Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

LITERASI KESEHATAN DIGITAL DAN PERILAKU KESEHATAN REPRODUKSI REMAJA: ANALISIS DARI PERSPEKTIF KESEHATAN MASYARAKAT Rupa Anjeli, A. Maya; Budiono, Nugrahadi Dwi Pasca; Inayah, Zufra; Mindiharto, Sestiono
Journal Health & Science : Gorontalo Journal Health and Science Community Vol 10, No 1 (2026): JANUARI: JOURNAL HEALTH AND SCIENCE : GORONTALO JOURNAL HEALTH AND SCIENCE COMM
Publisher : Gorontalo State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35971/gojhes.v10i1.37088

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah mengubah cara remaja mengakses informasi kesehatan, termasuk kesehatan reproduksi, namun di sisi lain meningkatkan risiko paparan misinformasi yang dapat memengaruhi perilaku kesehatan. Dalam konteks kesehatan masyarakat, literasi kesehatan digital menjadi kompetensi penting yang menentukan kemampuan remaja dalam memahami dan memanfaatkan informasi kesehatan secara tepat. Penelitian ini menghadirkan kebaruan dengan menempatkan literasi kesehatan digital sebagai determinan perilaku kesehatan reproduksi remaja dalam konteks daerah, khususnya di Kabupaten Gresik, Provinsi Jawa Timur, wilayah dengan penetrasi digital tinggi namun masih menghadapi permasalahan kesehatan reproduksi remaja. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara literasi kesehatan digital dan perilaku kesehatan reproduksi remaja menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan potong lintang pada 420 remaja usia 15–19 tahun yang dipilih melalui multistage random sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner daring terstruktur menggunakan adaptasi eHealth Literacy Scale (eHEALS) dan instrumen perilaku kesehatan reproduksi, serta dianalisis menggunakan uji chi-square dan regresi logistik. Hasil menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki literasi kesehatan digital rendah hingga sedang dan lebih dari sepertiga menunjukkan perilaku kesehatan reproduksi kurang baik; remaja dengan literasi kesehatan digital rendah memiliki risiko perilaku berisiko yang lebih tinggi (PR = 1,840; CI 95%: 1,320–2,560; p = 0,001). Kesimpulannya, literasi kesehatan digital berperan signifikan dalam membentuk perilaku kesehatan reproduksi remaja, sehingga penguatan literasi digital melalui sekolah, keluarga, dan media kredibel perlu dikembangkan secara berkelanjutan.
The Relationship Between The Implementation of Safety Briefing and Worker Safe Behavior at Pt Pln Up Gresik Shavitri, Agnes Dwi; Mindiharto, Sestiono
Jurnal Ners Vol. 10 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i2.55985

Abstract

The prevention of occupational illnesses and accidents is an essential part of every industrial operation's Occupational Safety and Health (OHS) plan. Safety briefings are a part of the company's strategy to raise awareness of the importance of safety on the job. The purpose of this research is to ascertain whether or not PT. PLN Nusantara Power UP Gresik's safety briefings had an effect on employees' safety practices. The research methodology employed in this study was quantitative and based on correlations. Employees of PT. PLN Nusantara Power UP Gresik made up the study's population, and a sampling strategy that was suitable for the population's characteristics was used to identify the sample. Questionnaires consisting of indicators of safety briefing implementation and worker safety behavior were sent in order to gather data. In order to find the relationships between the variables, statistical analysis was used to the collected data. There was a favorable and statistically significant correlation between workers' safety behavior and the introduction of safety briefings, according to the data. This suggests that the degree of worker safety behavior is directly proportional to the efficacy of safety briefings. Therefore, PT. PLN Nusantara Power UP Gresik's safety briefings might be a useful tool for fostering a safer work environment.