Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

Achieving Environmental Sustainability Through Hindu Ecological Spirituality Nurhayanti, Ketut; Putra, Anggara Putu Dharma; Atmaja, I Gusti Ngurah; Utama, I Komang Sudharka
Advances In Social Humanities Research Vol. 3 No. 4 (2025): Advances In Social Humanities Research
Publisher : Sahabat Publikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46799/adv.v3i4.358

Abstract

The South African automotive industry has undergone significant transformation from a domestically protected market to a globally integrated export-oriented sector. This paper examines the institutional and firm-level dynamics that have shaped this evolution, particularly under the Motor Industry Development Programme (MIDP) and its successor, the Automotive Production and Development Programme (APDP). The study aims to understand how industrial policies and institutional configurations interact to enable or constrain structural transformation and inclusive development. Using a qualitative case study approach, the research draws on policy documents, industry reports, and interviews with key stakeholders. Findings reveal that while policy reforms have effectively enhanced export performance and attracted foreign direct investment, they have fallen short in fostering deep supplier development, local content expansion, and technological upgrading. Moreover, institutional fragmentation and weak coordination have limited the developmental impact of these policies. The study also explores emerging challenges such as the shift toward electric vehicles and the need for green industrialization, arguing that future policy must address both competitiveness and sustainability. The research underscores the necessity of coherent institutions and localized capability building to realize inclusive industrial transformation. These insights have implications for industrial policy design not only in South Africa but also in other developing economies pursuing structural transformation in the context of global value chains and environmental imperatives.
E-filling dan Relawan Pajak dalam Meningkatkan Kepatuhan Wajib Pajak Orang Pribadi Darmayasa, I Nyoman; Wibawa, Bagus Putra; Nurhayanti, Ketut
Jurnal Kajian Akuntansi Vol 4 No 2 (2020): DESEMBER 2020
Publisher : Universitas Swadaya Gunung Jati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33603/jka.v4i2.3949

Abstract

AbstractThis research aims to analyze the effect of e-filling application and tax volunteer’s role to individual taxpayer’s compliance. In addition, this research also analyzes the effect of tax volunteer’s role as moderating variable on e-filling application to individual taxpayer’s compliance. This research analyzes primary data from distributed questionnaires to 100 individual taxpayers’ in assistance locations of Tax Volunteer from Politeknik Negeri Bali Tax Center. Sample selection in this research using purposive sampling technique. The testing of research variables was conducted using the Partial Least Square method with SmartPLS 3.0 application. The results showed that e-filling application and tax volunteers role had a positive and significant effect on individual taxpayer’s compliance. While there is no significant effect from the moderation of tax volunteer’s role in e-filling application to individual taxpayer’s compliance. This research has a novelty the role of tax volunteers in improving taxpayer compliance. Furthermore, this research has a practical contribution to the tax authority to increase the role of tax volunteers and to taxpayers on the participation of utilizing tax volunteers to improve compliance.Keywords: E-filling; Individual taxpayer; Tax compliance; Tax volunteer.Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menguji efek dari penerapan e-filling dan peran relawan pajak terhadap kepatuhan wajib pajak orang pribadi. Di samping itu, dilakukan pula pengujian moderasi relawan pajak atas pengaruh penerapan e-filling terhadap kepatuhan wajib pajak orang pribadi. Penelitian ini menganalisis data primer dari kuesioner yang disebarkan kepada 100 wajib pajak orang pribadi di lokasi asistensi Relawan Pajak Tax Center Politeknik Negeri Bali. Pemilihan sample pada penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling. Pengujian variabel penelitian dilakukan menggunakan metode Partial Least Square dengan aplikasi SmartPLS 3.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan e-filling dan peran relawan pajak berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepatuhan wajib pajak orang pribadi. Sedangkan terdapat pengaruh yang tidak signifikan pada moderasi peran relawan pajak atas penerapan e-filling terhadap kepatuhan wajib pajak orang pribadi. Penelitian ini memiliki keterbaruan peran relawan pajak dalam meningkatkan kepatuhan wajib pajak. Penelitian ini memiliki kontribusi praktis pada otoritas pajak untuk meningkatkan peran relawan pajak dan terhadap wajib pajak pada partisipasi memanfaatkan relawan pajak untuk meningkatkan kepatuhan.Kata Kunci: E-filling; Kepatuhan pajak; Relawan pajak; Wajib pajak orang pribadi.
Pendidikan Etika Dalam Menyikapi Terjadinya Hamil di Luar Nikah (Perspektif Ajaran Hindu) I Made Sukancajaya; Ketut Nurhayanti; Ni Kadek Muliati
Indonesian Journal on Education (IJoEd) Vol. 2 No. 1 (2025)
Publisher : Lembaga Penelitian Dan Publikasi Ilmiah (lppi) Yayasan Almahmudi Bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70437/ijoed.v2i1.229

Abstract

Perkembangan jaman saat ini membawa pengaruh positif dan pengaruh negatif. Salah satu dampak negatifnya adalah merosotnya moral generasi muda, banyak anak muda yang sudah mulai berpandangan bahwa seks bebas sudah menjadi hal yang lumrah di lakukan saat ini, tidak menjadi hal tabu lagi. Terjadinya seks bebas telah banyak mengakibatkan kehamilan di luar nikah terhadap generasi muda Hindu dan terjadi pada usia yang sangat muda. Penelitian ini akan menerapkan metode kualitatif dengan tujuan menyelidiki pandangan agama Hindu terhadap aborsi. Melibatkan pemuka agama Hindu, cendekiawan, praktisi, dan anggota masyarakat Hindu, penelitian akan menggunakan wawancara, diskusi kelompok, dan analisis dokumen untuk menggali pemahaman mendalam tentang perspektif ini. Meningkatnya kasus kehamilan di luar nikah di Bali merupakan fenomena yang dipengaruhi oleh berbagai faktor, mulai dari pergaulan bebas, lemahnya pendidikan moral dan agama, kurangnya pengawasan keluarga, hingga pengaruh globalisasi dan kemajuan teknologi yang tidak disertai dengan kontrol diri. disarankan untuk melibatkan lebih banyak partisipan dari berbagai latar belakang dalam komunitas Hindu, termasuk pemuka agama, praktisi, dan akademisi. Selain itu, memperluas cakupan studi dengan melibatkan pandangan agama lain dapat memberikan pemahaman yang lebih komprehensif tentang kompleksitas pandangan terhadap aborsi.
Pendidikan Etika Sebagai Fondasi Kehidupan Generasi Muda (Perspektif Agama-Agama) I Made Sukancajaya; Ketut Nurhayanti
Indonesian Journal on Education (IJoEd) Vol. 2 No. 3 (2026)
Publisher : Lembaga Penelitian Dan Publikasi Ilmiah (lppi) Yayasan Almahmudi Bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70437/ijoed.v2i3.314

Abstract

Indonesia merupakan salah satu negara di benua Asia, tepatnya berada di Asia tenggara. Indonesia merupakan negara beriklim tropis yang memiliki alam yang begitu indah, negara ini kaya akan sumber daya alam, budaya, suku, ras dan agama.  Saat ini terdapat 6 Agama di Indonesia, enam agama tersebut adalah: Agama Islam, Kristen Protestan, Katolik, Hindu, Buddha dan Konghucu. Seluruh penduduk yang menjadi warga negara Indonesia diwajibkan untuk memeluk salah satu agama yang diakui secara sah di Negara ini. Secara admistratif tidak satu-pun penduduk Indonesia diperbolehkan menjadi Ateis. Di jaman yang semakin maju dan canggih seperti saat ini akan memungkinkan banyak pengaruh terhadap anak-anak muda, bahkan pengaruh-pengaruh negatif dari budaya asing yang tidak sesuai dengan budaya  Indonesia yang dikenal dengan budaya adat ketimuran. Salah satu dampak negatifnya adalah merosotnya moral etika generasi muda, banyak hal yang tabu dilakukan bagi budaya Indonesia/nusantara sudah menjadi hal yang lumrah di lakukan oleh anak-anak muda saat ini, salah satunya adalah merosotnya etika dan moral, sebagai salah satu contohnya: Terjadinya seks bebas.  Generasi muda harus menyadari bahwa budaya luar tidak semuanya bagus di tiru apalagi yang tidak sesuai dengan karakter negara kita. Generasi muda yang nantinya akan menjadi penerus bangsa wajib mempertahankan hal-hal positif dari budaya Indonesia, mempertahankan budaya sopan santun serta ramah. Salah satu langkah yang harus diambil yakni menanamkan nilai-nilai etika yang terdapat dalam masing-masing agama yang dianut. Agama merupakan dasar atau sebagai gudang ajaran etika bagi generasi muda, sehingga generasi muda bangsa tetap bisa mempertahankan jati dirinya walaupun di tengah-tengah kemajuan jaman yang sangat pesat.
Mengenalkan agama Sejak Dini untuk Pembentukan Karakter Anak Menurut Hindu di Era Globalisasi I Made Sukancajaya; Ketut Nurhayanti; Ni Kadek Muliati
Indonesian Journal on Education (IJoEd) Vol. 3 No. 1 (2026): in progres
Publisher : Lembaga Penelitian Dan Publikasi Ilmiah (lppi) Yayasan Almahmudi Bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70437/ijoed.v3i1.437

Abstract

The development of the times is marked by the rapid advancement of science and technology. These developments provide many conveniences for humans but on the other hand also bring negative impacts on the lives and younger generation of Hindus. Seeing such conditions, it is considered necessary to instill ethical teachings in the younger generation from an early age, starting with children. One of the negative impacts is the behavior of young people, such as a decline in morals and ethics due to adopting behaviors or habits from outside that do not align with cultural personality. Additionally, it can reduce interaction intensity because everything practical is done from home, thus erasing our character as Balinese people. who prioritize togetherness. Most Balinese people, who are predominantly Hindu, generally have several distinctive characteristics in their lives: they are highly religious and spiritual, always together or cooperative, friendly, polite and avoid conflict, creative and artistic, flexible, and strongly uphold traditions. Some values that need to be instilled in children from an early age are meant to be applied in their daily lives, such as: tri kaya parisudha, tat twam asi, the teachings of ahimsa, and the concept of karma phala. It is hoped that children will not only understand these teachings but also make them the foundation of Hindu personality in the future amidst modern times. Some ways to instill these teachings include: telling stories of goodness or, traditionally, doing it through Bali fairy tales/fables, then providing examples at home by parents and at school by teachers, and lastly instilling good habits or discipline in children.