Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

PERENCANAAN ULANG DRAINASE BERWAWASAN LINGKUNGAN DESA BALONGSARI KECAMATAN MAGERSARI KOTA MOJOKERTO Deby Rohmatul Laili; Ikrar Hanggara; Mohamad Zenurianto
Jurnal Online Skripsi Manajemen Rekayasa Konstruksi (JOS-MRK) Vol. 5 No. 2 (2024): JUNI 2024
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/jos-mrk.v5i2.4152

Abstract

Saluran drainase di sepanjang ruas jalan Desa Balongsari mengalami penurunan kualitas sehingga tidak mampu mengalirkan limpasan air secara optimal dan menyebabkan genangan. Tujuan dari skripsi ini adalah menghitung debit banjir rancangan dengan kala ulang 25 tahun, menghitung dimensi saluran yang cukup untuk mengalirkan debit banjir dengan pemodelan HEC-RAS, merencanakan kebutuhan biopri dan memperkirakan biaya konstruksi. Data yang digunakan adalah data dimensi eksisting saluran, data curah hujan dari tiga stasiun hujan terdekat tahun 2012-2021, peta topografi, data permeabilitas dari skripsi sebelumnya, dan harga satuan pekerjaan Kota Mojokerto tahun 2022. Data curah hujan diolah menggunakan metode Gumbel, uji kesesuaian menggunakan metode Chi-Square dan Smirnov Kolmogorov dengan periode ulang perencanaan 25 tahun. Hasil perencanaan ulang adalah curah hujan rancangan 109,533 mm/hari; debit banjir rencana 0,427 m³/detik; 8 saluran dilakukan perencanaan ulang menggunakan U-Ditch dan batu kali untuk penampang trapesium; U-Ditch terkecil adalah 40 x 60 cm dan terbesar 80 x 80 cm.  Konstruksi batu kali diperoleh 100 x 150 x 100 cm. Kebutuhan biopori diperoleh 294 biopori dengan diameter 10 cm, tinggi 100 cm. Biaya konstruksi adalah Rp. 5.720.946.905,00.
PENAMBAHAN SABUT KELAPA TERHADAP NILAI CBR DAN PROCTOR PADA RANCANGAN SUBGRADE UNTUK STABILISASI PERKERASAN JALAN (STUDI KASUS DI DESA TEMAS KOTA BATU) Muh Abrar Abrar; Mohamad Zenurianto; Utami Retno Pudjowati
Jurnal Online Skripsi Manajemen Rekayasa Konstruksi (JOS-MRK) Vol. 6 No. 2 (2025): JUNI 2025
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/jos-mrk.v6i2.5892

Abstract

Desa Temas Kota Batu memiliki kondisi tanah yang tergolong tanah lempung dengan nilai daya dukung rendah, dan plastisitas yang tinggi. Kondisi tersebut akan mereduksi stabilitas tanah sehingga infrastruktur jalan tidak tahan lama. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengatasi masalah tersebut yaitu dengan menambahkan sabut kelapa dengan variasi 6%, 7%, dan 8%, dan penelitian ini juga difokuskan untuk mengetahui kadar material stabilisasi yang optimal untuk stabilitas tanah. Hasil pengujian tanah asli didapatkan nilai kadar air sebesar 40,83%, berat volume sebesar 1,16 gr/cm3, berat jenis sebesar 2,48, batas cair sebesar 40,81%, batas plastis sebesar 29,89%, indeks plastisitas sebesar 10,92%. Berdasarkan sistem klasifikasi AASHTO, sampel tanah asli termasuk kedalam kelompok A-7-5 yang berjenis tanah lempung dengan sifat sedang sampai buruk. Pada hasil pengujian proctor modified waktu pemeraman 1 hari dan 14 hari bahwa penambahan sabut kelapa pada daerah temas kota batu terbukti meningkatkan kadar air optimum (OMC) sedangkan volume kering maksimum (MDD) mengalami penurunan yang tidak terlalu signifikan pada setiap penambahan sabut kelapa. Pada hasil pengujian CBR pada tanah asli didapatkan nilai CBR (California Bearing Ratio) unsoaked sebesar 41,48% dan CBR soaked sebesar 22,43 %. Dari hasil pengujian terhadap nilai CBR unsoaked diperoleh nilai CBR tertinggi berada pada campuran sabut kelapa 7% yaitu sebesar 29,68%, sedangkan untuk CBR soaked diperoleh nilai CBR optimum pada campuran sabut kelapa 7% sebesar 52,57%. Pengaruh penambahan bahan stabilisasi sabut kelapa didapatkan nilai CBR optimum yaitu pada variasi 7%. Biaya stabilisasi tanah pada kondisi daya dukung optimum campuran yaitu 7% diperkirakan sebesar Rp 400.471.071,20 dengan panjang jalan 500 meter dan tinggi 30 cm. Dari hasil penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa penambahan sabut kelapa efektif dalam meningkatkan stabilitas tanah lempung di Desa Temas Kota Batu.
EVALUASI DAN PERENCANAAN ULANG SALURAN DRAINASE BERWAWASAN LINGKUNGAN JALAN MAYJEN SUNGKONO KOTA MALANG Iqbal Miftachul Huda; Mohamad Zenurianto; Sutikno Sutikno
Jurnal Online Skripsi Manajemen Rekayasa Konstruksi (JOS-MRK) Vol. 6 No. 1 (2025): MARET 2025
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/jos-mrk.v6i1.6012

Abstract

Salah satu dampak pertumbuhan penduduk di Kota Malang adalah peningkatan debit limpasan permukaan yang dapat menyebabkan banjir. Permasalahan sistem drainase di Kota Malang secara umum adalah terjadinya penurunan kualitas dan kuantitas saluran drainase. Untuk melakukan evaluasi sistem drainase pada area kajian diperlukan data curah hujan dari tiga stasiun terdekat yaitu Bululawang, Sukun dan Ciliwung tahun 2011-2020, peta topografi, kondisi dan dimensi saluran serta bangunan eksisting. Perencanaan dimulai dengan penyiapan data curah hujan maksimum tahunan untuk uji konsistensi dengan kurva massa ganda, dilanjutkan analisis curah hujan daerah dengan metode rata-rata aljabar, analisis curah hujan rancangan dihitung dengan Gumbel Tipe I dengan periode 5 tahun, uji kesesuaian distribusi dengan metode Smirnov-Kolmogorov dan Chi-Square, perhitungan debit banjir rancangan, perhitungan debit limbah, perhitungan debit kumulatif dan penentuan dimensi saluran. Survei lapangan dilakukan untuk mengetahui kondisi dan dimensi saluran eksisting. Dari hasil perhitungan diperoleh curah hujan rancangan dengan kala ulang 5 tahun sebesar 72.419 mm/hari dan debit banjir rancangan untuk saluran kiri sebesar 1.282 m³/detik dan untuk saluran kanan sebesar 1.237 m³/detik. Debit limbah yang dihasilkan dari pemukiman saluran kiri sebesar 0,1328 m³/detik dan untuk saluran kanan sebesar 0,0943 m³/detik. Hasil perencanaan ulang saluran menggunakan U-Ditch beton didapatkan dimensi 0.6 x 0.8 m, 0.8 x 0.8 m, 0.8 x 1.0 m, 1.0 x 1.0 m dan 1.0 x 1.2 m, dengan bangunan pelengkap untuk meningkatkan resapan air berupa sumur resapan sejumlah 60 unit. Estimasi biaya perencanaan ulang ini sebesar Rp 6.228.930.000.00
THE EFFECT OF PLASTIC WASTE AS SOIL STABILIZATION FOR SHALLOW FOUNDATIONS USING DIRECT SHEAR TEST Safa Sabitah Rasikah Utomo; Dandung Novianto; Mohamad Zenurianto
Jurnal Online Skripsi Manajemen Rekayasa Konstruksi (JOS-MRK) Vol. 6 No. 1 (2025): MARET 2025
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/jos-mrk.v6i1.6024

Abstract

Expansive clay soil are types of soils that show a significant change in volume once they contact with moisture and structure built on this soil are highly vulnerable due to the swelling and shrinking behavior. Stabilization of soil is required to keep the quality of soil to be used for the foundation work within allowable limits. The material used in this research for soil stabilization is PET plastic because it is one of the most commonly recycled types of plastic. This research aims to determine the classification of soil in Temas village, Batu, East Java based on the USCS classification system and to determine the values of c and f with the addition of plastic size variations of 0,5 cm x 1 cm; 0,75 cm x 1,25 cm; and 1 cm x 1,5 cm at 0,75%; 1,5%; and 2,5%. Soil in Temas villages included in the SP-SC soil type, namely poorly graded sand and clayey sand. From the soil stabilization tests using plastic waste, there is a tendency for improvement. However, the shear angle decreases with increasing percentages of PET waste. The highest shear angle value occurred in stabilization with plastic size 1 cm x 1,5 cm at 0,75%, measuring 49,73°. The highest cohesion value was 0,844 kg/cm2 obtained from plastic size 0,5 cm x 1 cm at 1,50%. For the allowable load (Qall) with plastic mixture shows significant improvement. The highest allowable occurs in rectangular shape with size of 1 m x 1,5 m. For original soil can only support a maximum load 37,30 tons and the highest allowable load observed in the mixture of original soil + plastic size 1 cm x 1,5 cm at 0,75%, which is 1.382,28 tons. The work carried out are excavation work, sand fill work, lean concrete work, soil mix with plastic waste, compaction work, concrete work, reinforcement work, and formwork with tools used are concrete mixer and manual equipment. The cost estimate for a rectangular foundation is Rp 46.336.177,01.
ANALYSIS OF MUD VULCANO (LUSI) EMBANKMENT DAMS STABILITY WITH SHEET PILE AND PVD USING FINITE ELEMENT METHOD (FEM) Ach Bustomi Zuhri; Moch. Sholeh; Mohamad Zenurianto
Jurnal Online Skripsi Manajemen Rekayasa Konstruksi (JOS-MRK) Vol. 6 No. 1 (2025): MARET 2025
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/jos-mrk.v6i1.6050

Abstract

The Lumpur Sidoarjo air shelter at point 68 in the Kedungbendo area had a loosening on April 10, 2018. It is frequently employed to analyse the use of finite elements in an effort to find the slope's security factor. Through software modelling, the researchers attempted to evaluate the parameters that affected the lapindo mud slopes' stability. The Mohr-Coulomb method and 2D Plaxis V20 are used in conjunction with the finite element method. Furthermore, a comparison is performed using the Geo5 2024 Trial Version application. We can ascertain the influence of the seismic-free slope security factor and its impact according to SNI using this geotechnical assistance programme. The Geotechnical Aid Program's security factor values are nearly same, and the Geo5 2024 Trial. The difference is caused by the addition of the modulus unloading and reloading parameter in version. Additionally, the study assessed the efficiency of prefabricated vertical drains (PVD) and sheet piles for slope reinforcement. In the absence of PVD, the 90% consolidation time equals 868.3 days, so the safety factor is 1.59. With PVD, the 90% integration time is only 258 days, and the safety factor is 1.60. PVD has been shown to be an effective instrument for accelerating the soil consolidation process without compromising the structure's stability. 
PERENCANAAN ULANG DRAINASE DI JALAN RANDU KERTO TENGAH REBALAS- JALAN TREWUNG KABUPATEN PASURUAN Hafshah Oknivina Putri; Winda Harsanti; Mohamad Zenurianto
Jurnal Online Skripsi Manajemen Rekayasa Konstruksi (JOS-MRK) Vol. 6 No. 2 (2025): JUNI 2025
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/jos-mrk.v6i2.6488

Abstract

Perencanaan ulang drainase diperlukan agar tidak terjadi banjir pada kawasan Jalan Randu Kerto Tengah - Jalan Trewung yang terletak pada Kabupaten Pasuruan. Banjir terjadi akibat dari saluran drainase yang tidak dapat menampung besarnya limpasan air hujan. Genangan air ini mengganggu aktivitas warga, sepeda motor, mobil, sebagai pengguna jalan saat melintasi kawasan tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui debit banjir rancangan dengan kala ulang lima tahun ke depan, menghitung dimensi saluran yang cukup untuk mengalirkan debit banjir dan merencankan penggunaan sumur resapan. Data yang dibutuhkan yaitu kondisi eksisting saluran drainase, data curah hujan dari 3 stasiun terdekat yaitu, Stasiun Lumbang, Ranugrati, dan Winongan tahun 2013 sampai 2022, jumlah penduduk dan data tanah. Metode dari penelitian ini adalah survey dan observasi kondisi eksisting saluran drainase, mengolah data curah hujan kemudian menentukan distribusi menggunkan persamaan log pearson III dengan kala ulang 5 tahun, uji kesesuaian dengan metode Chi - square dan Smirnov-Kolmogorov. Hasil perhitungan diperoleh curah hujan rancangan 5 tahun sebesar 22,568 mm/hari, dimensi saluran terbesar memiliki lebar atas sebesar 1,2 m;dan lebar bawah 0,8 m; sedangkan untuk tinggi saluran adalah 0,9 m – 1 m. Pada perencaan ini terdapat penambahan bangunan pelengkap yaitu sumur resapan dengan diameter 0,6 m dengan kedalaman 1 m.