Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

URGENSI SOSIALISASI PENCEGAHAN CHILD GROOMING DALAM RANGKA PEMENUHAN HAK ATAS PERLINDUNGAN HUKUM MASYARAKAT DESA PULUS, WONOSOBO Lobes Herdiman; Annabella Trisha Aulia; Arvanda Akmal Fareza; An Nisaa Latifa Ismi
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 9, No 6 (2026): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v9i6.%p

Abstract

Child grooming merupakan perilaku manipulatif yang dilakukan oleh orang dewasa untuk membangun kepercayaan, kedekatan emosional, dan ketergantungan pada anak demi memudahkan terjadinya eksploitasi, baik secara seksual maupun psikologis. Fenomena ini berlangsung melalui dua jalur utama, yaitu secara daring melalui media sosial dan platform digital, maupun secara luring melalui interaksi langsung di lingkungan keseharian anak. Desa Pulus, Kecamatan Sukoharjo, Kabupaten Wonosobo merupakan daerah pedesaan dengan kesadaran masyarakat terhadap risiko child grooming yang masih rendah, diperparah oleh keterbatasan akses informasi perlindungan anak dan adanya praktik pernikahan dini yang mempersulit identifikasi eksploitasi. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan kesadaran dan pemahaman pencegahan child grooming pada tiga kelompok sasaran, yaitu anak-anak, remaja usia 13–18 tahun, dan orang tua. Metode yang digunakan adalah sosialisasi langsung dengan pendekatan ceramah dan diskusi interaktif, dilaksanakan selama dua hari dengan materi yang disesuaikan dengan tingkat pemahaman masing-masing kelompok. Anak-anak dan remaja mendapatkan materi pengenalan modus grooming dan konsep body autonomy, sedangkan orang tua mendapatkan panduan komunikasi terbuka dan pengawasan digital. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman peserta terhadap modus dan pencegahan grooming, serta komitmen orang tua untuk lebih terbuka berkomunikasi dengan anak mengenai keamanan diri. Kegiatan ini berkontribusi pada pengembangan edukasi perlindungan anak dengan membuktikan bahwa sosialisasi berbasis komunitas yang menyasar berbagai kelompok secara bersama efektif membangun jaringan perlindungan anak yang holistik di tingkat desa
Rekayasa Sosial Dan Teknologi Untuk Meningkatkan Nilai Ekonomis Sampah Masyarakat Desa Kutamendala Eksa Rusdiyana; Winarto Winarto; Lobes Herdiman; Khusnul Khatimah; Yusuf Yudistira; Randi Adzin Murdiantoro
Jurnal Surya Masyarakat Vol 6, No 2 (2024): Mei 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jsm.6.2.2024.209-215

Abstract

Volume sampah yang dihasilkan masyarakat Desa Kutamendala mencapai 1,5 Ton/hari yang berasal dari sampah pemukiman, pasar, dan industri. Meskipun sudah memiliki Tempat Pembuangan Sampah dengan konsep reduce, reuse, dan recycle (TPS3R) namun terdapat kendala akses teknologi untuk pengolahan sampah, sementara kesadaran masyarakat terkait pemanfaatan sampah juga masih kurang; kelompok Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) selaku produsen sampah terbesar masih membakar sampah atau membayar ke tenaga pengepul sampah. Berdasarkan latar belakang tersebut, tujuan dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah: (1) meningkatkan kesadaran dan partisipasi warga masyarakat (PKK) untuk memilah sampah dan menyetorkan ke TPS3R, (2) mengintroduksikan teknologi mesin pengolah sampah untuk meningkatkan kapasitas TPS3R, serta (3) keberlanjutan kemitraan TPS3R-PKK dan masyarakat dalam pengelolaan sampah di Desa Kutamendala. Metode pelaksanaan kegiatan dilaksanakan dengan tahap (1) persiapan, (2) edukasi pengelolaan sampah kepada anggota PKK, (3) Penguatan kapasitas pengurus TPS3R; (4) Introduksi mesin pengolahan sampah; (4) Focus Group Discussion (FGD) penguatan kemitraan; serta (6) Pengembangan jejaring produsen sampah dan pemasar sampah. Berdasarkan program yang telah terlaksana diperoleh hasil: (1) rekayasa sosial melalui penyadaran mitra PKK untuk memanfaatkan sampah sudah terlaksana dengan baik, peningkatan terjadi dari pengetahuan kepada praktek pemanfaatan sampah, (2) telah dintroduksikan 6 mesin yang telah diperasikan untuk mengolah sampah, serta (3) kemitraan PKK (54 RT dan 10 RW) dan TPS3R yang berkelanjutan dalam memanfaatkan sampah.
Rekayasa Sosial Dan Teknologi Untuk Meningkatkan Nilai Ekonomis Sampah Masyarakat Desa Kutamendala Eksa Rusdiyana; Winarto Winarto; Lobes Herdiman; Khusnul Khatimah; Yusuf Yudistira; Randi Adzin Murdiantoro
Jurnal Surya Masyarakat Vol 6, No 2 (2024): Mei 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jsm.6.2.2024.209-215

Abstract

Volume sampah yang dihasilkan masyarakat Desa Kutamendala mencapai 1,5 Ton/hari yang berasal dari sampah pemukiman, pasar, dan industri. Meskipun sudah memiliki Tempat Pembuangan Sampah dengan konsep reduce, reuse, dan recycle (TPS3R) namun terdapat kendala akses teknologi untuk pengolahan sampah, sementara kesadaran masyarakat terkait pemanfaatan sampah juga masih kurang; kelompok Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) selaku produsen sampah terbesar masih membakar sampah atau membayar ke tenaga pengepul sampah. Berdasarkan latar belakang tersebut, tujuan dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah: (1) meningkatkan kesadaran dan partisipasi warga masyarakat (PKK) untuk memilah sampah dan menyetorkan ke TPS3R, (2) mengintroduksikan teknologi mesin pengolah sampah untuk meningkatkan kapasitas TPS3R, serta (3) keberlanjutan kemitraan TPS3R-PKK dan masyarakat dalam pengelolaan sampah di Desa Kutamendala. Metode pelaksanaan kegiatan dilaksanakan dengan tahap (1) persiapan, (2) edukasi pengelolaan sampah kepada anggota PKK, (3) Penguatan kapasitas pengurus TPS3R; (4) Introduksi mesin pengolahan sampah; (4) Focus Group Discussion (FGD) penguatan kemitraan; serta (6) Pengembangan jejaring produsen sampah dan pemasar sampah. Berdasarkan program yang telah terlaksana diperoleh hasil: (1) rekayasa sosial melalui penyadaran mitra PKK untuk memanfaatkan sampah sudah terlaksana dengan baik, peningkatan terjadi dari pengetahuan kepada praktek pemanfaatan sampah, (2) telah dintroduksikan 6 mesin yang telah diperasikan untuk mengolah sampah, serta (3) kemitraan PKK (54 RT dan 10 RW) dan TPS3R yang berkelanjutan dalam memanfaatkan sampah.
A IMPLEMENTASI PROGRAM KKN DALAM EDUKASI MITIGASI BENCANA TANAH LONGSOR DI DESA TLOGO, KECAMATAN SUKOHARJO, KABUPATEN WONOSOBO Lobes Herdiman; Arba Khairunnisa; Ayesha Faadhillah Rasheeda; Bima Danu Wijaya; Bimo Adi Kuncoro; Destri Ratnasari; Fadila Ardelia; Isma Rina Mahmudah; Mochtarul David Wijaya; Novita Dwi Anggraini; Rony Danu Setiyono
Jurnal Gembira: Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4 No 02 (2026): APRIL 2026
Publisher : Media Inovasi Pendidikan dan Publikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia merupakan wilayah dengan tingkat kerawanan tanah longsor yang tinggi, termasuk Desa Tlogo, Kabupaten Wonosobo, yang dipengaruhi oleh kondisi topografi perbukitan dan curah hujan tinggi serta rendahnya pengetahuan masyarakat terkait mitigasi bencana. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan program Kuliah Kerja Nyata (KKN) dalam edukasi mitigasi bencana tanah longsor, menganalisis peningkatan pemahaman masyarakat, serta mengidentifikasi kendala yang dihadapi. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, didukung analisis kuantitatif sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sosialisasi yang dipadukan dengan penanaman bibit pohon serta penggunaan peta kerawanan bencana mampu meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai risiko, langkah evakuasi, dan tanda-tanda awal longsor. Secara umum, program ini cukup efektif dalam meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat, meskipun masih terdapat tantangan terkait keseimbangan antara kepentingan ekonomi dan lingkungan serta keberlanjutan perubahan perilaku.
Perancangan Alat Pengaduk pada Proses Pemasakan Rambak Kulit Sapi untuk Meningkatkan Kualitas dengan Metode Partisipatif Stephani Diesya Floratiara; Lobes Herdiman; Susy Susmartini
Performa: Media Ilmiah Teknik Industri Vol 18, No 2 (2019): Performa: Media Ilmiah Teknik Industri
Publisher : Industrial Engineering, Faculty of Engineering, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (757.873 KB) | DOI: 10.20961/performa.18.2.25216

Abstract

Tingginya waktu proses dan defect pada produksi rambak kulit sapi menyebabkan IKM rambak tidak dapat memenuhi permintaan pasar. Permasalahan waktu yang tinggi pada proses pengungkepan menyebabkan kelelahan pekerja sehingga pengadukan menjadi tidak konstan dan rambak mengalami pecah (defect) dengan tingkat defect mencapai 20% dari hasil produksi. Penelitian ini bertujuan untuk mereduksi waktu dan defect pada pengungkepan dengan merancang alat pengaduk berbasis TTG menggunakan pendekatan partisipatif. Alat pengaduk yang dirancang memiliki 5 komponen utama yaitu rangka, penggerak, transmisi, speed reducer, dan pengaduk. Kelayakan dalam pembuatan alat dianalisis menggunakan perhitungan investasi dengan nilai payback period (PBP) 0,427 bulan, net present value (NPV) Rp 149.296.091,76, internal rate return (IRR) 32% dan profitability index (PI) 26,07. Hasil rancangan kemudian dinyatakan dalam bentuk fisik dan diterapkan pada IKM rambak kulit sapi “Pak Dul” Jagalan, Surakarta. Dari pengujian alat didapatkan hasil putaran adukan 20 rpm dengan beban maksimal 15 kg dan nilai torsi 423,15 kg.cm. Hasil rambak pengungkepan jam ke-4 dengan alat memiliki nilai kualitas hampir sama dengan hasil rambak pengungkepan manual 7 jam. Sedangkan tingkat defect menurun 15%, produktivitas meningkat 15%, kuantitas produksi meningkat 50% dan profit meningkat 65%.
Demonstrasi MPASI Protein Hewani sebagai Solusi Cegah Stunting di Desa Tlogo Novita Dwi Anggraini; Lobes Herdiman; Ayesha Faadhillah Rasheeda; Destri Ratnasari
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 7 No. 2 (2026): Edisi Mei - Agustus
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rendahnya pemahaman ibu balita mengenai praktik Makanan Pendamping ASI (MPASI) dan minimnya pemanfaatan protein hewani lokal menjadi akar masalah tingginya kasus stunting di Desa Tlogo, Kecamatan Sukoharjo, Kabupaten Wonosobo, dengan 289 kasus tercatat pada Oktober 2025, namun baru 36 kasus (12,5%) tertangani. Periode 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) menjadi jendela kritis intervensi gizi, khususnya melalui pemberian MPASI yang tepat. Sebagai solusi, kegiatan pengabdian ini menawarkan model intervensi terpadu yang mengintegrasikan penyuluhan, demonstrasi memasak, dan media edukasi cetak dalam satu rangkaian Posyandu pendekatan yang belum banyak dikaji secara terintegrasi pada konteks serupa. Program dilaksanakan pada 20 Januari 2026 di Balai Dukuh Plintaran melalui tiga tahapan: penyuluhan oleh ahli gizi UPTD Puskesmas Sukoharjo II, demonstrasi memasak nasi tim hati ayam, dan pembagian booklet variasi menu MPASI tujuh hari kepada ±20 ibu balita usia 6 bulan–2 tahun. Hasil observasi kualitatif menunjukkan peningkatan pemahaman peserta terhadap penyebab dan strategi pencegahan stunting, ditandai meningkatnya kedalaman pertanyaan serta antusiasme mengolah bahan pangan lokal menjadi MPASI bergizi terjangkau; namun perubahan ini belum diukur melalui instrumen kuantitatif terstruktur. Pendekatan edukasi aplikatif berbasis demonstrasi langsung terbukti efektif secara observasional, dan booklet menjadi panduan keberlanjutan praktik di rumah. Kolaborasi lintas pemangku kepentingan menjadi kunci keberhasilan pelaksanaan program ini.