Heny Rohayani
Universitas Pendidikan Indonesia

Published : 16 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

MODEL EXPLICIT INTRUCTION PADA PEMBELAJARAN TARI UNTUK MENINGKATKAN KEMMAPUAN PSIKOMOTORIK winda geri novita sari; Heny Rohayani; beben Barnas
Ringkang : Kajian Seni Tari dan Pendidikan Seni Tari Vol 3, No 01 (2023): Februari, 2023
Publisher : Departemen Pendidikan Seni Tari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/ringkang.v3i01.55638

Abstract

Permasalahan yang terdapat dalam penelitian ini adalah lemahnya kemampuan psikomotorik siswa dalam desain dan peragaan pola lantai pada jenis tari tradisional merupakan latar belakang dari penelitian ini, Permasalahan yang terjadi dalam mata pelajaran Seni budaya khusus nya pembelajaran seni tari pada siswa kelas VIII SMPN 19 Bandung adalah menurunnya hasil belajar. Secara khusus ditemukan lemahnya kemampuan aspek psikomotorik terutama dalam kompetensi mendesain dan memperagakan pola lantai pada jenis tari tradisional. Penyebab munculnya permasalahan tersebut adalah kecenderungan guru dalam mengedepankan pembelajaran yang bersifat teori daripada praktik.. Tujuan umum dari penelitian ini adalah untuk memperbaiki pembelajaran di kelas menggunakan model pembelajaran explicit intruction untuk meningkatkan hasil belajar siswa kemampuan psikomotorik aspek desain dan peragaan pola lantai pada jenis tari tradisional kelas VIII SMPN 19 Bandung. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Teknik pengumpulan data pada penelitian ini adalah observasi, wawancara, dokumentasi dan tes. Teknik analisis data dilakukan dengan reduksi data, display data, dan penarikan kesimpulan. Berdasrkan hasil data yang ditemukan oleh peneliti, dapat dijelaskan bahwa saat diterapkannya model explicit intruction ketika proses pembelajaran berlangsung pada siswa kelas VIII-F SMPN 19 Bandung yang dilaksanakan oleh peneliti sebagai guru telah berjalan dengan lancar dan baik, yakni dimana pada proses pembelajaran berlangsung mengalami peningkatan signifikan yang terjadi pada setiap siklusnya. Dengan diterapkannya model explicit intruction tidak hanya dapat menngkatkan hasil belajar siswa, melainkan dijadikan bahan acuan dan alternatif pembelajaran di kelas, untuk menarik perhatian siswa pada saat pemebelajaran berlangsung terutama untuk meningkatkan keterampilan dan kemampuan psikomotorik siswa dalam perbaikan pembelajaran di kelas.
Improving Dance Skills Through Online Learning Intan Ayu Febrianti; Ayo Sunaryo; Heny Rohayani; Dewi Karyati
Journal of Dance and Dance Education Studies Vol 3, No 1 (2023): March
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jddes.v3i1.57060

Abstract

Dance has a role as a medium of expression, creative thinking, developing talents, and also a medium of communication. During the pandemic, the dance studio was also affected, namely not being able to carry out face-to-face learning. One of the efforts that could be made was by conducting online learning. For dance learning through online learning, utilizing internet applications as a medium for mutual interaction and learning, one of which was the Google Meet application, the advantages of the Google Meet application for online dance training include this application which can be downloaded and used free of charge so that anyone with a gadget can access this application. Research conducted using experimental methods with a quantitative approach, Pre-Experimental design research design with the category of one group pretest-posttest design. The samples used in this study were 20 people with different age levels, from the age range of 7 to 17 years. Based on the results of the study, the average values for each meeting were 75.5, 81 and 92.5. At the third meeting, the student assessment criteria were rated (A) very well, with the resulting average score increasing rapidly and being in very good criteria, this was because students were able to perform dances well and their dancing skills increased at each meeting.
Universitas Pendidikan Indonesia Ayuni Novia Anggareni; Heny Rohayani; Ace Iwan Suryawan
Ringkang : Kajian Seni Tari dan Pendidikan Seni Tari Vol 3, No 02 (2023): AGUSTUS, 2023
Publisher : Departemen Pendidikan Seni Tari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/ringkang.v3i02.48555

Abstract

Tari Ngabalukbuk termasuk jenis tari kreasi baru yang berasal dari Pandeglang Banten, tarian ini mengambil inspirasi dari kegiatan masyarakat Pandeglang yang mayoritas menggunakan sistem pengairan yang berasal dari mata air yang berada di atas gunung. Penulisan ini bertujuan untuk memperoleh data yang relevan. Makna Simbol pada gerak, rias, busana dan properti, kemudian mendeskripsikannya melalui kajian mendalam. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode deskriptif analisis dengan yang dikaji melalui pendekatan kualitatif yang didukung dengan teori semiotika dan hermeneutika untuk mendeskripsikan dan menganalisis terkait makna simbol tari yang ditunjang dengan teori simbol dan makna, teori tatarias busana, serta beberapa teori pendukung lainnya. Pengumpulan data yang dilakukan peneliti melalui observasi, wawancara dan dokumentasi sebagai penguat dalam data penelitian. Analisis data proses mencari dan menyusun data secara berurut atau sistematis dari hasil wawancara, dokumentasi, dan observasi, yang dilakukan oleh peneliti, demi terciptanya serbuah kesimpulan dan penyelesaian masalah yang sebelumnya yang ditanyakan. Dari penelitian ini diperoleh bahwa Tari Ngabalukbuk di Sanggar Pamanah Rasa Pandeglang dapat dilihat dari simbol dan makna yang terkandung dalam gerak. Setiap gerak mempunya makna tersendiri di dalamnya. Gerak pada Tari Ngabalukbuk mempunyai beberapa ragam gerak yaitu, namprak, calik deku, lonjo nyampurit, nunjuk luhur, bongkok nungkul, sawang ajeg, tongtrok awi, ajeg teteg, awi ngucur, ayun awi, ngelek bakul, nyawang, nyambung awi, terekel, ngalirkeun cai. Peneliti juga dapat mendeskripsikan bagaimana Simbol dan makna pada gerak Tari Ngabalukbuk, beserta rias busana dan properti dalam Tari Ngabalukbuk.
TARI SEKAR KEPUTREN PADA EKSTRAKURIKULER DI SMP NEGERI 15 BANDUNG Lisa Nurdiniawati; Heny Rohayani; Ace Iwan Suryawan
Ringkang : Kajian Seni Tari dan Pendidikan Seni Tari Vol 3, No 02 (2023): AGUSTUS, 2023
Publisher : Departemen Pendidikan Seni Tari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/ringkang.v3i02.60026

Abstract

Penelitian yang dilaksanakan pada ekstrakurikuler tari ini mengarahkan kepada kegiatan tari yang dilaksanakan diluar jam pelajaran sekolah. Tari Sekar Keputren ini adalah tarian dalam penyambutan tamu terhormat di Keraton Kacirebonan dengan memiliki karakter halus, anggun seperti putri keraton yang kemudian menjadi sebuah tradisi yang dilakukan sampai saat ini. Sehubungan dengan penelitian yang dilakukan, penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan menggunakan deskripsi analisis. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, wawancara, studi dokumentasi, dan triangulasi. Analisis dilakukan dengan cara pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Sumber data meliputi foto, audio dan video.  Cara pengaplikasiannya yaitu dengan guru mempraktekan tariannya diikuti dengan siswa.Tujuan dari penelitian ini untuk mendeskripsikan apakah tari sekar keputren ini bisa digunakan dalam kegiatan ekstrakurikuler tari di sekolah, dengan harapan agar peserta didik dapat mengeskplor dan mengenal beberapa tarian  daerah. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa tari Sekar Keputren ini akan menjadi materi ajar pada kegiatan belajar dalam ekstrakurikuler tari. 
MEDIA INFOGRAFIS PEMBELAJARAN SENI TARI UNTUK MENINGKATKAN MINAT BELAJAR SISWA Fanny Sri Hermawati; Heny Rohayani; Beben Barnas
Ringkang : Kajian Seni Tari dan Pendidikan Seni Tari Vol 3, No 02 (2023): AGUSTUS, 2023
Publisher : Departemen Pendidikan Seni Tari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/ringkang.v3i02.60460

Abstract

Minat memiliki peran yang sangat penting dalam meningkatkan kualitas pembelajaran. Minat sangat dipengaruhi oleh komponen pembelajaran lainnya. Dalam hal ini media punya peran dalam membangkitkan minat belajar. Media pembelajaran dapat mempengarahui aspek minat perasaan senang, perhatian, ketertarikan, keterlibatan dalam belajar untuk memperoleh kompetensi. Temuan dilapangan ditemukan rendahnya minat belajar siswa akibat kurangnya memanfaatkan media pembelajaran yang relevan. Tujuan dalam penelitian ini melalui pemanfaatan media infografis untuk meningkatkan minat belajar siswa kelas XI SMA dalam pembelajaran seni tari. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif pre-eksperimental design (One Group Pretest-Posttest). Pengumpulan data dilakukan menggunakan instumen tes, observasi, wawancara, dan angket. Teknik pengambilan sampel adalah purposive sampling berjumlah 36 siswa SMA. Perolehan data hasil penelitian diolah dan dianalisis menggunakan analisis deskriptif dan analisis inferensial melalui perangkat lunak IBM SPSS 25. Analisis data dilakukan menggunakan uji normalitas dan uji paired sample t-test. Siswa diberikan tes pada saat sebelum dan sesudah penerapan media infografis dalam pembelajaran seni tari. Hasil penelitian ini membuktikan bahwa penerapan media infografis dapat meningkatkan minat belajar siswa SMA, hasil analisis dari rata-rata penilaian sebelum diterapkan penerapan berada pada kategori rendah, hasil post-test melalui penerapan media infografis meningkatkan rata-rata nilai dengan kategori tinggi. Pada hasil presentase nilai menunjukkan media infografis efektif meningkatkan minat belajar siswa SMA. Antusias siswa terlihat lebih tinggi saat mempelajari materi seni tari kreasi dengan menggunakan media infografis. Media infografis dalam pembelajaran seni tari signifikan dalam meningkatkan minat belajar siswa SMA kelas XI.
GOOGLE CLASS ROOM:DISTANCE LEARNING MEDIA IN THE DANCE CREATION PROCESS NIKKA KARUNIA MURCI; HENY ROHAYANI; AGUS BUDIMAN
Journal of Dance and Dance Education Studies Vol 4, No 1 (2024): March
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jddes.v4i1.37910

Abstract

Until now, the Covid-19 virus pandemic is not over, but all aspects of social life, especially in terms of education, must continue and adapt to the current situation. Various methods are used to carry out online learning processes using the Google Classroom application. The goal to be achieved is to further examine and describe the learning concepts used, the learning process carried out and the learning outcomes obtained by students while participating in this online learning. This research was conducted at SMPN 15 Bandung with the participation of class VIII.2 students. The method used in the research was descriptive qualitative. The research results show that the learning concept is determined by the process of creating learning syntax which is then determined by the online learning process using Google Classroom media and communicating with WhatsApp. In the process of implementing dance learning, it was carried out through virtual Google Classroom classes in five meetings using lecture and dance appreciation methods. The results of dance learning and the responses of class VIII.2 students obtained a level of difficulty that was still standard and according to the student's abilities so that students were able to complete and complete assignments optimally.