Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

BIMBINGAN TEKNIS PERENCANAAN MENARA MASJID RADEN RAHMAD MERJOSARI LOWOKWARU KOTA MALANG Moch. Khamim; Winda Harsanti; Mohamad Zenurianto
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 9 No. 1 (2022): JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT 2022
Publisher : P3M Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/jabdimas.v9i1.184

Abstract

The minarets are a distinctive traditional feature of many mosques, although they vary in height, style, and number. Towers can be square, round, hexagonal, octagonal, or even spiral and towers are usually covered with a gabled roof. Mosque minarets Generally a tall minaret with a cone or onion-shaped crown, usually standing alone or higher than the surrounding structures. The basic form of the tower includes a base, shaft, and gallery. The style varies according to region and time period. The minaret provides a visual focal point and is traditionally used for the Muslim call to prayer (Azan). A good tower must be designed according to the shape of the mosque and the structural needs are calculated.
BIMBINGAN TEKNIS PERENCANAAN MUSHOLA DARUL GHIFARI AN NASRI MERJOSARI LOWOKWARU KOTA MALANG Moch. Khamim; Winda Harsanti; Mohamad Zenurianto; Rinto Sasongko; Fajar Purnomo
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 9 No. 2 (2022): JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT 2022
Publisher : P3M Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/jabdimas.v9i2.197

Abstract

Musholla menurut arti bahasa adalah tempat shalat. Musholla adalah untuk bangunan kecil yang dipergunakan sebagai tempat sujud, tempat shalat yang dapat memberikan sedikit pernaungan dari terik panas matahari. Istilah kedua yang digunakan sebagai tempat sholat adalah masjid. Secara bahasa, masjid berasal dari kata sajada-yasjudu-sujudan, yang berarti tempat sujud dalam rangka beribadah kepada Allah Swt. atau tempat untuk mengerjakan shalat. Secara istilah, masjid mengandung makna sebagai pusat segala kebajikan kepada Allah Swt., di dalamnya terdapat dua bentuk kebajikan, yaitu kebajikan yang dikemas dalam bentuk ibadah khusus kepada Allah Swt. dan kebajikan yang dikemas dalam bentuk amaliyah sehari-hari dalam berkomunikasi dengan sesama jamaah. Desain mushola yang baik yaitu desain yang sesuai kebutuhan, keinginan jamaah, dan desain yang kekinian
BIMBINGAN TEKNIS PELAKSANAAN MASJID DARUSSSALAM 2 LANTAI MERJOSARI LOWOKWARU KOTA MALANG Khamim, Moch; Zenurianto, Mohamad; Mariyana, RA.
E-Amal: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4 No 3: September-Desember 2024
Publisher : LP2M STP Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47492/eamal.v4i3.3588

Abstract

Strategi pelaksanaan adalah keseluruhan metode yang berkaitan dengan pelaksanaan gagasan, rencana, dan kegiatan pekerjaan proyek konstruksi dalam kurun waktu tertentu. Saat ini metode konstruksi bangunan mengalami kemajuan dalam penggunaan alat, bahan dan cara kerja. Metode pekerjaan pembangunan yang umum dilakukan adalah dengan menggunakan metode konvensional untuk membangun, atau dikenal juga dengan pendekatan bottom-up. Metode Pelaksanann masjid yang baik yaitu metode yang sesuai kebutuhan, merupakan serangkain proses-proses pelaksanaan untuk menjamin suatu mutu atau kualitas dari desain masjid agar tetap menjaga kepercayaan dari yang memberi tugas ( Takmir Masjid)
ANALISIS PERBANDINGAN FONDASI TIANG PANCANG DENGAN FONDASI TIANG BOR PADA GEDUNG KANTOR BUPATI PASURUAN Putri, Rosalia Isna; Zenurianto, Mohamad; Sholeh, Moch.
Jurnal Online Skripsi Manajemen Rekayasa Konstruksi (JOS-MRK) Vol. 4 No. 3 (2023): SEPTEMBER 2023
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/jos-mrk.v4i3.3454

Abstract

Gedung Kantor Bupati Pasuruan ini terdiri dari 4 lantai dengan tinggi 19 m dan memliki luas bangunan sebesar 7.295,32 m². Fondasi yang digunakan pada bangunan eksisting berupa fondasi tiang pancang. Skripsi ini bertujuan untuk membandingkan fondasi tiang pancang dan tiang bor ditinjau dari parameter daya dukung tanah, penurunan, metode pelaksanaan dan RAB. Disamping bertujuan untuk meminimalisir dampak yang ditimbulkan dari pekerjaan pembangunan struktur fondasi. Perhitungan pembebanan struktur atas mengacu pada SNI 1727:2020 yang dihitung dengan menggunakan Software Robot Structural Analysis Professional 2021. Perhitungan rencana anggaran biaya (RAB) menggunakan HSPK Kabupaten Pasuruan tahun 2022. Pengujian SPT dilakukan hingga kedalaman 30 m dan diketahui jenis tanah yang ada pada proyek dominan lempung. Didapatkan hasil dari analisis pembebanan, nilai gaya aksial terbesar pada kolom As 2/G untuk kombinasi ASD sebesar 2509,13 kN dan kombinasi LRFD sebesar 3645,25 kN. Didapatkan dari hasil perhitungan, dimensi fondasi tiang pancang dan tiang bor memiliki diameter 45 cm dengan panjang 16,5 m Pada fondasi tiang pancang yang dihitung berdasarkan data SPT didapatkan nilai daya dukung tiang tunggal sebesar 464,107 kN ; jumlah tiang sebanyak 183 tiang; metode pelaksanaan tiang secara hidraulik menggunakan alat berat hydraulic static pile driver (HSPD) ; untuk RAB sebesar Rp 4.071.790.054. Sedangkan pada fondasi tiang bor didapat nilai daya dukung ijin tiang tunggal untuk tiang bor yang dihitung berdasarkan data SPT sebesar 492,935 kN; jumlah tiang sebanyak 180 tiang; metode pelaksanaan tiang bor berupa metode kering dengan menggunakan alat rotary drilling machine untuk RAB sebesar Rp 3.746.479.580.
ANALISIS STABILITAS LERENG SPILLWAY SISI KIRI BENDUNGAN BAGONG STA 0+225 Dwi Cahyono, Muhammad; Sholeh, Moch.; Zenurianto, Mohamad
Jurnal Online Skripsi Manajemen Rekayasa Konstruksi (JOS-MRK) Vol. 4 No. 3 (2023): SEPTEMBER 2023
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/jos-mrk.v4i3.3547

Abstract

Lereng kiri spillway Bendungan Bagong STA 0+225 mengalami ketidakstabilan akibat longsor di sekitarnya. Penelitian ini mempunyai empat tujuan, diantaranya pertama, menganalisis stabilitas lereng eksisting dengan Rocscience Slide dan perhitungan manual. Kedua, menganalisis stabilitas lereng dengan perkuatan soil nailing menggunakan perhitungan manual metode baji (wedge) dan Rocscience Slide. Ketiga, menjelaskan metode pelaksanaan perkuatan soil nailing. Keempat, memperkirakan biaya perkuatan soil nailing. Analisis stabilitas dilakukan dengan metode Fellenius pada lereng eksisting dan metode baji (wedge) dengan soil nailing untuk perhitungan manual. Data yang dibutuhkan meliputi parameter tanah, hasil bor, koefisien gempa, data perencanaan soil nailing, dan HSPK Kab. Trenggalek 2022. Stabilitas lereng dibandingkan menggunakanRocscience Slide dan perhitungan manual Fellenius dan Baji (wedge) dalam kondisi tanpa dan saat gempa. Hasil denganRocscience Slide: faktor keamanan (FK) 1,496 dan FKbgempa 0,975 untuk lereng eksisting. Dari perhitungan manual Felleniusdidapatkan nilai FK 1,496 dan FKbgempa 0,956. Setelah perkuatan soil nailing, perhitungan manual baji (wedge) didapatkan nilai FK 2,517 dan FKbgempa 1,295. Dari analisis Rocscience Slide didapatkan nilai FK 2,294 dan FKbgempa 1,163. Metode pelaksanaan soil nailing, meliputi pembersihan area, galian tanah, pemasangan soil nailing, wheephole, shotcrete, dan muka permanen. Biaya perkuatan soil nailing diperkirakan sekitar Rp 9.911.916.686,-.
EVELUATION OF DRAINAGE SYSTEM IN SUKUN VILLAGE RW7 TO MITIGATE INUNDATION RISKS USING EPASWMM 5.1 Diing, Alek Roda Michael; Hapsari, Ratih Indri; Zenurianto, Mohamad
Jurnal Online Skripsi Manajemen Rekayasa Konstruksi (JOS-MRK) Vol. 4 No. 4 (2023): DESEMBER 2023
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/jos-mrk.v4i4.3611

Abstract

Sukun District frequently experiences flooding during the rainy season, particularly when rainfall exceeds two hours, due to blockages in drainage channels, population growth and a limited number of inlets. This study aims to evaluation flood discharge, determine the necessary dimensions for drainage channels and inlets, as well as estimate the cost of redesigning. The required data for this study included daily rainfall data from 2013-2022 obtained from Sukun, Ciliwung, and Dau stations, existing channel dimensions, a topographic map, and the 2022-unit price of work in Malang city. The data were processed using the Log-Pearson III distribution to determine the flood design for a 10-year return period. The intensity of rain was calculated using the Mononobe formula. The Storm Water Management Model (EPA-SWMM 5.1) was employed to simulate the quality of surface runoff, as well as the flow rate. The results of the Log-Pearson III distribution indicated that the maximum recorded rainfall was 93.827 mm/day, which was deemed acceptable based on the Chi-Square and Smirnov-Kolmogorov test results. The simulation revealed that the existing drainage channels have a capacity of 1.648 m3/sec, which is insufficient to handle the design discharge of 1.685 m3/sec. As a result, overflow occurs during peak flow conditions, indicating that four channels (RT4C, RT4F, RT4H and RT4I) are not effective to convey the 10 years return period of discharge. However, the simulation also demonstrated that the proposed redesign of the drainage channels, which involves increasing the channel height depending on the amount of discharge each channel should accommodate while keeping the width constant due to space limitations, significantly improves their capacity. The redesigned channels have a capacity of 2.278 m3/sec, exceeding the design discharge of 1.685 m3/sec. The new design ensures that the channels can accommodate the expected volume of water without experiencing overflow, even during peak flow conditions. The estimated cost of this redesign is IDR 280,450,000.
ANALISIS PERBANDINGAN KESTABILAN LERENG DENGAN METODE SOIL NAILING DAN BATU KALI PADA PROYEK JALAN LINTAS SELATAN LOT 6A Pranaya, Rifqi Riftyan; Zenurianto, Mohamad; Supiyono, Supiyono
Jurnal Online Skripsi Manajemen Rekayasa Konstruksi (JOS-MRK) Vol. 4 No. 4 (2023): DESEMBER 2023
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/jos-mrk.v4i4.3728

Abstract

Perkuatan lereng sangat penting dalam menjaga kestabilan dan meningkatkan kekuatan lereng untuk mencegah erosi dan longsor, sehingga menjaga infrastruktur tetap aman. Pada proyek Jalan Lintas Selatan Lot 6A di STA 1+675 dan 1+750 L, ketidakstabilan lereng akibat adanya tanah lempung atau tanah berliat dengan pembengkakan dan penyusutan yang tinggi merupakan masalah yang signifikan. Tujuan dari penelitian ini adalah menentukan angka keamanan dan mengevaluasi efektivitas soil nailing dan batu kali sebagai langkah-langkah stabilisasi lereng. Penelitian ini mengatasi beberapa pertanyaan utama, termasuk angka keamanan lereng tanpa adanya perkuatan, biaya dan metode pemasangan soil nailing dan batu kali, serta angka keamanan yang dicapai setelah menerapkan teknik-teknik ini. Data sekunder yang digunakan meliputi data geometri (tinggi dan lebar lereng), data teknis (tinggi puncak dan kapasitas), dan data parameter tanah (hasil uji geser dan karakteristik tanah), HSPK Tulungagung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor keamanan stabilitas lereng pada STA 1+675 dengan gempa adalah 0,801. Pada STA 1+750, faktor keamanan dengan gempa adalah 0,635. Analisis stabilitas dengan perhitungan manual menghasilkan faktor keamanan untuk STA 1+675 dengan gempa sebesar 0,838. Untuk STA 1+750, faktor keamanan dengan gempa adalah 0,582. Dalam penelitian keamanan stabilitas lereng menggunakan perkuatan soil nailing, Pada kondisi gempa, faktor keamanan adalah 1,454 (STA 1+675) dan 1,307 (STA 1+750). Menggunakan program rocscience slide, perkuatan soil nailing memberikan faktor keamanan kondisi gempa, faktor keamanan adalah 1,165 (STA 1+675) dan 1,171 (STA 1+750). Dalam perkuatan dinding penahan tanah batu kali, faktor keamanan momen geser rata-rata adalah 1,58 (STA 1+675) dan 1,58 (STA 1+750), serta faktor keamanan guling rata-rata adalah 5,1 (STA 1+675) dan 4,22 (STA 1+750). Pada perkuatan soil nailing didapatkan harga sebesar Rp 1.115.240.574 pada STA 1+675 dan pada STA 1+750 didapatkan harga sebesar Rp5.126.574.096 sedangkan batu kali pada STA 1+675 didapatkan harga sebesar Rp. 1.669.576,828 dan pada STA 1+750 didapatkan harga sebesar Rp. 4.334.050,075 dan dari segi durasi, soil nailing didapatkan durasi 37 hari di STA 1+675 dan 42 hari pada STA 1+750 dan untuk batu kali durasi yang didapatkan adalah 44 hari di STA 1+675 dan 52 hari pada STA 1+750
PERENCANAAN ULANG SISTEM DRAINASE DI KAWASAN JALAN RAYA BENJENG – JALAN RAYA KEDUNG RUKEM KABUPATEN GRESIK Hidayah, Alfi Nurul; Suhardono, Agus; Zenurianto, Mohamad
Jurnal Online Skripsi Manajemen Rekayasa Konstruksi (JOS-MRK) Vol. 5 No. 1 (2024): EDISI MARET
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/jos-mrk.v5i1.3800

Abstract

Drainase jalan diperlukan agar tidak terjadi genangan seperti pada Jalan Raya Benjeng – Jalan Raya Kedung Rukem. Genangan terjadi akibat pembangunan saluran drainase yang tidak merata sehingga jalan menjadi rusak dan mengganggu aktivitas masyarakat. Saluran drainase yang ada tidak dapat menampung besarnya limpasan air hujan. Untuk meminimalisir masalah tersebut maka dirancang ulang saluran drainase yang berwawasan lingkungan, mengevaluasi aspek hidrolis bangunan drainase, dan menghitung biaya konstruksi. Data yang dibutuhkan yaitu peta topografi, data hujan dari 3 stasiun terdekat: Balongpanggang, Benjeng, dan Menganti tahun 2010 sampai 2019, dan harga satuan pokok kegiatan (HSPK) Kabupaten Gresik tahun 2021. Data diolah dengan menggunakan metode Gumbel I, uji kesesuaian dengan metode Chi-Square dan Smirnov-Kolmogorov dengan kala ulang 5 tahun, intensitas hujan dengan metode Mononobe dan debit banjir rancangan dengan metode Rasional. Hasil perhitungan diperoleh curah hujan rancangan sebesar 78,696 mm/hari; debit banjir rancangan sebesar 2,5045 m3/detik; drainase berwawasan lingkungan menggunakan sumur resapan dengan dimensi 1 meter dengan kedalaman 2 meter; dimensi saluran terkecil 0,6 meter x 0,8 meter dan dimensi terbesar 1,2 meter x 1,2 meter; biaya konstruksi sebesar Rp18.788.579.985,46; dan durasi pembangunan 149 hari.
PENINGKATAN JARINGAN DAERAH IRIGASI SELOKAN MATARAM P.227-P.285 KECAMATAN MLATI, SLEMAN Priehita, Kintan Dhea; Zenurianto, Mohamad; Suhardono, Agus
Jurnal Online Skripsi Manajemen Rekayasa Konstruksi (JOS-MRK) Vol. 5 No. 2 (2024): EDISI JUNI
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/jos-mrk.v5i2.4115

Abstract

Daerah Irigasi Selokan Mataram merupakan daerah irigasi yang terletak di Kecamatan Mlati Kabupaten Sleman dengan panjang saluran 5 km. Dalam memenuhi ketahanan pangan nasional Daerah Irigasi Selokan Mataram belum dapat memenuhi produktivitas tanamnya dikarenakan kebutuhan air irigasi tidak dapat terpenuhi. Berdasarkan hasil survei Daerah Irigasi Selokan Mataram tidak dapat memenuhi kebutuhan air irigasi secara masimal karena rusak dan banyaknya sedimen didasar saluran. Oleh karena itu diperlukan tindakan peningkatan jaringan yaitu normalisasi saluran irigasi Selokan Mataram. Penelitian ini bertujuan untuk melihat kinerja jaringan irigasi. Penelitian ini menghitung dari kebutuhan air, debit dan dimensi salurannya. berdasarkan hasil pengukuran dan analisa diperoleh Kebutuhan Air terbesar untuk tanaman padi dan palawija sebesar 2,171 l/dt/ha dan untuk kebutuhan air terkecilnya sebesar 0,56 l/dt/ha. Kebutuhan debit air terbesar dengan pola tanam padi-palawija-bero pada jaringan irigasi Selokan Mataram yaitu 0,1793 m³/dt dan untuk debit terkecil pada jaringan irigasi Selokan Mataram sebesar 0,0043 m³/dt. Berdasarkan hasil perhitungan, diperlukan normalisasi melebarkan saluran, dengan lebar 3,23 m menjadi 4,77 m sehingga diperoleh Rencana Anggaran Biaya (RAB) normalisasi Daerah Irigasi Selokan Mataram sebesar Rp. 16.896.000.000,00.
PERENCANAAN ULANG DRAINASE BERWAWASAN LINGKUNGAN DESA BALONGSARI KECAMATAN MAGERSARI KOTA MOJOKERTO Laili, Deby Rohmatul; Hanggara, Ikrar; Zenurianto, Mohamad
Jurnal Online Skripsi Manajemen Rekayasa Konstruksi (JOS-MRK) Vol. 5 No. 2 (2024): EDISI JUNI
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/jos-mrk.v5i2.4152

Abstract

Saluran drainase di sepanjang ruas jalan Desa Balongsari mengalami penurunan kualitas sehingga tidak mampu mengalirkan limpasan air secara optimal dan menyebabkan genangan. Tujuan dari skripsi ini adalah menghitung debit banjir rancangan dengan kala ulang 25 tahun, menghitung dimensi saluran yang cukup untuk mengalirkan debit banjir dengan pemodelan HEC-RAS, merencanakan kebutuhan biopri dan memperkirakan biaya konstruksi. Data yang digunakan adalah data dimensi eksisting saluran, data curah hujan dari tiga stasiun hujan terdekat tahun 2012-2021, peta topografi, data permeabilitas dari skripsi sebelumnya, dan harga satuan pekerjaan Kota Mojokerto tahun 2022. Data curah hujan diolah menggunakan metode Gumbel, uji kesesuaian menggunakan metode Chi-Square dan Smirnov Kolmogorov dengan periode ulang perencanaan 25 tahun. Hasil perencanaan ulang adalah curah hujan rancangan 109,533 mm/hari; debit banjir rencana 0,427 m³/detik; 8 saluran dilakukan perencanaan ulang menggunakan U-Ditch dan batu kali untuk penampang trapesium; U-Ditch terkecil adalah 40 x 60 cm dan terbesar 80 x 80 cm.  Konstruksi batu kali diperoleh 100 x 150 x 100 cm. Kebutuhan biopori diperoleh 294 biopori dengan diameter 10 cm, tinggi 100 cm. Biaya konstruksi adalah Rp. 5.720.946.905,00.