Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

Pengembangan Kawasan Pecinan Menjadi Kawasan Wisata di Kecamatan Senapelan Kota Pekanbaru Chandra, Denni; Asteriani, Febby; Zaim, Zaflis
JURNAL SAINTIS Vol. 16 No. 1 (2016)
Publisher : UIR Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (153.981 KB)

Abstract

Di Kota Pekanbaru, tepatnya di Kecamatan Senapelan terdapat banyak potensi obyek wisata. Fenomena dilapangan menunjukkan bahwa potensi obyek wisata ini belum dikelola secara maksimal. Potensi-potensi obyek wisata yang dimiliki Kecamatan Senapelan ini, hendaknya dapat dimanfaatkan secara optimal dan memberikan dampak positif serta hasil yang berkelanjutan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk merumuskan strategi dalam pengembangan potensi obyek wisata Kecamatan Senapelan agar dijadikan sebagai salah satu daerah tujuan wisata di Kota Pekanbaru. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif. Data dikumpulkan dengan menggunakan teknik observasi dilapangan, kuisioner dan wawancara. Kuisioner dilakukan terhadap para wisatawan yang berkunjung, sedangkan wawancara dilakukan terhadap pejabat pemerintah terkait dan juga para tokoh masyarakat di Kecamatan Senapelan, untuk merumuskan strategi pengembangan wisata tersebut dilakukan teknik analisis SWOT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kecamatan Senapelan merupakan kawasan wisata yang sangat potensial untuk dikembangkan, terdapat beberapa faktor pendukung dan penghambat dalam pengembangan obyek wisata tersebut. Dari faktor-faktor tersebut dapat dirumuskan beberapa strategi untuk mengembangkan potensi wisata ini, diantaranya adalah peningkatan sarana dan prasarana di kawasan wisata Pecinan dan pembangunan sarana prasarana obyek wisata.
Karakteristik, Tipologi, Urban Sprawl: Characteristics, Typology, Urban Sprawl. Firdaus, Firdaus; Asteriani, Febby; Ramadhani, Anissa
JURNAL SAINTIS Vol. 18 No. 2 (2018)
Publisher : UIR Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1186.075 KB) | DOI: 10.25299/saintis.2018.vol18(2).3191

Abstract

[ID] Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik, tipologi, dan tingkat urban sprawl yang terjadi di Kota Pekanbaru. Sampel penelitian sejumlah 99 dari 7.646 jumlah bangunan yang terdigitasi. Mengetahui karakteristik dan tipe urban sprawl digunakan analisis deskriptif dengan pendekatan spasial dan untuk tingkat urban sprawl dilakukan dengan pemberian scoring pada variable urban sprawl. Hasil penelitian menunujukkan bahwa karakteristik urban sprawl dicirikan dengan penggunaan lahan terpisah yang terletak jauh dari pusat-pusat permukiman, kepadatan penduduk rendah sekitar 4.499 jiwa/km2, penggunaan mobil pribadi yang tinggi pada jam sibuk yakni sebesar 5.945 unit setiap hari. Tipe urban sprawl yang dominan adalah perembetan memanjang dan perembetan meloncat terjadi pada jalan arteri maupun kolektor, sedangkan perembetan meloncat terjadi di beberapa kelurahan. Kelurahan Delima dan Kelurahan Tuah Karya termasuk pada tipologi ke-1 dengan tingkat urban sprawl rendah, dan tipologi ke-2 dengan tingkat urban sprawl sedang terjadi di Kelurahan Sidomulyo Barat, sedangkan Kelurahan Simpang Baru termasuk pada tipologi ke-3 dengan tingkat urban sprawl tinggi. [EN] This study aims to determine the characteristics, typology, and levels of urban sprawl that occur in the city of Pekanbaru. The study sample numbered 99 out of 7,646 numbers of digitalized buildings. Knowing the characteristics and types of urban sprawl used descriptive analysis with a spatial approach and for the level of urban sprawl carried out by giving scoring to urban sprawl variables. The results of the study show that the characteristics of urban sprawl are characterized by separate land uses located far from residential centers, low population density of around 4,499 people / km2, high private car use during peak hours which is 5,945 units per day. The dominant type of urban sprawl is longitudinal infiltration and jumping leaks that occur on arterial roads and collectors, while leachates jump in several villages. The Delima and Tuah Karya Villages included in the 1st typology with a low level of urban sprawl, and the second typology with the level of urban sprawl was occurring in Sidomulyo Barat Village, while the Simpang Baru Village was included in the 3rd typology with high urban sprawl.
Peningkatan Kesadaran Kebersihan dan Kesehatan Lingkungan Sekolah melalui Penyuluhan di SMK Migas Bumi Melayu Pekanbaru, Provinsi Riau Dinata, Apriyan; Rashid, Mohd Fadzil Abdul; Wahyudi, Ade; Adriati, Yolly; Asteriani, Febby; Putri, Junisya; Luthfi, M. Daffa
Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia Vol 5 No 5 (2025): JAMSI - September 2025
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jamsi.2038

Abstract

Lingkungan hidup merupakan salah satu faktor yang sangat penting untuk dapat terwujudnya pembangunan manusia yang seutuhnya, baik di pedesaan ataupun di perkotaan. Lingkungan hidup yang terjaga dengan baik dan lestari akan dapat menjamin kelangsungan kehidupan di jagad raya, tidak hanya untuk kepentingan umat manusia juga untuk makhluk hidup lainnya. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat bertujuan untuk memberikan pemahaman dan kesadaran lingkungan hidup khususnya berkenaan dengan kebersihan dan kesehatan lingkungan kepada para pelajar/siswa SMK Migas Bumi Melayu Kota Pekanbaru. Kegiatan dilaksanakan dengan memberikan penyuluhan secara langsung kepada para pelajar/siswa tentang pentingya untuk menjaga kebersihan lingkungan sekolah yang sehat dan bersih. Setelah mengikuti kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini sebagian besar peserta merasa mendapat pengetahuan baru yang bermanfaat untuk mengembangkan pola dan gaya hidup yang bersih dan sehat, baik di lingkungan sekolah maupun di luar lingkungan sekolah. Sebagian besar peserta termotivasi untuk mengimplementasikan pengetahuan yang diperoleh dengan saling bekerjasama antar siswa, guru dan karyawan sekolah. Hal ini dapat dilihat dengan tertanamnya karakter  siswa yang peduli lingkungan, dimana siswa bersedia untuk melakukan gotong royong dalam membuang sampah, membersihkan ruangan dan halaman sekolah, toilet  serta  merawat bunga.
Metode Analytical Hierarchy Process dalam Menentukan Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Efektivitas Penggunaan Terminal Bandar Laksamana Indragiri: Analytical Hierarchy Process Method in Determining the Effectiveness Factors of Using the Bandar Laksamana Indragiri Terminal Astuti, Puji; Asteriani, Febby; Adha Saputra, Ade; Amanda Putri, Thalia
JURNAL SAINTIS Vol. 22 No. 01 (2022)
Publisher : UIR Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25299/saintis.2022.vol22(01).12064

Abstract

[ID] Keberadaan Terminal Bandar Laksamana Indragiri belum berfungsi secara efektif yang disebabkan oleh rendahnya pemanfaatan terminal oleh masyarakat. Aktivitas operasional yang terjadi di terminal juga mengakibatkan kondisi fasilitas mengalami kerusakan dan tidak terawat, sehingga menimbulkan kerugian bagi pemerintah daerah mengingat besarnya biaya yang diperuntukkan dalam pembangunan terminal. Untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang berpengaruh terhadap efektivitas fungsi Terminal Bandar Laksamana Indragiri digunakan metode Analytical Hierarchy Process (AHP). Subjek penelitian adalah expert yang terlibat langsung atau mempunyai kemampuan dan mengerti permasalahan terkait pemanfaatan terminal dan dalam penentuan faktor-faktor yang mempengaruhi efektivitas penggunaan Terminal Bandar Laksamana Indragiri Kota Tembilahan. Berdasarkan hasil analisis yang dilakukan, diperoleh faktor-faktor yang mempengaruhi efektivitas penggunaan Terminal Bandar Laksamana Indragiri sebagai berikut : Kriteria Aksesibilitas 38,7%, Fasilitas dan Manajemen Terminal 21,1%, Tingkat Pelayanan Jalan 19,2%, Kenyamanan Terminal 12,3%, dan Keamanan Terminal 8,8%. [EN] The existence of the Bandar Laksamana Indragiri Terminal has not functioned effectively due to the public's low utilization of the terminal. Operational activities also result in the facility being damaged and not maintained, resulting in losses for the local government, considering the large number of costs earmarked for the terminal's construction. To identify the influence factors of the effectiveness of the Bandar Laksamana Indragiri Terminal function, used Analytical Hierarchy Process (AHP) method. The research subjects are experts who are directly involved or have the ability and understand problems related to the use of the terminal and in determining the factors that influence the effectiveness of using the Bandar Laksamana Indragiri Terminal, Tembilahan City. Based on the results of the analysis carried out, the factors that influence the effectiveness of the use of Bandar Laksamana Indragiri Terminal obtained as follows: Accessibility Criteria 38.7%, Terminal Facilities and Management 21.1%, Road Service Level 19.2%, Terminal Convenience 12.3 %, and Terminal Security 8.8%.
Faktor Pemilihan Lokasi Perumahan di Pekanbaru Astuti, Puji; V. Primananda, Andre; Febby Asteriani
JURNAL SAINTIS Vol. 22 No. 02 (2022)
Publisher : UIR Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25299/saintis.2022.vol22(02).25224

Abstract

sehingga meningkatkan kebutuhan terhadap fasilitas perumahan, sosial, dan prasarana kota. Terbatasnya ketersediaan lahan kota menyebabkan harga lahan terus meningkat, memaksa lokasi hunian bergeser ke pinggiran kota. Setiap warga berhak memiliki rumah yang layak dalam lingkungan sehat, aman, dan teratur. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang dipertimbangkan masyarakat dalam memilih lokasi perumahan di Kota Pekanbaru. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, didukung analisis Sistem Informasi Geografis (SIG) menggunakan ArcGIS 10, dan analisis statistik dengan SPSS PASW 18. Hasil analisis faktor menunjukkan enam faktor utama yang memengaruhi pemilihan lokasi perumahan: (1) tersedianya jaringan listrik, (2) kedekatan tempat olahraga, (3) topografi dan hidrologi, (4) kualitas pelayanan, (5) kedekatan tempat kerja, dan (6) dilalui transportasi umum. Faktor utama adalah tersedianya jaringan listrik dengan nilai eigenvalue tertinggi, yang meliputi variabel-variabel pendukung seperti tersedianya air bersih, kenyamanan, jaringan telekomunikasi, keamanan, kebersihan, spesifikasi perumahan, kualitas dan lebar jalan, sistem drainase, sistem persampahan, keindahan, desain perumahan, kedekatan terhadap jalan utama, harga perumahan, dan kedekatan fasilitas perdagangan. Hasil penelitian ini memberikan pemahaman mengenai prioritas masyarakat dalam memilih lokasi hunian dan dapat menjadi acuan perencanaan perumahan yang lebih strategis di Kota Pekanbaru.
KAJIAN KOTA LAYAK HUNI DI KOTA PEKANBARU Muhamad Iqbal Hisyam; Febby Asteriani; Muhammad Sofwan; Ade Wahyudi
Rabit : Jurnal Teknologi dan Sistem Informasi Univrab Vol 8 No 1 (2023): Januari
Publisher : LPPM Universitas Abdurrab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36341/rabit.v8i1.2969

Abstract

A livable city is a development idea that focuses on the escalation of quality of life and conflict management by integrating the value of amenities and economic viability in urban design. A study conducted by the Indonesia Association of Planners said Pekanbaru City was one the unlivable city in Indonesia in 2017, or it only achieved 57,8% and was in sixth place. This research aims to analyze the components of a livable city and provide a strategy to develop a livable city in Pekanbaru. There are 29 criteria will be examined, and in-depth interviews with experts who completely know about the livable city concepts. The analytical hierarchy process is applied to analyze the livable city components and provide the optimum strategy to enhance the livable city level. The result showed that the livable city index had improved by 60% since 2017 or increased by 2,2% over the past three years. However, the important indicators that need to be raised were cleanliness (40%), economic (46%), pedestrians (44%), and accessibility (46%). Meanwhile, urban revitalization, maintenance of public facilities, open space, security and social, economic facilities, and sanitation management have become a major focus to make Pekanbaru a livable city.
PERKEMBANGAN PENELITIAN GREEN HOUSING TAHUN 2020-2025: SYSTEMATIC LITERATURE REVIEW MENGGUNAKAN PUBLISH OR PERISH DAN VOSVIEWER febby asteriani; Ade Wahyudi; rona muliana
Rabit : Jurnal Teknologi dan Sistem Informasi Univrab Vol 11 No 2 (2026): Juli
Publisher : LPPM Universitas Abdurrab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36341/rabit.v11i2.8024

Abstract

This research is a systematic study based on Systematic Literature Review (SLR) using a bibliometric approach to map the development of scientific literature on green housing research topics from 2020 to 2025. A total of 100 scientific articles in the form of journals and books were obtained from the Google Scholar database as the main source of data collection. The literature selection process was carried out using Publish or Perish (PoP) software to extract and filter articles based on relevance and citations within the year range and the selection results obtained 90 scientific articles, while network analysis and visualization were carried out using VOSviewer. The main objectives of this study are to map the emergence of keywords (co-occurrence) and bibliometric analysis of collaboration between authors (co-authorship) to identify patterns, trends, and research networks in the field of green housing over the past five years. The results of the co-occurrence analysis produced seven thematic research clusters, namely: technological innovation in the development of environmentally friendly housing, urban green spaces, environmentally friendly housing and consumer preferences, sustainable housing and green architecture, green gentrification, green infrastructure and green innovation. Meanwhile, a bibliometric analysis of co-authorship identified the five most productive and influential authors in the 2020–2025 period. All of these most active researchers were affiliated with academic institutions in China, indicating a lack of cross-border collaboration. These findings provide a comprehensive overview of the current green housing research landscape and can serve as a strategic reference for researchers, practitioners, and policymakers in determining future research directions.