Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Kajian Konsentrasi Logam Merkuri (Hg) Pada Tanah Dan Serapan Tanaman Pangan Di Sekitar Kelurahan Poboya Caco, Caco; Darman, Saiful; Isrun, Isrun
Mitra Sains Vol 9 No 2 (2021): September
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/ms26866579.2021.v9.i2.pp91-102

Abstract

Food crops are agricultural products consumed to support our daily lives. Food plants are also a source of vitamins and minerals needed by our bodies and directly play a role in improving health. Therefore, the hygiene and safety of the food we consume is very important, not to cause health problems. Soil is an importantfactor in agriculture, as a medium to grow plants and is also a part of the cycle of heavy metals. The gold mining business is often seen as the cause of environmental damage and pollution. This research was conducted at food and secondary crops farms around Poboya, where soil and plant analysis was carried out at the Laboratory of Natural Resources and Environment, Faculty of Agriculture, Tadulako University, Palu. The research was conducted from September to November 2020. The method used was survey with field observations and laboratory analysis, gradually done through pre-survey, main survey (sampling) and laboratory analysis with tactical sampling. The results showed that mercury (Hg) concentration in the sample point 1 was 0.48 - 0.52 ppm, sample point 2 was 0.62 - 0.63 ppm, sample point 3 was 0.30 - 0.35 ppm and sample point 4 is 0.25 - 0.26 ppm. While the concentration of mercury (Hg) in food crops, namely: sample point 1 is 0.31 - 0.33 ppm, sample point 2 is 0.45 - 0.48 ppm, sample point 3 is between 0.20 - 0.24 ppm and sample point 4 around 0.09 - 0.10 ppm. This shows that the content of heavy metal mercury (Hg) in the soil around Poboya has passed the tolerable threshold. Meanwhile, the concentration of mercury (Hg) in food crops at points 1 and 2 passed the critical threshold, while sample points 3 and 4 were still below the critical threshold. The farther the distance from the processing site, the less mercury content in the soil and in food crops.
PERUBAHAN C-ORGANIK, pH, DAN KTK TANAH SERTA PERTUMBUHAN TANAMAN DAN HASIL BAWANG MERAH (Allium wakegi Araki) VARIETAS LEMBAH PALU AKIBAT PEMBERIAN BOKASHI DENGAN DOSIS YANG SEMAKIN MENINGKAT Anwar, Lutfi; Darman, Saiful; Khaliq, Moh. Adnan
AGROTEKBIS : JURNAL ILMU PERTANIAN (e-journal) Vol 13 No 4 (2025): Agustus
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/agrotekbis.v13i4.2717

Abstract

Bawang merah varietas Lembah Palu (Allium wakegi Araki) adalah salah satu komoditas unggulan Sulawesi Tengah dan merupakan bahan baku industri pengolahan bawang goreng serta telah menjadi brand lokal Palu. Upaya peningkatan poduktivitas bawang merah dapat dilakukan dengan meningkatkan kesuburan tanah melalui pemberian pupuk organik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respon Pupuk Bokashi terhadap pertumbuhan dan hasil bawang merah lembah palu (Allium wakegi Araki) dan perubahan sifat kimia C-organik, pH, dan KTK tanah terhadap pemberian berbagai dosis Pupuk Bokashi. Penelitian dilaksanakan selama empat bulan penelitian yaitu dimulai pada bulan Juli 2024 sampai dengan bulan Desember 2024 di Desa Vatunonju, Kecmatan Sigi Biromaru, Kabupaten Sigi. Analisis tanah dan tanaman akan dilaksanakan di laboratorium Ilmu Tanah Fakultas Pertanian. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) satu faktor yang terdiri atas 6 taraf perlakuan dan masing-masing perlakuan diulang sebanyak 4 kali ulangan yaitu kontrol (K0), 4 kg/bedeng (K1), 8 kg/bedeng (K2), 12 kg/bedeng (K3), 16 kg/bedeng (K4), dan 20 kg/bedeng (K5). Data dianalisis menggunakan sidik ragam (ANOVA), dilanjut uji BNJ taraf 5%. Hasil penelitian menunjukan pemberian pupuk bokasi dengan dosis yang semakin meningkat berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman, jumlah daun 43 HSTdan berat segar umbi, kandungan C-organik, pH, dan KTK tanah. Perlakuan terbaik pada K4 untuk tinggi tanaman, jumlah daun dan berat segar umbi (296,48 g). Untuk C-organik (1,63%), pH (6,60%), dan KTK (22,49).
TINGKAT SERAPAN DAN ARAS KRITIS HARA NITROGEN PADA TANAMAN KACANG HIJAU (Vigna radiata L.) Irma Nadya; Darman, Saiful; Amelia, Rezi
AGROTEKBIS : JURNAL ILMU PERTANIAN (e-journal) Vol 14 No 2 (2026): April
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/nmm91a39

Abstract

Tanah adalah suatu benda alami heterogen, yang terdiri atas komponen-komponen padat, cair dan gas, dan mempunyai sifat serta perilaku yang dinamik. Salah satu unsur hara esensial yang diserap oleh tanaman dalam jumlah yang besar adalah unsur hara Nitrogen (N). Merosotnya tingkat kesuburan tanah akibat kekahatan sejumlah hara merupakan salah satu faktor yang dapat menurunkan hasil pertanian. Aras kritis (critical level) menunjukkan kadar hara dalam jaringan, di bawah kadar ini menampakan gejala kekahatannya, umumnya pada aras ini hasil panen turun 10%. Jika diberi tambahan hara, tanaman bersifat sangat responsif, dan gejala kekahatan akan menghilang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui batas efisiensi respons tanaman terhadap pemberian hara N dan batas aras kritis tanaman kacang hijau. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Sunju Kecamatan Marawola Kabupaten Sigi Provinsi Sulawesi Tengah, dan Analisis Sifat Kimia Tanah dilaksanakan di Laboratorim Unit Ilmu Tanah Fakultas Pertanian Universitas Tadulako. Penelitian ini berlangsung dari bulan Desember 2023 hingga bulan Juli 2024. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode Rancangan Acak Lengkap(RAL) 1 faktorial, 7 perlakuan diulang 3 kali sehingga seluruhnya ada 21 pot percobaan yang akan diamati. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan pupuk urea dengan dosis yang semakin meningkat mampu meningkatkan serapan hara N pada tanaman kacang hijau. Pada tanah yang belum diaplikasikan pupuk hasil N-total yaitu 0.11 sangat rendah. Setelah diaplikasikan N-total berkisar 0.53 sampai 1.13 sangat tinggi. Dosis yang mempengaruhi aras kritis hara nitrogen berada pada 230 kg/ha. Dimana dosis ini tidak lagi menunjukkan respons terhadap pemberian pupuk, daerah ini disebut juga zona kecukupan hara.