Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search
Journal : IESM

Kajian Lingkungan Hidup Pembangunan Industri Pupuk PT.X Di KEK Sei Mangkei Nita Marikena; Yuli Setiawannie
Industrial Engineering System and Management Journal Vol. 2 No. 1 (2021): Vol 2 No 1 Februari 2021
Publisher : LPPM Universitas Potensi Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berdasarkan Peraturan Menteri Perindustrian Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 2020 tentang Penyusunan Rencana Pengelolaan Lingkungan Hidup dan Rencana Pemantauan Lingkungan Hidup Rinci Bagi Perusahaan Industri Yang Berada Atau Akan Berlokasi di Kawasan Industri, maka PT. X sebagai industri pupuk yang direncanakan akan dibangun pada lahan seluas 4 Ha dan luas bangunan ±14.860,24 m2 serta kapasitas produksi sebesar 150.000 ton/tahun wajib menyusun dokumen rencana pengelolaan lingkungan hidup dan rencana pemantauan lingkungan hidup rinci berdasarkan rencana pengelolaan lingkungan hidup dan rencana pemantauan lingkungan hidup Kawasan yang termuat di dalam dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) Kawasan.
Analisa Pengendalian Kualitas Produk Ikan Tuna Dengan Metode Six Sigma Dan Analisa Kaizen di PT. Medan Tropical Canning & Industri Frozen Hironimus DD Samosir; Yuli Setiawannie
Industrial Engineering System and Management Journal Vol. 2 No. 1 (2021): Vol 2 No 1 Februari 2021
Publisher : LPPM Universitas Potensi Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Medan Tropical Canning & Frozen dihadapkan pada permasalahan yaitu sering terjadinya keluhan pelanggan terhadap kualitas produk yang tidak sesuai permintaan khususnya pada produk ikan dikarenakan sistem pengendalian kualitas belum efektif. Penelitian ini difokuskan pada jenis produk ikan tuna dengan jumlah defect terbesar dibandingkan dengan produk lainnya yaitu sebesar 3,67 Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui jumlah produk cacat dan nilai Sigma, untuk mengindetifikasi faktor-faktor yang paling berpengaruh pada kecacatan produksi ikan tuna, dan menganalisa tindak perbaikan yang tepat untuk mengurangi produk cacat (defect) dengan metode Six Sigma DMAIC dan Kaizen di PT. Medan Tropical Canning & Frozen. Tahap- tahap penelitian ini terdiri dari pengamatan secara langsung kepada proses produksi di lapangan, mengolah data dengan tahapan DMAIC, dan memberikan usulan perbaikan dengan analisa kaizen. Berdasarkan hasil pengolahan data dan analisa, maka diperoleh total kecacatan produk ikan tuna yaitu busuk (55.616), tidak register (8.552), dan rusak (7.129). Nilai DPMO proses sebesar 14836,8626 dengan nilai Sigma sebesar 3,67. Faktor-faktor yang menyebabkan kecacatan produk untuk parameter cacat busuk adalah mesin, manusia, metode, dan ingkungan. Dengan usulan perbaikan melalui Kaizen adalah (Seiri) yaitu memisahkan barang yang diperlukan dan tidak diperlukan dan akan menyimpannya, seperti alat-alat yang rusak dan alat-alat tidak bisa digunakan lagi serta barang yang tidak dibutuhkan. (Seiton) yaitu mengatur letak bahan dan barang sesuai tempatnya agar pekerja mudah menemukan bahan atau barang yang dibutuhkan yang bertujuan untuk mempelancar proses produksi. (Seiso) adalah membersihkan semua fasilitas dan lingkungan kerja serta membuang sampah pada tempatnya dan menghimbau kepada seluruh pekerja untuk menjaga kebersihan lingkungan kerja, (Seiketsu) adalah memelihara semua barang ataupun peralatan, mesin, pakaian, tempat kerja, dan material lainnya yang berhubungan dengan proses produksi, sehingga kodisinya tetap bersih, terawatt, dan tertata rapi, (Shitsuke) adalah memperbaiki sikap untuk memenuhi dan mematuhi peraturan-peraturan dan displin kerja mengenai kebersihan dan kerapian terhadap peralatan dan tempat kerja.
Pengendalian Kualitas Produk Besi Baja Dengan Metode Six Sigma DMAIC dan Kaizen di PT. Growth Sumatra Industry Irfan; Yuli Setiawannie
Industrial Engineering System and Management Journal Vol. 2 No. 1 (2021): Vol 2 No 1 Februari 2021
Publisher : LPPM Universitas Potensi Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Adanya persaingan industri antar produk yang semakin ketat ini menuntut setiap perusahaan memberikan yang terbaik bagi konsumennya. Saat ini kualitas produk besi baja PT.Growth Sumatra Industry belum maksimal, hal ini ditunjukkan oleh banyaknya jumlah produk defect yang cukup besar. Penelitian ini difokuskan pada jenis produk besi beton polos dengan jumlah defect terbesar dibandingkan dengan produk lainnya yaitu sebesar 3,54%. Produk-produk besi beton polos dengan spesifikasi di luar standard kualitas yang ditetapkan oleh PT.Growth Sumatra Industry dan dikategorikan jenis kecacatannya yaitu : ukuran tidak sesuai, besi retak, sisa potongan.Dengan adanya masalah tersebut, maka dilakukan penelitian dengan menggunakan metode Six Sigma DMAIC dan Kaizen.Tujuan untuk mengetahui jumlah keadaan produk cacat dan nilai Sigma, untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang paling berpengaruh pada kecacatan produksi besi baja, menganalisa tindakan perbaikan yang tepat untuk mengurangi produk cacat (defect) dengan metode Six Sigma DMAIC dan Kaizen di PT. Growth Sumatra Industry. Tahaptahap penelitian ini terdiri dari data primer diperoleh dengan melakukan pengamatan langsung kepada proses produksi dilapangan. Data mengenai produk cacat dan sekunder langsung dari arsip perusahaan. Berdasarkan hasil perhitungan penglolahan data dan analisa maka diproleh total kecacatan yang terjadi pada produk besi baja yaitu ukuran tidak sesuai (2880), besi retak (2855), sisa potongan (2052). Nilai DPMO dengan nilai 158.625 dengan level 2 yang menunjukan rata - rata tingkat industri indonesia. Faktor-faktor yang menyebabkan kecacatan produk adalah manusia, mesin, peroses kerja, dan material, usulan tindakan perbaikan yang dilakukan pada kualitas produk besi beton polos dengan melakukan perbaikan terhadap semua sumber produk cacat,.Usulan perbaikan mempengaruhi hasil tersebut adalah tidak ada penumpukan barang, mengatur ulang tata letak peralatan kerja yang teratur, memberi arah petunjuk untuk daerah yang berbahaya. Setelah dilakukan perbaikandilakukan tahapan terakhir yaitu kontrol yang berfungsi untuk perubahan angka pada penelitian dalam usulan dilaksanakan sesuai dengan SNI. Perubahan angka pada penelitian ini menunjukkan tahapan Six Sigma DMAIC dan Metode Kaizen mampu memberikan usulan yang lebih baik dalam perbaikan kualitas besi baja.
ANALISA PENGENDALIAN PERSEDIAAN BAHAN BAKU TBS MINYAK SAWIT DENGAN METODE MRP Muhammad Anugrah; Yuli Setiawannie
Industrial Engineering System and Management Journal Vol. 2 No. 1 (2021): Vol 2 No 1 Februari 2021
Publisher : LPPM Universitas Potensi Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada saat ini semakin berkembangnya dunia industri manufaktur, perusahaan-perusahaan industri akan bersaing dengan ketat untuk mencari keunggulan yang kompetitif yang menghasilkan produkproduk yang murah dan bermutu. Pada perusahaan PT.XYZ terdapat permasalahan pada persediaan buah kelapa sawit, yaitu adanya kekurangan bahan baku untuk proses pembuatan CPO. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengendalian persediaan bahan baku dengan metode MRP agar dapat mengurangi waktu tunggu persediaan dan mengetahui pengaruh pengendalian persediaan bahan baku terhadap produksi minyak CPO. Tahapan penelitian ini dimulai dengan melakukan perencanaan jumlah bahan baku setiap bulan melalui peramalan untuk masa akan datang yang diperoleh dari data permintaan bahan baku CPO pada tahun 2019-2020, serta metode MRP teknik Lot For Lot akan digunakan untuk perencanaan bahan baku setiap bulannya agar terpenuhi buah kelapa sawit pada saat proses produksi. Hasil yang diperoleh pada penelitian ini adalah terdapat 11 kali pemesanan buah kelapa sawit, dan hasil pengolahan data dengan metode MRP teknik lot for lot, diperoleh kebutuhan awal bahan baku untuk produksi CPO sebesar 11,7752 MT. Pengaruh pengendalian persediaan bahan baku dengan metode MRP terhadap produksi CPO adalah waktu tunggu untuk persediaan awal terpenuhi, serta tidak terdapat bahan baku yang tersisa karena buah kelapa sawit mudah membusuk dalam keadaan terlalu lama, dan metode MRP teknik lot for lot juga tidak menggunakan safety stock sehingga perusahaan dapat optimal dalam pengendalian persediaan bahan baku setiap bulan.
Analisa Penerapan Sistem Manajemen Kesehatan Dan Keselamatan Kerja (Smk3) Proyek Kontruksi Jalan Tol Dengan Metode Hazard Identification And Risk Assessment Risk Control (Hirarc) Di Pt. Hutama Karya Persero Cindy Felia Simarmata; Yuli Setiawannie
Industrial Engineering System and Management Journal Vol. 2 No. 1 (2021): Vol 2 No 1 Februari 2021
Publisher : LPPM Universitas Potensi Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hutama Marga Waskita merupakan salah satu perusahaan BUMN Indonesia yang bergerak di bidang industri jasa konstruksi. Berdasarkan hasil wawancara dan data yang terkumpul dari dokumen HSE tentang kecelakaan kerja yaitu unsafe action dan unsafe condition serta berdasarkan hasil observasi para pekerja kurang menyadari APD itu penting saat bekerja. Tujuan penelitian ini yaitu untuk menganalisa penerapan SMK3 dan melakukan identifikasi bahaya, penilaian resiko, dan pengendalian resiko pada pekerjaan tiang pancang dengan metode Hazard Identification, Risk Assesement and Risk control (HIRARC) dan memberikan usulan cara meningkatkan kesadaran dan kepedulian pekerja pekerja dalam pengawasan pemakaian alat pelindung diri (APD) dengan penerapan Behaviour Based Safety (BBS) agar sesuai dengan standar SMK3 yang dapat meningkatkan produktivitas perusahaan. Metode Hazard Identification And Risk Assessment Risk Control (HIRARC) dalam penerapan SMK3 di PT.Hutama Marga Waskita masih belum efektif pelaksanaannya, hal ini dapat dilihat dari hasil pengolahan data dengan metode Hazard Identification And Risk Assessment Risk Control (HIRARC) yaitu: perlu melakukan tindakan evaluasi terhadap resiko kecelakaan kerja pada pekerjaan pemancangan pondasi dan Bracket Bekisting dari tiang pancang karena terdapat 7 resiko kecelakaan kerja yang tergolong high dan harus dilakukan perbaikan dalam 1 bulan ke depan, serta 3 resiko kecelakaan kerja yang tergolong medium dan harus dilakukan perbaikan dalam 1 tahun ke depan dan untuk meningkatkan kesadaran pekerja dalam pemakaian APD ada 2 hal yang harus diterapkan yaitu pemberian hukuman dan pemberian reward. Ada 2 faktor penyebab kecelakaan kerja yaitu: kondisi tidak aman dan tindakan tidak aman.
Pengendalian Kualitas Produksi Kertas Struk Belanja pada Mesin Rewinder di PT. Grafika Nusantara Yuli Setiawannie; Rafika Irmayanti
Industrial Engineering System and Management Journal Vol. 2 No. 2 (2021): Vol 2 No 2 Agustus 2021
Publisher : LPPM Universitas Potensi Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Setiap perusahaan industri harus mampu meningkatkan produktivitasnya agar dapat memenuhi permintaan para konsumennya. Peningkatan produktivitas ini tidak dapat terlepas dari pengendalian kualitas produknya. PT. Grafika Nusantara merupakan sebuah perusahaan industri pengolahan kertas yang berdiri sejak tahun 2000, dengan spesialisasi di bidang Continuous Form, Packaging, Offset Printing, Digital Printing, UV Printing, dan Laser Cutting. Perusahaan selalu berupaya untuk menghasilkan kualitas produk yang baik dan menekan kerusakan produk. Namun, pada kenyataannya banyak ditemukan produk tidak sesuai dengan standar yang ditetapkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan pengendalian kualitas dengan metode Quality Qontrol Circle (QCC) dalam upaya mengendalikan tingkat kerusakan produksi di PT. Grafika Nusantara. Dalam melakukan analisa, metode QCC ini menggunakan bantuan seven tools. Berdasarkan pengamatan diperoleh bahwa jenis-jenis cacat yang terjadi pada produksi kertas struk belanja yaitu gulungan kertas gembos, gulungan kertas bergelombang, sisi potong gulungan kertas kasar, kertas kotor, dan kertas tergores. Dari hasil analisa diketahui bahwa konstribusi defect tertinggi terjadi pada gulungan kertas gombos sebesar 0,64%, sisi potongan gulungan kertas sebesar 0,13%, kertas kotor sebesar 0,15%, kertas tergores sebesar 0,05% dan defect terendah ialah gulungan kertas bergelombang sebesar 0,01%. Faktor-faktor dominan yang menyebabkan terjadi cacat produk jenis gulungan kertas gombos adalah manusia dan mesin.
Analisa Pengendalian Kualitas Produk Benang Dengan Metode Statistical Quality Control di PT. X Usman Efendi Siregar; Yuli Setiawannie
Industrial Engineering System and Management Journal Vol. 2 No. 2 (2021): Vol 2 No 2 Agustus 2021
Publisher : LPPM Universitas Potensi Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

X merupakan perusahaan industri yang bergerak di bidang produksi karung plastik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa tingkat kecacatan produk, jenis-jenis kecacatan produk, jenis kecacatan yang paling dominan, dan faktor penyebab kecacatan produk benang di perusahaan tersebut. Metode yang dipakai untuk menyelesaikan permasalahan di perusahaan berkaitan dengan kualitas produknya yaitu dengan metode Statistical Quality Control (SQC), meliputi pembuatan histogram, peta kendali, mengidentifikasi jenis kerusakan (diagram pareto), dan membuat diagram sebab akibat. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini yaitu tingkat kecacatan produk benang sebesar 2,865% yang telah melewati standar perusahaan, jenis kecacatan produk terdiri dari benang lecet, benang rapuh, benang berlipat, dan jenis kecacatan produk yang paling dominan adalah benang lecet serta faktor-faktor penyebab kecacatan produk benang adalah mesin, tenaga kerja, metode kerja, dan material.
Pengukuran Efektivitas Mesin Bubut Dengan Metode Overall Equipment Efectiveness (OEE) Yuli Setiawannie; nit
Industrial Engineering System and Management Journal Vol. 3 No. 1 (2022): Vol 3 No 1 Februari 2022
Publisher : LPPM Universitas Potensi Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu faktor penunjang keberhasilan suatu industri ditentukan oleh kelancaran proses produksi. Sehingga apabila proses produksi lancar, maka akan menghasilkan produk yang berkualitas, waktu penyelesaian pembuatan produk yang tepat, dan ongkos produksi yang murah. Proses tersebut tergantung kondisi siap pakai dari sumber daya yang dimiliki seperti manusia, mesin ataupun sarana penunjang lainnya. Penelitian ini dilakukan di perusahaan yang memproduksi barang industri yang terbuat dari logam. Suatu proses berhenti disebabkan oleh adanya masalah dalam fasilitas produksi, misalnya kerusakan-kerusakan mesin yang tidak terdeteksi selama proses produksi. Permasalahan yang terjadi pada perusahaan ini yaitu downtime mesin bubut yang mengakibatkan produksi menjadi lama saat mesin dalam perbaikan sehingga tidak dapat memenuhi permintaan konsumen tepat waktu.Hal tersebut dapat merugikan perusahaan karena biaya-biaya yang akan dikeluarkan untuk mengatasi kerusakan tersebut. Tujuan penelitian ini dilakukan adalah untuk menentukan efektivitas mesin bubut dengan metode Overall Equipment Efectiveness (OEE). Tahap-tahap penelitian diawali dengan pengumpulan data-data tentang waktu operasi, loading time, dan downtime dari mesin bubut selama periode Juli – September 2021. Selanjutnya data tersebut diolah untuk memperoleh nilai avaliability, performace efficiency, dan rate of quality product yang sangat berpengaruh menentukan nilai OEE mesin. Berdasarkan pengolahan data tersebut, maka hasil penelitian ini adalah efektivitas mesin bubut selama periode Juli-September 2021 masih kurang baik karena memiliki nilai performance efficiency ratio 50,49% dan quality of ratio sebesar 95,60% yang berada di bawah standar internasional. Kinerja mesin bubut untuk periode Juli-September masih belum optimal karena nilai rata-rata OEE sebesar 45,56% tidak memenuhi standar internasioanl yang telah ditetapkan yaitu 85%.
Pengaruh Perbaikan Tata Letak Fasilitas Terhadap Proses Produksi di PT. X Yuli Setiawannie; Nita Marikena; Ade Yudha Pratama
Industrial Engineering System and Management Journal Vol. 3 No. 2 (2022): Vol 3 No 2 Agustus 2022
Publisher : LPPM Universitas Potensi Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perancangan tata letak fasilitas merupakan serangkaian masalah desain yang terkait dengan pengaturan elemen yang membentuk sistem produksi industri dalam ruang fisik. Penyusunan tata letak yang baik menjadi salah satu keputusan desain terpenting dari strategi operasi bisnis yang berdampak pada biaya operasi, efisiensi, dan produktivitas sistem produksi serta menjamin keamanan dan kepuasan kerja dari karyawan. PT. X merupakan perusahaan manufaktur di bidang packaging industries, yaitu pembuatan kotak dengan berbagai tipe karton. Penggunaan area gudang bahan setengah jadi dan stok sisa bahan jadi menjadi kendala dalam proses produksi sehingga mengakibatkan aliran produksi menjadi terhambat, hal ini dikarenakan terlalu banyak sisa stok bahan setengah jadi dan bahan jadi. Berdasarkan permasalahan tersebut, maka penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk memberikan usulan dan analisa perbaikan tata letak fasilitas agar menghasilkan produksi yang optimal. Perancangan ulang tata letak fasilitas perusahaan menggunakan metode Activity Relationship Chart (ARC) untuk meminimumkan jarak antara satu stasiun ke stasiun yang lain sehingga menghasilkan tata letak yang efisien dan efektif. Hasil penelitian ini memperlihatkan bahwa perusahaan tetap menggunakan jenis tata letak tipe proses (process layout), karena jumlah produk kotak karton memiliki variasi ukuran berbeda-beda dengan kuantitas rata-rata yang tidak banyak. Perubahan letak tiap stasiun kerja pada area produksi mampu mengoptimalkan sistem produksi dan meminimalkan jarak antar stasiun sebesar 53,9% serta perlu penambahan area penyimpanan stok di gudang bahan setengah jadi untuk menyimpan sisa stok bahan setengah jadi dan bahan jadi agar tidak menghambat proses muat barang ke truk.
Pengendalian Persediaan Bahan Baku Mebel Dengan Metode Just In Time Di PT. Canang Indah Lanjut Rezeki; Yuli Setiawannie
Industrial Engineering System and Management Journal Vol. 3 No. 2 (2022): Vol 3 No 2 Agustus 2022
Publisher : LPPM Universitas Potensi Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengendalian persediaan bahan baku yang optimal di PT. Canang Indah, untuk mengetahui frekuensi pemesanan bahan baku yang optimal dan untuk mengetahui berapa banyak kartu kanban yang digunakan dalam pemesanan bahan baku. Pengumpulan data melalui wawancara kepada kepala gudang mengenai cara pembelian bahan baku, melakukan observasi ke lapangan untuk melihat stock di gudang, serta bahan baku yang digunakan dalam memproduksi mebel per harinya. Data-data ini akan diolah menggunakan metode Just In Time untuk mengetahui kebutuhan pembelian bahan baku per sekali pesan, mengetahui frekuensi atau jadwal pembelian ulang bahan baku, serta kebutuhan bahan baku per tahun. Hasil dari penelitian ini adalah berdasarkan metode JIT maka persediaan bahan baku yang optimal sebesar 287.190 ton/tahun dan rata-rata pemesanan 2.075 ton per sekali pengiriman pesan kepada supplier. Frekuensi pemesanan bahan baku dilakukan 180 kali pengiriman bahan baku kayu rambung untuk memenuhi kebutuhan bahan baku 2.075 ton dalam sekali pesan. Kebutuhan bahan baku per tahun sebesar 287.190 ton dapat terpenuhi dengan 138 kali pemesanan bahan baku kayu rambung. Dengan menggunakan kartu kanban dapat diketahui dalam sekali pesan bahan baku kayu rambung kapasitas ratarata 823 ton memerlukan 1 kartu kanban.