Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

Analisis Kadar Air dan Skrining Fitokimia Senyawa Metabolit Sekunder Ekstrak Etanol Daun Bidara Arab (Ziziphus spina-christi (L.) Desf) Alviony Trista Hapsari; galih samodra; desy nawangsari
Seminar Nasional Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat 2022: Prosiding Seminar Nasional Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (SNPPKM 2022)
Publisher : Universitas Harapan Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (149.272 KB) | DOI: 10.35960/snppkm.v2i1.1095

Abstract

Ekstrak etanol daun bidara arab (Ziziphus spina-christi (L.) Desf) mempunyai aktivitas farmakologi sebagai antimikroba. Aktivitas tersebut disebabkan oleh kandungan kimia yang terdapat di dalam suatu ekstrak. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui kadar air dan kandungan senyawa metabolit sekunder yang terdapat didalam ekstrak etanol daun bidara arab (Ziziphus spina-christi (L.) Desf) berdasarkan uji skrining fitokimia. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode eksperimental laboratorium. Penelitian ini dilakukan melalui tiga tahap, yaitu ekstraksi dengan remaserasi menggunakan pelarut etanol 70%, penetapan kadar air simplisia dan ekstrak, skrining fitokimia simplisia dan ekstrak. Skrining fitokimia yang dilakukan meliputi uji alkaloid, uji saponin, uji polifenol, uji fllavonoid dan uji tanin. Hasil uji kadar air menunjukan bahwa ekstrak etanol daun bidara arab (Ziziphus spina-christi (L.) Desf) memiliki kadar air simplisia sebesar 4,08% dan ekstrak sebesar 0,49%. Hasil skrining fitokimia diperoleh bahwa ekstrak daun bidara arab (Ziziphus spina-christi (L.) Desf) mengandung senyawa metabolit sekunder alkaloid, saponin, fenol, flavonoid tanin, dan untuk simplisia alkaloid menunjukan hasil yang negatif. Hal ini dapat disimpulkan bahwa ekstrak etanol daun bidara arab (Ziziphus spina-christi (L.) Desf).memiliki kadar air yang sesuai dengan standar kadar air daun bidara arab yaitu <10%.
Pengabdian Masyarakat Melalui Kegiatan Penyuluhan Kesehatan Terhadap Tingkat Pengetahuan Tentang Penyakit HIV/Aids di SMAN 1 Baturaden Galih Samodra; Siti Setianingsih; Barlian Kristanto; Reina Melani
Jurnal Pengabdian Masyarakat - PIMAS Vol 2 No 2 (2023): Mei
Publisher : LPPM Universitas Harapan Bangsa Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35960/pimas.v2i2.1059

Abstract

HIV/AIDS is a health problem in the world, including in Indonesia. he number of HIV/AIDS cases continues to increase from year to year. Adolescents are included in a group that is vulnerable to exposure to HIV/AIDS. As an effort to prevent and transmit HIV / AIDS can be done through health promotion. This activity aims to provide health promotion through outreach activities about HIV/AIDS to students at SMAN 1 Baturraden. The method used is using pretest and posttest. The results of community service activities showed an increase in knowledge about HIV/AIDS as seen from the increase in the score obtained. The conclusion of this activity is that counseling activities are easily accepted and increase knowledge about HIV/AIDS for students of SMAN 1 Baturaden.
Uji Aktivitas Antioksidan Ekstrak Etanol Kombinasi Daun Kersen (Muntingia calabura L.) dan Daun Kelor (Moringa oleifera L) dengan Metode DPPH (2,2-Diphenyl-1-Picrylhydrayl) Galih Samodra; Nurul Fitri Alfathani; Peppy Octaviani
Pharmacon: Jurnal Farmasi Indonesia Vol 20, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/pharmacon.v20i1.22293

Abstract

Kersen leaves and Moringa leaves are natural sources of antioxidants that can prevent oxidative damage to the body due to free radicals. The purpose of this study was to determine the antioxidant activity of a single form and a combination of cherry leaf extract and Moringa leaf in fighting free radicals. The antioxidant activity test in this study used the DPPH method (2,2-diphenyl-1-picrylhydrazil). The results showed that ethanol extracts of single forms of cherry leaves and Moringa leaves have very strong antioxidant activity with IC50 values of 8.04 ppm and strong 68.40 ppm. The combination with a ratio of 2:1 obtained the lowest IC50 value, which is 6.35 ppm. It can be concluded that the highest antioxidant activity is found in the combination of ethanol extract of cherry leaves and Moringa leaves in a ratio of 2:1, with IC50 smaller than the single form. 
HUBUNGAN KEPATUHAN MINUM OBAT DENGAN KUALITAS HIDUP PADA PASIEN GERIATRI PENYAKIT PARU OBSTRUKTIF KRONIK (PPOK) DI RSUD BANYUMAS indra marselina; Galih Samodra; Pepi Octaviani
Journal of Nursing and Health Vol. 7 No. 3 (2022): Journal of Nursing and Health
Publisher : Yakpermas Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52488/jnh.v7i3.193

Abstract

ANALISIS FAKTOR PEMILIHAN OBAT TRADISIONAL DAN OBAT KIMIA SEBAGAI ALTERNATIF PENGOBATAN BATU GINJAL DI RSUD BANYUMAS: FACTOR ANALYSIS OF SELECTION OF TRADITIONAL AND MODERN MEDICINE AS AN ALTERNATIVE TREATMENT FOR NEPHROLITHIASIS IN REGIONAL GENERAL HOSPITAL BANYUMAS Anggiani Nuralinda; Galih Samodra; Made Suandika; Rani Prabandari
Journal of Nursing and Health Vol. 7 No. 3 (2022): Journal of Nursing and Health
Publisher : Yakpermas Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52488/jnh.v7i3.194

Abstract

Batu ginjal merupakan salah satu penyakit ginjal yang di dalamnya terdapat batu yang mengandung komponen kristalin dan matriks organik, serta merupakan penyebab kelainan saluran kemih yang paling umum. Prevalensi penyakit batu ginjal meningkat seiring dengan bertambahnya umur, lebih tinggi pada laki-laki dibanding perempuan. Terdapat dua jenis pengobatan yang sering digunakan oleh masyarakat antara lain pengobatan modern yaitu dengan obat kimia, dan pengobatan tradisional. Tujuan penelitian ini yaitu untuk menganalisis faktor pemilihan obat kimia dan obat tradisional sebagai alternative pengobatan batu ginjal di RSUD Banyumas. Metode jenis penelitian menggunakan deskriptif kuantitatif dan pendekatan cross sectional dengan jumlah sampel sebanyak 80 responden. Hasil penelitian menunjukan terdapat hubungan antara faktor sosial, budaya dan psikologis dengan pemilihan obat kimia dan obat tradisional dengan hasil p-value < 0.01. Dengan hasil pemilihan obat responden terhadap obat kimia sebesar 80% dan obat tradisional 20%. Kesimpulan pada penelitian ini yaitu sebagian besa responden memilih obat kimia sebagai pengobatan batu ginjal, karakteristik responden dikelompok umur paling banyak adalah kelompok lansia, kelompok tingkat pendidikan paling banyak di tingkat pendidikan dasar, marital status terbanyak adalah sudah menikah dan kelompok penghasilan di kelompok penghasilan rendah dan terdapat pengaruh antara faktor sosial, budaya dan psikologi terhadap pemilihan obat.
Formulasi Krim Lip And Cheek Ekstrak Buah Naga Super Merah (Hylocereus Costaricensis) Sebagai Pewarna Alami dan Minyak Bunga Mawar (Rosa Hybrida L) Sebagai Emolien Fina Rudiyanti; Galih Samodra; Rani Prabandari
Seminar Nasional Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3 No 1 (2023): Prosiding Seminar Nasional Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (SNPPKM 20
Publisher : Universitas Harapan Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35960/snppkm.v3i1.1213

Abstract

Lip and cheek merupakan kosmetik dwifungsi yang digunakan pada bibir dan pipi yang sesuai dibawa bepergian karena dinilai praktis serta ekonomis. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui potensi buah naga super merah (Hylocereus costaricencis) sebagai pewarna alami dan minyak bunga mawar (Rosa hybrida L) sebagai emolien alami dengan uji sifat fisik, iritasi dan kelembaban pada sediaan lip and cheek. Metodenya dengan remaserasi buah naga super merah menggunakan etanol 70% lalu diformulasikan dengan minyak bunga mawar untuk dibuat lip and cheek. Hasil uji sifat fisik didapatkan bau khas mawar, berbentuk krim, berwarna merah muda hingga merah tua yang homogen karena tidak memperlihatkan adanya butiran kasar. Memiliki daya oles yang banyak menempel dan merata dengan nilai pH 5,0-6,4 serta memiliki nilai viskositas 14.423-17.576 cps yang dapat melekat > 4 detik dengan daya sebar 5,1-6,4 cm dan nilai kelembaban terbaik pada formula 1. Hasil uji iritasi menunjukkan tidak ada iritasi dan hasil uji hedonik yaitu formula 3 dengan warna merah tua dan kelembaban sedang. Dapat disimpulkan formula 1, 2 dan 3 lip and cheek ekstrak buah naga super merah dan minyak bunga mawar memenuhi standar uji serta semakin tinggi konsentrasi ekstrak dan minyak maka semakin pekat warnanya dan semakin lembab sediaan lip and cheek.
Gambaran Tingkat Pengetahuan dan Persepsi Masyarakat Tentang TB Paru di Barlingmascakeb Jawa Tengah Cecep Darwis Muttaqin; Galih Samodra; Khamdiah Kusuma
Pharmacogenius Journal Vol 2 No 3 (2023): Pharmacy Genius
Publisher : Yayasan Inspirasi El Burhani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56359/pharmgen.v2i3.289

Abstract

Pendahuluan: Tuberkulosis (TB Paru) adalah penyakit yang dapat menular melalui udara dan memiliki potensi untuk memengaruhi berbagai jaringan tubuh, dengan notifikasi sekitar 42.000 kasus dan jumlah kasus ini terdistribusi di seluruh kabupaten di Jawa Tengah. Tujuan: Untuk mengetahui gambaran tingkat pengetahuan dan persepsi masyarakat tentang TBC di Barlingmascakeb Metode: penelitian kuantitatif, desain penelitian deskriptif corelation study dengan pendekatan cross sectional. Menggunakan questioner berbasis online dengan platform google form, Populasi diambil berdasarkan masyarakat yang di Barlingmascakeb Jawa Tengah. Ukuran sampel ditentukan berdasarkan Confidence Level 95% dan Margin of Error 5%, sehingga diperoleh jumlah minimum dari sampel adalah 385 jiwa. Analisis univariat digunakan untuk menginterpretasikan karakteristik dan gambaran masyarakat Barlingmascakeb terkait penyakit TB Paru, yang diungkapkan dalam bentuk peresntasi. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan responden tentang TB Paru cenderung baik dengan nilai persentase rata-rata yang didapat lebih > 70%, namun tingkat persepsi menunjukkan bahwa persepsi mereka cenderung rendah nilai persentase < 50%. Kesimpulan: Temuan penelitian menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan responden tentang TB Paru cenderung baik, tingkat persepsi menunjukkan bahwa persepsi mereka cenderung rendah. Temuan ini dapat sebagai acuan Farmasi dengan meninjau gambaran masyarakat tentang TB untuk peningkatan edukasi dan pengembangan kepatuhan pengobatan di masyarakat.
Pengabdian Masyarakat Melalui Kegiatan Penyuluhan Kesehatan Terhadap Tingkat Pengetahuan Tentang Penyakit HIV/Aids di SMAN 1 Baturaden Galih Samodra; Siti Setianingsih; Barlian Kristanto; Reina Melani
Jurnal Pengabdian Masyarakat - PIMAS Vol. 2 No. 2 (2023): Mei
Publisher : LPPM Universitas Harapan Bangsa Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35960/pimas.v2i2.1059

Abstract

HIV/AIDS is a health problem in the world, including in Indonesia. he number of HIV/AIDS cases continues to increase from year to year. Adolescents are included in a group that is vulnerable to exposure to HIV/AIDS. As an effort to prevent and transmit HIV / AIDS can be done through health promotion. This activity aims to provide health promotion through outreach activities about HIV/AIDS to students at SMAN 1 Baturraden. The method used is using pretest and posttest. The results of community service activities showed an increase in knowledge about HIV/AIDS as seen from the increase in the score obtained. The conclusion of this activity is that counseling activities are easily accepted and increase knowledge about HIV/AIDS for students of SMAN 1 Baturaden.
UJI ANALGESIK KOMBINASI EKSTRAK ETANOL DAUN BLIMBING WULUH (Averrhoa bilimbi L.) DAN DAUN KELOR (Moringae Oliferae L.) PADA MENCIT JANTAN GALUR Swiss Webster Devi Amalila; Galih Samodra; Adita Silvia Febriana
Jurnal Farmasi & Sains Indonesia Vol 4 No 2 (2021)
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi Nusaputera

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52216/jfsi.vol4no2p91-97

Abstract

Analgesic drugs are used to reduce and relieve pain without loss of consciousness. The plants used as analgesics were Moringa leaves (Moringae Oliferae L.) and starfruit leaves (Averrhoa Bilimbi L.), because these two plants showed the presence of compounds such as flavonoids, alkaloids, saponins, and tannins. The aim of the study was to determine the analgesic effect. In Moringa leaf and star fruit leaf male Swiss Webster mice, the combined dose of 2:2 and 800 mg of Moringa oleifera extract and 1000 mg of star fruit extract were reduced in each rat. The method used to test the analgesic activity is the hot plate method. The responses of mice before administration and 0, 15, 30, 45, and 60 minutes after administration were observed, and the data were analyzed by ANOVA and LSD tests. Moringa leaf extract and belimbing wuluh leaf extract at a combined dose of 1:1, 2:2, 2:1 had analgesic effect on male Swiss Webster strain male mice. The three best combinations that gave analgesic effect were at a combination of 2:2 doses and 800mg and 1000mg doses, the average tensile protection results obtained were 0%, 65; 06%, 13; 65%, -15.29%, 18; 33%.