Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Antioxidant and Antibacterial Test On Kombucha Tea Varian Pedada (Sonneratia caseolaris) Fitriyani, Nur Lu'Lu; Prastiwi, Dani; Anindhita, Metha Anung; Rini, Septiyani Nanda; Silviana, Wanda
Babali Nursing Research Vol. 5 No. 1 (2024): January
Publisher : Babali Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37363/bnr.2024.51349

Abstract

Introduction: Kombucha tea is a health drink that can detoxify, antioxidant, energy source and boost the immune system. Kombucha has many variations in taste, including variations in adding fruit such as strawberries, apples, and peaches. Another variant of kombucha with added spices such as ginger and cinnamon. Pedada as a mangrove fruit that is widely available in coastal mangrove forests has potential as a food ingredient because it has very good nutritional content. The aims of this research is to tests of antibacterial effectiveness and antibiotic content from pedada variant of kombucha as a health drink. Methods: the research design is pure experimental research with a completely randomized design. Making kombucha variant pedada through two stages of fermentation. Results: Primary fermentation was carried out for 12 days to produce kombucha tea and secondary fermentation was carried out for 4 days with the addition of variations of pedada fruit juice with concentrations of 0%, 10%, 20%, 30%, 40%. The antioxidant test results showed that the kombucha variant pedada contains antioxidants in the presence of tannins, saponins and flavonoids in kombucha pedada variatiant. Conclusion: The Kombucha pedada variant also has antibacterial activity on E. coli and S. thypi bacteria. The antibacterial activity of E.coli showed higher results than chloramphenicol, while S. thypi showed lower effectiveness than chloramphenicol.
WHATSAPP REMINDER AS AN EFFORT TO IMPROVE COVID-19 PREVENTION BEHAVIOR: WHATSAPP REMINDER AS AN EFFORT TO IMPROVE COVID-19 Prastiwi, Dani; Isrofah, Isrofah; Wulandari, Irine Dwitasari; Suandika, Made
Viva Medika Vol 14 No 02 (2021)
Publisher : Universitas Harapan Bangsa Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35960/vm.v14i02.599

Abstract

Abstract. Background. Covid-19 is a health problem in a growing world. On January 30, 2020, WHO designated Covid-19 as a Public Health Emergency of International Concern (PHEIC) or a public health emergency that is troubling the world. Preventive efforts are needed to deal with the Covid 19 pandemic. Objective. To investigated whether there is an effect of using WhatsApp social media on Covid 19 prevention behavior. Method. The approach used was pre-experimental with pre-post test without control group. The data collection technique uses the Google Play Store and online questionnaires. The sample taken was 55 people, which is the minimum sample size based on the conservative assumption that 50% of second semester students have good behavior with a 5% error margin and 95% confidence interval. The analysis technique used is the paired T test. Result. The results showed that the mean value before treatment was 31.00 (7.437) and after treatment was 35.81 (6.003) (Table 5) and the significance was p = 0.000 (p <0.05). Conclusion. There is an effect of Whatsapp Reminder on Covid-19 Prevention Behavior. Keyword : WhatsApp Reminder, Behavior, Covid-19 Prevention
PENGARUH “KELAS PENDIAM”TERHADAP KADAR GLUKOSA DARAH Rahajeng Win Martani; Dani Prastiwi
E-Jurnal Kajen Vol 2 No 02 (2018): Jurnal Penelitian Pengembangan dan Pembangunan Vol 02 No 02 (2018)
Publisher : Bapperida Kabupaten Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Federasi Diabetes Internasional (IDF) pada tahun 2011 menunjukkan bahwa sekitar 230 juta orang di dunia menderita diabetes mellitus. RisetKesehatanDasar (2013) menunjukkan bahwa ada kecenderungan untuk prevalensi DM (2,1%) lebih tinggi daripada tahun 2007 (1,1%). Penatalaksanaan Diabetes Mellitus yang tidak terkontrol dapat menyebabkan komorbiditas dan komplikasi yang umumnya diakibatkan oleh tingkat kontrol glukosa darah yang buruk. Manajemen DM yang baik, didukung oleh perilaku perawatan diri dapat menjaga dan meningkatkan status kesehatan dan kesejahteraan penderita Diabetes Mellitus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pendidikan melalui "kelas tenang" pada kontrol glukosa darah. Penelitian ini menggunakan desain eksperimen quasy tanpa kelompok kontrol. 26 responden dilibatkan selama 7 minggu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada pengaruh "kelaspendiam" terhadap kadar glukosa darah dengan tingkat signifikan p = 0,000 (p <0,05). “KelasPendiam” adalah salah satu cara efektif untuk mengubah perilaku penderita diabetes tipe 2.
PKM “Senja Berganti” Sebagai Upaya Pencegahan Stunting Sejak Remaja Dani Prastiwi; Dewi Nugraheni Restu Mastuti; Remilda Armika Vianti; M. Adnan Firdaus; Indi Laudya Margarettha; Dicky Aditia Saputra
Jurnal Medika: Medika Vol. 4 No. 4 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/xtjjx508

Abstract

Stunting didefinisikan sebagai kondisi status gizi balita yang memiliki panjang atau tinggi badan yang tergolong kurang jika dibandingkan dengan umur dimana pengukuran dilakukan menggunakan standar petumbuhan anak dari WHO, yaitu dengan interpretasi stunting jika lebih dari minus dua standar deviasi median (Widanti, 2016). Stunting patut mendapat perhatian lebih karena dapat berdampak pada tumbuh kembang anak, terutama risiko gangguan perkembangan fisik dan kognitif apabila tidak segera ditangani dengan baik (Angraini et al., 2021). Prevalensi kejadian stunting di Kota Pekalongan tahun 2024 sebesar 17,68%. Pemerintah Kota Pekalongan menargetkan penurunan lebih lanjut hingga mencapai 12%. Intervensi untuk mencegah terjadinya peningkatan prevalensi stunting dapat dilakukan pada siklus daur hidup di tahap remaja. Tujuan: Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberikan edukasi sejak dini, agar remaja memiliki persiapan sebagai calon ibu. Metode: Kegiatan ini dilaksanakan di MAN 1 Kota Pekalongan dengan melibatkan 48 remaja putri. Peningkatan pengetahuan remaja akan dilakukan dengan pendekatan studi kasus, diskusi kelompok, ceramah dan simulasi. Hasil: Terjadi peningkatan skor pengetahuan 40,89 antara sebelum dan sesudah pemberian edukasi. Simpulan: Edukasi sangat efektif dalam meningkatkan pengetahuan remaja tentang stunting.