Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

PENGARUH KOMBINASI BASIS PEG 400 DAN PEG 4000 PADA PEMBUATAN SEDIAAN SALEP EKSTRAK ETANOL BIJI MAHONI (Swietenia mahagoni (L). Jacq SEBAGAI ANTIBAKTERI TERHADAP Propionibacterium acne Umi Hanifatun Nikmah; Galih Samodra
Pharma Xplore : Jurnal Sains dan Ilmu Farmasi Vol 7 No 2 (2022): Pharma Xplore : Jurnal Sains dan Ilmu Farmasi
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Buana Perjuangan Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36805/jpx.v7i2.2955

Abstract

Ointment preparations are semisolid preparations intended for topical use. Mahogany seeds (Swietenia mahagoni (L) Jacq) contain saponin compounds that have antibacterial activity, so they can be made into ointment formulations. This study aims to determine the stability of the physical properties as well as the antibacterial inhibition zone produced from the ointment preparation with the active ingredient of mahogany seed extract (Swietenia mahagoni (L)). Jacq) based on PEG 400 and PEG 4000. Physical properties were tested for 6 cycles of storage at a temperature of 5 C and at a temperature of 45 C, seen from the organoleptic, homogeneity, pH, spreadability, adhesion and viscosity. The results were analyzed using One ­Way ANOVA and paired t -test. The results of the One_ Way ANOVA test showed a significant difference <0.05 in the adhesion, spreadability and viscosity tests. The results of the paired t_test analysis showed that there was an effect of storage on the pH test with a value of <0.05, while the organoleptic test, homogeneity, viscosity, spreadability and adhesiveness had no effect during storage. Antibacterial tests on different formulas showed antibacterial activity on Propionibacterium acne. Before stability had an average inhibition zone at F1 (60%:40%) 12.76 mm, F2 (50%:50%) 10.58 mm and F3 (40%:60%) 8.74 mm, while after stability at F1 (60%:40%) 14.20 mm F2 (50%:50%) 12.44 mm, and F3 (40%:60%) 8.90 mm.
Penyuluhan Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) di Industri Sektor Purbalingga Galih Samodra; Reina Melani; Indri Wijayanti; Purwatiningsih Purwatiningsih; Hadi Jayusman
Jurnal Pengabdian Masyarakat - PIMAS Vol 1 No 4 (2022): November
Publisher : LPPM Universitas Harapan Bangsa Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35960/pimas.v1i4.1007

Abstract

Occupational Health and Safety (K3) is an effort made to create a safe, comfortable working atmosphere with the aim of achieving the highest possible productivity. The implementation of K3,KAK,PAK is the responsibility of all related parties and is obliged to play an active role in accordance with their functions and authorities in carrying out various efforts in the field of K3 on an ongoing basis and making K3 a part of the work culture in every activity. Apart from K3, the public's knowledge about the dangers of fire is still common/insufficient even though the danger from fire can cause a lot of losses both material and moral and can also result in death. Knowledge of K3 can provide knowledge to the public so that they are more careful in taking actions that can cause a hazard such as fire. Knowledge of K3 can provide knowledge to the public so that they are more careful in taking actions that can cause a hazard such as fire. Based on these conditions, we, the Community Service Team at Harapan Bangsa University, Purwokerto, will provide counseling regarding K3 socialization in the Purbalingga eyelash industry sector
Pengaruh Metode Pengeringan Daun Karika (Vasconcellea pubescens A.DC) Terhadap Kadar Total Flavonoid Riska Fitria Ningsih; Rani Prabandari; Galih Samodra
Pharmacogenius Journal Vol 1 No 1 (2022): Pharmacy Genius
Publisher : Yayasan Inspirasi El Burhani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (462.689 KB) | DOI: 10.56359/pharmgen.v1i01.145

Abstract

Pendahuluan: Tanaman karika ( Vasconcellea pubescens A.DC) merupakan salah satu tanaman yang tumbuh di kawasan dataran tinggi Dieng yang berada di Kabupaten Wonosobo. Tanaman ini satu genus dengan pepaya. Pada salah satu bagian tanaman karika yaitu pada daun memiliki kandungan senyawa flavonoid yang berfungsi sebagai penangkal radikal bebas. Ada beberapa faktor yang dapat mempengaruhi kadar total flavonoid salah satunya adalah metode pengeringan.  Tujuan: Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh kadar total flavonoid daun karika dengan menggunakan metode pengeringan yang berbeda.                                                                                                                   Metode: Pada penelitian ini metoda pengeringan yang digunakan yaitu sinar matahari langsung, diangin-anginkan dan oven pada suhu 45 ºC, kemudian hasil yang didapatkan dianalisis menggunakan SPPS uji ANOVA untuk melihat adanya pengaruh yang signifikan atau tidak pada metode pengeringan yang digunakan. Hasil: Hasil penelitian bahwa kadar total flavonoid pada ekstrak daun karika dengan metode pengeringan sinar matahari langsung diangin-anginkan dan oven pada suhu 45 ºC secara bertutut-turut sebesar 5,91 mgQE/g ekstrak, 7,85±0,053 mgQE/g ekstrak dan 7,15 mgQE/g ekstrak. Dari hasil analisis data oneway ANOVA didapatkan nilai sig sebesar 0,00 (<0,05) artinya metode pengeringan sangat mempengaruhi kadar total flavonoid Kesimpulan: berdasarkan latar belakang tersebut dapat disimpulkan bahwa kadar total flavonoid tertinggi didapatkan pada metode pengeringan diangin-anginkan
Analisis Kandungan Parasetamol pada Jamu Pegal Linu yang Diperdagangkan di Kabupaten Brebes Khofifatul Muamanah; Adita Silvia Fitriana; Galih Samodra; Nur Rahmawati
Pharmacogenius Journal Vol 2 No 1 (2023): Pharmacy Genius
Publisher : Yayasan Inspirasi El Burhani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (313.17 KB) | DOI: 10.56359/pharmgen.v2i1.171

Abstract

Pendahuluan: Jamu merupakan obat tradisional yang telah digunakan masyarakat Indonesia untuk mengobati berbagai penyakit, salah satunya yaitu pegal linu. Persaingan industri jamu yang semakin ketat menyebabkan beberapa produsen jamu menambahkan bahan kimia obat (BKO) ke dalam jamu. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi adanya kandungan bahan kimia obat parasetamol serta menentukan kadarnya pada jamu pegal linu yang diperdagangkan di Kabupaten Brebes. Metode: Penelitian ini menggunakan 29 sampel jamu pegal linu dengan merk berbeda yang diperdagangkan di Kabupaten Brebes. Analisis kualitatif dilakukan dengan metode kromatografi lapis tipis (KLT) dan analisis kuantitatif dilakukan dengan metode spektrofotometri UV-Vis. Hasil: Hasil analisis menunjukkan terdapat 4 sampel jamu pegal linu yang positif mengandung parasetamol dengan kadar 0,116%; 0,119%; 0,131%; dan 0,137%. Kesimpulan: Penambahan bahan kimia obat masih dilakukan oleh beberapa produsen jamu yang dibuktikan dengan adanya sampel jamu pegal linu yang positif mengandung parasetamol.
Formulasi Sediaan Lip Cream Ekstrak Etanol Rimpang Kunyit (Curcuma Longa L.) dan Biji Coklat (Theobroma Cacao L.) sebagai Pewarna Alami Ega Angelia Narki; Galih Samodra; Desy Nawangsari
Seminar Nasional Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat 2021: Prosiding Seminar Nasional Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (SNPPKM 2021)
Publisher : Universitas Harapan Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (186.876 KB)

Abstract

Kosmetik telah dikenal dan banyak diminati oleh kaum wanita sejak zaman dahulu, fungsi dari kosmetik sendiri yaitu untuk merubah penampilan supaya menjadi lebih cantik dan menarik, salah satu bentuk kosmetik yang banyak diminati wanita yaitu lip cream. Lip Cream adalah suatu sediaan yang berbentuk cair sampai semi padat, berfungsi untuk membuat bibir menjadi lembab dalam waktu yang lama dibandingkan dengan sediaan padat, serta warnanya merata pada bibir. Salah satu tanaman yang dapat digunakan sebagai pewarna alami adalah rimpang kunyit (Curcuma longa L.) dan biji coklat (Theobroma cacao L.). Penelitian ini merupakan penelitian yang bersifat eksperimental dengan menggunakan zat warna alami dari rimpang kunyit (Curcuma longa L.) dan biji coklat (Theobroma cacao L.). Tujuan penelitian ini adalah membuat sediaan lip cream dengan menggunakan pewarna alami. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa sediaan lip cream dengan konsentrasi perbandingan 1:0,5, 1:0,6, dan 1:0,7 memiliki tekstur yang homogen, warna yang bervariasi, aroma yang khas, daya oles, daya sebar, daya lekat, viskositas dan pH yang sesuai, tidak mengiritasi dan sangat disukai oleh panelis. pH sediaan berkisar 4,5-6,1 menyebabkan sedikit iritasi ringan pada kelinci. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu rimpang kunyit (Curcuma longa L.) dan biji coklat (Theobroma cacao L.) dapat diformulasikan dalam sediaan lip cream. Jika konsentrasi ekstrak yang digunakan tinggi, maka pigmen warna pada lip cream akan semakin gelap.
Evaluasi Pengelolaan Prekursor Berdasarkan Peraturan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Nomor 40 Tahun 2013 tentang Pedoman Pengelolaan Prekursor Farmasi dan Obat Mengandung Prekursor Farmasi di Apotek Wilayah Kabupaten Banyumas Hana Fajrin Ananda Putri; Peppy Octaviani; Galih Samodra
Seminar Nasional Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat 2021: Prosiding Seminar Nasional Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (SNPPKM 2021)
Publisher : Universitas Harapan Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (220.593 KB)

Abstract

Sehubungan dengan maraknya penyalahgunaan obat di kalangan masyarakat, maka tenaga kefarmasian harus lebih memperhatikan pelayanan terhadap obat-obatan salah satunya yaitu obat yang mengandung prekursor. Untuk menanggulangi penyalahgunaan tersebut maka perlu pengelolaan obat yang mengandung prekursor yang sesuai dengan Peraturan Kepala Badan Pengawasan Obat dan Makanan No. 40 tahun 2013. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kegiatan pengelolaan prekursor (pengadaan, penyimpanan, penyerahan) pada Apotek di Kabupaten Banyumas sesuai dengan Peraturan Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia No. 40 Tahun 2013. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif pendekatan kuantitatif. Metode yang dilakukan yaitu dengan cara wawancara terbuka kepada apotek yang dijadikan sampel. Hasil penelitian menunjukkan secara keseluruhan pengelolaan prekursor di 70 apotek di Kabupaten Banyumas dinyatakan sudah sangat baik dengan persentase 95%.
Pengaruh Jenis Emulgator pada Formulasi Sediaan Krim Tipe M/A dari Kombinasi Ekstrak Daun Salam (Syzygium Polyanthum Wight) dan Daun Pepaya (Carica Papaya L) Afni Mirlandari; Galih Samodra; Adita Silvia Fitriana
Seminar Nasional Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat 2021: Prosiding Seminar Nasional Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (SNPPKM 2021)
Publisher : Universitas Harapan Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (293.149 KB)

Abstract

Daun salam (Sygyzium polyanthum Wight) dan daun pepaya (Carica papaya L) merupakan tanaman yang berpotensi sebagai antiinflamasi karena mengandung senyawa flavonoid. Penelitian ini bertujuan untuk memformulasikan ekstrak daun salam dan daun pepaya menjadi sediaan krim dengan perbedaan jenis emulgator. Krim dibuat dalam 6 formula dengan variasi jenis emulgator yaitu emulgator anionik (asam stearat dan TEA) dan emulgator nonionik (tween 80 dan span 80). Uji stabilitas sediaan krim ditentukan berdasarkan pengamatan organoleptik, homogenitas, pH, viskositas, daya sebar, daya lekat, tipe emulsi dan uji cycling test. Hasil penelitian menunjukan bahwa kombinasi ekstrak daun salam (Syzygium polyanthum Wight) dan daun pepaya (Carica papaya L) dapat dijadikan sediaan krim yang stabil secara fisik berdasarkan parameter-parameter uji. Uji stabilitas fisik menunjukan bahwa variasi jenis emulgator tidak mempengaruhi sifat fisik sediaan.
Uji Efektivitas Sediaan Salep Ekstrak Etanol Daun Ketapang (Terminalia Catappa L) pada Tikus Wistar dalam Penyembuhan Ulkus Diabetikum Yulsela Senaen; Galih Samodra; Rani Prabandari
Seminar Nasional Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat 2021: Prosiding Seminar Nasional Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (SNPPKM 2021)
Publisher : Universitas Harapan Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (207.289 KB)

Abstract

Ulkus Diabetikum merupakan salah satu komplikasi kronis dari penyakit diabetes melitus berupa luka pada permukaan kulit kaki penderita diabetes disertai dengan kerusakan jaringan bagian dalam atau kematian jaringan, baik dengan ataupun tanpa infeksi, yang berhubungan dengan adanya neuropati dan atau penyakit arteri perifer pada penderita diabetes melitus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas ektrak daun ketapang (Terminalia catappa L.) dalam terapi ulkus diabetikum. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas ekstrak daun ketapang dalam terapi ulkus diabetikum. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimental. Hasil penelitian ini yaitu daun ketapang formula II memiliki efektifitas untuk menyembuhkan ulkus diabetikum. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu daun ketapang efektif dalam mengobati ulkus diabetikum dilihat dari pembentukan jaringan epitelisasi pada kulit tikus menggunakan mikroskopis.
Uji Stabilitas Fisik Kombinasi Ekstrak Etanol Rimpang Kencur (Kaempferiae Galanga L.) dan Daun Tapak Dara (Catharanthus Roseus) dalam Sediaan Gel sebagai Antiinflamasi Galih Samodra; Ikhwan Yuda Kusuma
Seminar Nasional Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat 2021: Prosiding Seminar Nasional Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (SNPPKM 2021)
Publisher : Universitas Harapan Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (658.431 KB)

Abstract

Gel merupakan salah satu sediaan semisolid yang dibuat dengan mencampur ekstrak dengan basis yang sesuai dan akan terpenetrasi oleh suatu cairan. Gel memiliki banyak air serta memiliki daya penghantaran yang lebih baik dibandingkan dengan salep. Sediaan gel yang dibuat dari kombinasi ekstrak Rimpang kencur (Kaempferiae galanga L.) dan daun Tapak dara (Catharanthus roseus) memiliki aktivitas antiinflamasi untuk dapat menurunkan peradangan pada tikus wistar yang diinduksi oleh karagenin 1%. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui stabilitas fisik serta efek antiinflamasi yang dihasilkan dalam sediaan gel kombinasi ekstrak Rimpang kencur (Kaempferiae galanga L.) dan daun Tapak dara (Catharanthus roseus). Metode menggunakan penelitian eksperimental murni untuk mengetahui formula yang paling stabil dalam pengujian sifat fisik sediaan sebelum penyimpanan dan setelah penyimpanan selama 6 siklus penyimpanan pada suhu 5 0 C dan 400 C dengan melihat secara organoleptis, homogenitas, pH, daya lekat, daya sebar, serta viskositas. Hasil penelitian ini menunjukkan sediaan yang stabil sebelum penyimpanan dan sesudah penyimpanan baik dilihat secara organoleptis, homogenitas, pH, daya lekat, daya sebar,serta viskositas. Formula 1, 2, 3 memiliki nilai yang dimana dalam semua pengujian memasuki nilai normal yang telah ditetapkan, Formula 3 dengan konsentrasi carbopol 1,5% memiliki stabilitas fisik lebih baik dengan konsentrasi masing-masing formula ekstrak rimpang kencur 0,09% dan ekstrak daun tapak dara 0,05%.
Skrining Fitokimia Senyawa Metabolit Sekunder dan Uji Karakteristik Kadar Air Ekstrak Biji Mahoni (Swietenia Mahagoni. (L) Jacq) Umi Hanifatun Nikmah; Galih Samodra; Ikhwan Yudha Kusuma
Seminar Nasional Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat 2022: Prosiding Seminar Nasional Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (SNPPKM 2022)
Publisher : Universitas Harapan Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (108.49 KB) | DOI: 10.35960/snppkm.v2i1.1091

Abstract

Ekstrak etanol biji mahoni (Swietenia Mahagoni (L) Jacq) memiliki aktivitas farmakologi sebagai antibakteri. Aktivitas tersebut disebabkan oleh kandungan kimia yang terdapat di dalam suatu ekstrak. Faktor lingkungan memiliki pengaruh terhadap metabolit sekunder yang terdapat di dalam suatu tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar air dan kandungan senyawa metabolit sekunder yang terdapat di dalam ekstrak etanol biji mahoni (Swietenia Mahagoni (L) Jacq) yang diperoleh dari daerah Bumiayu kabupaten Brebes berdasarkan uji skrining fitokimia. Penelitian ini dilakukan melalui tiga tahap, yaitu ekstraksi dengan remaserasi menggunakan etanol 96%, penetapan kadar air ekstrak, dan skrining fitokimia. Uji skrining fitokimia yang dilakukan meliputi identifikasi flavonoid, alkaloid, saponin, dan tanin. Hasil penetapan kadar air menunjukan bahwa ekstrak etanol biji mahoni (Swietenia Mahagoni (L) Jacq) memiliki kadar air sebesar 0,14%± 0,00. Skrining fitokimia yang diperoleh bahwa ekstrak etanol biji mahoni (Swietenia Mahagoni (L) Jacq) mengandung senyawa metabolit sekunder falavonoid, alkaloid, saponin, dan tanin. Hal ini dapat disimpulkan bahwa ekstrak etanol biji mahoni (Swietenia Mahagoni (L) Jacq) memiliki kadar air yang sesuai dengan standar kadar air biji mahoni yaitu <16%.