Abstrak SQL Injection memanfaatkan kelemahan validasi masukan untuk menyisipkan perintah SQL ke dalam permintaan aplikasi web. Intrusion Prevention System berbasis signature, seperti Suricata, efektif terhadap pola yang telah didefinisikan, tetapi dapat melewatkan variasi sintaks, encoding, dan obfuscation. Penelitian ini mengimplementasikan sistem hybrid yang menempatkan Suricata pada NFQUEUE 2 sebagai pemeriksaan pertama dan model Extreme Gradient Boosting (XGBoost) pada NFQUEUE 3 sebagai pemeriksaan kedua. Payload HTTP direpresentasikan menggunakan TF-IDF berbasis kata, TF-IDF berbasis karakter, dan fitur kata kunci SQL. Evaluasi dilakukan dengan membandingkan Suricata tunggal, XGBoost tunggal, dan sistem hybrid menggunakan 422 payload SQL Injection serta 699 permintaan normal. Sistem hybrid memblokir 370 serangan dan meneruskan 692 permintaan normal, dengan akurasi 0,9474, precision 0,9814, recall 0,8768, F1-score 0,9262, dan false positive rate 0,0100. Dibandingkan Suricata tunggal, pendekatan hybrid menambah 13 true positive dan mengurangi false negative dari 65 menjadi 52 tanpa menaikkan false positive rate. Hasil ini menunjukkan bahwa XGBoost dapat memperluas cakupan deteksi ketika diterapkan sebagai lapisan pemeriksaan setelah Suricata. Kata kunci: SQL Injection, Intrusion Prevention System, Suricata, XGBoost, TF-IDF, NFQUEUE