Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Membangun Perilaku Masyarakat Sekitar Tambang Emas Dalam Mencegah Penggunaan Merkuri Pada Pengglondong Emas Di Daerah Wisata Sekotong Sabariah Sabariah; Suci Nirmala; Muhammad Ashhabul Kahfi Mathar
Sasambo: Jurnal Abdimas (Journal of Community Service) Vol. 6 No. 2 (2024): Mei
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/sasambo.v6i2.1763

Abstract

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini berfokus pada "Membangun Perilaku Masyarakat Sekitar Tambang Emas Dalam Mencegah Penggunaan Merkuri Pada Pengglondong Emas di Daerah Wisata Sekotong". Tujuan utama adalah meningkatkan kesadaran dan kemampuan masyarakat di Kecamatan Sekotong, khususnya di Desa Taman Baru, untuk mencegah dan mengurangi penggunaan merkuri dalam proses penambangan emas. Kegiatan ini melibatkan sekitar 30 orang yang aktif dalam penggelondongan sebagai mitra langsung. Metode pelaksanaan program ini termasuk tahapan persiapan, pelaksanaan kegiatan pengabdian, dan monitoring serta evaluasi, dengan menggunakan logbook sebagai alat bantu. Kader dilatih untuk melaksanakan sosialisasi, edukasi, dan monitoring aktivitas penggelondongan. Focus Group Discussions (FGD) diadakan untuk mengumpulkan informasi dari pemangku kepentingan dan masyarakat tentang praktik pengelolaan merkuri dan penggunaan Alat Pelindung Diri (APD). Hasil dari kegiatan ini menunjukkan peningkatan signifikan dalam kesadaran dan perilaku masyarakat. Sebanyak 92,3% penggelondong secara konsisten mencuci tangan setelah aktivitas penambangan, dan 69,2% telah memasang pembatas di kolam penampungan limbah. Namun, masih diperlukan peningkatan dalam penggunaan APD dan penanganan limbah yang aman. Kesimpulan dari kegiatan ini adalah bahwa intervensi edukasi dan pelatihan mampu meningkatkan praktik penambangan yang lebih aman dan berkelanjutan di kalangan masyarakat. Rekomendasi untuk masa depan meliputi penguatan kerjasama antara pemerintah, komunitas, dan institusi pendidikan untuk memperluas cakupan edukasi dan memastikan kepatuhan terhadap praktik yang lebih aman serta regulasi yang mendukung pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan.  Building Community Behavior Around Gold Mines in Preventing the Use of Mercury in Gold Miners in the Sekotong Tourism Area This Community Service Activity focuses on "Building Community Behavior Around Gold Mines in Preventing the Use of Mercury in Gold Miners in the Sekotong Tourism Area." The primary goal is to enhance awareness and capabilities among the community in Sekotong Subdistrict, specifically in Taman Baru Village, to prevent and reduce the use of mercury in gold mining processes. The initiative involves approximately 30 active gold miners as direct partners. The implementation method includes preparatory stages, the execution of community service activities, and monitoring and evaluation, utilizing a logbook as a supportive tool. Community facilitators were trained to conduct socialization, education, and monitoring of mining activities. Focus Group Discussions (FGD) were held to gather information from stakeholders and the community about mercury management practices and the use of Personal Protective Equipment (PPE). Results from this activity indicate a significant improvement in community awareness and behavior. Approximately 92.3% of miners consistently washed their hands after mining activities, and 69.2% had installed barriers at waste containment ponds. However, there remains a need for improvement in PPE usage and safe waste handling. The conclusion from this activity is that educational and training interventions can enhance safer and more sustainable mining practices among the community. Future recommendations include strengthening cooperation between the government, community, and educational institutions to expand education coverage and ensure compliance with safer practices and regulations supporting sustainable environmental management.  
Prevalensi Penyakit Infeksi Menular Seksual pada Pelaku Hiburan di Wilayah Kerja Puskesmas Meninting Kabupaten Lombok Barat Tahun 2020 Moch Maswan; Sabariah Sabariah; Nyoman Cahyadi Tri Setiawan; Muhammad Ashhabul Kahfi Mathar
Jurnal Aisyah : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 6, No 1: March 2021
Publisher : Universitas Aisyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (837.267 KB) | DOI: 10.30604/jika.v6i1.978

Abstract

Kejadian infeksi menular seksual setiap tahunnya meningkat khusunya pada Provinsi Nusa Tenggara Barat di kabupaten Lombok Barat yang merupakan daerah destinasi wisata dengan kunjungan yang cukup tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prevalensi infeksi menular seksual pada pelaku hiburan di wilayah kerja Puskesmas Meninting. Desain penelitian ini menggunakan metode penelitian cross sectional dan dilakukan selama bulan November-Desember 2020 di tempat hiburan wilayah kerja Puskesmas Meninting. Sampel yang digunakan sejumlah 101 sampel dengan menggunakan sampel darah dan duh tubuh. Analisis data diolah menggunakan software IBM SPSS Statistics 25.0. Didapatkan 56 orang menderita IMS yang tersebar di 6 lokasi pengambilan sampel. Distribusi usia pada penelitian ini didapatkan yakni usia 19 – 35 tahun sedangkan distribusi agen penyebab IMS pada penelitian ini didapatkan penderita Sifilis merupakan kasus terbanyak. Pada penelititan ini didapatkan agen penyebab infeksi menular seksual yang merupakan kasus terbanyak yaitu Sifilis dan sebaliknya didapatkan infeksi HIV merupakan kasus yang terkecil. Distribusi usia pada kejadian infeksi menular seksual dalam penelitian ini didapatkan pada usia 19-35 tahun.