained a significance of 0.001> 0.05.
Financial Support on SMEs Impact of the Covid 19 Pandemic
Gunartin Gunartin;
Heri Pratikto;
Sopiah Sopiah
Kontigensi : Jurnal Ilmiah Manajemen Vol 9 No 2 (2021): Kontigensi: Jurnal Ilmiah Manajemen
Publisher : Program Doktor Ilmu Manajemen, Universitas Pasundan, Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.56457/jimk.v9i2.234
The purpose of this literature review is to reveal the role of financial support for MSMEs as a result of the Covid-19 pandemic. This paper is sourced from secondary data with a review approach from the previous article. Several articles from various countries have produced that finance has a very important role in the sustainability of MSMEs. Restrictions on community activities as an effort to prevent exposure to Covid-19 impact the decline of the economy in various countries, which results in a decline in the performance of MSMEs. The decline in people's purchasing power impacts the decline in aggregate demand for goods and services, causing a decrease in income for MSME actors. Under these conditions, MSMEs need financial support from various parties for their business continuity. With financial support (capital strengthening or financing), it is hoped that MSME actors can continue their business amidst the economic crisis due to the Covid-19 pandemic. It can be concluded that financial support provides strength for MSMEs to cover operational costs and survive in conditions of economic crisis. Financial support can be in the form of disbursing stimulus funds in cash or credit, tax reductions, credit interest relief, deferral of tax payments, reduced rental fees, exemption from administrative costs to open access to financing or capital. Apart from financial support, it is also carried out to accelerate the digitization of MSMEs to open access to market expansion. Also, the women's business empowerment program (Puspa) from the East Java provincial government to increase family income.
The Role Analysis of Waste Bank in Improving the Community's Creative Economy (Study at Ketumbar Pamulang Waste Bank)
Gunartin Gunartin;
Edi Mulyanto;
Denok Sunarsi
Budapest International Research and Critics Institute (BIRCI-Journal): Humanities and Social Sciences Vol 3, No 4 (2020): Budapest International Research and Critics Institute November
Publisher : Budapest International Research and Critics University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33258/birci.v3i4.1360
The research objective with the title "Analysis of the Role of Waste Banks to Improve the Creative Economy of the Community (Study at the Pamulang Garbage Bank) wants to know and describe the role of waste banks in an effort to improve the community's economy. Research with the object of the Ketumbar waste bank which is located at RW 18 Banda Baru Pamulang, South Tangerang uses a descriptive qualitative approach to explain the existing phenomena or symptoms. The waste bank has a big enough role in dealing with waste problems that have not yet been handled effectively and efficiently. It is hoped that the presence of a waste bank will be able to contribute to reducing the volume of waste as well as improving the creative economy of the community. The research, which uses researchers as its instrument, by conducting data collection techniques through interviews and document studies, determines the coordinator of the Benda Baru waste bank and his three teams as the key informants, which are the primary sources of information. The results show that the role of the waste bank has been able to improve the creative economy of the community but has not been optimal because what has been done is only as a container, the distributor has returned to the stall, has not yet reached the recycling development process so as to produce competitive production if marketed because it is constrained by the craftsmen who have creative power and marketing the creations of used goods craftsmen. This is because people still look down on used goods even though they have been recycled and the government's attention is not yet optimal in opening distribution channels for creative waste products. So the role of the new garbage nk plays a role as an intermediary for the community with used goods collectors stalls.
ANALISA FAKTOR-FAKTOR KENDALA KETERCAPAIAN SMART MOBILITY DALAM UPAYA MENUJU KONSEP SMART CITY (STUDI PADA KOTA TANGERANG SELATAN)
Gunartin Gunartin
Inovasi Vol 5, No 2 (2018): Inovasi: Jurnal Ilmiah Ilmu Manajemen
Publisher : Universitas Pamulang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (629.462 KB)
|
DOI: 10.32493/Inovasi.v5i2.p33-41.2092
ABSTRAKANALISA FAKTOR-FAKTOR KENDALA KETERCAPAIAN SMART MOBILITY DALAM UPAYA MENUJU KONSEP SMART CITY (STUDI PADA KOTA TANGERANG SELATAN) Fokus permasalahan penelitian ini yaitu faktor apa saja yang menjadi kendala ketercapaian smart mobility dalam upaya menuju konsep smart city di Kota Tangerang Selatan. Adapun tujuan penelitian untuk menganalisa faktor-faktor yang menjadi kendala ketercapaian smart mobility dalam upaya menuju konsep smart city Kota Tangerang Selatan. Metode analisis data adalah mendeskripsikan teknik analisis apa yang digunakan oleh peneliti untuk menganalisa data yang telah dikumpulkan. Penelitian ini menggunakan metode analisa statistik deskriptif. Sumber data penelitian adalah studi literatur, observasi dan wawancara dengan teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Lokasi penelitian di Kota Tangerang Selatan, Banten. Hasil penelitian diperoleh informasi bahwa faktor-faktor kendala ketercapaian smart mobility dalam upaya menuju konsep smart city di Kota Tangerang Selatan antara lain aspek: 1) Peraturan Pemerintah Daerah, belum keluarnya Peraturan Pemerintah yang menjadi payung induk program smart city sehingga pelaksanaannya belum optimal; 2) Sumber Daya Manusia, yaitu minimnya jumlah sumber daya manusia yang latar belakang pendidikannya berbasis IT yang siap menjalankan program smart city; 3) Anggaran, hal ini karena sifatnya sentralisasi dan terkait birokrasi sehingga membutuhkan waktu untuk merealisasikan anggaran sementara permasalahan di lapangan membutuhkan penanganan yang cepat; dan 4) Kesadaran Masyarakat, bahwasanya kesadaran masyarakat mempunyai peran yang sangat besar dalam mewujudkan ketercapaian smart mobility menuju konsep smart city, karena program ini diperuntukkan masyarakat sehingga masyarakat harus mendukung ketercapaian program smart city secara optimal. Kata kunci: smart city, smart mobility