Bambang Suharto
Program Studi Pendidikan Kimia FKIP Universitas Lambung Mangkurat

Published : 19 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

MENINGKATKAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH DAN HASIL BELAJAR MELALUI MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM SOLVING MATERI REAKSI REDUKSI DAN OKSIDASI Rizki Ramadana Putri; Bambang Suharto; Muhammad Kusasi
JCAE (Journal of Chemistry And Education) Vol 4 No 1 (2020): JCAE EDISI AGUSTUS 2020
Publisher : PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA FKIP UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jcae.v4i1.525

Abstract

Telah dilakukan penelitian guna meningkatkan (1) hasil belajar (a) pengetahuan, (b) sikap, (c) keterampilan, dan (2) kemampuan pemecahan masalah melalui model problem solving pada materi reaksi redoks. Penelitian dilakukan di kelas X MIPA 5 SMAN 2 Banjarmasin. Hasil penelitian menunjukkan: (1) hasil belajar (a) pengetahuan meningkat sebesar 32,41%, (b) sikap meningkat sebesar 54,84%, (c) keterampilan meningkat sebesar 51,61%, dan (2) kemampuan pemecahan masalah meningkat sebesar 47,43%.
ANALISIS PEMAHAMAN KONSEP MAKROSKOPIK-SUBMIKROSKOPIK-SIMBOLIK MENGGUNAKAN PENDEKATAN SUBMIKROSKOPIK PADA MATERI LARUTAN ASAM BASA Laila Safitri; Atiek Winarti; Bambang Suharto
JCAE (Journal of Chemistry And Education) Vol 4 No 1 (2020): JCAE EDISI AGUSTUS 2020
Publisher : PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA FKIP UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jcae.v4i1.527

Abstract

Telah dilakukan analisis pemahaman konsep makroskopik-submikroskopik-simbolik pada materi larutan asam basa pada siswa SMAN 8 Banjarmasin menggunakan pendekatan submikroskopik. Penelitian ini mengidentifikasi; (1) pemahaman konsep siswa pada materi larutan asam basa, (2) meningkatkan pemahaman konsep siswa pada materi larutan asam basa melalui pendekatan submikroskopik, (3) aktivitas guru mengelola pembelajaran, (4) aktivitas belajar siswa. Kegiatan ini berupa penelitian tindakan kelas (PTK) dengan 2 siklus terdiri dari perencanan, pelaksanan tindakan, observasi dan evaluasi, serta refleksi. Subjek penelitian adalah siswa kelas XI MIPA 4 SMAN 8 Banjarmasin berjumlah 29 orang. Data dianalisis secara kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa; (1) pemahaman konsep awal siswa level makroskopik 45,5% (rendah), submikroskopik 8,5% (sangat rendah), dan simbolik 48% (rendah), (2) pembelajaran menggunakan pendekatan submikroskopik meningkatkan pemahaman konsep siswa pada level makroskopik sebesar 86,5% (sangat tinggi), submikroskopik sebesar 64,75% (cukup), dan simbolik sebesar 80,25% (sangat tinggi), (3) peningkatan skor aktivitas guru dari 42 (baik) siklus I menjadi 51 (sangat baik) pada siklus II, (4) peningkatan skor aktivitas siswa dari 37,66 (aktif) siklus I menjadi 46,83 (sangat aktif) pada siklus II.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI TERBIMBING DALAM UPAYA MENGURANGI MISKONSEPSI PESERTA DIDIK MATERI REAKSI REDOKS Nurhidayah Nurhidayah; Bambang Suharto; Leny Leny
JCAE (Journal of Chemistry And Education) Vol 4 No 2 (2020): JCAE EDISI DESEMBER 2020
Publisher : PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA FKIP UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jcae.v4i2.624

Abstract

Telah dilakukan penelitan tindakan kelas tentang upaya mengurangi miskonsepsi peserta didik. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui: (1) aktivitas guru; (2) aktivitas peserta didik; (3) penurunan miskonsepsi; (4) pemahaman konsep peserta didik (5) respon peserta didik terhadap model inkuiri terbimbing materi reaksi redoks. Rancangan penelitian tindakan kelas (PTK) dilakukan secara bersiklus. Peserta didik kelas X MIPA 1 SMAN 1 Gambut dengan jumlah 35 orang sebagai subjek penelitian. Instrumen penelitian yang digunakan yaitu tes dan non tes. Teknik analisis data menggunakan analisis kuantitatif deskriptif dan kualitatif. Berdasarkan hasil peneltian dapat disimpulkan terjadi (1) Aktivitas guru kategori baik meningkat menjadi sangat baik; (2) terjadi peningkatan aktivitas peserta didik kategori aktif pada siklus I menjadi sangat aktif pada siklus II; (3) terjadi penurunan miskonsepsi peserta didik; (4) terjadi peningkatan pemahaman konsep sebesar; (5) peserta didik memberikan respon yang positif pada model inkuiri terbimbing.
ANALISIS KESIAPAN LABORATORIUM KIMIA DALAM MENDUKUNG IMPLEMENTASI KURIKULUM 2013 DI SMA NEGERI DI KOTA BANJARMASIN Larasati Milanie Dewi Sawitri; Bambang Suharto; Iriani Bakti
JCAE (Journal of Chemistry And Education) Vol 5 No 2 (2021): JCAE EDISI DESEMBER 2021
Publisher : PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA FKIP UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jcae.v5i2.1197

Abstract

Telah dilakukan penenelitian tentang analisis kesiapan laboratorium kimia dalam mendukung implementasi kurikulum 2013 (K-13) di SMA Negeri di Kota Banjarmasin. Penelitian ini untuk mengetahui (1) desain dan fasilitas, (2) administrasi dan organisasi, (3) peralatan dan bahan laboratorium kimia dalam mendukung implementasi K-13 di SMA Negeri di Kota Banjarmasin. Penelitian menggunakan metode deskriptif. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik purposive random sampling. Teknik pengumpalan data berupa lembar observasi laboratorium kimia, lembar angket laboran, dan wawancara serta dokumentasi kegiatan. Analisis data pada penelitian ini menggunakan teknik persentase. Hasil penelitian menunjukan rata-rata persentase desain dan fasilitas laboratorium 80% dan 93%. administrasi laboratorium yaitu 64,16% dan peralatan dan bahan laboratorium kimia yaitu 73,17% dan 66,66%. Hal ini menunjukan bahwa desain dan fasilitas laboratorium sudah memadai, administrasi laboratorium sudah tersedia serta peralatan dan bahan laboratorium cukup lengkap. Kompetensi laboran SMA dengan rata-rata persentase kompetensi laboran yaitu 96,42%, menunjukan bahwa laboran sudah kompeten menjalankan tugasnya di dalam laboratorium kimia. Kesiapan laboratorium kimia secara seluruh yaitu SMA Negeri 1 dengan persentase 82,82% dengan kategori sangat siap; SMA Negeri 2 yaitu 81,20% dengan kategori sangat siap; dan SMA Negeri 7 yaitu 76,97% dengan kategori siap. Hasil penelitian menunjukkan bahwa laboratorium semua sekolah yang diteliti berkategori sangat siap dalam mendukung implementasi K-13.
IDENTIFIKASI DAN ANALISIS MISKONSEPSI SISWA MENGGUNAKAN THREE-TIER MULTIPLE CHOICE DIAGNOSTIC INSTRUMENT PADA KONSEP KESETIMBANGAN KIMIA Friesta Ade Monita; Bambang Suharto
QUANTUM: Jurnal Inovasi Pendidikan Sains Vol 7, No 1 (2016): April 2016
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/quantum.v7i1.3538

Abstract

Abstract. This study aims to find out the misconception of students in learning the concept of chemical equilibrium and its causes in terms of students and teachers. The method used is quantitative and qualitative method with research design in the form of descriptive survey study. The subject of research is determined by purposive sampling technique. Technique of collecting data by written test using Three-Tier Multiple Choice Diagnostic Instrument and non-test by conducting interview. Data analysis techniques use descriptive statistics with percentage and criticize their misconceptions. The result of the research shows that there are students' misconception of the concept of low-grade dynamic equilibrium, the concept of homogeneous equilibrium and heterogeneous medium criterion, the concept of medium-weighted equilibrium constant, the concept of quantitative relationships among components in medium-balance equilibrium reactions, the concept of moderate-weighted equilibrium, the concept of chemical equilibrium in industrial processes Medium criteria. The causes of student misconceptions originating from students themselves are preconception, associative thinking, abstract concept comprehension, student ability and wrong student reasoning. The causes of student misconceptions that come from the teaching teacher are the excessive use of verbal language and the small vowel, the teacher does not provide a profound explanation and emphasis on the concept and error of the teacher's explanation.Keywords: misconceptions, Three-tier, chemical equilibrium
MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR SISWA DENGAN MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI TERBIMBING PADA MATERI REDOKS Riski Resa Amanda; Bambang Suharto; Mahdian Mahdian
QUANTUM: Jurnal Inovasi Pendidikan Sains Vol 8, No 1 (2017): April 2017
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/quantum.v8i1.3858

Abstract

Abstract. Has done research about the application of guided inquiry learning model on redox material in students of class X Social 2 SMAN 2 Banjarmasin. This research aims to determine: (1) the activities of teachers; (2) the activites of students; (3) students’ affective; (4) psychomotoric and (5) improving students learning outcomes. The research design was used classroom action research with 2 cycles. Each cycle consists of planning, action, observation and evaluation, as well as analysis and reflection. The subjects were 34 students of class X Social 2 SMAN 2 Banjarmasin. The results showed that an increasing teacher activity from 73,58% (good) in the first cycle to 92,96% (very good) in the second cycle, increasing students activity from 52,09% (active enough) in the first cycle to 81,21% (active) in the second cycle, increasing aspect of students' affective like character and skills from 52,82% (good enough) and 59,80% in the first cycle to 79,41% (good) and 82,35% (good) in the second cycle, increasing students psychomotoric from 67,75 (enough) in the first cycle to 80,25% (good) in the second cycle, and learning outcomes in the first cycle is 72,76 (enough) has increased in the second cycle to be 83,70 (good).Keywords: teacher activities, student activities, learning outcomes, guided inquiry learning, material of redox.
PENERAPAN MODEL GUIDED DISCOVERY LEARNING UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS DAN HASIL BELAJAR Nursidah Nursidah; Bambang Suharto; Rusmansyah Rusmansyah
Vidya Karya Vol 34, No 1 (2019): April 2019
Publisher : FKIP ULM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (572.653 KB) | DOI: 10.20527/jvk.v34i1.6387

Abstract

Abstract. It has been conducted the research on the implementation of Guided Discovery Learning (GDL) models on salt hydrolysis material. The factors studied were teacher activities, student activities, critical thinking skills, and cognitive, affective, and psychomotor learning outcomes. This study uses a classroom action research design with 2 cycles. The source of the data is 37 students of class XI IPA 1 SMA Negeri 1 Banjarmasin. The research instruments were tests and nontes. The results showed that there was an increase in teacher activity by 35.20%, from 51.13 (quite good) in cycle 1 to 69.13% (good) in cycle II; there was an increase in student activity by 41.19%, from 47.13% (quite active) in the first cycle to 88.88% (active) in cycle II; students' critical thinking skills increase by 27.30%; learning outcomes of cognitive, affective, and psychomotor respectively increased by 23.39%, 40.43%, and 37.62%. Keywords: GDL, critical thinking, learning outcomes   Abstrak. Telah dilakukan penelitian tentang penerapan model Guided Discovery Learning (GDL) pada materi hidrolisis garam. Faktor yang diteliti yaitu aktivitas guru, aktivitas siswa, keterampilan berpikir kritis, hasil belajar kognitif, afektif, dan psikomotorik. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian tindakan kelas (PTK) dengan 2 siklus. Sumber data penelitian adalah 37 orang siswa kelas XI IPA SMA Negeri 1 Banjarmasin. Instrumen penelitian berupa tes dan nontes. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi peningkatan aktivitas guru sebesar 35,20%, dari 51,13(cukup baik) pada siklus 1 menjadi 69,13% (baik) pada siklus II; terjadi peningkatan aktivitas siswa sebesar 41,19%, dari 47,13% (cukup aktif)  pada siklus I menjadi 88,88% (aktif) pada siklus II; keterampilan berpikir kritis siswa meningkat sebesar 27,30%; hasil belajar kognitif, afektif, dan psikomotor masing-masing meningkat sebesar 23,39%, 40,43%, dan 37,62%. Kata kunci: GDL, berpikir kritis, hasil belajar
MODEL PROJECT BASED LEARNING BERBANTUAN MEDIA “CHEMONDRO”, MOTIVASI, DAN HASIL BELAJAR Santi Santi; Leny Leny; Bambang Suharto
Vidya Karya Vol 34, No 2 (2019): Oktober 2019
Publisher : FKIP ULM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (460.106 KB) | DOI: 10.20527/jvk.v34i2.7384

Abstract

Abstract. This study aims to determine whether there are significant differences in learning motivation and learning outcomes in students between the use of PjBL learning models assisted by Chemondro android-based chemistry learning media with expository learning models. In addition, it is aimed to determine students' responses to Chemondro media on colloidal material. Classes becaming the sample were class X-TKJ A and X-TKJ B at SMK Negeri 2 Banjarmasin. The method used is a quasi-experimental with descriptive and inferential analysis techniques. This research shows that there are significant differences in motivation and student learning outcomes in classes using the PjBL model compared to the expository model. The use of Chemondro media for colloidal material perceived positive responses from students. Keywords: Project Based Learning (PjBL), Chemondro, motivation to learn, learning outcomes, Colloid Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan motivasi belajar dan hasil belajar yang signifikan pada peserta didik antara penggunaan model pembelajaraan PjBL berbantuan media pembelajaran kimia berbasis android Chemondro dengan model pembelajaran ekspositori. Selain itu, untuk mengetahui respon peserta didik terhadap media Chemondro pada materi koloid. Kelas yang menjadi sampel penelitian adalah kelas X-TKJ A dan X-TKJ B di SMK Negeri 2 Banjarmasin. Metode yang digunakan adalah quasi-experiment dengan teknik analisis deskriptif dan inferensial. Penelitiian ini menunujukkan adanya perbedaan motivasi dan hasil belajar peserta didik yang signifikan pada kelas yang menggunakan model PjBL dibandingkan dengan model ekspositori. Penggunaan media Chemondro materi koloid mendapat respon positif dari peserta didik. Kata kunci: Project Based Learning (PjBL), Chemondro, motivasi belajar, hasil belajar, Koloid
IDENTIFIKASI KESULITAN PESERTA DIDIK DALAM MEMAHAMI KONSEP TERMOKIMIA MENGGUNAKAN “TWO-TIER MULTIPL CHOICE DIAGNOSTIC TEST PADA PESERTA DIDIK KELAS XI MIA Rasyidah Rasyidah; Bambang Suharto; Muhammad Kusasi
JCAE (Journal of Chemistry And Education) Vol 7 No 1 (2023): JCAE AGUSTUS 2023
Publisher : PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA FKIP UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jcae.v7i1.2547

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang mengidentifikasi kesulitan peserta didik memahami termokimia menggunakan “two-tier multiple choice” pada kelas XI MIA 1 SMAN 1 Karau Kuala. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) tingkat kesulitan pemahaman peserta didik dalam konsep termokimia, (2) mengetahui penyebab kesulitan peserta didik dalam memahami konsep termokimia. Metode penelitian adalah deskriptif. Populasi penelitian ini adalah peserta didik kelas XI MIA 1 SMAN 1 Karau Kuala dengan jumlah sampel 15 orang. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan instrumen tes diagnostik two-tier multiple choice, dan wawancara. Hasil penelitian menunjukan bahwa tingkat kesulitan peserta didik dalam memahami konsep pada materi termokimia adalah 63,33%. Penyebab peserta didik kesulitan memahami konsep termokimia yaitu faktor internal, peserta didik kurang mengingat materi yang sudah dipelajari, peserta didik kurang konsentrasi pada saat guru menjelaskan dan peserta didik juga kurang memahami materi yang bersifat hitungan.