Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Effect of Boiled Egg White Consumption on Healing of Sewing Wounds in Postpartum Mothers Post Sectio Caesarea Naili Rahmawati; Ani Casniah; Haidir Syafrullah; Dian Purnamasari
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 11 No 12 (2025): December
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v11i12.13348

Abstract

Sectio Caesarea is a type of delivery that is continuously increasing in the current era, both for medical reasons and baby factors, however, the surgical procedure for SC delivery can cause several complications, one of which is Surgical Wound Infection (ILO), when the body experiences injuries. large, the body needs a lot of protein, the protein most easily found by people is eggs, one egg contains 6-8 grams of protein, because of this, boiled eggs are recommended for consumption during post-cesarean section operations. The aim of this study was to determine the effect of giving boiled egg whites on post-caesarean wound healing. Methodology of this research uses quantitative with a true experiment two groups pre and post test with control, the sample in this study is 20 interventions and 20 controls, univariate analysis in this study uses a frequency distribution while bivariate analysis uses Wilcoxon. Result pre-test of the intervention and control groups, it was found that all respondents had wounds less than 100%, however, during the post-test, most respondents had poor wound healing results of 55% in the control group, and the majority of respondents had good wound healing results of 90%. in the intervention group after being given boiled egg whites. After carrying out the analysis, a p-value of 0.000 was obtained for the intervention and control groups. Concluded that boiled eggs have an influence on healing caesarean section wounds. This research can provide information regarding the effect of egg whites on the healing process of post-cesarean section wounds.
Pengetahuan Ibu Nifas Mengenai Baby Blues di Ruangan Rawat Inap Nifas RSUD Kota Bandung Maya Indriati; Naili Rahmawati; Astriani Astriani
Jurnal Sehat Masada Vol 17 No 1 (2023): Jurnal Sehat Masada
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Dharma husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38037/jsm.v17i1.407

Abstract

Baby blues merupakan perasaan hipersensitif yang wajar terjadi pada ibu setelah melahirkan, tetapi yang perlu diwaspadai, hal ini dapat bertambah serius dan bertahan lama yang biasanya disebut dengan postpartum depression. Pengetahuan seseorang dapat diinterpretasikan dengan skala yang bersifat kualitatif, yaitu pengetahuan baik : 76 % - 100 , pengetahuan cukup : 60 % - 75 %, pengetahuan kurang : < 60 %. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran pengetahuan ibu nifas mengenai baby blues meliputi pengetahuan baby blues secara umum, pengertian baby blues, tanda gejala baby blues, penyebab baby blues, dan pencegahan baby blues. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif dengan populasi 30 orang ibu nifas Instrument penelitian yang digunakan berupa kuesioner yang disebarkan kepada responden ibu nifas yang dirawat di ruang rawat inap RSUD Kota Bandung. Hasil penelitian menunjukan pengetahuan ibu nifas secara umum mengenai baby blues sudah baik 63%, pengetahuan ibu nifas mengenai pengertian baby blues sudah baik 73%, pengetahuan ibu nifas mengenai tanda gejala baby blues sudah baik 63%, pengetahuan ibu nifas mengenai penyebab baby blues sudah baik 83%, pengetahuan ibu nifas mengenai pencegahan baby blues sudah baik 53%.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PEMILIHAN METODE KONTRASEPSI PADA AKSEPTOR KB DI UPTD PUSKESMAS TAMANSARI TAHUN 2025 Naili Rahmawati; Rodiyah Nuraeni; Maya Indriati; Berty Risyanti
Jurnal Sehat Masada Vol 20 No 1 (2026): Jurnal Sehat Masada
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Dharma husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38037/jsm.v20i1.581

Abstract

Latar Belakang: UPTD Puskesmas Tamansari menyediakan pelayanan kontrasepsi metode jangka panjang (MKJP) dan non-MKJP, namun capaian tahun 2024 masih rendah untuk IUD (0,4%), implant (0,16%), kondom (0,48%), pil (0,2%), sementara suntik mencapai 10,14%. Capaian yang belum optimal berpotensi meningkatkan pertumbuhan penduduk dan risiko “4T” (terlalu muda, terlalu tua, jarak kelahiran terlalu dekat, dan terlalu sering melahirkan). Pemilihan metode kontrasepsi dipengaruhi oleh pengetahuan, dukungan suami, serta peran pemberi layanan termasuk ketersediaan layanan, biaya, dan kualitas konseling. Tujuan: Mengetahui distribusi frekuensi pengetahuan tentang kontrasepsi, dukungan suami, dan peran pemberi layanan serta hubungan ketiga faktor tersebut dengan pemilihan metode kontrasepsi pada akseptor KB di UPTD Puskesmas Tamansari tahun 2025. Metode: Penelitian kuantitatif dengan desain cross-sectional. Sampel berjumlah 80 wanita usia subur (WUS) yang dipilih sesuai kriteria penelitian. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner. Analisis univariat digunakan untuk distribusi frekuensi, sedangkan analisis bivariat untuk menguji hubungan antarvariabel. Pengolahan data dilakukan menggunakan Jeffreys’s Amazing Statistics Program (JASP). Hasil: Sebanyak 39 (48,75%) WUS memiliki pengetahuan baik, 21 (26,25%) pengetahuan cukup, dan 20 (25%) pengetahuan kurang. Dukungan suami ditemukan pada 41 (51,25%) responden, sedangkan 39 (48,75%) tidak mendapat dukungan. Peran pemberi layanan dinilai ada pada 51 (64%) responden dan kurang pada 29 (36%). Terdapat hubungan yang bermakna antara pengetahuan dan pemilihan metode kontrasepsi (p=0,043), dukungan suami dan pemilihan metode kontrasepsi (p=0,026), serta peran pemberi layanan dan pemilihan metode kontrasepsi (p=0,000). Kesimpulan: Pengetahuan tentang kontrasepsi, dukungan suami, dan peran pemberi layanan berhubungan secara signifikan dengan pemilihan metode kontrasepsi pada WUS di UPTD Puskesmas Tamansari tahun 2025.
HUBUNGAN PENGETAHUAN IBU HAMIL DENGAN MINAT PENGGUNAAN IUD POST PLACENTA DI WILAYAH KERJA DESA BUNIASIH KABUPATEN TASIKMALAYA TAHUN 2025 Lilis Siti Rukoyah; Naili Rahmawati; Roni Rowawi; Siti Sugih Hartiningsih
Jurnal Sehat Masada Vol 20 No 2 (2026): Jurnal Sehat Masada
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Dharma husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

IUD post placenta merupakan metode kontrasepsi yang dipasang segera setelah plasenta lahir. Di wilayah kerja Desa Buniasih, Kabupaten Tasikmalaya, penggunaan IUD pada tahun 2024 masih rendah (7,99%) dibandingkan metode kontrasepsi lainnya, yang diduga dipengaruhi oleh rendahnya pengetahuan dan kekhawatiran ibu terhadap pemasangan IUD pascapersalinan. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan pengetahuan ibu hamil dengan minat penggunaan IUD post placenta. Penelitian menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan pendekatan bivariat, teknik purposive sampling, dan melibatkan 34 responden. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 61,8% responden memiliki tingkat pengetahuan yang baik, sedangkan minat menggunakan IUD post placenta terbagi sama antara kategori tinggi dan rendah (masing-masing 50%). Analisis bivariat menunjukkan adanya hubungan positif dan signifikan antara pengetahuan ibu hamil dan minat penggunaan IUD post placenta di wilayah kerja Desa Buniasih, Kabupaten Tasikmalaya.
PENGARUH BABY SPA TERHADAP KUALITAS TIDUR BAYI USIA 3 – 6 BULAN DI OVERJOY MOM & BABY SPA KOTA BANDUNG TAHUN 2026 Aina Aina; Dyah Triwidiyantari; Sheli Riani; Naili Rahmawati
Jurnal Sehat Masada Vol 20 No 2 (2026): Jurnal Sehat Masada
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Dharma husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gangguan kualitas tidur masih menjadi salah satu masalah yang sering ditemukan pada bayi dan dapat berdampak terhadap pertumbuhan serta perkembangan neurologis. Baby spa merupakan salah satu intervensi nonfarmakologis yang diperkirakan dapat meningkatkan kualitas tidur bayi. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh baby spa terhadap kualitas tidur bayi usia 3–6 bulan di Overjoy Mom & Baby Spa Kota Bandung Tahun 2026. Penelitian menggunakan rancangan pre-experimental dengan desain One Group Pretest–Posttest Design. Sampel penelitian berjumlah 33 bayi usia 3–6 bulan yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Pengumpulan data menggunakan Brief Infant Sleep Questionnaire (BISQ), sedangkan analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test dengan tingkat kemaknaan p≤0,05. Sebelum intervensi, sebanyak 17 bayi (51,5%) mengalami tidur terganggu dan 16 bayi (48,5%) memiliki kualitas tidur normal. Setelah pemberian baby spa, seluruh responden (100%) memiliki kualitas tidur normal. Hasil uji Wilcoxon Signed Rank Test menunjukkan nilai p=0,000 (p<0,05), yang menunjukkan bahwa baby spa berpengaruh signifikan terhadap peningkatan kualitas tidur bayi usia 3–6 bulan. Dengan demikian, baby spa dapat dipertimbangkan sebagai salah satu intervensi nonfarmakologis untuk membantu meningkatkan kualitas tidur bayi.