Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

PUSAT KEGIATAN BELAJAR MASYARAKAT SEBAGAI TEMPAT ALTERNATIF MENUMBUHKAN KEMANDIRIAN WIRAUSAHA WARGA BELAJAR” (STUDI PADA PKBM INSAN KARYA PAMULANG TANGERANG SELATAN) Gunartin Gunartin; SOFFI SOFFIATUN; H. FEB AMNI HAYATI
Pekobis : Jurnal Pendidikan, Ekonomi, dan Bisnis Vol 3, No 2 (2018): PEKOBIS
Publisher : Program Studi Pendidikan Ekonomi Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (300.422 KB) | DOI: 10.32493/pekobis.v3i2.P30-48.2043

Abstract

ABSTRAK Pendidikan non formal merupakan salah satu bagian dari pendidikan nasional, dimana warga belajar dapat mengikuti kegiatan belajar yang mandiri melalui penguatan pemberdayaan pendidikan. Sesuai dengan ketetapan pemerintah tentang pendidikan nasional, bahwa pendidikan luar sekolah seperti pusat kegiatan belajar masyarakat juga merupakan bagian dari pendidikan nasional untuk mewadahi warga belajar mensetarakan kedudukannya dengan warga lain yang menempuh pendidikan jalur formal.   Makna dasar pusat kegiatan belajar masyarakat adalah pemusatan manajemen dalam hal mencari solusi dalam pemberdayaan sumber daya, yang diselenggarakan dengan latar belakang pembelajaran sehingga output yang dihasilkan dari kegiatan pembelajaran ini mampu meningkatkan soft skill maupun hard skill bagi warga belajar. Dengan demikian diharapkan warga belajar yang menjadikan pusat kegiatan belajar masyarakat (PKBM) sebagai alternatif tempat belajar mempunyai kesetaraan pengetahuan dan ketrampilan yang diperoleh masyarakat dari pendidikan formal. Tujuan dari penelitian ini ingin mendeskripsikan bagaimana kedudukan PKBM di masyarakat dan mendeskripsikan PKBM juga merupakan alternatif menumbuhkan kemandirian berwirausaha.Peneliti menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif untuk  metodologi penelitiannya, yaitu pendekatan dengan mendeskripsikan suatu kondisi obyek yang diteliti dengan teknik pengambilan data melalui wawancara. Yang menjadi pusat informasi  pada pengumpulan data adalah kepala sekolah atau wakil pusat kegiatan belajar masyarakat sebagai narasumber. Peran peneliti sebagai partisipan penuh dimana peneliti sendiri yang melakukan wawancara. Analisis data didasarkan dari hasil wawancara yang mendalam.Hasil turun lapang dan analisis data, peneliti simpulkan bahwa PKBM memiliki kesetaraan dengan pendidikan formal dan sangat mungkin sebagai alternatif menumbuhkan kemandirian berwirausaha karena PKBM merupakan pendidikan penyetaraan yang disesuaikan oleh kebutuhan warga belajar dan lebih difokuskan untuk pemberdayaan masyarakat. PKBM Insan Karya sebagai sampel pada penelitian ini menerapkan konsep kecakapan hidup dalam proses pembelajarannya dengan pola tutor sebaya, pelatihan dan kemitraan dalam menumbuhkan kemandirian wirausaha bagi warga belajarnya Kata Kunci: PKBM, kemandirian wirausaha
Mengatasi Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Prokrastinasi Akademik Rusmaini Rusmaini; Gunartin Gunartin; Surasni Surasni; Metha Lubis
Pekodimas : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 1, No 1 (2021): Pekodimas : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (652.245 KB)

Abstract

Dimasa pandemi ini pembelajaran secara daring dan banyak menghabiskan waktu dirumah. Dengan membiasakan diri dirumah terkadang membuat seseorang kurang bersemangat untuk belajar/mengajar dan mengerjakan tugas sekolah. Perilaku terlambat atau menunda mengerjakan tugas ini seperti sudah membudaya di kalangan masyarkat. Faktor yang paling dominan dalam penundaan mengerjakan tugas (prokrastinasi akademik) adalah malas sedangkan faktor lainnya dalam pembentukan prokrastinasi akademik adalah penggunaan media sosial dan media massa yang tidak tepat, sarana dan prasarana serta fasilitas penunjang yang kurang memadai dan pergaulan teman sebaya. Dalam menyelesaikan tugas-tugas di kalangan masyarakat terutama dunia pendidikan masih banyak perilaku yang tidak tepat waktu, atau menunda mengerjakan tugas sehingga tidak menyerahkan tugas yang diberikan pada waktu yang telah ditentukan. Penyuluhan yang akan dilaksanakan pada guru SMP PGRI 363 Pondok Petir ini dimaksudkan untuk berbagi pengetahuan dan keilmuan dengan saling sharing dalam memberikan informasi untuk mengatasi masalah faktor-faktor yang mempengaruhi prokrastinasi akademik agar bisa menghargai waktu dan mengerjakan tugas tepat waktu demi kebaikan masa depan terhadap pembelajaran anak dan pekerjaan sebagai seorang guru selama masa pandemi.Kata kunci: Faktor Mempengaruhi; Mengatasi; Prokrastinasi Akademik
Manajemen Diri di Masa Pandemi Covid 19 (studi pada SMP Nurul Iman Al Barkah Cipondoh) Gunartin Gunartin; Surasni Surasni; Kharisma Danang Yuangga; Ian Permana; Metha Lubis
Pekodimas : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 1, No 1 (2021): Pekodimas : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (59.228 KB)

Abstract

Tujuan dari Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini untuk memberikan penyuluhan kepada siswa, agar mampu menyikapi masa pandemi Covid 19 ini dengan bijak. karena terbiasa melaksanakan pembelajaran secara tatap muka (luring). PkM yang dilakukan oleh doen dan mahasiswa Prodi Pendidikan Ekonomi FKIP Universitas ini dilakukan dengan memberikan penyuluhan kepada santriwan/wati di SMP Nurul Iman Al Barkah Cipondoh dengan harapan dapat berbagi pengetahuan dan pengalaman dalam penerapan kebiasaan baru setelah Pandemi Covid 19 dengan melihat setelah satu semesater pembelajaran daring, beberapa sekolah kembali melaksanakan pembelajaran luring, dengan pembiasaan baru sesuai aturan pemerintah yaitu mematuhi protokol kesehatan (prokes) ketat di sekolah konvesional maupun di Pondok Pesantern. Dengan tetap menjalankan protokol kesehatan diharapkan aktivitas belajar mengajar di setiap jenjang pendidikan dapat dilakukan secara luring dengan sarana prasarana yang memenehui protokol kesehatan. Kata kunci: manajemen diri, pandemi Covid 19
ROLE MODEL ADMINISTRASI BANK SAMPAH BERBASIS DIGITAL DI KOTA TANGERANG SELATAN Susanto Susanto; Gunartin Gunartin; Suciati Muanifah
Jurnal Surya Kencana Dua : Dinamika Masalah Hukum dan Keadilan Vol 9, No 2 (2022): Jurnal Surya Kencana Dua: Dinamika Masalah Hukum & Keadilan
Publisher : Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/SKD.v9i2.y2022.26202

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan berdasarkan Kontrak Penelitian No.134/D5/SK/LPPM/UNPAM/VIII/2022. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh program Bank Sampah yang menjadi alternatif mengatasi permasalahan sampah yang menjadi masalah nasional. Bank sampah merupakan salah satu solusi untuk pengelolaan sampah rumah tangga. Pengelolaan sampah yang efisien merupakan prasyarat utama untuk mencapai keberlanjutan karena setiap dihasilkan sampah dan sudah menjadi masalah nasional yang membutuhkan perhatian dan penanganan secara khusus. Dengan demikian, intervensi pemerintah dan masyarakat sudah perlu menawarkan bantuan yang menjanjikan untuk mengurangi limbah/sampah individu/keluarga dan mendukung peran bank sampah sebagai salah satu solusi pengelolaan sampah. Bank sampah yang sudah beroperasi di Kota Tangerang Selatan sejauh ini masih menggunakan sistem manual dalam pengadministrasian sehingga layanan terhadap nasabah bank sampah kurang efektif dan efisien. Sistem administrasi pengelolaan sampah berbasis digital sebagai salah satu upaya untuk mengoptimalkan layanan nasabah bank sampah diharapkan mampu memfasilitasi kegiatan pengelola sampah dan layanan nasabah bank sampah. Metode penelitian ini adalah sosio legal yang juga merupakan gabuangan dari metode yuridis normatif dan empiris, yang mana penelitian ini membutuhkan bantuan ilmu sosial lainnya. Dalam pendekatan normatif dengan pendekatan perundang-undangan dimana mengkaji regulasi di Kota Tangerang Selatan terkait digitalisasi pengelolaan di Bank Sampah. Sementara untuk pendekatan empiris digunakan metode sosiologi hukum dimana data primer dari 13 bank sampah yang diobservasi dan diwawancarai. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Bank Sampah guna memngimplementasikan tujuan dari Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor 14 Tahun 2021 tentang Pengelolaan Sampah Pada Bank Sampah diperlukan digitalisasi dalam administrasinya dan aplikasi BASO terbukti membantu pengadministrasian secara digital dan bisa dijadikan role model pengelolaan administrasi bank sampah di Kota Tangerang Selatan.
Role Model Administrasi Bank Sampah Berbasis Digital Di Kota Tangerang Selatan Susanto Susanto; Gunartin Gunartin; Suciati Muanifah
Jurnal Surya Kencana Dua : Dinamika Masalah Hukum dan Keadilan Vol. 9 No. 2 (2022): Jurnal Surya Kencana Dua: Dinamika Masalah Hukum & Keadilan
Publisher : Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/SKD.v9i2.y2022.26202

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan berdasarkan Kontrak Penelitian No.134/D5/SK/LPPM/UNPAM/VIII/2022. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh program Bank Sampah yang menjadi alternatif mengatasi permasalahan sampah yang menjadi masalah nasional. Bank sampah merupakan salah satu solusi untuk pengelolaan sampah rumah tangga. Pengelolaan sampah yang efisien merupakan prasyarat utama untuk mencapai keberlanjutan karena setiap dihasilkan sampah dan sudah menjadi masalah nasional yang membutuhkan perhatian dan penanganan secara khusus. Dengan demikian, intervensi pemerintah dan masyarakat sudah perlu menawarkan bantuan yang menjanjikan untuk mengurangi limbah/sampah individu/keluarga dan mendukung peran bank sampah sebagai salah satu solusi pengelolaan sampah. Bank sampah yang sudah beroperasi di Kota Tangerang Selatan sejauh ini masih menggunakan sistem manual dalam pengadministrasian sehingga layanan terhadap nasabah bank sampah kurang efektif dan efisien. Sistem administrasi pengelolaan sampah berbasis digital sebagai salah satu upaya untuk mengoptimalkan layanan nasabah bank sampah diharapkan mampu memfasilitasi kegiatan pengelola sampah dan layanan nasabah bank sampah. Metode penelitian ini adalah sosio legal yang juga merupakan gabuangan dari metode yuridis normatif dan empiris, yang mana penelitian ini membutuhkan bantuan ilmu sosial lainnya. Dalam pendekatan normatif dengan pendekatan perundang-undangan dimana mengkaji regulasi di Kota Tangerang Selatan terkait digitalisasi pengelolaan di Bank Sampah. Sementara untuk pendekatan empiris digunakan metode sosiologi hukum dimana data primer dari 13 bank sampah yang diobservasi dan diwawancarai. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Bank Sampah guna memngimplementasikan tujuan dari Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor 14 Tahun 2021 tentang Pengelolaan Sampah Pada Bank Sampah diperlukan digitalisasi dalam administrasinya dan aplikasi BASO terbukti membantu pengadministrasian secara digital dan bisa dijadikan role model pengelolaan administrasi bank sampah di Kota Tangerang Selatan.
Analysis of the Village Head's Leadership Style in Cidokom Gunung Sindur Village, Bogor District Gunartin Gunartin
Jurnal Ilmiah Ilmu Administrasi Publik Vol 10, No 1 (2020)
Publisher : Program Pascasarjana Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (478.248 KB) | DOI: 10.26858/jiap.v10i1.13572

Abstract

Profit is not the main goal of the cooperative business, but the business that is managed by the cooperative must obtain the remaining business results that are feasible so that the cooperative can maintain its survival and improve the ability of its business. This study aims to determine the effect of the number of members, own capital, external capital, business valves, and assets owned to the remaining results of business (Indonesian terms: Sisa Hasil Usaha/SHU) savings and loan cooperatives in Subang district. The sampling technique used was purposive sampling so as many as 14 cooperatives were selected. Data analysis used in this study is classical assumption analysis and then panel data analysis is carried out, determination of test coefficients (R2), F statistical tests, t statistical tests. Based on the results of research that has been carried out simultaneously known all independent variables significantly influence the residual business results. However, the partial test shows that only the variables of business capital, business volume, and assets owned by cooperatives have an effect on the residual results of operations, while the variable number of members and external capital has no effect on the residual results of operations.
PENTINGNYA PENDIDIKAN LITERASI KEUANGAN DI LINGKUNGAN KELUARGA (DI MAJELIS TA’LIM AL HIDAYAH BENDA BARU PAMULANG TANGERANG SELATAN) Gunartin Gunartin; Rusmaini Rusmaini; Pantja Pantja; Surasni Surasni; Metha Metha
Jurnal Lokabmas Kreatif : Loyalitas Kreatifitas Abdi Masyarakat Kreatif Vol. 1 No. 1 (2020): Maret 2020
Publisher : Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/jlkklkk.v1i1.p56-62.5596

Abstract

Pengabdian dengan judul Pentingnya Pendidikan Literasi Keuangan Di Lingkungan Keluarga (Di Majelis Ta’lim Al Hidayah Benda Baru Pamulang Tangerang Selatan) ini merupakan implementasi dari pengabdian kepada masyarakat dengan tujuan membantu memberikan pemahaman pentingnya pendidikan literasi keuangan di lingkungan keluarga sehingga setiap angota keluarga dapat menghargai keamanan secara finansial. Memberikan pemahaman bagaimana pengelolaan keuangan yang efektif dan efisien sehingga kesejahteraan ekonomi keluarga dapat diwujudkan dengan keamanan finansial.Metode pelaksanaan dalam kegiatan program pengabdian kepada masyarakat ini diawali surve dan pendekatan kepada ketua Majelis Ta’lim Al Hidayah dengan menyampaikan maksud serta tujuan dilakukan kegiatan ini. Pada surve awal juga disampaikan rencana pelaksanaan dan sharing tema pengabdian agar kegiatan pengabdian ini tepat sasaran serta berjalan lancar. Pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat dilakukan oleh tim dosen Program Studi Pendidikan Ekonomi FKIP Universitas Pamulang dengan 7 anggota, 5 dosen dan 2 mahasiswa. Materi dari tema pengabdian dilakukan oleh tim dosen sendiri sebagai narasumber. Hasil dari kegiatan pengabdian ini dapat ditarik kesimpulan bahwa masih banyak keluarga yang pengelolaan keuangan masih konvensional belum sampai ke ranah investasi untuk passive incame. Untuk jangka panjang investasi menjadi sangat penting ditinjau dari keamanan finansial pada saat usia sudah tidak lagi produktif. Adapun harapan diselenggarakan kegiatan pengabdia kepada masyarakat dengan judul Pentingnya Pendidikan Literasi Keuangan Di Lingkungan Keluarga (Di Majelis Ta’lim Al Hidayah Benda Baru Pamulang Tangerang Selatan) ini, masyarakat khususnya jama’an Majelis Ta’lim Al HIdayah dapat meningkatkan kemampuannya dalam memgelola keuangan (literasi keuangan) secara efektif dan efisien.Kata Kunci: Pendidikan, Literasi Keuangan, Keluarga
Building entrepreneurial interest: Exploring entrepreneurial competency and self-efficacy strategies in entrepreneurship education Gunartin, Gunartin; Pratikto, Heri; Winarno, Agung; Restuningdiah, Nurika
Jurnal Cakrawala Pendidikan Vol. 44 No. 1 (2025): Cakrawala Pendidikan (February 2025)
Publisher : LPMPP Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/cp.v44i1.77481

Abstract

The success of becoming an entrepreneur is inseparable from various aspects that influence and shape it: internal aspects, coaching and training, social environment, family, socio-cultural factors, and other factors. This study aims to examine the strategy of entrepreneurial competence and self-efficacy in building entrepreneurial interest through entrepreneurship education. The author used a qualitative descriptive analysis method. Data were collected through observation, interviews, literature review and documentation. The results showed that in implementing entrepreneurship education to the fostered residents there are internalized values of fostering entrepreneurial interest through fostering independence and fostering personality. These values are based on good practices to build the character of the fostered citizens to become entrepreneurs with good and responsible personalities. Values that are interpreted as reflections related to the relationship of life, life, and livelihood. The results also show that social attitudes towards entrepreneurship in fostered residents are influenced by discipline, self-efficacy, perseverance, patience, and prayer. Based on the economic aspects of the foster, residents could become entrepreneurs. The entrepreneurship education model that fosters independence and personality is a pillar that allows prisoners to have social and entrepreneurial skills and be economically independent.